,
menampilkan: hasil
Pasar Murah Bantu Warga Dapatkan Pangan Terjangkau
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kota Pontianak bersama sejumlah pihak, di antaranya kecamatan, Bulog, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Bank Kalbar, dan mitra lainnya.
Bahasan mengungkapkan, pasar murah menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pangan yang lebih mudah bagi masyarakat. Meski nilai bantuan atau selisih harga yang diterima warga tidak selalu besar, ia berharap masyarakat tetap memaknai kegiatan tersebut dengan rasa syukur.
“Kegiatan ini semata-mata agar Bapak Ibu bisa mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih murah. Walaupun nilainya tidak terlalu besar, tetapi ini perlu kita syukuri bersama,” ujarnya saat membuka Operasi Pasar di Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, rasa syukur menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan bahwa nikmat sehat dan kesempatan untuk hadir dalam kegiatan tersebut juga merupakan karunia yang patut disyukuri.
“Kalau kita bersyukur terhadap nikmat Allah yang diberikan, insyaallah Allah akan menambah rezeki dan nikmat kita. Pertama nikmat sehat, nikmat hidup,” katanya.
Bahasan juga mengapresiasi antusiasme warga yang telah hadir dan mengantre sejak pagi. Ia menyebut semangat warga menunjukkan bahwa kegiatan pasar murah memang dibutuhkan masyarakat, terutama dalam membantu menjaga daya beli terhadap kebutuhan pokok.
Ia mengajak masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban, kesabaran, dan niat yang baik selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, aktivitas seperti mengantre dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarga juga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus.
“Niatkan Bapak Ibu hadir ke sini, mengantre, sebagai ibadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan, keistikamahan, dan terhindar dari marabahaya,” ucapnya.
Bahasan berharap kegiatan pasar murah dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat Kota Pontianak, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pangan, perbankan daerah, dan berbagai mitra dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok. (prokopim)
Lima Kampung Iklim Pontianak Diganjar Penghargaan Kementerian Lingkungan Hidup
Kampung Gambut Siantan Hilir Raih Predikat Kampung Iklim Utama Trophy
PONTIANAK – Lima kawasan di Pontianak mendapat penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kelimanya adalah RW 33 Kampung Gambut, Kelurahan Siantan Hilir yang memperoleh penghargaan Proklim Utama Trophy; RW 27 Kampung Tangguh Penggerak Kesadaran Lingkungan, Kelurahan Siantan Hulu mendapat penghargaan Proklim Utama; RW 15 Kampung Tenun, Kelurahan Batulayang diganjar penghargaan PROKLIM Utama; RW 21 Kelurahan Sungaijawi Dalam memperoleh penghargaan Proklim Madya, dan; RW 10 Kelurahan Pal Lima yang mendapat penghargaan Proklim Madya.
Ketua Pokdarwis Kampung Gambut Siantan Hilir, Misra’i, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari gerakan bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, warga mulai membangun kesadaran untuk memperbaiki kampung melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan sampah, pengembangan pertanian ramah lingkungan, hingga membuka kawasan sebagai wisata edukasi.
Misra’i menjelaskan, Kampung Gambut merupakan kawasan yang bertumpu pada sektor pertanian, khususnya sayur-mayur. Karena itu, mereka juga mengembangkan cara-cara alami untuk mendukung pertanian, salah satunya dengan memperbanyak tanaman bunga di sekitar lahan. Fungsinya sebagai pengalih hama. Selain membantu petani, keberadaan bunga juga membuat kampung menjadi lebih indah dan menarik.
Selain pengolahan sampah menjadi pupuk organik, warga mengembangkan pemanfaatan limbah sayuran menjadi gas. Namun, untuk saat ini produksinya masih terbatas karena keterbatasan alat dan bahan baku.
“Untuk saat ini masih memproduksi untuk beberapa rumah, karena ketersediaan bahan baku dan alat pembuatannya juga belum memadai. Masih terhitung enam rumah,” katanya usai menerima penghargaan tersebut dari Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Rabu (20/5/2026) pagi.
Kampung Gambut juga dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi. Masyarakat membuka ruang pembelajaran bagi pelajar, mulai dari tingkat TK, sekolah dasar, hingga perguruan tinggi. Pengunjung dapat belajar langsung bersama petani, mulai dari menanam, merawat, hingga memanen sayuran.
