,
menampilkan: hasil
Wali Kota Desak Pertamina Segera Normalisasi Distribusi BBM
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta PT Pertamina Patra Niaga segera menormalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Pontianak.
Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memengaruhi kelancaran mobilitas maupun roda perekonomian apabila tidak segera diatasi.
"Saya meminta Pertamina bergerak cepat agar distribusi BBM kembali normal. Masyarakat tidak boleh terus menunggu dalam antrean panjang hanya untuk mendapatkan bahan bakar," ujar Edi, Senin (27/7/2026).
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak menghormati penjelasan Pertamina mengenai kendala distribusi akibat kapal pengangkut BBM harus menunggu air pasang Sungai Kapuas. Namun, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas dan kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak terus berulang.
"Apapun kendalanya, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampaknya terlalu lama. Distribusi harus segera dipulihkan dan langkah antisipasi perlu disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Edi juga meminta Pertamina menambah pasokan ke SPBU yang terdampak serta menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan distribusi dan estimasi waktu normalisasi.
"Kepastian informasi sangat penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjadi kepanikan yang justru memperpanjang antrean di SPBU," katanya.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, akan terus berkoordinasi dengan Pertamina guna memantau perkembangan distribusi BBM hingga pasokan kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa. (prokopim)
Setengah Abad Damkar Panca Bhakti, Perkuat Atasi Karhutla
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dedikasi Pemadam Kebakaran Swasta Panca Bhakti yang telah mengabdi selama setengah abad dalam membantu penanganan kebakaran dan berbagai aksi kemanusiaan di Kota Pontianak.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 Pemadam Kebakaran Swasta Panca Bakti di Posko Pemadaman Kebakaran Panca Bhakti, Jalan Letjen Suprapto, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, usia 50 tahun menjadi bukti komitmen dan konsistensi Panca Bhakti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan relawan yang siaga selama 24 jam menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang telah mengakar di Kota Pontianak.
"Lima puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini merupakan bukti nyata komitmen, dedikasi, dan semangat pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat Kota Pontianak," ujarnya.
Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, Edi mengajak seluruh organisasi pemadam kebakaran swasta untuk memperkuat kolaborasi dalam mengantisipasi kebakaran lahan.
Berdasarkan prediksi BMKG, hujan diperkirakan belum akan turun hingga September sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.
Ia menyebut dampak asap dari kebakaran lahan mulai dirasakan masyarakat, baik yang berasal dari wilayah sekitar Kota Pontianak maupun dari kebakaran lahan yang terjadi di Pontianak Selatan pada malam sebelumnya.
"Oleh karena itu, saya berharap seluruh pemadam kebakaran swasta juga ikut andil bersama-sama memadamkan api agar tidak terjadi bencana asap yang semakin parah," katanya.
Selain ancaman kebakaran lahan, musim kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Surutnya debit sungai dan intrusi air laut menyebabkan kadar garam di instalasi pengolahan air meningkat hingga mencapai 2.100 miligram per liter di titik tertentu.
"Kita berharap segera turun hujan agar dampaknya tidak semakin parah, terutama terhadap produksi dan suplai air bersih bagi masyarakat," ungkapnya.
Wali Kota mengingatkan dalam beberapa hari terakhir hampir setiap hari terjadi kebakaran bangunan yang sebagian besar dipicu cuaca panas dan gangguan instalasi listrik.
Ia mengimbau warga lebih waspada dengan memastikan instalasi listrik, kompor, dan sumber api lainnya digunakan secara aman untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Memasuki usia emas ke-50, Edi berharap Panca Bhakti terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat profesionalisme, memperbarui sarana dan prasarana, serta mempererat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan seluruh organisasi pemadam kebakaran swasta di Kota Pontianak.
"Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga Panca Bhakti semakin maju, semakin solid, semakin profesional, dan terus menjadi organisasi yang dicintai masyarakat," tutupnya. (prokopim)
Edi Dorong Tanah Seribu Jadi Ikon Budaya Pontianak
PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat untuk memahami kembali sejarah berdirinya Kota Pontianak yang tidak terlepas dari kawasan Tanah Seribu atau Duizend Vierkante Paal.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan sosial, politik, ekonomi, hingga budaya sejak masa Kesultanan Pontianak dan pemerintahan kolonial.
"Kota Pontianak didirikan pada tahun 1771. Tanah Seribu merupakan salah satu lembaran penting yang memaknai dinamika sejarah cikal bakal berdirinya Kota Pontianak," ujarnya usai membuka Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu di Taman Alun Kapuas, Minggu (26/7/2026).
