,
menampilkan: hasil
50 Anak Meriahkan Lomba Adzan di Tanjung Hilir
PONTIANAK – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur, diisi dengan kegiatan bernuansa keagamaan yang melibatkan anak-anak. Sebanyak 50 anak dari berbagai wilayah di Kelurahan Tanjung Hilir mengikuti Lomba Adzan Anak-Anak, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus wadah bagi anak-anak untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.
Lomba bermula dari inisiatif Ketua RT 04 RW 08 Kelurahan Tanjung Hilir. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari para ketua RT lainnya serta tokoh pemuda hingga berkembang menjadi kegiatan yang melibatkan anak-anak dari seluruh kelurahan.
Lurah Tanjung Hilir, Nur Santriana Rahayu, mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi masyarakat dalam menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, lomba adzan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menanamkan nilai keagamaan dan membentuk karakter anak sejak dini.
“Ini menunjukkan bahwa banyak hal positif bisa lahir dari masyarakat ketika kita mau berkolaborasi. Dari inisiatif di tingkat RT kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama yang melibatkan masyarakat Kelurahan Tanjung Hilir,” ujarnya.
Nur Santriana juga berpesan agar anak-anak tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan.
“Bagi anak-anak, jangan takut kalah. Yang paling penting adalah berani tampil, berani belajar dan terus mengembangkan diri. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kita berharap tumbuh generasi Tanjung Hilir yang berakhlak, percaya diri dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Pelaksanaan lomba turut mendapat dukungan dari para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dewan juri, panitia serta orang tua peserta. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran mereka memberikan dukungan kepada anak-anak selama perlombaan berlangsung.
Menurut Nur Santriana, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pembinaan anak-anak di lingkungan tempat tinggal. (ril)
Wako Edi Kukuhkan Paskibraka Pontianak 2026
Ingatkan Tugas Mulia Kibarkan Merah Putih
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (15/8/2026) malam. Pengukuhan berlangsung khidmat menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang di Stadion PSP Pontianak.
Edi mengatakan, pengukuhan tersebut menandakan para anggota Paskibraka secara resmi mengemban amanah sebagai pasukan pengibar bendera pusaka Kota Pontianak. Menurutnya, tugas tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni kenegaraan, tetapi amanah mulia yang membawa kehormatan keluarga, sekolah, dan seluruh warga kota.
“Hari ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan momentum penting penyerahan amanah dan kepercayaan negara di pundak kalian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para anggota Paskibraka telah melalui proses latihan dan pembinaan yang tidak mudah. Selama masa pemusatan latihan, mereka dibekali nilai kedisiplinan, kerja sama, integritas, patriotisme, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Edi mengingatkan, tidak semua pemuda-pemudi di Kota Pontianak memiliki kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka. Karena itu, ia meminta para anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kesungguhan, dan rasa bangga.
“Tugas yang kalian laksanakan adalah tugas yang berat, namun sangat mulia. Kalian membawa harapan dan kehormatan keluarga, sekolah, serta seluruh warga Kota Pontianak,” jelasnya.
Ia menambahkan, semangat rela berkorban yang ditunjukkan para anggota Paskibraka selama latihan menjadi cerminan nilai perjuangan para pahlawan. Waktu, tenaga, dan kedisiplinan yang telah diberikan menjadi bagian dari cara generasi muda mengisi kemerdekaan.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali anggota Paskibraka. Menurutnya, keberhasilan para anggota Paskibraka tidak lepas dari doa, dukungan, dan keikhlasan keluarga.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada pelatih, panitia, pamong, sekolah, dan seluruh unsur terkait yang telah membimbing serta mendampingi Paskibraka Kota Pontianak 2026 hingga siap melaksanakan tugas negara.
“Kepada seluruh pelatih, panitia, pamong, sekolah, serta semua unsur terkait, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas bimbingan dan pendampingan kepada adik-adik Paskibraka,” katanya.
Edi berpesan agar nilai kedisiplinan dan keteladanan yang telah diperoleh selama latihan terus dijaga setelah tugas pengibaran bendera selesai. Ia berharap para anggota Paskibraka dapat membawa nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kota Pontianak.
“Tetap terapkan nilai-nilai disiplin dan keteladanan ini dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan, kekuatan, dan perlindungan kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. (prokopim)
Bahasan Ajak Warga Pontianak Utara Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak warga Pontianak Utara untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan jalan sehat bersama warga di Kecamatan Pontianak Utara, Sabtu (15/8/2026).
