,
menampilkan: hasil
Ribuan Peserta Pawai Taaruf Sambut Ramadan
Bahasan: Ramadan Momentum Perkuat Toleransi dan Harmoni Kota Pontianak
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan melepas rombongan pawai taaruf dalam rangka menyambut Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, pawai taaruf menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan umat Islam. Ia mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan hati bersih, saling memaafkan, serta meningkatkan kepedulian sosial.
“Pawai Ta’aruf ini menjadi wujud kegembiraan menyambut Bulan Ramadan. Mari kita sambut dengan rasa syukur, suka cita, dan hati yang bersih agar ibadah dapat dijalankan dengan ikhlas,” ujar Bahasan usai melepas peserta pawai di Jalan Rahadi Usman, Sabtu (14/2/2026).
Bahasan juga menekankan nilai pendidikan dalam ibadah puasa, seperti disiplin, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berkarakter.
“Puasa mengajarkan disiplin waktu, kejujuran, serta kepedulian sosial. Jika nilai ini diterapkan, kita akan gemar berbuat kebaikan, bersedekah, berinfak, dan menunaikan zakat untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk menjaga toleransi antarumat beragama demi menciptakan suasana kota yang aman, damai, dan harmonis.
“Kondisi tersebut merupakan modal penting dalam membangun Kota Pontianak yang kita cintai,” tambahnya.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak Ismail melaporkan Pawai Ta’aruf menyambut Bulan Ramadan 1447 Hijriah diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 437/KESRA Tahun 2024 tentang pembentukan Panitia Hari Besar Islam Kota Pontianak, serta hasil rapat pengurus PHBI bersama instansi terkait pada 6 Februari 2026.
Ia menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, membudayakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat.
“Tema kegiatan ini adalah ‘Melalui Pawai Taaruf Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Mari Kita Tingkatkan Iman dan Tali Persaudaraan untuk Meraih Ampunan dan Keberkahan Bulan Ramadan’,” kata Ismail.
Menurut Ismail, Pawai Taaruf diikuti 32 kelompok peserta yang terdiri dari pengurus majelis taklim, remaja masjid, pondok pesantren, serta siswa SD, SMP, SMA, dan SMK, perwakilan kecamatan, serta drumband se-Kota Pontianak. Kegiatan dilaksanakan dengan berjalan kaki dan penampilan drumband.
“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara PHBI Kota Pontianak dan Remaja Masjid Raya Mujahidin," tuturnya.
Rute pawai dimulai dari depan Kantor Wali Kota Pontianak di Jalan Rahadi Oesman, kemudian melalui Jalan Pakasih, Jalan Puyuh, Jalan Merdeka, Jalan Jenderal Urip, dan Jalan Jenderal Sudirman, lalu kembali finis di Jalan Rahadi Oesman.
Panitia juga menyediakan hadiah uang tunai bagi peserta terbaik, uang pembinaan untuk drumband, dua kelompok favorit, serta door prize bagi peserta.
Ismail menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak, Forkopimda, Kementerian Agama, perbankan daerah, PDAM, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
"Saya menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan," tutupnya. (kominfo/prokopim)
Pemkot Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi RT/RW hingga Relawan Bencana
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak memperluas perlindungan jaminan sosial melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dengan BPJS Ketenagakerjaan tentang Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Ketua RT, Ketua RW, Kader Posyandu, Pekerja Sosial Keagamaan penerima insentif, Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana, serta Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pontianak. Dalam tahap awal, kerja sama itu telah mengakomodir 5.747 peserta. Jumlahnya akan terus bertambah seiring waktu.
"Data yang ada, kita kelola, kita himpun. Jumlahnya (sekarang) 5.747 peserta," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai penandatanganan kerja sama di Ruang VIP Wali Kota Pontianak, Rabu (11/2/2026).
Edi menyatakan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, RT/RW, kader posyandu, relawan kebencanaan hingga petugas damkar memiliki risiko kerja yang tidak ringan sehingga perlu mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan oleh para pelayan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
“RT dan RW adalah garda terdepan pemerintah di lingkungan masyarakat. Begitu juga kader posyandu, pekerja sosial keagamaan, relawan bencana, dan petugas damkar. Mereka bekerja dengan risiko, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tukasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak akan terus memperluas cakupan kepesertaan agar semakin banyak pekerja rentan yang terlindungi.
“Kita ingin memastikan bahwa ketika terjadi risiko kerja, mereka tidak dibiarkan sendiri. Ada jaminan yang melindungi, ada manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh keluarga. Ini bagian dari komitmen kami membangun sistem perlindungan sosial yang lebih kuat dan berkeadilan,” imbuhnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri Ali mengatakan ke depan, jumlah penerima perlindungan akan bertambah. Saat ini, relawan damkar masih dalam proses pendataan, namun secara prinsip telah masuk dalam kesepakatan kerja sama.
