,
menampilkan: hasil
Sektor Usaha Baru Serap Tenaga Kerja
Wawako Resmikan SCT Motor Sutomo
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan meresmikan SCT Motor Sutomo yang berlokasi di Komplek Ruko Lido, Jalan Dr Sutomo, Minggu (18/1/2026). SCT Motor Indonesia ini merupakan usaha yang melayani perawatan motor berupa detailing hingga pelapisan keramik nano (Nano Ceramic Coating). Peresmian ini menjadi penanda bertambahnya pelaku usaha jasa perawatan kendaraan di Kota Pontianak.
Bahasan menyambut baik kehadiran SCT Motor Indonesia di Kota Pontianak. Menurutnya, dibukanya usaha tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam memperluas lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran.
Ia menilai, kehadiran SCT Motor Indonesia tidak hanya memberikan layanan perawatan kendaraan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya SCT Motor Indonesia di Pontianak. Usaha seperti ini mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan, sehingga secara langsung dapat membantu mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor usaha jasa memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan jumlah sepeda motor yang cukup besar di Kota Pontianak, keberadaan usaha perawatan kendaraan dinilai memiliki prospek yang baik dan berkelanjutan.
“Selain memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, keberadaan SCT Motor juga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Bahasan berharap, kehadiran SCT Motor Indonesia dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja di Kota Pontianak.
“Pemerintah Kota Pontianak tentu akan terus mendukung investasi dan pengembangan usaha yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Direktur PT SCT Motor Indonesia, M Rizki Elrivany mengungkapkan, tujuan utama pendirian SCT Motor tidak hanya berorientasi pada bisnis semata, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan.
“Kami ingin menampung teman-teman yang belum memiliki pekerjaan. Mereka memiliki keluarga yang harus dinafkahi. Ketika kita memberikan mereka pekerjaan, insyaallah itu menjadi keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar menyadari bahwa setiap karyawan memiliki tanggung jawab keluarga. Menurutnya, keberkahan usaha tidak lepas dari kesejahteraan para pekerja.
“Ketika karyawan menerima gaji dan mendoakan kita, doa itu akan kembali kepada kita dalam bentuk keberkahan yang berlipat ganda,” tutupnya. (prokopim)
Pontianak Langganan Event Nasional
Wali Kota: Kota Toleran dan Ramah Jadi Daya Tarik
PONTIANAK – Kota Pontianak kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala nasional. Kali ini, Pontianak menjadi kota penutup rangkaian kegiatan Daihatsu yang bertajuk "Kumpul Sahabat Pontianak". Sebuah ajang yang menggabungkan aktivitas komunitas otomotif, olahraga, hiburan, dan promosi UMKM yang diselenggarakan di halaman Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Minggu (18/1/2026).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Pontianak. Menurutnya, penunjukan ini semakin menegaskan posisi Pontianak sebagai kota yang kerap menjadi tujuan penyelenggaraan berbagai event nasional.
“Alhamdulillah, Pontianak kembali dipercaya menjadi lokasi event nasional. Ini menunjukkan bahwa kota kita dinilai siap, kondusif, dan memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Edi menjelaskan, rangkaian kegiatan dalam event tersebut diisi dengan pengumpulan komunitas kendaraan bermotor dari berbagai latar belakang, senam bersama, hingga hiburan musik yang akan ditutup dengan penampilan band nasional. Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas, kegiatan ini juga dirancang untuk menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya UMKM.
“Kegiatan seperti ini memberi aura positif bagi branding Kota Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan. Ada unsur produktif, olahraga, ekonomi, sekaligus hiburan yang menyatu,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada komunitas, terutama komunitas motor yang jumlahnya cukup besar di Pontianak. Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam menjaga kekompakan, kebersamaan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Komunitas motor di Pontianak sangat beragam, baik berbasis merek, hobi, maupun identitas. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan untuk menjaga kota tetap toleran dan harmonis.
Wali Kota menilai karakter masyarakat Pontianak yang ramah, toleran, bersih, dan hijau menjadi faktor utama mengapa banyak event nasional memilih digelar di kota ini. Bahkan, banyak orang dari luar daerah memberikan apresiasi terhadap suasana Kota Pontianak.
“Masyarakatnya ramah, toleransinya tinggi, kotanya bersih dan hijau. Ini harus terus kita jaga. Dengan kondisi kota yang kondusif, kegiatan nasional akan terus datang, dan dampaknya ekonomi akan tumbuh serta UMKM ikut merasakan manfaatnya,” pungkas Edi.
Dengan semakin seringnya event nasional digelar, Pemerintah Kota Pontianak berharap kota ini kian dikenal luas sebagai destinasi kegiatan berskala nasional yang aman, inklusif, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Promotion Department Head PT Astra Daihatsu Motor, Hari Wicaksono mengamini ucapan Wali Kota. Menurutnya, Pontianak punya identitas unik yang membedakannya dari kota lain. Selain keberagaman, warganya terkenal kompak.
