,
menampilkan: hasil
Launching RBM Kalbar, Pemkot Siap Bersinergi Dukung Program Sosial
PONTIANAK – Kehadiran Yayasan Rumah Bunda Mulia (RBM) di Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai lembaga sosial memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, keberadaan RBM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu anak-anak yatim piatu, khususnya di Kota Pontianak dan Kalbar secara umum. Menurutnya, lembaga sosial seperti RBM memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah di bidang kesejahteraan sosial.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak, kami mendukung sepenuhnya launching RBM Kalbar sekaligus pelantikan pengurusnya. Semoga RBM dapat terus eksis dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu,” ujarnya saat melaunching Yayasan RBM yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus RBM Wilayah Kalbar di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Minggu (12/4/2026).
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran Yayasan RBM di Kalimantan Barat. Di tengah keterbatasan pemerintah dalam menjangkau seluruh kebutuhan sosial masyarakat, kehadiran organisasi sosial seperti Yayasan RBM dinilai sangat membantu dalam memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan.
“Kami tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kehadiran yayasan seperti RBM ini sangat membantu dalam mendukung upaya sosial kemasyarakatan,” katanya.
Bahasan juga berharap RBM dapat terus berkembang dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak, baik organisasi di tingkat kota maupun provinsi. Dengan kolaborasi yang baik, program-program yang dijalankan diyakini akan lebih optimal dan tepat sasaran.
“Ke depan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus membersamai kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Kami berharap adanya sinergi yang kuat agar seluruh program RBM dapat berjalan maksimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan RBM Pusat, Hj Latifah, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mencintai RBM sebagai wadah pemberdayaan perempuan.
Ia menegaskan, RBM akan terus bergerak memuliakan kaum perempuan, mengangkat harkat dan martabat mereka, serta melahirkan perempuan-perempuan tangguh di tengah masyarakat.
“Kami berharap akan lahir generasi-generasi hebat di Kalimantan Barat, seperti teladan para ulama yang tumbuh dan berkembang di daerah ini,” ungkapnya.
Latifah juga mengaku bahagia atas kehadiran berbagai tokoh dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan para tokoh menjadi energi positif sekaligus pembimbing bagi perjalanan organisasi ke depan.
Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Pontianak, diharapkan dapat terus diperkuat dalam upaya memuliakan umat dan membangun masyarakat yang lebih baik.
“Dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadirnya generasi penghafal Al-Qur’an, kami yakin Kalimantan Barat akan menjadi daerah yang diberkahi,” tuturnya.
Launching Yayasan RBM turut dihadiri sejumlah tokoh dan undangan dari berbagai unsur masyarakat, sekaligus menjadi momentum awal bagi RBM Kalbar dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan di tengah masyarakat. (prokopim)
Wako Serahkan Bantuan Darurat bagi Korban Kebakaran Parwasal
PONTIANAK - Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu (25/3/2026) malam di Jalan Parwasal Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara, menyisakan puing-puing reruntuhan dari enam bangunan rumah milik warga.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung ke lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi warga yang terdampak. Sejumlah bantuan seperti kasur, peralatan masak, selimut, makanan siap saji serta kelengkapan dokumen kependudukan diserahkan bagi korban kebakaran.
Edi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat maupun pihak kepolisian, sebagian besar kejadian kebakaran di Kota Pontianak disebabkan oleh korsleting listrik.
“Umumnya, dari beberapa kejadian yang saya tanyakan, baik langsung ke masyarakat maupun melalui.kepolisian, indikasi sementara penyebabnya adalah korsleting listrik,” ujarnya usai menyerahkan bantuan, Kamis (26/3/2026).
Ia terus mengimbau masyarakat untuk rutin mengontrol dan memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Selain itu, masyarakat juga diminta melibatkan pihak yang berkompeten, seperti PLN atau instalatir listrik, untuk mengecek kondisi meteran, daya, hingga MCB agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, kondisi bangunan di Pontianak yang sebagian masih menggunakan material kayu, termasuk rangka atap, serta cuaca kering, membuat bangunan sangat mudah terbakar.
“Api cepat sekali membesar. Walaupun banyak bantuan dari pemadam kebakaran, termasuk swasta yang jumlahnya lebih dari 45 unit, namun sering kali kalah cepat dengan besarnya api,” jelasnya.
Tercatat sedikitnya enam rumah terdampak dari musibah kebakaran Jalan Parwasal. Meski saat kejadian air sedang pasang sehingga sumber air tersedia, besarnya api tetap sulit dikendalikan.
Pemerintah Kota Pontianak pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah tangga, guna meminimalisir risiko kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, satu di antara korban kebakaran, Wakil (44), pemilik bengkel motor, mengungkapkan harapannya agar bantuan dari berbagai pihak dapat meringankan beban yang dialaminya pasca kejadian tersebut.
“Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan bisa membantu kami yang sedang tertimpa musibah seperti ini. Kami sangat berharap bantuan dari semua pihak bisa meringankan beban kami,” lirihnya.
Ia menuturkan, bengkel yang terbakar tersebut sebenarnya masih berstatus sewa dan baru dijalankannya sekitar enam bulan terakhir. Namun, usaha yang baru dirintis itu harus terhenti akibat kebakaran.
“Bengkel ini sebenarnya masih sewa. Baru sekitar enam bulan saya mulai usaha di sini, tapi sudah terkena musibah kebakaran,” tuturnya.
Terkait peristiwa kebakaran, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber api. Saat kejadian, api tiba-tiba muncul dan membuat warga panik.
“Kejadian api itu kami juga tidak tahu penyebabnya dari mana. Tiba-tiba saja sudah ada api, dan semua langsung panik. Saat kejadian, kebanyakan orang berada di luar, meskipun ada juga yang masih di dalam. Posisi api berada di samping bengkel kami,” jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh peralatan bengkel hangus terbakar, termasuk kendaraan milik pelanggan yang tengah diperbaiki.
“Di bengkel ini, alat-alat kerja habis terbakar, termasuk motor-motor milik pelanggan. Ada sekitar empat unit motor yang sedang diservis, sebagian sudah selesai, tapi belum sempat diambil oleh pemiliknya,” katanya.
Ia menambahkan, saat kejadian dirinya sempat menyelamatkan satu unit sepeda motor sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
“Saat kejadian, saya sempat menyelamatkan satu unit motor. Setelah itu sudah tidak bisa lagi, karena api semakin besar. Jadi yang bisa diselamatkan hanya satu motor saja,” sebutnya.
Wakil memperkirakan total kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai lebih dari Rp100 juta, bahkan bisa menembus Rp200 juta. Saat ini, ia bersama keluarga terpaksa tinggal sementara di sekitar lokasi karena bengkel tersebut juga difungsikan sebagai tempat tinggal.
“Untuk kerugian diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp100 juta, bahkan mungkin sampai Rp200 juta. Saat ini saya sementara tinggal bersama keluarga di sekitar sini, karena bengkel ini juga sekaligus tempat tinggal,” ucapnya.
Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu dirinya bangkit kembali pasca kebakaran. Untuk sementara waktu, ia mengaku hanya bekerja serabutan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu kami bangkit kembali. Saat ini saya hanya bekerja serabutan,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian besar, ia bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat dalam peristiwa tersebut.
“Untuk kondisi keluarga, alhamdulillah semuanya dalam keadaan aman,” terangnya.
Ia mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya, terlebih usaha tersebut merupakan satu-satunya sumber penghidupan bagi dirinya dan keluarga.
“Perasaan saya tentu sangat terpukul. Usaha yang baru dirintis harus habis begitu saja. Ini satu-satunya mata pencaharian saya,” pungkasnya. (prokopim)
Herlena Syok Saat Pulang Kerja Rumahnya Terbakar
Pemkot Salurkan Bantuan Darurat Korban Kebakaran Gang Tamang I
PONTIANAK – Herlena (50) tak sanggup menahan rasa sedih saat melihat rumah yang ditempatinya hangus terbakar. Selain rumahnya, peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) pagi, juga menghanguskan tiga unit rumah warga Gang Tamang I Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat, beserta seluruh isinya, menyisakan duka mendalam bagi korban yang kini harus mengungsi.
Herlena mengaku tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi. Ia sedang bekerja ketika api mulai melalap rumahnya. Berdasarkan keterangan keluarga yang berada di lokasi, api diduga berasal dari kamar anaknya akibat arus listrik.
“Saat saya diberi kabar oleh warga dan pulang ke rumah, semuanya sudah habis. Tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk barang-barang berharga,” ujarnya usai menerima bantuan sandang dan pangan serta uang tali asih dari Pemerintah Kota Pontianak yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Rabu (25/3/2026).
Meski kehilangan harta benda, Herlena bersyukur seluruh anggota keluarga selamat. Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam rumah, termasuk ibunya yang telah berusia sekitar 90 tahun.
Saat ini, Herlena bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah keponakan karena tidak lagi memiliki tempat tinggal. Ia mengaku masih mengalami syok dan belum sepenuhnya pulih dari trauma akibat kejadian tersebut.
“Saya masih merasa sesak dan belum bisa melupakan kejadian itu. Saya sudah tinggal di rumah itu sejak kecil, sekarang semuanya hilang,” lirihnya.
Selain kerugian materiil, kebakaran juga meninggalkan trauma bagi anak-anak korban, terutama anaknya yang berada di dalam kamar saat api mulai muncul. Herlena terus berusaha menguatkan anaknya agar tidak menyalahkan diri sendiri atas musibah tersebut.
