,
menampilkan: hasil
Sultan Minta Pertemuan Sekali Setiap Bulan
Forkopimda, Sultan Pontianak dan Tokoh Masyarakat Buka Bersama di Istana Kadriyah
Suasana akrab tampak saat jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pontianak bersama Kesultanan Kadriyah Pontianak dan tokoh masyarakat menggelar buka bersama di Istana Kadriyah, Jumat (31/5/2019). Sultan Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Alkadrie menyambut kedatangan tamu diantaranya Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Dandim1207 Pontianak, Letkol Arm Stefie Tanjte Nuhujanan, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir beserta tokoh masyarakat.
Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie mengatakan, buka bersama ini dalam rangka silaturrahmi dengan Forkopimda dan tokoh-tokoh masyarakat serta ormas-ormas. Ia berharap temu muka Forkopimda dengan masyarakat tidak hanya digelar saat ini saja. Sultan meminta pertemuan semacam coffee morning digelar rutin setiap bulannya. “Tujuannya supaya kita bisa saling berkoordinasi menjaga kamtibmas dan kondusifitas Kota Pontianak,” ungkap Sultan.
Selain berkoordinasi, lanjutnya, ketika program coffee morning nantinya mulai berjalan, dimana bertemunya tokoh-tokoh masyarakat dan Forkopimda, baru dilanjutkan untuk membahas wacana-wacana kedepan, konsep untuk kemajuan tempat-tempat budaya dan sebagainya. “Kita juga akan membahas permasalahan-permasalahan yang dihadapi kota demi kemajuan Kota Pontianak yang kita cintai ini,” sebutnya.
Terkait kamtibmas, Sultan menghimbau masyarakat, terlebih memasuki bulan suci Ramadan dan tak lama lagi mendekati Hari Raya Idul Fitri, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan di Pontianak. “Jangan ada lagi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu terulang kembali, sehingga menimbulkan banyak korban,” pesannya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik digelarnya pertemuan ini sebagai wujud keharmonisasian untuk menjalin tali silaturrahmi sehingga Pontianak diharapkan tetap aman dan damai.
Terkait usulan Sultan untuk menggelar pertemuan sekaligus coffee morning satu kali setiap bulannya, Edi menyatakan pihaknya akan sering menggelar pertemuan-pertemuan serupa dengan lebih terjadwal untuk berkoordinasi dengan Forkopimda maupun tokoh-tokoh masyarakat,” tuturnya.
Sebagai kepala daerah, orang nomor satu di Kota Pontianak ini berharap kondisi kamtibmas di Pontianak tetap kondusif dan harmonis. “Keberadaan Sultan bisa menyejukkan dan membuat suasana kota menjadi lebih damai, semangat dan produktif,” imbuh Edi.
Sementara itu, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menyatakan, sehari sebelumnya, dirinya bertemu Sultan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), membicarakan bagaimana mendinginkan kembali suasana yang sempat memanas pasca kejadian beberapa waktu lalu. Tidak ada seorangpun yang menginginkan kejadian serupa terulang. “Tentunya tidak ada yang menginginkan kejadian tersebut. Sultan sebagai tokoh atau publik figur yang ditokohkan di sini sehingga beliau memegang peranan yang sangat penting,” katanya.
Anwar mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di Kota Pontianak. Dirinya mendukung usul Sultan terkait pertemuan koordinasi atau coffee morning sekali dalam sebulan, baik di Istana maupun lokasi lainnya. “Sehingga permasalahan apa yang terjadi di Pontianak bisa dibicarakan dan dibahas pada saat coffee morning tersebut secara informal,” pungkasnya. (jim/humpro)
Sidak Pasar, TPID Sebut Harga Relatif Stabil
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Mulyadi menyatakan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak masih relatif stabil. Hal itu diungkapkannya setelah menggelar inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak ke sejumlah pasar tradisional di Pontianak, Rabu (29/5/2019). “Harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri masih relatif stabil,” ujarnya.
Ia menyebut beberapa harga kebutuhan pokok, diantaranya telur dengan kisaran harga Rp1.500 – Rp1.800, ayam di kisaran harga di bawah Rp40 ribu, yakni sekitar Rp31 ribu per kilo. Sayur-sayuran seperti sawi, kacang panjang dan lainnya juga relatif stabil. Demikian pula daging masih kisaran harga Rp125 ribu. “Bawang putih dan merah masih dikisaran harga Rp28 – Rp30 ribu,” katanya.
Analis dari Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Joko Juniarto menjelaskan berdasarkan data maupun hasil pemantauan langsung, harga-harga kebutuhan pokok cukup stabil. Hanya saja, kata dia, harga cabe rawit sedikit mengalami kenaikan lantaran memasuki musim penghujan. “Secara umum, harga kebutuhan pokok masih terbilang stabil, demikian pula suplainya juga stabil,” sebutnya.
Dia berharap masyarakat tidak menumpuk barang sebab menurutnya pemerintah dan TPID telah berupaya bagaimana menstabilkan harga kebutuhan pokok di Kalbar khususnya di Pontianak. “Saya berharap masyarakat tidak kuatir akan ketersediaan stok kebutuhan pokok maupun harga-harganya karena semua masih stabil,” tuturnya.
Joko menilai, untuk mengetahui ketersediaan stok, indikasinya adalah apabila harga-harga masih terbilang stabil. Sebab, kata dia, apabila suplai cukup maka harganya relatif stabil. “Kita harapkan H-1 idul fitri harga tetap stabil. Himbauan kami supaya masyarakat tidak terlalu kuatir dengan ketersediaan bahan pangan. Tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” pungkasnya.
