,
menampilkan: hasil
Sekda Tekankan Akurasi Data SPM
PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan pentingnya keseriusan dan akurasi perangkat daerah dalam memenuhi dan melaporkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Capaian SPM merupakan gambaran nyata kualitas pelayanan dasar yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
Amirullah mengatakan, standar merupakan tingkat kualitas yang harus dicapai. Karena itu, capaian SPM tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai ukuran sejauh mana pelayanan pemerintah telah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kalau tidak sampai standar, berarti kebutuhan standarnya belum bisa kita penuhi, apalagi untuk mencapai yang lebih tinggi,” ujarnya ketika membuka Sosialisasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pemerintah Kota Pontianak di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Selasa (22/9/2026).
Ia mengingatkan bahwa pencapaian standar bukan alasan untuk cepat berpuas diri. Justru, standar harus menjadi pemacu bagi perangkat daerah untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan. Dalam pengelolaan SPM, Amirullah menyebut ada tiga pekerjaan utama yang harus dilakukan petugas, yakni mengumpulkan data, melakukan input data, dan melaporkannya melalui sistem yang telah ditentukan.
“Ini harus dikerjakan dengan benar,” tegasnya.
SPM merupakan potret kinerja Pemerintah Kota Pontianak dan menjadi salah satu gambaran kondisi pelayanan dasar di daerah. Karena itu, ia meminta petugas yang diberikan tanggung jawab mengelola data SPM benar-benar memahami tugasnya. Petugas juga diminta membaca dan memahami ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaan SPM, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021.
“Kalau serius, baca aturannya, kumpulkan datanya dengan benar, lakukan entry dengan benar, lalu laporkan dengan benar,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kualitas laporan sangat bergantung pada kesungguhan aparatur yang mengerjakannya. Keseriusan terhadap pekerjaan yang tampak sederhana, menurutnya, mencerminkan kesiapan aparatur menerima tanggung jawab yang lebih besar.
“Tanggung jawab besar itu dimulai dari bagaimana kita serius menyelesaikan hal-hal kecil. Karena itu jangan main-main dengan pekerjaan ini,” pungkasnya. (prokopim)
Pesparani Ruang Harmoni Kota
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik atau Pesparani bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan bernyanyi dan harmonisasi suara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, persaudaraan, silaturahmi, serta kehidupan masyarakat yang harmonis. Keberagaman masyarakat Kota Pontianak merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak menjadi tempat bertemunya berbagai suku, agama, budaya, dan aktivitas masyarakat.
“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya saat menutup rangkaian Pesparani Katolik ke III dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik atau LP3K, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadikan Pontianak sebagai cerminan kecil Indonesia. Karena itu, setiap kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kehidupan yang damai, sejuk, sejahtera, dan harmonis. Pemerintah Kota Pontianak pun berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, sosial, olahraga, maupun kebudayaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat.
Ia menilai, Pesparani juga memiliki makna strategis dalam memperkuat moderasi beragama. Melalui kegiatan keagamaan yang terbuka dan penuh persaudaraan, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.
Menurut Edi, kehidupan masyarakat saat ini juga menghadapi tantangan baru di era digital. Media sosial dapat menjadi ruang yang sangat positif, tetapi juga dapat memunculkan gesekan apabila digunakan untuk menyebarkan informasi yang memecah belah. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan, termasuk perbedaan pandangan politik, suku, maupun kelompok.
“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.
Edi berharap LP3K terus menjadi motor penggerak kegiatan keagamaan yang memperkuat persaudaraan dan harmoni masyarakat. Ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pesparani yang terus memberi ruang bagi umat untuk berkarya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Kepada para peserta Pesparani, Edi juga menyampaikan selamat kepada mereka yang berhasil meraih nilai terbaik. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia berharap tetap bersemangat untuk terus berlatih.
“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap Pesparani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan nilai keagamaan, seni, serta semangat persaudaraan di Kota Pontianak.
“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)
TNI dan Pemkot Pontianak Dorong Kepedulian Lingkungan
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama jajaran TNI dan sejumlah pihak menanam pohon dalam rangka memperingati HUT TNI.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi aktivitas masyarakat di Kota Pontianak.
“Pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga lingkungan agar tetap memberikan ruang hidup yang sehat bagi masyarakat,” ujarnya usai menanam pohon bersama di Jalan Purnama Dalam, Sabtu (19/9/2026).
Hal tersebut juga sejalan dengan kegiatan penanaman pohon yang dilakukan jajaran Kodim 1207/Pontianak. Penanaman secara simbolis dilaksanakan dalam kegiatan tersebut, sementara penanaman pohon juga dilakukan di masing-masing Koramil sebagai bagian dari rangkaian program memperingati HUT TNI.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim dan kualitas udara,” papar Edi.