"Di sini masyarakatnya kompak, ini yang membuat acara semakin hidup," tutupnya. (prokopim)
Isra Mikraj Momentum Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat
PONTIANAK – Wali Kota PontianaknEdi Rusdi Kamtono mengatakan, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat. Apalagi peristiwa ini merupakan tonggak penting perjalanan umat Islam. Perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW menjadi tanda kepatuhan, pengabdian, dan komunikasi langsung manusia dengan Allah SWT.
“Isra Mikraj bukan hanya mengingatkan kita pada kewajiban salat sebagai tiang agama, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan kedisiplinan moral dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya etika menghadiri peringatan Isra Mikraj di Masjid Agung Al Falah, Sabtu (17/1/2026) malam.
Bagi Pemerintah Kota Pontianak, peringatan Isra Mikraj menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah, terutama di tengah derasnya kemajuan teknologi dan arus informasi digital. Kecepatan informasi yang diakses hampir tanpa jeda, khususnya melalui media sosial, dapat berdampak negatif jika tidak diimbangi dengan kecerdasan spiritual.
“Kalau tidak dibentengi dengan nilai-nilai keagamaan, ini bisa merusak generasi muda. Karena itu, kecerdasan spiritual harus terus diingatkan, dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui masjid,” kata Edi yang juga selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak ini.
Ia menyebutkan bahwa Kota Pontianak memiliki sekitar 371 masjid yang secara umum sudah dikelola dengan baik, meskipun sebagian memiliki keterbatasan kapasitas. Terlebih, mayoritas penduduk Pontianak beragama Islam, dengan sekitar 78,4 persen warga tercatat sebagai muslim berdasarkan KTP. Menurutnya, identitas keagamaan tersebut harus tercermin dalam perilaku dan akhlak sehari-hari.
“Perilaku seperti membuang sampah sembarangan, mencuri kabel lampu, atau merusak fasilitas publik jelas tidak mencerminkan nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Karena itu, ia menilai peran alim ulama, guru ngaji, dan masjid masih sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter masyarakat. Masjid, lanjut Edi, tidak hanya harus dimakmurkan oleh jamaah, tetapi juga mampu memakmurkan jamaahnya melalui kegiatan sosial dan ekonomi, seperti koperasi atau toko sembako, untuk membantu umat yang membutuhkan. Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, siap bersinergi agar tidak ada lagi warga kota yang mengalami kelaparan.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memaparkan sejumlah program sosial pemerintah, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flora seluas 5,7 hektare bagi masyarakat sangat miskin dan miskin. Sekolah ini akan menampung siswa dari jenjang SD hingga SMA, diasramakan, dan seluruh kebutuhannya ditanggung hingga lulus. Semua sebagai bagian dari upaya memuliakan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, Pemkot Pontianak juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga ibu hamil dan balita. Program tersebut akan terus diperluas karena dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Di tengah kemajemukan warga kota, mari sama-sama menciptakan suasana tenteram, aman, kondusif," tutupnya. (prokopim)
Songsong Bonus Demografi, Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Pontianak (HIMAPON) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/1/2026).
Edi menyampaikan bahwa Kota Pontianak memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Saat ini, jumlah mahasiswa di Kota Pontianak mencapai sekitar 43 ribu orang yang berasal tidak hanya dari Kota Pontianak, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan luar daerah.
“Mahasiswa memiliki peran strategis karena saat ini Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, capaian tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti stabilitas geopolitik dan perubahan iklim yang berdampak pada perekonomian, terutama sektor pangan dan distribusi.
Dalam konteks daerah, Edi menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, terus berupaya menjaga inflasi agar tetap berada pada kisaran ideal.
“Inflasi yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah juga berdampak pada pendapatan petani. Oleh karena itu, keseimbangan harga menjadi kunci,” terangnya.
Edi juga memaparkan visi pembangunan Kota Pontianak yang diusungnya bersama Wakil Wali Kota Bahasan pada periode kedua kepemimpinannya, yakni mewujudkan Kota Pontianak yang maju dan sejahtera dengan lingkungan serta infrastruktur yang humanis. Menurutnya, kota yang maju ditandai dengan pembangunan yang berkelanjutan dan infrastruktur yang representatif, sementara lingkungan humanis mencerminkan kota yang hijau, bersih dan nyaman.
Ia menambahkan, karakteristik geografis Kota Pontianak yang berada di garis khatulistiwa dan di tepian Sungai Kapuas menuntut penanganan lingkungan yang adaptif terhadap perubahan musim, baik saat curah hujan tinggi maupun musim kemarau.
Melalui Musyawarah Besar HIMAPON yang mengusung tema “Regenerasi Organisasi Kota Pontianak dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif”, Edi berharap mahasiswa mampu melahirkan gagasan-gagasan segar serta kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemajuan daerah.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya. (prokopim)