,
menampilkan: hasil
Pentingnya Bela Negara di Era Digital
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan seperti TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Dalam situasi saat ini, pemahaman bela negara menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, semangat mempertahankan bangsa harus terus ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda.
“Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, TNI dan Polri, tetapi kita semua sebagai warga negara Indonesia wajib ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya ketika membuka Sosialisasi Bela Negara di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, sosialisasi bela negara menjadi strategis karena generasi muda hari ini hidup di tengah arus digitalisasi yang sangat kuat. Generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha sangat dekat dengan media sosial, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Edi, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, termasuk dalam mempercepat pelayanan publik, memudahkan komunikasi, dan mendukung penerapan konsep smart city di Kota Pontianak. Namun, teknologi juga memiliki sisi negatif apabila tidak digunakan dengan bijak.
“Media sosial dan teknologi informasi sangat membantu, tetapi juga punya kelemahan kalau kita tidak bijak. Bisa muncul hoaks, fitnah, perundungan, dan hal-hal yang menyesatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyinggung peristiwa viral terkait lomba cerdas cermat yang sempat menjadi perhatian publik nasional. Menurutnya, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menyikapi informasi secara bijak dan tidak terburu-buru menghakimi.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak hanya melihat sebuah peristiwa dari satu sisi. Sebagai manusia yang diberi akal, generasi muda perlu belajar menilai persoalan dengan jernih, tidak mudah tersulut emosi, dan tidak ikut menyebarkan komentar negatif yang dapat merugikan orang lain.
“Kalau kita melihat sesuatu, jangan hanya dari satu sisi. Kita harus bijak, karena manusia punya akal, punya kelebihan, tetapi juga punya kekurangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, kegiatan seperti cerdas cermat maupun sosialisasi bela negara pada dasarnya bertujuan mengingatkan kembali pentingnya empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat nilai ini perlu terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar,” ujarnya.
Ia berharap para pelajar Kota Pontianak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, bijak bermedia sosial, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif.
“Di era digital ini, adik-adik harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang baik, untuk kemajuan, dan untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (prokopim)
MBCI Rally 3rd Tempuh Rute Melingkar 360 Derajat, Pontianak-Sarawak-Brunei
PONTIANAK – Sebanyak 65 peserta Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Rally 3rd memulai perjalanan touring lintas negara dari halaman Kantor Wali Kota Pontianak menuju sejumlah daerah di Malaysia dan Brunei Darussalam, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi komunitas motor besar sekaligus membawa misi wisata dan promosi daerah.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang mengikuti touring tersebut. Menurutnya, perjalanan ini bukan hanya sekadar aktivitas berkendara jarak jauh, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan potensi daerah, khususnya Kalimantan Barat dan Kota Pontianak, kepada wilayah negara tetangga.
“Ini perjalanan yang sangat jauh. Ada 65 peserta yang ikut, mudah-mudahan dalam perjalanannya semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” ujarnya saat melepas peserta MBCI Rally 3rd.
Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis karena Kalimantan Barat memiliki keunggulan geografis sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Keberadaan perbatasan darat tersebut membuka akses yang besar bagi hubungan sosial, ekonomi, pariwisata, dan budaya antara Kalimantan Barat dengan negara tetangga.
“Alhamdulillah, Kalimantan Barat khususnya memiliki perbatasan darat dengan Sarawak. Ini memberikan akses yang sangat banyak dan bermanfaat,” katanya.
Wali Kota juga mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan ke depan, terutama dalam membangun jejaring komunitas lintas negara. Menurutnya, komunitas otomotif dapat menjai bagian dari diplomasi masyarakat yang memperkuat hubungan persahabatan antarwilayah.
Ketua MBCI Kalbar, Indra Kurnianto, menyampaikan bahwa Pontianak dipilih sebagai titik awal keberangkatan. Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak, Kapolresta Pontianak, unsur TNI, serta dinas-dinas terkait yang telah membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Indra menjelaskan, awalnya panitia hanya membuka kuota untuk 50 peserta. Namun, tingginya antusiasme membuat jumlah peserta terus bertambah hingga akhirnya ditutup pada angka 65 peserta. Rombongan akan menempuh rute dari Pontianak menuju Sri Aman, kemudian berlanjut ke Miri, Brunei Darussalam, Sibu, hingga Kuching. Di Kuching, para peserta dijadwalkan menghadiri Bike Week Festival Motor Besar se-Asia Tenggara, salah satu agenda otomotif besar yang mempertemukan komunitas motor besar dari berbagai negara.
