,
menampilkan: hasil
Pontianak Dragon Boat Race 2026 Ditunda
Panitia Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Asap
PONTIANAK – Pelaksanaan Pontianak Dragon Boat Race 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 resmi ditunda. Keputusan tersebut diambil karena kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Pontianak yang belum mendukung akibat kabut asap.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penundaan menjadi langkah bijak yang harus diambil demi keselamatan dan kesehatan peserta, panitia, serta masyarakat. Apalagi kejuaraan dragon boat merupakan olahraga luar ruangan yang membutuhkan kondisi fisik prima.
“Kejuaraan Dragon Boat Internasional Kota Pontianak ini kita tunda di tengah kondisi cuaca atau udara yang tidak mendukung karena kabut asap,” ujarnya di Wisma Tanjung Ria, Jumat (28/8/2026) malam.
Edi menyebut, keputusan ini juga mempertimbangkan peserta dari luar negeri, termasuk Brunei Darussalam dan Malaysia, yang sudah telanjur hadir di Kota Pontianak. Karena itu, panitia tetap menyiapkan agenda alternatif dan bentuk apresiasi bagi peserta yang telah datang.
“Kita tunda nanti pada tanggal 6 sampai 8 November. Ini juga dalam rangka ulang tahun Kota Pontianak,” jelasnya.
Ia berharap kondisi udara sudah membaik sehingga kejuaraan dapat berjalan lebih aman, meriah, dan optimal. Apalagi event tersebut merupakan agenda tahunan Kota Khatulistiwa.
Meski pertandingan ditunda, panitia bersama Asian Chinese Youth Association, Kodaeral, PODSI, Pemerintah Kota Pontianak, dan Sporta Indonesia tetap melaksanakan sejumlah agenda sosial. Salah satunya berupa bakti sosial dengan membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Edi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kegiatan, mulai dari jajaran Kodaeral, pengurus PODSI, panitia, sponsor, hingga seluruh mitra yang terlibat.
Ia berharap penundaan ini dapat dipahami semua pihak sebagai keputusan yang mengutamakan keselamatan. Dengan jadwal baru pada November mendatang, Pontianak Dragon Boat Race 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih baik dan menjadi bagian dari semarak Hari Jadi Kota Pontianak.
“Semoga kondisi segera membaik. Yang paling penting, kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap kita utamakan,” katanya.
Ketua Umum Pontianak Dragon Boat Race 2026, Helga Abraham, mengatakan kegiatan penyaluran bantuan merupakan bentuk kepedulian panitia dan pihak-pihak yang terlibat terhadap masyarakat Kota Pontianak, khususnya di tengah kondisi kabut asap. Panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang sudah berada di Pontianak. Mereka akan menerima suvenir berupa medali sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran dan semangat sportivitas dalam olahraga.
“Bagi rekan-rekan peserta dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang sudah hadir di Pontianak, kita tetap memberikan suvenir medali sebagai bentuk penghargaan dengan sportivitas olahraga,” kata Helga. (prokopim)
Rumah Terbakar di Jeruju II, Nur’Aini Berterima Kasih atas Bantuan Pemkot Pontianak
PONTIANAK – Nur’Aini (54), warga Jalan Kom Yos Soedarso, Jalan Jeruju II, Kecamatan Pontianak Barat, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak setelah rumahnya terbakar pada Kamis (27/8/2026) dini hari. Rumah itu dihuni dua kepala keluarga dengan jumlah sembilan jiwa. Kebakaran menyebabkan keluarga terdampak kehilangan tempat tinggal dan sejumlah kebutuhan dasar.
Nur’Aini bersyukur karena Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial cepat menyalurkan bantuan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan sementara pascakebakaran.
“Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya Jumat (28/8/2026).
Musibah kebakaran itu terjadi begitu cepat. Dalam kondisi tersebut, keselamatan keluarga menjadi hal utama, sementara sebagian barang tidak sempat diselamatkan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, bantuan yang diberikan Pemkot Pontianak merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang tertimpa musibah.
“Pemberian bantuan ini untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran,” ujarnya.
Bahasan menjelaskan, bantuan yang diberikan bersifat meringankan beban warga, bukan mengganti seluruh kerugian. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji selama tujuh hari, selimut, beras, alat masak, handuk, sabun, dan perlengkapan mandi.
Untuk penanganan rumah, Bahasan menyebut Pemkot Pontianak melalui dinas terkait akan mengupayakan bantuan material sebagaimana mekanisme yang biasa dilakukan terhadap warga terdampak kebakaran.
“Untuk rumahnya, insyaallah Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait akan memberikan bantuan berupa material, seperti biasa di tempat-tempat lain,” jelasnya.
Di kesempatan itu, Bahasan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini. Ia mengingatkan bahwa kebakaran sering kali bermula dari sumber api kecil yang kemudian membesar.
“Kita minta warga tetap siaga dan waspada terhadap hal-hal yang bisa memantik munculnya api. Api itu datangnya dari kecil menjadi besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak meremehkan hal-hal kecil yang berpotensi menimbulkan api.
“Bagi yang merokok, jangan buang puntung rokok sembarangan. Itu salah satu yang bisa memantik datangnya api,” pesannya.
