,
menampilkan: hasil
Open House Perkuat Kedekatan Pemerintah dan Masyarakat
PONTIANAK – Suasana Lebaran di aula kediaman dinas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono tampak hangat dan penuh kebersamaan. Hari lebaran pertama, sejak tengah hari pukul 12.00 WIB, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan untuk menghadiri open house yang digelar sebagai ajang silaturahmi di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Tamu yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pejabat daerah, Forkopimda, tetapi juga masyarakat umum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Open house pada hari pertama, kediaman dinas Wali Kota kedatangan tamu antara lain Wakil Gubernur Kalbar Krisantus, Bupati Kubu Raya Sujiwo, Anggota DPR RI Lasarus, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, serta tamu-tamu dari berbagai kalangan.
Para tamu disambut langsung oleh Wali Kota Edi Kamtono didampingi istri, Yanieta Arbiastutie, bersama keluarga dengan penuh keakraban, saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan dalam suasana yang sederhana namun sarat makna.
Di dalam aula, suasana semakin hidup dengan hidangan khas Lebaran yang tersaji. Beragam menu, mulai dari nasi lengkap, bakso, sate, gudeg, roti cane dan hidangan lainnya disajikan untuk menjamu para tamu. Obrolan hangat pun mengalir, mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Edi mengungkapkan bahwa open house ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, Idulfitri ini momentum untuk mengajak masyarakat agar saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi serta persaudaraan dalam rangka membangun Kota Pontianak tercinta.
“Mudah-mudahan momentum Idulfitri tidak hanya menjadi ajang merayakan kemenangan, tetapi juga mampu meningkatkan semangat warga untuk saling berbagi dan saling memaafkan,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa tradisi open house menjadi wadah untuk mendengar langsung aspirasi warga dalam suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan.
Open house juga digelar di kediaman dinas Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Jalan KS Tubun serta Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah di Jalan Abdurrahman Saleh.
Sejumlah warga yang hadir mengaku senang dapat bersilaturahmi secara langsung dengan Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Satu di antaranya Sulaiman (53), ia menilai open house ini menjadi kesempatan langka untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara informal.
“Selain itu, suasana yang terbuka membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan pemimpinnya,” imbuhnya.
Sulaiman mengungkapkan rasa bahagianya dapat hadir bersama keluarga. Ia berharap tradisi seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun karena mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (prokopim)
Momen Edi Kamtono dan Sutarmidji Salat Id di depan Taman Alun Kapuas
Wali Kota : Pontianak Rumah Besar Bagi Semua
PONTIANAK – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di depan Taman Alun Kapuas diwarnai momen hangat antara Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan mantan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Keduanya tampak akrab bersilaturahmi usai pelaksanaan salat Idulfitri bersama ribuan warga.
Pertemuan tersebut menjadi simbol kuatnya kesinambungan kepemimpinan di Kota Pontianak. Edi Kamtono yang kini menjabat sebagai wali kota, sebelumnya pernah mendampingi Sutarmidji sebagai Wakil Wali Kota Pontianak. Bahkan, Edi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dikenal sebagai sosok yang banyak ditempa dan dimentori secara langsung oleh Sutarmidji dalam perjalanan kariernya di pemerintahan.
Sebelum pelaksanaan salat Idulfitri, Edi Rusdi Kamtono dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Pontianak untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan.
“Pada pagi yang penuh berkah ini kita bersama-sama menyambut hari kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah, setelah sebulan penuh kita ditempa oleh puasa Ramadan. Kita kembali pada fitrah yang bersih dan jiwa yang damai,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat komitmen menjaga kedamaian di Kota Pontianak.
“Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan melawan hawa nafsu, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan komitmen kita menjaga kerukunan dan kedamaian di Kota Pontianak tercinta,” katanya.
Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Pontianak.
