,
menampilkan: hasil
Ketua DWP Kementerian LH Terkesan UMKM Center Pontianak
PONTIANAK – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup, Sulikah, mengapresiasi keberadaan Gedung UMKM Center Dekranasda Kota Pontianak saat melakukan kunjungan, Kamis (16/4/2026).
Dalam kunjungannya, Sulikah mengaku terkesan dengan kondisi gedung yang dinilai tertata rapi, terawat, serta memiliki fasilitas yang representatif.
“Saya sangat terkesan dengan kondisi gedung ini. Dari lantai bawah hingga lantai atas semuanya tertata rapi dan terawat. Fasilitas di sini juga sangat baik,” ujarnya.
Ia menilai penataan interior, dekorasi, dan suasana gedung memberikan kesan positif serta mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung.
“Hal-hal kecil seperti penataan ruangan, dekorasi, dan suasana seperti ini jika dikemas dengan baik akan menjadi daya tarik yang luar biasa,” katanya.
Ia bahkan menyebut fasilitas gedung tersebut sangat baik dan tidak kalah dibandingkan sejumlah kantor pemerintahan di daerah lain.
“Di beberapa daerah lain, bahkan kantor pemerintah tingkat provinsi belum tentu memiliki fasilitas sebagus ini. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” tambahnya.
Sulikah berharap dapat kembali berkunjung ke Pontianak pada kesempatan berikutnya. Ia juga berencana mengusulkan kepada Menteri Lingkungan Hidup agar kegiatan kementerian dapat dilaksanakan di Kota Pontianak.
Dalam kesempatan itu, Sulikah turut menilai Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.
“Terutama dari corak kain dan ciri khas daerah yang sangat menarik, seperti kain corak insang dari Pontianak ini,” tuturnya.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua DWP Kementerian Lingkungan Hidup ke UMKM Center Galeri Dekranasda Kota Pontianak.
“Kunjungan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan produk-produk UMKM lokal agar semakin berkualitas dan mampu bersaing,” imbuhnya.
Ia mengatakan, tamu dari Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi terhadap keberadaan UMKM Center serta beragam produk unggulan khas Pontianak yang dipamerkan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kain corak insang khas Pontianak, yang rencananya akan digunakan pada peringatan Hari Kartini mendatang.
“Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Pontianak karena produk lokal, khususnya kain corak insang, semakin dikenal hingga luar daerah,” ungkap Yanieta.
Selain mendorong promosi produk UMKM, Dekranasda Kota Pontianak juga aktif memberikan edukasi kepada generasi muda melalui kunjungan pelajar ke galeri.
“Kegiatan tersebut diikuti siswa mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA,” tuturnya.
Yanieta menambahkan, pengenalan ikon-ikon Kota Pontianak juga dilakukan melalui seragam sekolah yang dikenakan para pelajar, sehingga anak-anak dapat lebih mengenal identitas daerah sejak dini.
“Dengan harapan generasi muda mampu memahami, mencintai, serta ikut melestarikan kekayaan budaya dan ikon khas Kota Pontianak di masa mendatang,” tutupnya. (prokopim/kominfo)
Pontianak Waspada Karhutla
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah diminta untuk meningkatkan perhatian terhadap potensi karhutla saat memasuki musim kering.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pencegahan harus menjadi langkah utama untuk menghindari bencana asap di Kota Pontianak dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi BMKG, Kalimantan Barat termasuk Kota Pontianak mulai memasuki periode curah hujan rendah. Kondisi itu membuat lahan gambut lebih rentan terbakar jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Hari ini kita mengikuti apel kesiapan terhadap karhutla. Menurut ramalan BMKG, khususnya di Kalimantan Barat, Kota Pontianak dan sekitarnya memasuki musim kering, sehingga curah hujan mulai jarang. Kalau sudah musim kering, ini rentan terhadap kebakaran lahan yang berdampak pada bencana asap,” ujarnya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan menghadapi karhutla juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan apel siaga yang dipusatkan di Kalimantan Barat dan dihadiri Menko Polhukam, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, BNPB, BMKG, hingga Basarnas. Menurut Edi, setelah dilakukan mitigasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah juga harus siap menjalankan langkah pencegahan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki karakter lahan gambut.
“Kita di pemerintah daerah harus siap melaksanakan mitigasi bencana, khususnya di lahan gambut. Kota Pontianak sudah menyiapkan siaga pencegahan kebakaran lahan dan ini akan terus kita lanjutkan,” katanya.
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, cara tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, apalagi saat kondisi tanah sedang kering.
“Kami minta kepada warga Kota Pontianak, khususnya yang berada di lahan gambut, untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman,” tegasnya.
Edi menilai tren luas lahan terbakar yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa langkah pencegahan selama ini cukup efektif. Namun ia mengingatkan, faktor cuaca tetap sangat menentukan.
“Selama ini pencegahan memang lebih efektif. Faktor hujan juga sangat menentukan. Kalau lahan gambut tetap basah, tentu risiko kebakaran jauh lebih kecil,” ungkapnya.
Karena itu, ia berharap ada dukungan langkah modifikasi cuaca apabila diperlukan. Menurutnya, jika dalam dua pekan tidak turun hujan, maka kondisi di Pontianak dan sekitarnya akan semakin rentan, bukan hanya terhadap karhutla tetapi juga terhadap masuknya air asin ke Sungai Kapuas.
“Saya sudah sampaikan juga agar jika awan masih ada, selayaknya dilakukan penyemaian garam supaya hujan. Kalau Pontianak dan sekitarnya tidak hujan selama satu minggu, ini rentan. Hujan penting untuk membasahi lahan gambut sekaligus mengantisipasi intrusi air laut ke Sungai Kapuas,” jelasnya.