Ia menuturkan, sebelum kejadian, dirinya berencana memperbaiki rumah agar lebih layak untuk orang tuanya. Namun, rencana tersebut kini pupus setelah rumah mereka habis dilalap api.
Herlena menduga selain instalasi listrik, keberadaan barang mudah terbakar seperti gas dan kendaraan di sekitar lokasi turut mempercepat penyebaran api. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kita harus lebih waspada, terutama dengan kabel-kabel yang sudah tidak layak. Ini jadi pelajaran bagi kami semua,” tuturnya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga kartu pensiun milik ibunya ikut terbakar. Bahkan, pakaian yang tersisa hanya yang dikenakan saat kejadian.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Herlena berharap adanya bantuan dari pemerintah, khususnya program bedah rumah, agar dirinya dan keluarga bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kami sangat berharap bantuan dari pemerintah kota. Kami tidak mampu membangun rumah sendiri,” harapnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Melihat intensitas kejadian kebakaran yang cukup tinggi di Pontianak, masyarakat kami harapkan dapat memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan dalam kondisi baik dan sesuai standar, serta penggunaan listrik tidak melebihi kapasitas,” imbaunya.
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, seperti penggunaan MCB yang tidak sesuai, kabel tidak standar, serta penggunaan stop kontak secara berlebihan yang menyebabkan beban listrik meningkat dan memicu panas.
Selain faktor listrik, lanjutnya, penggunaan kompor gas dan sumber api lainnya juga perlu menjadi perhatian, terutama di kawasan permukiman padat yang rawan menyebabkan api cepat merembet ke bangunan lain.
Terkait kebakaran yang terjadi dan berdampak pada sejumlah rumah, Pemerintah Kota Pontianak telah melakukan langkah mitigasi serta penyaluran bantuan darurat kepada para korban.
“Untuk jangka pendek, Dinas Sosial, BPBD, dan PMI telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut, serta kebutuhan dasar termasuk makanan siap saji untuk beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah kota akan melakukan pendataan untuk program perbaikan atau bedah rumah bagi warga terdampak. Selain itu, pengurusan kembali dokumen penting yang terbakar, seperti KTP, Kartu Keluarga dan surat-surat lainnya juga akan difasilitasi.
“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan keamanan instalasi listrik di rumah atau bangunan masing-masing,” pungkasnya. (prokopim)
Open House Perkuat Kedekatan Pemerintah dan Masyarakat
PONTIANAK – Suasana Lebaran di aula kediaman dinas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono tampak hangat dan penuh kebersamaan. Hari lebaran pertama, sejak tengah hari pukul 12.00 WIB, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan untuk menghadiri open house yang digelar sebagai ajang silaturahmi di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Tamu yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pejabat daerah, Forkopimda, tetapi juga masyarakat umum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Open house pada hari pertama, kediaman dinas Wali Kota kedatangan tamu antara lain Wakil Gubernur Kalbar Krisantus, Bupati Kubu Raya Sujiwo, Anggota DPR RI Lasarus, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, serta tamu-tamu dari berbagai kalangan.
Para tamu disambut langsung oleh Wali Kota Edi Kamtono didampingi istri, Yanieta Arbiastutie, bersama keluarga dengan penuh keakraban, saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan dalam suasana yang sederhana namun sarat makna.
Di dalam aula, suasana semakin hidup dengan hidangan khas Lebaran yang tersaji. Beragam menu, mulai dari nasi lengkap, bakso, sate, gudeg, roti cane dan hidangan lainnya disajikan untuk menjamu para tamu. Obrolan hangat pun mengalir, mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Edi mengungkapkan bahwa open house ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, Idulfitri ini momentum untuk mengajak masyarakat agar saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi serta persaudaraan dalam rangka membangun Kota Pontianak tercinta.
“Mudah-mudahan momentum Idulfitri tidak hanya menjadi ajang merayakan kemenangan, tetapi juga mampu meningkatkan semangat warga untuk saling berbagi dan saling memaafkan,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa tradisi open house menjadi wadah untuk mendengar langsung aspirasi warga dalam suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan.
Open house juga digelar di kediaman dinas Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Jalan KS Tubun serta Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah di Jalan Abdurrahman Saleh.
Sejumlah warga yang hadir mengaku senang dapat bersilaturahmi secara langsung dengan Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Satu di antaranya Sulaiman (53), ia menilai open house ini menjadi kesempatan langka untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara informal.
“Selain itu, suasana yang terbuka membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan pemimpinnya,” imbuhnya.
Sulaiman mengungkapkan rasa bahagianya dapat hadir bersama keluarga. Ia berharap tradisi seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun karena mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (prokopim)