Edi menjelaskan, kesepakatan Tanah Seribu antara Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dengan VOC pada masanya melahirkan dua karakter kawasan yang berbeda.
Di kawasan Istana Kadriah berkembang arsitektur tradisional berbahan kayu dengan konsep rumah panggung. Sementara itu, kawasan di selatan istana berkembang sebagai pusat administrasi kolonial dengan bangunan bergaya Eropa.
Menurut Edi, bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini merupakan bukti perjalanan panjang Kota Pontianak. Sejumlah bangunan seperti Kantor Pos, Istana Kadriah, Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, SD Negeri 14, hingga Rumah Sakit Jiwa telah ditetapkan sebagai cagar budaya mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
"Bangunan-bangunan tersebut bukan bangunan biasa. Di dalamnya tersimpan jejak sejarah perkembangan Kota Pontianak sehingga layak disebut sebagai museum hidup," katanya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Pontianak berencana merevitalisasi SD Negeri 14 menjadi museum fungsional sebagai pusat penyimpanan dan pelestarian warisan budaya benda maupun takbenda. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus tempat menyimpan artefak dan cerita sejarah Kota Pontianak.
Edi juga mengajak masyarakat, akademisi, komunitas, dan dunia usaha untuk mendukung upaya pelestarian budaya, termasuk menyerahkan koleksi benda bersejarah yang masih tersimpan secara pribadi agar dapat dimanfaatkan sebagai koleksi museum.
"Lebih baik disimpan di museum agar dapat disaksikan masyarakat dan menjadi cerita Pontianak tempo dulu," tuturnya.
Selain pelestarian bangunan, ia mendorong pengembangan kawasan bersejarah seperti Pasar Tengah, Kampung Beting, dan tepian Sungai Kapuas sebagai kawasan budaya yang tetap mempertahankan kearifan lokal meski ditata secara modern.
Menurutnya, Festival Budaya Khatulistiwa harus menjadi momentum membangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya.
Festival yang berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 itu menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat pelestarian sejarah, cagar budaya, dan identitas Kota Pontianak.
"Saya yakin kegiatan seperti ini dapat menjadi destinasi wisata berbasis budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan cagar budaya Kota Pontianak," tutupnya. (prokopim)
Bahasan Ajak Pengurus MWCNU Perkuat Persatuan dan Jaga Tradisi
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kota Pontianak. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta berharap amanah yang diemban mampu membawa kemajuan bagi organisasi dan kemaslahatan umat.
Bahasan menilai Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai keislaman yang moderat di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus MWCNU se-Kota Pontianak yang baru saja dikukuhkan dan dilantik. Mudah-mudahan amanah yang diemban dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya serta membawa keberkahan bagi organisasi, umat, dan masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya usai pelantikan para pengurus di Hotel Garuda, Sabtu (25/7/2026) malam.
Menurut Bahasan, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang harmonis. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran NU sebagai organisasi yang senantiasa menjaga persatuan, kerukunan, dan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kesempatan itu, Bahasan juga mengapresiasi komitmen Nahdlatul Ulama yang terus menjaga tradisi keagamaan dan budaya sebagai bagian dari dakwah. Menurutnya, pelestarian budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam merupakan warisan yang harus terus dipertahankan.
“Saya teringat sejarah Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang yang berdakwah melalui pendekatan budaya. Semangat seperti ini harus terus dijaga agar kita tidak kehilangan warisan budaya leluhur,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus MWCNU yang baru dilantik untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Pontianak dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, keagamaan maupun pemberdayaan umat.
Bahasan berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk kepada seluruh pengurus dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan,” tuturnya.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak, Ahmad Faruki, mengajak seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kota Pontianak yang baru dilantik untuk memperkuat peran organisasi dalam membina umat serta menjadi mitra strategis pemerintah di tingkat kecamatan.
"Saya merasa bangga melihat kepengurusan yang baru dilantik. Mereka merupakan tokoh-tokoh yang memiliki peran penting di tengah masyarakat dan diharapkan menjadi ujung tombak Nahdlatul Ulama dalam memperkuat syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah di setiap kecamatan," imbuhnya.
Faruki menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang didirikan oleh para ulama dan telah memiliki pengalaman panjang dalam membina umat. Menurutnya, mayoritas masyarakat Kota Pontianak menjalankan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah sehingga NU harus terus hadir sebagai rumah besar umat Islam.
"Karena itu, kita perlu memperkenalkan Nahdlatul Ulama kepada masyarakat bahwa NU adalah rumah kita bersama. MWCNU harus aktif melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat," tutupnya. (prokopim)