,
menampilkan: hasil
Wako Edi Mancing Bareng Ribuan Peserta Lomba di Parit Sungai Jawi
Lomba Mancing HUT ke-62 Bank Kalbar
PONTIANAK - Ribuan pemancing memadati pinggiran Sungai Jawi, Jalan Puskesmas Pal III, untuk merasakan strike tiga ton lele dalam rangka HUT ke-62 Bank Kalbar, Minggu (10/5/2026) pagi. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga ambil bagian dalam agenda tersebut. Berbekal joran pinjaman, ia menunggu umpannya disambar ikan.
Tak hanya para pemancing, pedagang pun menggelar lapak sederhana mereka di ruang-ruang yang tersedia. Mereka yang melintas, tentu tak ingin ketinggalan, merasakan euforia kegembiraan di balik perayaan ulang tahun bank punye kite tersebut.
Edi mengapresiasi kegiatan mancing bersama yang menjadi salah satu bentuk kebersamaan antara Bank Kalbar, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, agenda ini bukan hanya menjadi ajang hiburan bagi warga yang memiliki hobi memancing, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan, terutama kebersihan sungai dan parit di Kota Pontianak.
“Ini menjadi inspirasi bagaimana Bank Kalbar bersama warga Kota Pontianak memanfaatkan momen ulang tahun untuk kegiatan yang positif,” ujarnya.
"Sebenarnya momentum ini adalah untuk kita menjaga kebersihan sungai atau parit. Insyaallah parit-parit di kota ini akan kita jaga bersama melalui kolaborasi dengan warga,” tambahnya.
Edi menjelaskan, secara teknis penanganan alur sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui balai wilayah sungai. Namun, kebersihan sungai yang melintasi wilayah Kota Pontianak tetap menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah kota dan masyarakat.
Ia menilai kegiatan mancing bersama juga memberikan banyak dampak positif, mulai dari mempererat silaturahmi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas, hingga menggerakkan ekonomi kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada Bank Kalbar. Ia berharap bank milik daerah tersebut terus memberi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.
“Selamat ulang tahun ke-62 untuk Bank Kalbar. Semoga Bank Kalbar terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Edi Ajak Peserta Kalimantan Tribute Nikmati Kopi dan Kuliner Pontianak
Sambut Peserta Kalimantan Tribute 2026 di Tugu Khatulistiwa
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut kedatangan peserta Kalimantan Tribute 2026 di kawasan Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026). Ajang ekspedisi lintas Borneo menggunakan kendaraan 4x4 tersebut menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai titik akhir perjalanan para peserta setelah menempuh ribuan kilometer melintasi Pulau Kalimantan.
Wali Kota Edi menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Pontianak sebagai lokasi finis kegiatan otomotif dan petualangan tersebut. Menurutnya, Kalimantan Tribute bukan sekadar perjalanan kendaraan lintas alam, tetapi juga menjadi simbol persahabatan, ketangguhan, dan semangat menjelajahi kekayaan Pulau Borneo.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kalimantan Tribute 2026. Merupakan satu kehormatan bagi kami bahwa ekspedisi lintas Borneo ini memilih Tugu Khatulistiwa sebagai titik finish perjalanan,” ujarnya.
Ia menilai, perjalanan menggunakan kendaraan 4x4 melintasi daratan Kalimantan merupakan pengalaman yang menguji mental, fisik, sekaligus spiritual. Para peserta, lanjutnya, tidak hanya menaklukkan medan berat, tetapi juga menikmati keindahan alam dan kekayaan hayati Kalimantan.
Kalimantan Tribute 2026 diikuti 15 peserta mancanegara dan 145 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai negara dan provinsi disebutnya menjadi bukti bahwa semangat petualangan mampu melampaui batas wilayah dan budaya.
“Di sini, di Tugu Khatulistiwa ini, kami berharap lelah para peserta terbayar dengan keramahan khas warga Pontianak,” katanya.
Momentum Kalimantan Tribute 2026 juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Pontianak untuk memperkenalkan potensi wisata daerah. Edi menyebut, Pontianak terus berbenah menjadi destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, Pontianak bukan hanya kota persinggahan, tetapi memiliki kekayaan budaya, kuliner khas, serta situs sejarah yang dikenal dunia. Ia pun mengajak peserta menikmati suasana Kota Pontianak sebelum melanjutkan perjalanan.
“Silakan nikmati kopi yang ada di warung kopi maupun coffee shop di kota ini, atau ingin mencoba kuliner yang banyak tersedia di penjuru kota, dan rasakan sensasi menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia,” pesannya.
Edi berharap para peserta dapat membawa kesan positif tentang Pontianak dan menceritakannya kepada masyarakat di negara maupun daerah asal masing-masing.
“Ceritakan kepada dunia bahwa di tengah Pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang membelah garis khatulistiwa dengan penuh harmoni yaitu Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Pontianak Resmi Bergabung dengan UCLG ASPAC
Sekda: Momen Bersejarah bagi Kota
PONTIANAK – Kota Pontianak resmi bergabung dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC). Pemerintah Kota Pontianak menyambut keanggotaan tersebut sebagai momentum bersejarah untuk memperluas jejaring kerja sama antarkota di kawasan Asia Pasifik.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menyampaikan apresiasi kepada UCLG ASPAC yang telah menerima Kota Pontianak sebagai bagian dari organisasi tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UCLG ASPAC yang telah secara resmi menyambut Kota Pontianak dalam organisasi ini,” ujarnya dalam agenda perdana UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (8/5/2026) malam.
