,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Pastikan Hewan Kurban Layak Konsumsi
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak bersama dokter hewan di sejumlah titik penjualan hewan kurban.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan sebelum disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.
“Saya sudah memerintahkan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban yang ada di Kota Pontianak. Beberapa hewan juga sudah diperiksa oleh dokter hewan untuk memastikan layak disembelih dan dikonsumsi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Edi berharap kondisi hewan kurban tahun ini tetap baik seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kesehatan hewan menjadi aspek utama agar masyarakat merasa aman saat menerima dan mengonsumsi daging kurban.
Terkait jumlah hewan kurban di Kota Pontianak, ia menyebut pendataan masih dilakukan oleh tim di lapangan. Data resmi jumlah sapi dan kambing kurban diperkirakan diumumkan menjelang pelaksanaan Salat Iduladha besok, Rabu (27/5/2026).
“Biasanya sebelum Salat Iduladha akan diumumkan jumlah hewan kurban, terutama sapi dan kambing,” katanya.
Selain itu, Edi mengungkapkan sapi bantuan Presiden tahun ini disalurkan ke Masjid Baiturrahim Makam Batu Layang. Penyaluran dilakukan secara bergilir sesuai ketentuan yang berlaku.
“Karena persyaratannya tidak boleh berturut-turut di tempat yang sama, maka penyalurannya berpindah-pindah,” jelasnya.
Ia menambahkan, sapi bantuan Presiden tersebut merupakan jenis limosin dan penyerahannya akan dilakukan secara simbolis menjelang Iduladha 1447 Hijriah. (prokopim)
Aila Afifah, Calon Haji Termuda dari Pontianak yang Ingin Doakan Ibunya di Tanah Suci
Wako Edi Lepas Keberangkatan JCH di Batam
BATAM – Harapan Aila Afifah (13 tahun) hampir jadi kenyataan. Ia bertolak dari Embarkasi Batam ke Tanah Suci, Jumat (8/5/2026) dini hari. Jemaah haji termuda musim haji 2026 ini membawa niat sederhana. Ia ingin mendoakan almarhumah ibunya di Tanah Suci.
Saat ditemui di Embarkasi Batam, Aila bercerita, sangat senang bisa berangkat haji. Ia menyampaikan rasa bahagianya mendapat kesempatan menjalankan rukun Islam kelima. Air mukanya berubah ketika mengingat almarhum ibunya.
“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucapnya.
Di wajahnya, tampak kerinduan yang ikut dibawa. Yang kali ini, berwujud doa. Di Tanah Suci nanti, Aila ingin memohonkan ampunan dan kebaikan bagi sang ibu. Ia berharap ibunya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Keberangkatan Aila menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang penuh makna. Ayahnya, Ismail Oemar menjelaskan, Aila berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Dari sisi usia, kondisi fisik, dan kesiapan mental, keluarga menilai Aila memungkinkan untuk menjalankan ibadah haji.
“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” ujar ayah Aila.
Menurut sang ayah, kesempatan ini menjadi momen penting bagi Aila. Meski masih anak-anak, Aila dinilai memiliki kesiapan yang baik untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji. Ia juga akan didampingi langsung oleh ayahnya selama perjalanan.
Kehadiran Aila memang jadi pembeda di tengah hiruk-pikuk Embarkasi Batam. Ia sebagaimana anak seusianya, yang sederhana, polos, dan tidak banyak bicara. Namun di balik wajah belianya, ternyata ia tidak hanya berangkat untuk dirinya sendiri. Akan tetapi juga membawa doa untuk orang yang paling ia cintai.
Perjalanan Aila menjadi salah satu kisah dari rombongan jemaah haji Pontianak tahun ini. Di usia 13 tahun, ia belajar tentang kehilangan, bakti kepada orang tua, dan makna ibadah yang tidak hanya dijalankan dengan tubuh, tetapi juga dengan hati yang penuh doa.
Di Kota Pontianak, kabar tentang Aila lebih dulu sampai sebelum keberangkatannya. Di antara ribuan jemaah haji Indonesia tahun ini, nama gadis kecil asal Pontianak itu menjadi pembicaraan karena usianya yang masih 13 tahun dan alasan keberangkatannya yang menyentuh hati.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai perjalanan Aila bukan sekadar keberangkatan ibadah, melainkan juga kisah tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” ucapnya.
Menurut Edi, Pemerintah Kota Pontianak turut merasa bangga karena ada putri daerah yang menjadi jemaah termuda Indonesia pada musim haji tahun ini. Ia berharap Aila dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke tanah air.
Musim haji tahun ini dinilai Edi sebagai perjalanan spiritual yang mendekatkan diri dengan Allah. Apalagi, tak semua muslim mendapat kesempatan sama di tahun ini.
"Kami berharap dengan niat, meluruskan hati, dan keikhlasan sebaik langkah ibadah haji Bapak-Ibu menjadi haji yang mabrur," katanya.
Tahun ini, total sebanyak 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak akan menunaikan ibadah suci. Wali Kota Pontianak menyampaikan rasa syukur karena proses kedatangan jemaah dari Pontianak menuju Batam hingga keberangkatan ke bandara berjalan lancar.