Bahasan menambahkan, cuaca panas dan kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Ia meminta warga berhati-hati saat menggunakan listrik, kompor, obat nyamuk, lilin, maupun benda lain yang berisiko menimbulkan api.
“Situasinya memang sangat panas. Kita diam di luar saja berkeringat dan gerah. Jadi kita harus lebih waspada,” pungkasnya. (prokopim)
Wako Edi Ajak Umat Islam Ikuti Salat Istisqa Besok
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak umat Islam di Kota Pontianak untuk mengikuti salat istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau, kabut asap, dan menurunnya kualitas udara di Kalimantan Barat. Salat akan digelar Sabtu(29/8/2026) di Masjid Raya Mujahidin Pontianak pukul 07.00.
Edi mengatakan, kondisi cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Karena itu, selain melakukan langkah teknis di lapangan, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa.
“Hari Sabtu, umat Islam kita imbau untuk melaksanakan salat istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” katanya.
Edi berharap hujan yang turun dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, menurunkan intensitas kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak. Saat ini suhu udara yang tinggi membuat potensi kebakaran semakin besar. Tidak hanya lahan gambut, kebakaran juga terjadi pada bangunan rumah dan ruko.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap jaringan listrik dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Menurutnya, sebagian besar kebakaran bangunan dipicu korsleting listrik, sementara cuaca panas membuat api lebih cepat membesar dan merambat.
“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.
Untuk kebakaran lahan, Edi menyebut BPBD Kota Pontianak telah melakukan patroli setiap hari. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegasnya.
Selain mengimbau salat istisqa, Pemkot Pontianak juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan, rumah ibadah, kantor-kantor, dan masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Sekolah juga telah mengikuti kebijakan pembelajaran daring selama kualitas udara tidak sehat. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.
Selain itu, Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI juga disiapkan untuk membantu masyarakat. Posko tersebut menyediakan layanan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan. (prokopim)
Sempat Menetap di Motor Air, Hasan Kini Miliki Tempat Tinggal
PONTIANAK – Hasan Karmana (60) kini bisa bernapas lega. Setelah rumah yang ditempatinya di tepian Kapuas roboh pada 11 Agustus 2026 lalu, warga kawasan Bansir Laut itu akhirnya mendapat tempat tinggal sementara di rumah milik Mustafa, di Gang Kuantan. Sebelumnya, Hasan sempat tinggal di motor air miliknya. Perahu itu ia gunakan untuk mencari nafkah dengan membawa orang memancing.
“Biasanya bawa orang mancing. Kadang ke Tayan,” ujar Hasan, Kamis (27/8/2026).
Saat rumahnya roboh, ia berada di dalam rumah bersama istrinya, Aisyah Putri (24), dan anak mereka, Raisya Haja (6). Dalam hitungan cepat, bangunan yang mereka tempati ambruk.
“Waktu itu kami di dalam rumah, tiga beranak. Saya tertimpa dari bagian dinding, tapi masih sempat menyelamatkan anak saya,” tuturnya.
Di tengah situasi panik, Hasan berusaha menyelamatkan keluarganya. Sebagian barang ikut tercebur dan terkena air. Peristiwa itu membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan sementara di motor air.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M Akif mengatakan, setelah kejadian tersebut Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial bersama BPBD dan perangkat terkait langsung turun memberikan bantuan kepada Hasan dan keluarganya.
“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan bantuan berupa sandang, makanan siap saji selama tujuh hari, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Akif menjelaskan, Pemkot Pontianak juga sempat menawarkan Hasan untuk menempati rusun. Namun, pada saat itu Hasan belum bersedia.
“Kita juga sudah menawarkan kepada Pak Hasan Karmana untuk menempati rusun, tetapi beliau belum bersedia waktu itu,” katanya.
Solusi kemudian datang setelah Mustafa menawarkan rumahnya di kawasan Gang Kuantan untuk ditempati Hasan bersama keluarga. Tawaran itu diterima Hasan, sehingga ia tidak lagi tinggal di motor air.
“Alhamdulillah, Pak Mustafa menawarkan rumahnya dan Pak Hasan juga sudah bersedia untuk tinggal di sana,” jelas Akif.
Menurut Akif, lokasi rumah tersebut masih memungkinkan Hasan tetap menjalankan aktivitasnya. Motor air yang biasa digunakan Hasan untuk bekerja juga dapat dibawa ke sekitar tempat tinggal barunya.
“Motor airnya juga bisa dibawa ke sana, sehingga tidak mengganggu aktivitas Pak Hasan untuk membawa orang memancing,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pembangunan kembali rumah yang roboh, Akif menjelaskan bahwa Pemkot Pontianak menghadapi kendala administrasi dan kepemilikan lahan. Rumah tersebut berdiri di atas tanah milik orang lain, sementara pemilik lahan diketahui telah meninggal dunia.
“Kendalanya, rumah Pak Hasan yang roboh itu berada di tanah milik orang lain. Pemiliknya juga sudah meninggal, sehingga tidak bisa dibangun kembali begitu saja,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkot Pontianak tetap berupaya mencari solusi terbaik agar warga terdampak tidak terlantar. Bantuan darurat telah diberikan, sementara dukungan tempat tinggal dapat terwujud berkat kepedulian warga.
“Yang penting hari ini Pak Hasan sudah bersedia menempati rumah yang ditawarkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara yang baik,” pungkasnya. (prokopim)