Amirullah menilai bergabungnya Pontianak ke UCLG ASPAC bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi juga tanggung jawab baru untuk memperkuat kontribusi kota dalam kerja sama regional.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Kota Pontianak yang kami terima dengan rasa bangga dan tanggung jawab yang besar,” katanya.
Melalui keanggotaan tersebut, Pemkot Pontianak berharap dapat memperdalam kerja sama yang telah dibangun, sekaligus membuka peluang kemitraan baru, pertukaran pembelajaran, dan kolaborasi pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Amirullah menegaskan, tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi yang cepat tidak dapat diselesaikan sendiri oleh satu kota atau satu negara. Menurutnya, solusi atas tantangan tersebut harus dibangun dari bawah, melalui kerja sama antarkota dan antarkomunitas.
“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pontianak siap berjalan bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pengalaman, memperkuat kapasitas, serta mendorong pembangunan kota yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
“Pontianak siap berjalan dan bergerak bersama UCLG ASPAC serta seluruh anggotanya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, perjalanan global Kota Pontianak dalam jaringan internasional bermula ketika kota ini terpilih sebagai salah satu dari empat kota percontohan (pilot project) di Indonesia untuk program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) akhir 2021. Saat itu, Pontianak dinilai dunia internasional sebagai satu-satunya perwakilan dari Pulau Kalimantan yang berkomitmen penuh dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global.
Keterpilihan dalam GCoM ini menjadi pintu gerbang utama bagi Pontianak untuk mempererat keterlibatannya di dalam UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia Pacific). Melalui dukungan UCLG ASPAC yang bertindak sebagai sekretariat regional, Pontianak telah bertransformasi menjadi kota yang sangat aktif dan progresif. Status keanggotaan kini memastikan bahwa suara Pontianak terdengar di level Asia Pasifik, terutama dalam menyuarakan tantangan kota sungai yang menghadapi ancaman banjir rob dan penurunan kualitas lingkungan.
Pontianak telah berhasil meraih GCoM Compliance Badge (Lencana Kepatuhan) pada Mei 2025. Penghargaan ini membuktikan bahwa Pontianak telah memenuhi standar global dalam penyusunan Rencana Aksi Perubahan Iklim (Climate Action Plans), menjadikannya ‘wajah’ keberhasilan pendampingan UCLG ASPAC di Indonesia. Selain itu, lewat platform UCLG ASPAC, keberhasilan Pontianak dalam mengelola sampah terintegrasi dan mitigasi banjir kini dijadikan referensi atau best practice bagi kota-kota menengah lainnya di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai anggota aktif, Pontianak memiliki jalur langsung menuju akses pendanaan hijau dan bantuan teknis internasional. Keanggotaan ini memungkinkan Pemkot Pontianak terus berkolaborasi dengan para ahli dunia untuk memodernisasi infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Dengan landasan kuat dari program GCoM dan dukungan penuh UCLG ASPAC, Pontianak saat ini bukan lagi sekadar kota di garis khatulistiwa, melainkan kota percontohan yang diakui secara global dalam membangun masa depan perkotaan yang berkelanjutan dan rendah emisi. (prokopim)
Pendaftaran SPMB SD-SMP Negeri Secara Daring
SPMB SD dan SMP Negeri Pontianak Dibuka Juni 2026
PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP negeri. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Kota Pontianak, https://spmb.pontianak.go.id.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan tanpa pungutan biaya.
“Pendaftaran SPMB SD dan SMP negeri di Kota Pontianak tidak dipungut biaya apapun. Kami mengimbau masyarakat mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, untuk jenjang SD, jalur penerimaan terdiri atas domisili 70 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi lima persen. Sementara jenjang SMP meliputi jalur domisili 40 persen, afirmasi 20 hingga 30 persen, mutasi lima persen, dan prestasi 25 hingga 35 persen.
Menurut Sri Sujiarti, khusus jalur prestasi SMP diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik. Penilaian jalur ini terdiri atas 70 persen nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan 30 persen poin prestasi atau pengalaman organisasi. Seluruh bukti prestasi wajib melalui proses validasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.
“Calon murid dapat memilih paling banyak lima sekolah pilihan pada jenjang SMP. Seluruh proses pembuatan akun, pendaftaran, verifikasi, hingga validasi berkas dilakukan secara daring,” katanya.
Ia menambahkan, jadwal SPMB SMP jalur prestasi dimulai dari pembuatan akun pada 1 hingga 19 Juni 2026. Pengajuan pendaftaran berlangsung 20 sampai 24 Juni 2026, sedangkan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 Juni 2026. Untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi, pendaftaran dibuka 27 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026.
Sementara itu, SPMB SD untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi dibuka pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi dilaksanakan pada 4 Juli 2026 dan daftar ulang pada 6 hingga 7 Juli 2026.
Sri mengingatkan masyarakat agar memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum melakukan pendaftaran. Persyaratan umum untuk SD antara lain usia minimal tujuh tahun per 1 Juli 2026, sedangkan SMP maksimal berusia 15 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan SD atau sederajat.
Ia juga menegaskan panitia SPMB menolak segala bentuk gratifikasi dalam proses penerimaan murid baru.
“Seluruh proses dilakukan secara terbuka melalui sistem. Kami mengajak masyarakat untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” pungkasnya. (Sumber : disdikbud.pontianak)