,
menampilkan: hasil
Warga Bantaran Sungai Perkuat Pemahaman soal Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan
PONTIANAK - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak memfasilitasi ruang edukasi dan dialog bagi masyarakat bantaran Sungai Kapuas melalui kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pemerintah Daerah (Sipede) di Aula Kantor Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sungai serta kesehatan keluarga yang tinggal di kawasan bantaran sungai.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Pontianak, Vivi Salmiarni, mengatakan kegiatan Sipede menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman masyarakat mengenai persoalan lingkungan di sekitar mereka.
“Menjaga lingkungan perlu dilakukan bersama-sama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang edukasi dan komunikasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama,” ujarnya mewakili Kepala Diskominfo Kota Pontianak.
Diskominfo Kota Pontianak menghadirkan dua narasumber yang memberikan edukasi terkait lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan tepi sungai.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, serta dampak lingkungan yang kurang bersih terhadap kesehatan keluarga.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Warga terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Vivi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi warga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian Sungai Kapuas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga tumbuh kepedulian bersama terhadap kebersihan sungai dan kesehatan lingkungan tempat tinggal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Vivi juga mengapresiasi peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Pontianak Timur yang dinilai aktif membantu penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan Sipede, Diskominfo Kota Pontianak berharap upaya edukasi dan komunikasi publik dapat terus diperkuat guna mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kualitas hidup di kawasan bantaran Sungai Kapuas,” imbuhnya.
Salah seorang peserta, Adam (19), mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi yang membahas pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat di kawasan tepian sungai.
“Menurut saya kegiatan ini cukup seru dan bermanfaat. Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat selama mengikuti sosialisasi tadi,” ujarnya usai kegiatan.
Adam mengatakan materi mengenai pengelolaan sampah menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya. Ia menilai edukasi seperti itu penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Tadi banyak membahas soal pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar sungai,” katanya.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut, Adam mengaku mulai memahami langkah sederhana yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
“Saya jadi lebih paham bagaimana mengelola sampah dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan. Mudah-mudahan bisa mulai diterapkan di rumah dan juga mengingatkan teman-teman di sekitar supaya lebih peduli dengan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti Sipede dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan karena cukup menambah wawasan, terutama untuk anak muda agar lebih sadar menjaga lingkungan dan kesehatan,” tutupnya. (kominfo)
Bahasan Ajak Warga Jaga Tunas Bangsa di Era Digital
Peringatan ke 118 Hari Kebangkitan Nasional
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan meningkatkan literasi digital di tengah derasnya perubahan zaman. Ajakan itu disampaikannya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut menegaskan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.
Bahasan mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai refleksi atas semangat berdirinya Boedi Oetomo pada 1908. Peristiwa itu menjadi tonggak kesadaran berbangsa, ketika perjuangan mulai bergerak dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, diplomatik, dan organisasi.
“Semangat kebangkitan harus terus kita hidupkan. Hari ini tantangan bangsa sudah berubah. Kita tidak hanya bicara tentang kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi muda menghadapi era digital,” ujarnya ketika menyampaikan pidato Apel Hari Kebangkitan Nasional ke 118 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, kebangkitan nasional adalah proses yang terus bergerak mengikuti tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Pada 2026, tantangan bangsa semakin kuat di bidang transformasi digital, ruang informasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, tema tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan masa kini. Generasi muda harus dilindungi, dibina, dan diberi ruang tumbuh yang sehat agar mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga anak-anak dari risiko ruang digital. Ia menyebut perlindungan generasi muda di ruang digital menjadi bagian penting dari pembangunan manusia di era modern.
“Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu, literasi digital, etika bermedia, dan pendampingan keluarga menjadi sangat penting,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia menilai semangat Kebangkitan Nasional harus diterjemahkan dalam kerja nyata untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pelayanan kesehatan, dan membangun ekonomi masyarakat yang mandiri.
Ia juga mengajak generasi muda Pontianak untuk menyalakan kembali api kebangkitan dengan cara belajar, berkarya, berinovasi, dan ikut berkontribusi bagi kemajuan kota. Peringatan Harkitnas 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk memperkuat solidaritas sosial dan literasi digital.
“Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu. Ia harus hadir dalam cara kita bekerja hari ini, dalam cara kita membangun kota, menjaga anak-anak, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat bagi semua,” pungkasnya. (prokopim)
Juara MTQ Kecamatan Siap Berprestasi Lebih Tinggi
PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah yakin para juara MTQ tingkat kecamatan siap berprestasi ke tingkatan lebih tinggi. Sebab pelaksanaannya berhasil melahirkan bibit-bibit qari dan qariah berkualitas. Ia pun menyampaikan penghargaan kepada LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Kecamatan Pontianak Utara, panitia, dewan hakim, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari kerja nyata dalam memajukan pembangunan bidang keagamaan di Kota Pontianak.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Kecamatan Pontianak Utara, beserta seluruh panitia. Semoga tetap dalam semangat yang sama demi membina qari-qariah terbaik,” ujarnya dalam penutupan MTQ Pontianak Utara, Selasa (19/5/2026) malam.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan melalui MTQ tingkat kecamatan mampu mengantarkan peserta berprestasi ke jenjang lebih tinggi, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah ditetapkan sebagai pemenang. Jangan cepat berpuas diri, terus belajar, berlatih, dan asah kemampuan,” katanya.
Kepada peserta yang belum meraih juara, Amirullah berpesan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, nilai utama dalam MTQ bukan semata-mata kemenangan, tetapi niat dan usaha dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Bagi peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Tetap semangat, terus belajar dan berlatih untuk meraih keberhasilan pada MTQ berikutnya,” ujarnya.
Amirullah juga menyoroti capaian nilai peserta MTQ Pontianak Utara yang dinilai sangat baik. Ia menyebut sejumlah peserta berhasil memperoleh nilai tinggi hingga 97, yang menurutnya menunjukkan kualitas peserta dan proses pembinaan yang berjalan baik.
“Di sini banyak yang mendapat nilai 97. Ini menunjukkan bahwa hasilnya benar-benar bagus. Mudah-mudahan menjadi representasi penilaian yang baik dan membawa hasil di tingkat kota maupun provinsi,” ungkapnya.
Menurut Amirullah, setiap kecamatan memiliki kekuatan dan ciri khas masing-masing dalam cabang lomba MTQ. Karena itu, penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan menjadi wadah penting untuk memetakan potensi peserta terbaik dari berbagai kategori.
Ia optimistis hasil MTQ Pontianak Utara akan memberi kontribusi bagi Kota Pontianak dalam menghadapi MTQ tingkat kota yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Setelah itu, peserta terbaik akan dipersiapkan menuju MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Agustus, serta tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada September.
“Sampai ketemu di tingkat kota nanti. Mudah-mudahan perwakilan Pontianak Utara bisa kembali menang dan melanjutkan prestasi ke tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya. (prokopim)
PKK Mitra Strategis Percepat Kesejahteraan Keluarga Pontianak
Selaraskan Program PKK dengan Perangkat Daerah
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) merupakan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pencapaian kesejahteraan keluarga. Menurutnya, PKK memiliki peran penting karena mampu menjangkau langsung masyarakat hingga tingkat keluarga. Karena itu, keberadaan PKK tidak hanya dilihat sebagai organisasi pendamping, tetapi sebagai bagian penting dari kerja pembangunan kota.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, visi memajukan Kota Pontianak dan menyejahterakan masyarakat tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah melalui perangkat daerah. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PKK yang memiliki struktur hingga ke tingkat dasawisma dan posyandu. Itu pun tidak cukup hanya dengan ukuran ekonomi, tetapi juga menyangkut kesehatan, kecerdasan, kebahagiaan, dan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.
Ia menilai, indikator pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing masyarakat hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Karena itu, program OPD dan PKK perlu disinergikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.
Edi juga menyinggung keterbatasan jumlah ASN di Kota Pontianak yang belum ideal dibandingkan jumlah penduduk. Dengan kondisi itu, peran PKK semakin penting karena dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih fleksibel.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menegaskan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan langkah bersama yang terarah dan berkesinambungan. TP PKK, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Program kerja TP PKK Kota Pontianak tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat berbagai pilar pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, perencanaan sehat, edukasi sanitasi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.
“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” katanya.
Yanieta juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan literasi digital bagi kader PKK dan masyarakat. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut kader PKK untuk semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif, edukatif, dan bermanfaat bagi keluarga. Ia berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dan saling menguatkan dengan program Pemerintah Kota Pontianak. Dengan demikian, pelaksanaan program bisa lebih tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Yanieta menambahkan, banyak program PKK yang bersinggungan dan dapat disinergikan dengan program perangkat daerah. Karena itu, ia berharap dukungan OPD dapat memperkuat pelaksanaan program PKK agar masyarakat tidak bingung dan manfaat program benar-benar dirasakan.
“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (prokopim)