Menurut Indra, kegiatan di Kuching diperkirakan akan dihadiri ribuan kendaraan motor besar. Hal ini menjadi momentum penting bagi MBCI untuk memperkuat jejaring komunitas otomotif, khususnya di kawasan Pulau Borneo dan Asia Tenggara.
“Ini momen yang sangat ramai, kemungkinan bisa tumpah sampai ribuan kendaraan motor besar,” jelasnya.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, rombongan dijadwalkan kembali ke Pontianak melalui jalur Aruk. Indra menyebut perjalanan ini membentuk rute melingkar atau rotasi 360 derajat, dengan titik awal dan akhir di Kota Pontianak.
“Pulangnya kami akan melewati Aruk, rotasi 360 derajat hingga sampai kembali di Pontianak. Insya Allah tiba pada Minggu, 24 Mei 2026,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari Kalimantan Barat, rombongan juga diikuti anggota MBCI dari Yogyakarta, Bogor, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, hingga Jawa Timur. Ia berharap kegiatan MBCI Rally 3rd dapat berjalan lancar, seluruh peserta diberikan kesehatan dan keselamatan, serta mampu memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang terbuka bagi kegiatan komunitas, wisata, dan persahabatan lintas negara. (prokopim)
HUT ke 51 Perumda Tirta Khatulistiwa, Wali Kota: Tingkatkan Kualitas Layanan
Diskon 51 Persen untuk Sambungan Pasif
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa atau PDAM Pontianak terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di ulang tahunnya yang ke 51. Meskipun kapasitas terpasang telah mencapai 2.358 liter per detik, serta cakupan pelayanan mencapai 90,54 persen, pelayanan harus terus digenjot.
“Saya menekankan di usia ke-51 ini agar PDAM terus bekerja meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional, menjadikan pelanggan atau masyarakat sebagai model dalam memberikan kepuasan terhadap layanan air bersih,” ujarnya usai apel dalam rangka HUT Perumda Tirta Khatulistiwa, Senin (18/5/2026).
Ia mengakui, untuk mencapai pelayanan air bersih yang ideal dibutuhkan investasi besar, baik dari sisi jaringan, teknologi, sumber daya manusia, maupun keuangan. Selain itu, kualitas layanan PDAM juga dipengaruhi oleh kondisi air baku, termasuk ancaman intrusi air laut ke Sungai Kapuas yang dapat berdampak pada kualitas air.
“Pengaruh air baku tidak bisa dipungkiri. Kondisi intrusi air laut juga akan berpengaruh terhadap kualitas air. Karena itu, pegawai PDAM harus bekerja profesional, disiplin, transparan, sesuai SOP, dan menjaga integritas,” katanya.
Edi juga menyoroti pentingnya menekan kebocoran air atau non revenue water (NRW). Saat ini, tingkat kebocoran berada di angka 28,77 persen, dan ia meminta agar angka tersebut dapat ditekan menjadi di bawah 28 persen. Menurutnya, kebocoran banyak disebabkan oleh jaringan distribusi yang sudah tua dan rusak sehingga perlu diganti secara bertahap.
“Kebocoran itu disebabkan jaringan distribusi yang sebagian sudah tua dan rusak. Itu harus diganti. Saya minta ditekan di bawah 28 persen,” tegasnya.
Selain menekan kebocoran, Edi juga mendorong peningkatan inovasi layanan berbasis digital. Aplikasi dan sistem digital, katanya, harus dimanfaatkan untuk mengelola data pelanggan, pembayaran, pengaduan, hingga mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat.
“Inovasi layanan harus terus dilakukan, termasuk aplikasi berbasis digital untuk data pelanggan, pembayaran, maupun sistem. Yang penting juga responsif terhadap keluhan masyarakat,” jelasnya.