Misra’i menyebut, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Namun, pihaknya tetap menyesuaikan jadwal kunjungan dengan aktivitas warga. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kampung Gambut telah menerima lebih dari 2.000 pengunjung. Mayoritas mereka dari sekolah dasar dan TK. Bahkan, kampung tersebut juga pernah dikunjungi wisatawan dari Kanada yang tertarik meneliti kondisi air di kawasan tersebut.
Menurut Misra’i, gerakan membangun Kampung Gambut berawal dari kesadaran warga bahwa kampung mereka tertinggal dibanding kawasan lain. Dari situ, masyarakat mulai membentuk kelompok dan komunitas yang bergerak bersama untuk mengenalkan potensi Kampung Gambut.
Gerakan tersebut mulai dirintis sejak tahun 2020 dan secara resmi terbentuk melalui SK pada tahun 2022. Dalam pengembangannya, Kampung Gambut juga pernah memperoleh dukungan CSR dari PT Pertamina Patra Niaga sebagai pembina.
“Kami mulai mengumpulkan rekan-rekan untuk bergabung sejak tahun 2020, dan terbentuk SK-nya pada 2022,” jelasnya.
Selain kegiatan pertanian dan pengelolaan sampah, warga juga menjaga kawasan hutan kecil yang ada di sekitar kampung. Luasnya kurang lebih 1,5 hektar. Hutan tersebut dipertahankan sebagai area resapan air dan ruang hidup bagi satwa.
Uniknya, sejak masyarakat mengubah pola hidup dan lebih menjaga lingkungan, satwa-satwa mulai kembali terlihat di sekitar kampung. Hal itu menjadi tanda bahwa lingkungan yang dijaga dapat memberi dampak positif bagi ekosistem.
“Dulu beberapa satwa sempat punah di tempat kami. Tapi saat ini setelah kami mengubah pola hidup dan menjaga iklim, banyak hewan mulai terlihat lagi, reptil-reptil mulai hadir,” katanya.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, M Yamin, mengatakan kampung iklim merupakan wujud komitmen Pemkot Pontianak dalam membangun lingkungan permukiman yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.
“Artinya, kita melakukan adaptasi terhadap iklim, karena ini sudah menjadi problem dunia dan program nasional,” ujarnya.
Menurut Yamin, keberadaan kampung iklim menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dari lingkungan terkecil. Ia berharap, ke depan seluruh kampung di Kota Pontianak dapat menerapkan konsep serupa.
“Kita berharap bukan hanya ada satu kampung iklim di Kota Pontianak, tapi banyak kampung iklim lainnya. Kita ingin mulai dari kecil, dari kampung, sehingga nanti menjadi besar,” katanya.
Dalam dua tahun terakhir, Pontianak konsisten melahirkan kampung-kampung iklim yang diakui pemerintah pusat. Di tahun 2024, ada RW 38 Kelurahan Sungai Jawi dan RW 15 Kelurahan Bangka Belitung Laut yang diganjar penghargaan kategori Utama. Sedang tahun 2023, menjadi milik Kelurahan Bansir Laut dan Siantan Tengah yang masuk kategori Madya.
Yamin menyebut, praktik kampung iklim dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis masyarakat. Di antaranya pengelolaan dan pemilahan sampah, pemanfaatan pekarangan rumah, penanaman sayur, hingga pengembangan kegiatan ekonomi keluarga.
Selain itu, masyarakat juga dapat membangun ekosistem kecil di lingkungan masing-masing, seperti beternak ikan, bercocok tanam, hingga memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk mendukung kebutuhan keluarga. Menurutnya, konsep ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat membantu ekonomi rumah tangga.
“Disitu masyarakat bisa beternak ikan, bercocok tanam, dan menciptakan ekosistem di sekitar lingkungan. Ini bisa mendukung ekonomi keluarga,” tutupnya. (prokopim)
Bahasan Ajak Warga Jaga Tunas Bangsa di Era Digital
Peringatan ke 118 Hari Kebangkitan Nasional
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan meningkatkan literasi digital di tengah derasnya perubahan zaman. Ajakan itu disampaikannya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut menegaskan pentingnya perlindungan terhadap generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.
Bahasan mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai refleksi atas semangat berdirinya Boedi Oetomo pada 1908. Peristiwa itu menjadi tonggak kesadaran berbangsa, ketika perjuangan mulai bergerak dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual, diplomatik, dan organisasi.