Terkait pasokan air bersih, Edi mengatakan Kota Pontianak masih bergantung pada air baku dari Sungai Kapuas. Karena itu, curah hujan di wilayah hulu sangat berpengaruh terhadap kualitas air baku, terutama pada musim kemarau.
“Kalau di hulu tidak hujan, ini sangat berdampak terhadap intrusi air laut yang masuk ke Sungai Kapuas sehingga kadar garamnya meningkat. Oleh sebab itu, kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan BMKG,” katanya.
Sementara untuk air minum kemasan atau air galon isi ulang, Edi menegaskan pemerintah tetap melakukan pengawasan kualitas melalui dinas terkait. Namun secara umum, kebutuhan air rumah tangga masyarakat tetap banyak bergantung pada air PDAM, air tanah, atau air sungai yang diolah. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak lengah menghadapi ancaman musim kering tahun ini. (prokopim)
Forum Konsultasi Publik Bahas Program Perumahan dan Kawasan Kumuh
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) menggelar Forum Konsultasi Publik dalam rangka sosialisasi program serta penyusunan rencana kerja tahun 2027. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap masukan konstruktif dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) Dinas PRKP.
“Tugas pokok dan fungsi Dinas PRKP berkaitan erat dengan penataan kawasan permukiman, salah satunya penanganan kawasan kumuh,” jelasnya saat membuka Forum Konsultasi Publik di Rumah Budaya Kampung Caping, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan data yang ada, saat ini Kota Pontianak memiliki sekitar 18 titik delineasi kawasan kumuh. Namun demikian, jumlah tersebut terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
“Penurunan ini terlihat baik dari sisi persentase maupun luas kawasan. Artinya, berbagai program dan intervensi yang dilakukan pemerintah kota telah memberikan hasil positif dalam menekan indikator kawasan kumuh,” terangnya.
Kepala DPRKP Kota Pontianak, Derry Gunawan, mengatakan total pagu anggaran DPRKP Tahun 2026 mencapai Rp177,57 miliar yang dialokasikan ke delapan program prioritas. Porsi terbesar, yakni Rp143,69 miliar, difokuskan pada Program Peningkatan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).
“Melalui program ini, kami menargetkan pembangunan jalan lingkungan di 450 lokasi dan perbaikan drainase di 200 lokasi di Kota Pontianak. Ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat,” katanya.
Selain peningkatan infrastruktur, DPRKP juga memprioritaskan program rumah tidak layak huni (RTLH) dan penanganan kawasan permukiman. Pada 2026, sebanyak 252 unit rumah dan fasilitas sanitasi menjadi sasaran penanganan, baik di kawasan kumuh maupun nonkumuh.
“Pemerintah kota juga menyiapkan anggaran pengadaan tanah untuk perluasan Puskesmas Tambelan Sampit, fasilitas umum, dan lahan pemakaman kota,” sebutnya.
Melalui forum ini, Pemkot Pontianak menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (prokopim)
Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah AVC Men’s Champions League 2026
Kejuaraan Voli Antarklub Paling Bergengsi di Benua Asia
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Pontianak sebagai tuan rumah AVC Men’s Champions League 2026 yang akan digelar pada 13–17 Mei 2026 di GOR Terpadu A Yani Pontianak. Ajang ini akan menghadirkan delapan klub terbaik Asia yang dibagi ke dalam dua grup.
"Kami berterima kasih kepada panitia karena mempercayakan Pontianak sebagai tuan rumah perdana ajang ini di Indonesia," katanya usai Rapat Koordinasi Penyelenggara Turnamen Bola Voli AVC Men’s Champions League 2026 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (15/4/2026) siang.
Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota telah menyiapkan berbagai aspek penunjang, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur di jalur yang akan dilalui atlet dan tamu mancanegara, kawasan sekitar venue, hingga area hotel tempat para tamu menginap. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan baliho, videotron, dan spanduk di sejumlah titik kota sebagai bagian dari penyambutan sekaligus publikasi kejuaraan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, momentum Car Free Day (CFD) juga akan dimanfaatkan untuk memeriahkan suasana menjelang kejuaraan. Pemerintah kota pun telah menginformasikan kepada hotel, restoran, dan kafe di Pontianak untuk ikut memberikan sambutan terbaik agar para tamu mendapat kesan positif selama berada di Kota Khatulistiwa.
Di sisi lain, Pemkot Pontianak juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menertibkan sejumlah kawasan yang berpotensi mengganggu kenyamanan tamu. Langkah ini dilakukan agar para atlet dan ofisial dapat beristirahat dengan nyaman selama kejuaraan berlangsung.
Wali Kota menambahkan, di sekitar GOR juga direncanakan pembangunan area stan promosi bagi kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Area tersebut akan diisi dengan kuliner, produk Dekranasda, dan promosi daerah masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kalbar kepada tamu mancanegara.
"Kami berharap AVC Men’s Champions League 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi daerah yang memberi kesan mendalam bagi seluruh tamu yang datang ke Pontianak dan Kalbar," tutupnya.
Berdasarkan hasil drawing resmi AVC, Pool A diisi oleh Jakarta Bhayangkara Presisi dari Indonesia, Al Rayyan Ray dari Qatar, Hyundai Capital Skywalkers dari Korea Selatan, dan Zhaiyk VC dari Kazakhstan. Sementara Pool B diisi oleh SV.League dari Jepang, Foolad Sirjan Iranian dari Iran, Jakarta Garuda Jaya dari Indonesia, dan Nakhonratchasima Qmin C VC dari Thailand.
Terkait tiket, penjualan resmi telah dibuka melalui platform Yesplis. Informasi pembelian dipublikasikan melalui kanal resmi promosi event AVC Volleyball 2026 Pontianak. (prokopim)