Terkait pelayanan haji tahun ini, Wali Kota menyebut secara umum tidak terdapat perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah jemaah haji asal Kota Pontianak menjadi yang terbanyak dari wilayah Kalimantan Barat.
Dalam memastikan kesiapan jemaah, Pemerintah Kota Pontianak turut berkolaborasi dengan pemerintah pusat, khususnya kementerian yang menangani penyelenggaraan ibadah haji, dalam aspek kesehatan, fisik, mental, dan spiritual jemaah.
"Semoga jemaah haji kita selalu diberikan kesehatan yang paling utama, lancarkan dalam beribadah, dan insyaallah menjadi haji yang mabrur," tutupnya. (prokopim)
Edi Minta Jemaah Calon Haji Jaga Nama Baik Pontianak
Pesan Wali Kota untuk Jemaah Calon Haji pada Istigasah Akbar
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para jemaah calon haji saat menghadiri Istigasah Akbar Jemaah Calon Haji Kota Pontianak 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dalam kesempatan itu, Edi mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa kondisi tubuh yang prima sangat penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan baik dan khusyuk.
“Jaga kesehatan sejak sekarang, atur pola makan, istirahat yang cukup, dan ikuti arahan petugas kesehatan. Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang kuat,” ujarnya saat menghadiri Istigasah Akbar di Masjid Raya Mujahidin, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Selain itu, ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu satu sama lain selama berada di tanah suci. Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian antarjemaah akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Edi turut mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menunaikan ibadah haji. Ia berharap seluruh jemaah dapat menjadi duta yang mencerminkan sikap santun, disiplin, dan taat aturan.
“Bapak dan Ibu adalah perwakilan Kota Pontianak. Tunjukkan sikap yang baik, patuhi aturan, dan jaga nama baik Indonesia,” pesannya.
Istigasah akbar tersebut diikuti ratusan jemaah calon haji beserta keluarga. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memohon kelancaran, keselamatan, serta kemabruran dalam menjalankan ibadah haji.
Pemerintah Kota Pontianak berharap seluruh jemaah calon haji dapat berangkat, menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur. (prokopim)
Pemkot Siapkan Lahan Pemakaman
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak tengah menyiapkan lahan pemakaman yang tersebar di kecamatan. Pengadaan tanahnya sendiri telah dimulai sejak tahun lalu. Upaya tersebut terus berlanjut pada tahun ini.
“Ini sudah berjalan sejak tahun kemarin, pengadaan tanahnya. Tahun ini juga sedang berlanjut. Sudah ada beberapa titik lahan yang kita miliki dan ini akan kita proses untuk pemakaman,” jelas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai Rapat Paripurna ke-8 Penyampaian Rekomendasi DPRD Kota Pontianak terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Pontianak Tahun 2025 di Ruang Paripurna DPRD Kota Pontianak, Rabu (29/4/2026).
Permasalahan lahan pemakaman tersebut turut disebut dalam rekomendasi DPRD. Pemkot sendiri sejatinya sudah mendapatkan calon lokasi mulai dari Pontianak Utara, Selatan, Barat, hingga Timur. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pemakaman yang semakin mendesak seiring pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan kota.
Namun demikian, Edi menambahkan bahwa pola pengelolaan pemakaman masih akan dikaji lebih lanjut. Pemerintah kota akan melihat bentuk kelembagaan yang paling tepat, apakah dikelola langsung oleh pemerintah, diserahkan kepada masyarakat, atau melalui lembaga tertentu.
“Nanti akan kita kaji lagi. Apakah ini diserahkan kepada masyarakat, lembaga keagamaan, atau dikelola oleh pemerintah. Kita akan pelajari kelembagaannya,” ungkapnya.
Secara keseluruhan Pemkot akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD Kota Pontianak atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025. Rekomendasi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah kota untuk memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik ke depan.
“Kita sudah menerima penyampaian hasil pembahasan atas LKPJ Wali Kota Pontianak dan penandatanganan kesepakatan. Ada beberapa catatan dari DPRD yang akan kita tindak lanjuti. Tujuannya semua untuk perbaikan,” ujarnya.
Menurut Edi, catatan DPRD mencakup berbagai sektor dan hampir seluruh organisasi perangkat daerah. Beberapa di antaranya berkaitan dengan infrastruktur jalan, genangan, peningkatan pendapatan daerah, lingkungan, hingga pendidikan.
“Semua OPD ada catatannya. Misalnya PU terkait jalan dan masalah genangan, Bapenda terkait peningkatan pendapatan, kemudian lingkungan, pendidikan, semuanya lengkap. Nanti kita pelajari dan tindak lanjuti,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Yoggy Perdana Putra menjelaskan rekomendasi tersebut merupakan konklusi dari rapat-rapat yang telah dibahas bersama para pakar dan akademisi. Beberapa hal turut ia soroti, tidak hanya soal makam, namun juga upaya peningkatan pendapatan asli daerah, genangan dan pemeliharaan pohon di sejumlah ruas jalan.
"Ada beberapa poin penting, terutama dalam hal peningkatan pendapatan asli daerah, kami juga tekankan masalah genangan dan juga pohon-pohon yang sudah tua," katanya. (prokopim)