“Mari jadikan Pontianak sebagai rumah besar yang nyaman bagi seluruh warganya tanpa memandang suku, agama maupun latar belakang. Kerukunan harus kita jaga sebagai fondasi kedamaian,” ungkapnya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kota. Dengan semangat kebersamaan, ia yakin Pemkot dan warga mampu menghadapi tantangan dan mewujudkan Kota Pontianak yang semakin maju, sejahtera dan harmonis.
Mengakhiri sambutannya, Edi atas nama Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT merahmati dan memberkahi kita semua serta kota tercinta ini,” pungkasnya.
Momen kebersamaan antara Edi Kamtono dan Sutarmidji di hari yang fitri tersebut pun menjadi gambaran eratnya hubungan silaturahmi antartokoh serta harapan akan keberlanjutan pembangunan Kota Pontianak ke depan. (prokopim)
Wali Kota Perintahkan SPBU Buka 24 Jam, Pertamina Antar BBM Sebelum Kosong
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengambil langkah cepat untuk mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) dengan memerintahkan seluruh SPBU di Kota Pontianak beroperasi 24 jam. Pertamina diminta mengantar BBM sebelum terjadi kekosongan. Pihak kepolisian dan TNI juga akan berjaga di stasiun pengisian bahan bakar.
Kebijakan ini diambil guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan mengurai kepadatan antrean. Sebelumnya, Pemkot juga telah memperbolehkan mobil tangki Pertamina melewati Jembatan Kapuas I, bahkan turut dibantu pengawalan agar distribusi lancar.
"Kita minta Pertamina mengatur distribusi dengan lebih baik, sehingga pengisian dilakukan sebelum stok di SPBU kosong,” tegasnya usai menggelar rapat bersama pengusaha SPBU, Pertamina, serta unsur Forkopimda di Kantor Pertamina, Jumat (20/3/2026).
Edi menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi, antrean panjang yang terjadi disebabkan oleh kendala teknis di lapangan, terutama pada alur bongkar muat, distribusi dan tingginya permintaan masyarakat.
“BBM ini ada. Permasalahan yang terjadi lebih kepada teknis di lapangan seperti distribusi,” jelasnya.
Untuk itu, ia meminta Pertamina memastikan distribusi BBM ke SPBU berjalan lancar, bahkan sebelum stok di SPBU benar-benar habis. Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat kepolisian juga melakukan pengawasan di lapangan guna mencegah praktik penimbunan atau penjualan BBM secara tidak wajar.
“Untuk oknum yang diduga menimbun atau menjual dengan harga tinggi, saat ini sedang diteliti oleh Polresta. Kita juga menempatkan petugas untuk mengawasi di lapangan,” katanya.
Edi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia memastikan stok BBM terus didistribusikan ke seluruh SPBU.
“Stok BBM Pertamina akan terus distribusikan,” ujarnya.
Eksekutif General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani menyampaikan bahwa Pertamina terus memaksimalkan distribusi dari Terminal BBM Pontianak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
“Penyaluran sudah kami lakukan semaksimal mungkin sesuai kebutuhan. Kami juga memastikan stok di terminal tetap tersedia agar distribusi ke SPBU berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain itu, optimalisasi juga dilakukan dari sisi operasional, termasuk penambahan operator SPBU serta penguatan koordinasi distribusi BBM dari terminal ke titik penyaluran. Menanggapi adanya keluhan masyarakat terkait antrean meskipun stok dinyatakan aman, ia mengakui bahwa terdapat kendala teknis di lapangan, khususnya dalam proses distribusi dari terminal ke SPBU.
“Permasalahan utama ada di distribusi. Dengan dukungan pemerintah dan pengamanan, ini sangat membantu percepatan penyaluran,” terangnya.