Bahasan menyebut, kegiatan jalan sehat menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat. Menurutnya, aktivitas bersama seperti ini tidak hanya membuat tubuh bergerak, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.
Dalam kegiatan tersebut, Bahasan juga banyak berinteraksi dengan anak-anak peserta jalan sehat. Ia membagikan balon kepada anak-anak yang hadir, sekaligus mengajarkan mereka untuk tertib dan sabar menunggu giliran. Suasana berlangsung akrab dan penuh canda. Bahasan beberapa kali mengingatkan anak-anak agar duduk tertib dan memastikan seluruh anak mendapat balon secara bergiliran.
Bahasan juga mengajak warga berdoa agar kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Pontianak semakin membaik. Ia berharap hujan dapat membantu mengurangi dampak cuaca buruk dan membuat udara kembali sehat.
“Kita berdoa bersama. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan, sehingga cuaca yang buruk ini bisa menjadi sehat kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika kondisi cuaca dan udara terus membaik, anak-anak sekolah di Pontianak dijadwalkan kembali masuk sekolah. Bahasan berharap kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal, termasuk pelaksanaan upacara serentak di sekolah pada Senin.
“Anak sekolah insya Allah mulai masuk kembali. Mudah-mudahan tidak ada halangan dan cuaca semakin baik,” katanya.
Bahasan mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan membantu menciptakan suasana yang lebih sehat, nyaman, dan aman bagi keluarga.
Ia berharap kegiatan jalan sehat seperti ini terus menjadi ruang kebersamaan warga, sekaligus sarana menguatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Yang penting kita tetap semangat, jaga kebersihan, jaga keluarga, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pungkasnya. (prokopim)
Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Jadi Agenda Tahunan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, menjadi agenda tahunan. Ia menilai kegiatan ini dapat dipromosikan lebih luas hingga tingkat Kalimantan Barat, nasional, maupun internasional.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat intervensi dari Pemerintah Kota dan dipersiapkan lebih matang. Ini bisa menjadi agenda tetap tahunan, bukan hanya untuk warga Kampung Yuka, tetapi juga agenda Kota Pontianak,” jelasnya usai membuka Lomba Sampan Bidar tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Ia menyebut, lomba sampan bidar juga berpeluang melibatkan peserta dari negara tetangga, seperti Sarawak, Brunei, dan Sabah. Menurutnya, kesamaan budaya sungai dan tradisi perahu dapat menjadi daya tarik untuk memperluas jejaring kegiatan.
“Ke depan bisa saja dipromosikan hingga tingkat Kalbar bahkan internasional, diikuti peserta dari Sarawak, Brunei, Sabah, dan negara tetangga lainnya yang memiliki tradisi lomba sampan bidar,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan menarik antusiasme warga.
Edi mengatakan, lomba sampan bidar tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif bagi aktivitas warga, pelaku UMKM, serta penguatan budaya tepian sungai di Kota Pontianak.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saya berharap berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat besar. Tidak hanya warga Kampung Yuka, peserta dan pengunjung juga datang dari berbagai wilayah, termasuk Sungai Kupah, Kubu Raya, hingga Mempawah.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan budaya seperti sampan bidar sangat tinggi. Apalagi dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menanggapi aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut. Ia menyebut beberapa keluhan, seperti akses jalan, gertak, dan lingkungan sekitar, akan menjadi perhatian pemerintah.
“Apa yang menjadi keluhan warga terkait infrastruktur sudah saya lihat. Insya Allah akan menjadi perhatian kami dan akan diusahakan secepat mungkin untuk direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Edi menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat harus diiringi dengan persiapan yang baik dari panitia. Ia meminta penyelenggara mulai melakukan evaluasi sejak dini agar pelaksanaan tahun berikutnya lebih matang, aman, dan semakin meriah.
Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Kampung Yuka, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke parit maupun sungai.
“Jaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah di parit, apalagi di sungai, supaya biota sungai dan parit tetap sehat, bersih, dan asri,” pesannya.
Edi juga meminta panitia memperhatikan keselamatan penonton maupun atlet yang bertanding. Menurutnya, kegiatan di sungai harus dijalankan dengan pengamanan yang baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Keselamatan penonton dan atlet harus betul-betul dijaga. Panitia bersama petugas harus memastikan kegiatan berlangsung aman,” tegasnya.
Ia berharap Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya, olahraga air, hiburan rakyat, sekaligus penggerak ekonomi warga.
“Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga lomba sampan bidar semakin meriah, menjadi kebanggaan masyarakat, dan memberi manfaat bagi Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)