Komandan Kodim 1207/Tanjungpura Kolonel Inf. Robbi Firdaus mengatakan kegiatan penanaman pohon menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengajak TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam.
"Kita sama-sama membumi untuk menjaga alam kita. Apalagi sekarang kita melihat karhutla yang sangat berdampak. Yang saat ini kita harusnya bisa menanam mungkin tanpa masker, sekarang kita harus menggunakan alat bantu masker," ujar Robbi.
Menurutnya, dampak kabut asap telah dirasakan dalam berbagai aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan, kegiatan belajar anak-anak, penerbangan, hingga aktivitas masyarakat di ladang.
Ia berharap penanaman pohon dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, termasuk dalam menjaga lingkungan dan menyerap karbon dioksida (CO2).
"Dengan kita menanam pohon itu akan berkontribusi dalam rangka menjaga CO2. Dengan adanya pohon yang kita tanam akan menghisap CO2-nya," katanya.
Robbi juga mengaitkan penghijauan dengan upaya menghadapi pemanasan global. Ia menyebut perubahan iklim telah memberikan dampak yang luas, termasuk pencairan es di wilayah kutub dan kenaikan permukaan air laut yang berpotensi menimbulkan bencana.
Ia mengajak seluruh instansi terkait untuk terus menjalankan program penghijauan dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, pohon yang telah ditanam perlu dirawat agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Harapannya apa yang kita tanam ini kepada seluruh masyarakat, mari kita jaga, pelihara sehingga pohonnya tumbuh dan bermanfaat. Kalau ada buah bisa untuk masyarakat, kemudian yang paling penting adalah karbon kreditnya tersebut," tuturnya.
Robbi menambahkan, penanaman pohon perlu dilihat sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara konsisten, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (prokopim)
Wako Edi Dorong Generasi Muda Melek Politik
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong generasi muda makin melek politik. Ia pun mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Politik Pontianak 2026 yang melibatkan mahasiswa dan pelajar sebagai ruang memperluas wawasan mengenai politik serta peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Menurut Edi, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan pemahaman bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga menyangkut bagaimana generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.
“Sekolah politik ini sangat inspiratif dan kreatif. Ini membuka serta memperluas wawasan tentang perpolitikan, terutama bagaimana generasi muda bisa berperan untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam agenda tersebut, Jumat (18/9/2026).
Ia menilai, mahasiswa dan pelajar perlu memperoleh pemahaman yang luas mengenai makna politik. Bekal tersebut penting karena sebagian dari mereka kelak akan menjadi pemimpin maupun pengambil keputusan di berbagai bidang.
“Saya berpesan, yang muda harus berkarya, bersih dan berintegritas. Ini penting untuk kita menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Edi menekankan bahwa integritas harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kepemimpinan pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Selain memahami politik melalui pendidikan formal, Edi mendorong mahasiswa dan pelajar aktif berdiskusi dan mengikuti perkembangan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Mereka harus aktif berdiskusi dan mengikuti perkembangan. Dengan begitu, wawasan mereka semakin luas dan bisa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial. Kemudahan akses informasi, menurut Edi, perlu diimbangi kemampuan untuk mencermati dan menganalisis setiap informasi yang diterima.
“Sekarang media sosial sangat gampang diakses. Mereka pasti membaca dan mengikuti, tetapi juga harus cerdas mencermatinya,” katanya.
Edi mengingatkan, informasi yang beredar di ruang digital tidak semestinya langsung diterima tanpa proses analisis. Ruang seminar dan diskusi dapat digunakan untuk menguji informasi, mencari konteks, serta membandingkannya dengan berbagai sumber dan sudut pandang.
“Berita-berita itu harus dianalisis di ruang seminar dan ruang diskusi. Ini benar atau tidak, kenapa seperti ini, kenapa sulit, kenapa tidak bisa. Dengan perbandingan-perbandingan, mereka punya dasar untuk menilai,” jelasnya.
Menurutnya, kebiasaan berdiskusi secara kritis akan membantu generasi muda membangun cara berpikir yang lebih matang sekaligus memperkaya kemampuan menyampaikan gagasan. Edi berharap Sekolah Politik dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kritis, produktif, dan tetap menjunjung integritas.
“Generasi muda harus memiliki wawasan luas, mampu mencermati perkembangan, dan yang terpenting tetap berkarya dengan bersih serta berintegritas,” pungkasnya. (prokopim)