Dirut Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak, Abdullah mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mencapai target-target pelayanan yang telah ditetapkan. Salah satu peningkatan penting adalah beroperasinya Instalasi Pengolahan Air Nipah Kuning dengan kapasitas 300 liter per detik.
“Dengan selesainya dan beroperasinya instalasi Nipah Kuning 300 liter per detik, sekarang total kapasitas kami menjadi 2.358 liter per detik,” ujarnya.
Abdullah menjelaskan, Perumda Tirta Khatulistiwa juga terus menekan tingkat kebocoran air. Pada April lalu, tingkat kebocoran tercatat 28,77 persen. Sementara target yang ditetapkan tahun ini adalah 28,6 persen.
“Memang kami ditargetkan tahun ini 28,6 persen. Insyaallah kami akan berupaya semaksimal mungkin agar target tersebut bisa tercapai,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-51, Perumda Tirta Khatulistiwa juga memberikan diskon sebesar 51 persen bagi pelanggan pasif yang ingin membuka kembali sambungan. Program ini khusus diberikan kepada pelanggan yang telah tidak aktif selama lebih dari empat bulan.
“Diskonnya 51 persen, sesuai HUT ke-51. Ini untuk pelanggan pasif yang membuka sambungan kembali, khususnya yang sudah empat bulan ke atas,” ungkapnya.
Program diskon tersebut berlaku untuk golongan rumah tangga 2A1, 2A2, dan 2A3. Masa program dimulai pada 18 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026.
“Semoga ini bermanfaat bagi pelanggan pasif, sehingga mereka bisa menjadi pelanggan aktif kembali,” katanya. (prokopim)
MTQ Kecamatan Lahirkan Bibit Unggul Qari-Qariah
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan menjadi wadah penting untuk menjaring dan melahirkan bibit unggul qari-qariah di Kota Pontianak. Ajang di tingkat tapak ini menjadi ruang yang tepat untuk perwakilan tiap wilayah unjuk kemampuan. Terlebih, antusiasme masyarakat selalu tinggi di tiap kecamatan.
“Pembukaan MTQ ke-34 di Kecamatan Pontianak Utara ini sangat meriah. Kehadiran masyarakat luar biasa, ada drum band dan kafilah dari empat kelurahan. Ini bukti nyata antusiasme masyarakat,” ujarnya saat membuka MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Utara di halaman Kantor Camat Pontianak Utara, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana membangun motivasi masyarakat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua untuk terus belajar membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga pelaksanaan MTQ di Pontianak Utara ini membawa motivasi kepada masyarakat, mulai dari anak usia dini, remaja, dewasa hingga orang tua, untuk terus mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.
Kepada para peserta, Bahasan berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan tertib, sportif, dan penuh semangat. Ia berharap para peserta terus mengasah kemampuan agar kualitas bacaan dan pemahaman Al-Qur’an semakin baik.
“Ikuti kontestasi MTQ ini secara sportif, tidak ada hal-hal negatif, tetap tertib dan terus semangat mengasah diri agar semakin baik,” pesannya.
Bagi peserta yang meraih juara, Bahasan berharap prestasi tersebut tidak berhenti di tingkat kecamatan. Para pemenang, katanya, harus terus dibina agar mampu membawa nama baik Kota Pontianak pada ajang yang lebih tinggi, termasuk MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Kayong Utara.
“Yang mendapat juara harus terus kita tingkatkan agar bisa ke jenjang lebih tinggi dan membawa nama baik Kota Pontianak di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia juga meminta dewan juri untuk menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penilaian secara objektif. Menurutnya, penilaian yang adil dan transparan sangat penting agar MTQ benar-benar menghasilkan peserta terbaik secara alami.
“Kami berharap dewan juri memberikan penilaian secara objektif, tanpa hal-hal subjektif. Dengan begitu, MTQ kecamatan ini bisa menghasilkan bibit-bibit unggul yang benar-benar berkualitas,” tegasnya.
Bahasan menambahkan, Kota Pontianak tetap menargetkan prestasi terbaik dalam MTQ tingkat provinsi. Meski selama ini Pontianak kerap berada di posisi kedua, pihaknya tetap memasang target sebagai juara umum.
“Targetnya tetap juara umum. Walaupun Pontianak sering juara dua, target kita tetap menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (prokopim)