Pertamina memastikan akan terus menjaga stabilitas pasokan dan distribusi BBM dalam beberapa hari ke depan agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih nyaman tanpa kendala antrean panjang. (prokopim)
Dentuman Meriam Karbit Simbol Kebersamaan Warga Pontianak
PONTIANAK - Dentuman tujuh meriam karbit silih berganti saat disulut para tamu yang hadir pada Eksibisi Meriam Karbit di tepian Sungai Kapuas, Gang Darsyad Kelurahan Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (19/3/2026) malam. Suara menggelegar dari permainan rakyat yang sudah ada sejak dahulu kala ini memacu adrenalin para penonton yang baru pertama kali menyaksikan dan mendengar langsung dari dekat. Permainan meriam karbit merupakan tradisi masyarakat Pontianak yang bermukim di tepian Sungai Kapuas setiap menyambut lebaran.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bilang, eksibisi meriam karbit tahun ini terasa istimewa karena adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah antara pemerintah pusat dan Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, malam ini kita tetap melaksanakan pembukaan Eksibisi Meriam Karbit. Mudah-mudahan, seperti biasanya, dentuman meriam ini menjadi penanda berakhirnya Ramadan dan kita menyambut Idulfitri,” ujarnya.
Tradisi meriam karbit sendiri telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak. Bahkan, pada tahun 2016, tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemerintah Kota Pontianak pun terus berupaya menjaga dan melestarikannya sebagai ikon budaya daerah.
Lebih dari sekadar hiburan, permainan meriam karbit mengandung filosofi mendalam tentang kebersamaan dan gotong royong. Proses pembuatan hingga penggunaannya melibatkan kerja kolektif masyarakat, mulai dari merakit meriam, merawatnya, hingga membunyikannya secara bersama-sama.
“Di dalamnya ada nilai silaturahmi dan kebersamaan. Walaupun ada unsur persaingan antar kelompok, namun tetap dalam semangat kekerabatan,” jelas Edi.
Pada tahun ini, tercatat sebanyak 229 meriam karbit turut serta dalam kegiatan tersebut, dengan ukuran yang bervariasi. Beberapa di antaranya bahkan memiliki diameter lebih dari 80 sentimeter dan terbuat dari kayu gelondongan yang disimpan di dalam air untuk menjaga kualitasnya.
Tradisi ini berkembang di sepanjang Sungai Kapuas dan diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat setempat. Sejak dahulu, dentuman meriam karbit telah menjadi penanda datangnya 1 Syawal, sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Pontianak.
Bagi warga Pontianak, perayaan Idulfitri terasa belum lengkap tanpa suara khas meriam karbit yang menggema di sepanjang tepian sungai.
Ke depan, lanjut Edi, Pemerintah Kota Pontianak berharap tradisi ini tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Melalui pengemasan yang lebih menarik dan atraktif, meriam karbit diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
“Setiap tahun kita lakukan evaluasi agar kegiatan ini semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Sensasi dentuman meriam karbit mengundang rasa penasaran warga dari luar Kalimantan Barat. Salah satunya konten kreator asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Bedah, yang turut menyaksikan langsung kemeriahan meriam karbit di Pontianak.
Menurutnya, tradisi ini memiliki daya tarik yang sangat kuat, baik dari sisi visual maupun nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Ini pengalaman pertama saya melihat langsung meriam karbit di Pontianak. Suasananya luar biasa, bukan hanya dentumannya yang khas, tetapi juga kebersamaan masyarakatnya. Tradisi seperti ini jarang ditemui di daerah lain,” sebutnya.
Bedah menilai, meriam karbit memiliki potensi besar sebagai konten kreatif sekaligus daya tarik wisata nasional, bahkan internasional, apabila dikemas secara lebih modern tanpa menghilangkan nilai tradisinya.
“Saya melihat ini sangat potensial untuk dipromosikan lebih luas melalui media digital. Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi magnet wisata yang kuat bagi Pontianak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menjelaskan, pelaksanaan kegiatan Eksibisi Meriam Karbit tahun ini tersebar di 42 titik lokasi dengan jumlah keseluruhan 229 meriam karbit. Meski pembukaan eksibisi dipusatkan di Jalan Adi Sucipto Gang Darsyad Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, namun permainan ini tersebar di tepian Sungai Kapuas di Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan Timur.
“Untuk lokasi eksebisi, tersebar di 42 titik di sepanjang tepian Sungai Kapuas yang meliputi wilayah Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Timur,” tutupnya. (prokopim)