Terkait cakupan kepesertaan, Suhuri menyebutkan bahwa pada 2025 tingkat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kota Pontianak mencapai sekitar 40,37 persen, dengan target meningkat menjadi 45 persen pada 2026. Khusus untuk mereka yang dicover pemerintah kota, total 73 klaim senilai Rp3,06 Miliar telah diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada penerima manfaat sepanjang 2025. Sedang untuk keseluruhan se Pontianak, jumlahnya 11.343 klaim senilai Rp141,5 Miliar.
"Sementara total iuran yang dibayarkan untuk segmen tersebut (kepesertaan bersumber dari APBD Kota) mencapai sekitar Rp353 juta. Ini menunjukkan bahwa perlindungan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta,” tuturnya.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya akan dilakukan melalui pendekatan kepatuhan hukum untuk skala usaha tertentu, serta pembinaan bagi usaha mikro, guna mendorong peningkatan jumlah pekerja yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Tentu ini akan mendorong jumlah coverage di Kota Pontianak, dalam hal ini jumlah orang yang bekerja dan terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan," tutupnya. (prokopim)
Seimbangkan Ibadah dan Pelayanan Publik Jelang Ramadan
PONTIANAK – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan pengurus masjid untuk menata kesiapan spiritual sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadan bersama Ustaz Ucay Batubara, di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (10/2/2026) malam.
Wali Kota menekankan bahwa suasana Ramadan di Pontianak selalu terasa sejak memasuki bulan Sya’ban. Aktivitas masjid meningkat, persiapan ibadah dilakukan lebih awal, dan antusiasme jamaah menjadi ciri khas kota ini. Berdasarkan data Kementerian Agama, Pontianak memiliki ratusan masjid dan musala yang menjadi pusat aktivitas keagamaan warga.
"Harapannya, masjid-masjid kita bukan hanya ramai di awal Ramadan, tetapi terus hidup hingga akhir,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi yang juga Ketua DMI Kota Pontianak mengingatkan pentingnya pemahaman ibadah yang tepat dan efektif, terutama bagi ASN yang tetap memiliki tanggung jawab pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kinerja.
“Ibadah wajib harus tetap dijalankan, dan tugas sebagai pelayan masyarakat juga tidak boleh berkurang. Justru di sinilah kecerdasan kita mengatur waktu,” katanya.
Ia juga menyoroti perlunya menjaga produktivitas di tengah tantangan fisik selama berpuasa. Menurutnya, bekerja dengan niat yang benar merupakan bagian dari ibadah. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, sementara kualitas spiritual tetap terjaga.
Wali Kota berharap momentum tarhib Ramadan ini memberi bekal pencerahan bagi ASN dan pengurus masjid dalam menyambut bulan penuh keutamaan.
“Ramadan adalah bulan penguatan iman. Mari kita manfaatkan keutamaannya tanpa mengabaikan amanah pelayanan publik,” tutupnya. (prokopim)
Moderasi Beragama Jaga Harmoni Kota
Diskusi FKUB Pontianak 2026
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di Kota Pontianak yang majemuk. Pontianak merupakan kota yang dihuni oleh beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Keberagaman tersebut bukan hanya realitas sosial, tetapi juga kekuatan yang harus dijaga secara sadar dan berkelanjutan.
“Kerukunan umat beragama tidak hadir dengan sendirinya. Ia harus terus dirawat melalui dialog, saling pengertian, dan kerja sama yang konsisten. Jika kerukunan terjaga, maka stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat juga akan kondusif,” ujarnya saat membuka kegiatan 'Memperkuat Kerukunan Umat Beragama Demi Terwujudnya Masyarakat Kota Pontianak yang Toleran, Harmonis, dan Bersahabat Tahun 2026' di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, dalam konteks kehidupan masyarakat yang semakin terbuka, moderasi beragama menjadi kunci untuk mencegah munculnya sikap ekstrem, intoleransi, maupun kekerasan atas nama agama. Moderasi beragama, lanjutnya, mengajarkan sikap adil, seimbang, serta saling menghormati antarumat beragama.
“Perbedaan tidak boleh dilihat sebagai sumber konflik, tetapi sebagai kekayaan sosial yang memperkuat persatuan dan kebersamaan warga Kota Pontianak,” tegas Bahasan.
Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, berkomitmen mendukung berbagai upaya penguatan kerukunan umat beragama. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi dialog lintas iman, penguatan forum-forum kerukunan, serta kolaborasi aktif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Bahasan menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana kota yang aman, nyaman, harmonis, dan bersahabat bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Pontianak sebagai kota yang toleran, harmonis, dan bersahabat,” pungkasnya. (prokopim)