“Semangat kebangkitan harus terus kita hidupkan. Hari ini tantangan bangsa sudah berubah. Kita tidak hanya bicara tentang kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi muda menghadapi era digital,” ujarnya ketika menyampaikan pidato Apel Hari Kebangkitan Nasional ke 118 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, kebangkitan nasional adalah proses yang terus bergerak mengikuti tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Pada 2026, tantangan bangsa semakin kuat di bidang transformasi digital, ruang informasi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, tema tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan masa kini. Generasi muda harus dilindungi, dibina, dan diberi ruang tumbuh yang sehat agar mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga anak-anak dari risiko ruang digital. Ia menyebut perlindungan generasi muda di ruang digital menjadi bagian penting dari pembangunan manusia di era modern.
“Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu, literasi digital, etika bermedia, dan pendampingan keluarga menjadi sangat penting,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia menilai semangat Kebangkitan Nasional harus diterjemahkan dalam kerja nyata untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pelayanan kesehatan, dan membangun ekonomi masyarakat yang mandiri.
Ia juga mengajak generasi muda Pontianak untuk menyalakan kembali api kebangkitan dengan cara belajar, berkarya, berinovasi, dan ikut berkontribusi bagi kemajuan kota. Peringatan Harkitnas 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk memperkuat solidaritas sosial dan literasi digital.
“Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu. Ia harus hadir dalam cara kita bekerja hari ini, dalam cara kita membangun kota, menjaga anak-anak, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat bagi semua,” pungkasnya. (prokopim)
Juara MTQ Kecamatan Siap Berprestasi Lebih Tinggi
PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah yakin para juara MTQ tingkat kecamatan siap berprestasi ke tingkatan lebih tinggi. Sebab pelaksanaannya berhasil melahirkan bibit-bibit qari dan qariah berkualitas. Ia pun menyampaikan penghargaan kepada LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Kecamatan Pontianak Utara, panitia, dewan hakim, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari kerja nyata dalam memajukan pembangunan bidang keagamaan di Kota Pontianak.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Kota Pontianak, LPTQ Kecamatan Pontianak Utara, beserta seluruh panitia. Semoga tetap dalam semangat yang sama demi membina qari-qariah terbaik,” ujarnya dalam penutupan MTQ Pontianak Utara, Selasa (19/5/2026) malam.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan melalui MTQ tingkat kecamatan mampu mengantarkan peserta berprestasi ke jenjang lebih tinggi, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah ditetapkan sebagai pemenang. Jangan cepat berpuas diri, terus belajar, berlatih, dan asah kemampuan,” katanya.
Kepada peserta yang belum meraih juara, Amirullah berpesan agar tidak berkecil hati. Menurutnya, nilai utama dalam MTQ bukan semata-mata kemenangan, tetapi niat dan usaha dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Bagi peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Tetap semangat, terus belajar dan berlatih untuk meraih keberhasilan pada MTQ berikutnya,” ujarnya.
Amirullah juga menyoroti capaian nilai peserta MTQ Pontianak Utara yang dinilai sangat baik. Ia menyebut sejumlah peserta berhasil memperoleh nilai tinggi hingga 97, yang menurutnya menunjukkan kualitas peserta dan proses pembinaan yang berjalan baik.
“Di sini banyak yang mendapat nilai 97. Ini menunjukkan bahwa hasilnya benar-benar bagus. Mudah-mudahan menjadi representasi penilaian yang baik dan membawa hasil di tingkat kota maupun provinsi,” ungkapnya.
Menurut Amirullah, setiap kecamatan memiliki kekuatan dan ciri khas masing-masing dalam cabang lomba MTQ. Karena itu, penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan menjadi wadah penting untuk memetakan potensi peserta terbaik dari berbagai kategori.
Ia optimistis hasil MTQ Pontianak Utara akan memberi kontribusi bagi Kota Pontianak dalam menghadapi MTQ tingkat kota yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Setelah itu, peserta terbaik akan dipersiapkan menuju MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Agustus, serta tingkat nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada September.
“Sampai ketemu di tingkat kota nanti. Mudah-mudahan perwakilan Pontianak Utara bisa kembali menang dan melanjutkan prestasi ke tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya. (prokopim)