193 Peserta Ramaikan STQ Kalbar 2019
PONTIANAK – Penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar pada 27 April – 2 Mei 2019 mendatang, kini memasuki tahap verifikasi data peserta. Sebanyak 193 peserta dari 14 kabupaten/kota di Kalbar dipastikan mengikuti tahapan ini, berdasarkan penetapan pada Sabtu (20/4) di Hotel Borneo Pontianak.
"Tahapan ini kami lakukan supaya tidak ada perbedaan data atau identitas peserta," ungkap Sekretaris Umum LPTQ Kalbar, Mahmudah, Sabtu (20/4).
Dia menyebut, STQ Tingkat Provinsi yang akan digelar di Kota Singkawang itu, dilakukan dalam rangka menjaring peserta yang akan bertarung dalam STQ Tingkat Nasional. Perhelatan tingkat nasional sendiri, menurut dia, akan digelar pada Juni 2019 mendatang. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan STQ Nasional, Kalimantan Barat, menurutnya, harus mampu mencapai prestasi terbaiknya. Karena itu, dari seleksi tingkat provinsi kali ini, diharapkannya akan terpilih peserta yang berkompeten pada masing-masing cabang dan golongan yang akan dipertandingkan.
"Mengacu pada kegiatan tahun lalu, kita sudah berhasil meraih juara qiraat remaja putri, tahfiz, dan beberapa cabang lainnya. Yang sudah pernah menjadi juara pertama kita harapkan dapat mempertahankan gelar, sementara yang belum atau masih meraih juara harapan, kita harapkan ada peningkatan," terang dia.
Sementara itu, Kepala Sekretariat LPTQ Kalimantan Barat, Joni Abu, mengatakan, verifikasi data dilakukan, agar peserta yang bertanding sesuai dengan usia yang disyaratkan berdasarkan standar nasional. Sebanyak 193 peserta yang mengikuti tahapan ini, kata dia, merupakan peserta dari tiga cabang lomba yang akan dipertandingkan, di antaranya: cabang tilawah golongan anak-anak dan dewasa; Hafalan Quran atau Tahfidz golongan satu juz, lima juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz; serta yang terbaru yakni cabang hafalan hadis.
"Untuk cabang hadis, ada dua golongan, yakni hafalan 100 hadis dengan sanad dan 500 hadis tanpa sanad. Hadisnya akan ditentukan oleh panitia. Cabang ini masih bersifat ekshibisi, artinya tidak mempengaruhi penilaian juara umum," jelas dia.
Sebenarnya, diungkapkan dia, masih ada satu cabang lagi yang dipertandingkan, yakni tafsir. Namun, lantaran tidak ada peserta yang mendaftar, maka tahun ini dipastikannya, Kalbar tidak mengirim utusan untuk cabang lomba ini. "Di tingkat nasional itu sebenarnya ada cabang tafsir. Namun di Kalbar sulit bagi kami mendapatkan peserta yang bisa ikut cabang lomba ini, sementara hingga saat ini juga belum ada yang daftar pada seleksi tingkat provinsi kali ini," tutur dia.
Joni menambahkan, setelah tahapan verifikasi ini, seluruh peserta akan berangkat menuju Singkawang. Untuk pembukaan kegiatannya, kata dia, direncanakan akan dilakukan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
Tuan Rumah STQ Nasional, Pontianak Lakukan Persiapan
Mimbar STQ Nasional XXV akan Dibangun Permanen
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXV Tahun 2019. Sebagai tuan rumah, Kota Pontianak terus berbenah dan melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tamu-tamu dari seluruh Indonesia, baik itu para pejabat maupun para kafilah yang hadir dari seluruh Indonesia. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dirinya ditunjuk sebagai Ketua Harian untuk penyelenggaraan STQ Nasional XXV oleh Gubernur Kalbar. Pihaknya akan mempersiapkan secara matang, terutama titik-titik di mana kegiatan itu berlangsung. Uniknya, pembukaan akan dipusatkan di Taman Alun Kapuas dengan latar belakang Sungai Kapuas. Penutupannya juga digelar di lokasi yang sama. Selain di Taman Alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa juga menjadi lokasi tempat digelarnya STQ. Dipilihnya Tugu Khatulistiwa lantaran sebagai satu-satunya kota di dunia yang dilewati Garis Khatulistiwa. “Tepat di titik nol derajat, nol menit dan nol detik kita tempatkan mimbar tilawah berupa bola dunia. Nanti di sana akan menjadi hal yang unik dan benar-benar instagramable. Selain itu di Masjid Raya Mujahidin, Kampus IAIN dan Untan,” ungkapnya usia Launching STQ Nasional XXV di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (28/3/2019).
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus membenahi Kawasan Taman Alun Kapuas atau waterfront. Di lokasi ini akan dibangun mimbar tilawah di atas air secara permanen. Mimbarnya didesain berbentuk tanjak khas melayu dengan pernak-perniknya sehingga di sana akan menjadi monumen. Demikian pula halnya di Tugu Khatulistiwa. “Sehingga mimbar-mimbar itu menjadi ikon sejarah bahwa STQ Nasional XXV digelar di Kota Pontianak,” terang Edi.
Pada acara pembukaan STQ nantinya juga dimeriahkan dengan meriam karbit khas Pontianak di mana akan dibunyikan sebanyak 25 kali dentuman sesuai dengan STQ XXV. Untuk semakin menyemarakkan gelaran tingkat nasional ini, pihaknya akan merangkaikan dengan kegiatan lainnya seperti pameran, berbagai perlombaan yang semuanya mengarah pada kegiatan STQ Nasional XXV. “Harapan saya seluruh warga Kota Pontianak ikut memeriahkan STQ Nasional XXV dengan terlibat langsung maupun tidak langsung,” pungkasnya.