,
menampilkan: hasil
Bahasan Ajak Warga Pontianak Utara Jaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak warga Pontianak Utara untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan jalan sehat bersama warga di Kecamatan Pontianak Utara, Sabtu (15/8/2026).
Bahasan menyebut, kegiatan jalan sehat menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat. Menurutnya, aktivitas bersama seperti ini tidak hanya membuat tubuh bergerak, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.
Dalam kegiatan tersebut, Bahasan juga banyak berinteraksi dengan anak-anak peserta jalan sehat. Ia membagikan balon kepada anak-anak yang hadir, sekaligus mengajarkan mereka untuk tertib dan sabar menunggu giliran. Suasana berlangsung akrab dan penuh canda. Bahasan beberapa kali mengingatkan anak-anak agar duduk tertib dan memastikan seluruh anak mendapat balon secara bergiliran.
Bahasan juga mengajak warga berdoa agar kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Pontianak semakin membaik. Ia berharap hujan dapat membantu mengurangi dampak cuaca buruk dan membuat udara kembali sehat.
“Kita berdoa bersama. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan, sehingga cuaca yang buruk ini bisa menjadi sehat kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika kondisi cuaca dan udara terus membaik, anak-anak sekolah di Pontianak dijadwalkan kembali masuk sekolah. Bahasan berharap kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal, termasuk pelaksanaan upacara serentak di sekolah pada Senin.
“Anak sekolah insya Allah mulai masuk kembali. Mudah-mudahan tidak ada halangan dan cuaca semakin baik,” katanya.
Bahasan mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan membantu menciptakan suasana yang lebih sehat, nyaman, dan aman bagi keluarga.
Ia berharap kegiatan jalan sehat seperti ini terus menjadi ruang kebersamaan warga, sekaligus sarana menguatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Yang penting kita tetap semangat, jaga kebersihan, jaga keluarga, dan bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pungkasnya. (prokopim)
Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Jadi Agenda Tahunan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, menjadi agenda tahunan. Ia menilai kegiatan ini dapat dipromosikan lebih luas hingga tingkat Kalimantan Barat, nasional, maupun internasional.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat intervensi dari Pemerintah Kota dan dipersiapkan lebih matang. Ini bisa menjadi agenda tetap tahunan, bukan hanya untuk warga Kampung Yuka, tetapi juga agenda Kota Pontianak,” jelasnya usai membuka Lomba Sampan Bidar tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Ia menyebut, lomba sampan bidar juga berpeluang melibatkan peserta dari negara tetangga, seperti Sarawak, Brunei, dan Sabah. Menurutnya, kesamaan budaya sungai dan tradisi perahu dapat menjadi daya tarik untuk memperluas jejaring kegiatan.
“Ke depan bisa saja dipromosikan hingga tingkat Kalbar bahkan internasional, diikuti peserta dari Sarawak, Brunei, Sabah, dan negara tetangga lainnya yang memiliki tradisi lomba sampan bidar,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan menarik antusiasme warga.
Edi mengatakan, lomba sampan bidar tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif bagi aktivitas warga, pelaku UMKM, serta penguatan budaya tepian sungai di Kota Pontianak.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saya berharap berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat besar. Tidak hanya warga Kampung Yuka, peserta dan pengunjung juga datang dari berbagai wilayah, termasuk Sungai Kupah, Kubu Raya, hingga Mempawah.
“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan budaya seperti sampan bidar sangat tinggi. Apalagi dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menanggapi aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut. Ia menyebut beberapa keluhan, seperti akses jalan, gertak, dan lingkungan sekitar, akan menjadi perhatian pemerintah.
“Apa yang menjadi keluhan warga terkait infrastruktur sudah saya lihat. Insya Allah akan menjadi perhatian kami dan akan diusahakan secepat mungkin untuk direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Edi menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat harus diiringi dengan persiapan yang baik dari panitia. Ia meminta penyelenggara mulai melakukan evaluasi sejak dini agar pelaksanaan tahun berikutnya lebih matang, aman, dan semakin meriah.
Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Kampung Yuka, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke parit maupun sungai.
“Jaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah di parit, apalagi di sungai, supaya biota sungai dan parit tetap sehat, bersih, dan asri,” pesannya.
Edi juga meminta panitia memperhatikan keselamatan penonton maupun atlet yang bertanding. Menurutnya, kegiatan di sungai harus dijalankan dengan pengamanan yang baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Keselamatan penonton dan atlet harus betul-betul dijaga. Panitia bersama petugas harus memastikan kegiatan berlangsung aman,” tegasnya.
Ia berharap Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya, olahraga air, hiburan rakyat, sekaligus penggerak ekonomi warga.
“Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga lomba sampan bidar semakin meriah, menjadi kebanggaan masyarakat, dan memberi manfaat bagi Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)
Jibril dan Farras Dinobatkan sebagai Bujang Dare Pontianak 2026
PONTIANAK - Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila dinobatkan menjadi Bujang Dare Pontianak 2026. Keduanya berhasil menjadi yang terbaik dalam malam final yang berlangsung di Hotel Ibis Pontianak, Jumat (14/8/2026) malam.
Di posisi runner up 1 ada Bujang Hexaputra Arifianto dan Dare Lathiifah Adila. Sedang di runner up 2 diraih Bujang Rayhan Pratama dan Dare Agiesta Putri Shahira.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap para pemenang dan seluruh finalis dapat menjadi duta yang aktif mempromosikan budaya, pariwisata, dan identitas Kota Pontianak. Bujang Dare bukan hanya ajang pemilihan putra-putri terbaik daerah, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda agar memiliki wawasan, kepercayaan diri, kepedulian, dan kecintaan terhadap kota.
“Bujang Dare harus menjadi representasi anak muda Pontianak yang cerdas, berkarakter, dan bangga terhadap budaya kotanya,” ujarnya.
Menurutnya, Kota Pontianak memiliki kekayaan budaya yang besar dan perlu terus dikenalkan kepada masyarakat luas. Edi berharap para pemenang Bujang Dare Pontianak 2026 mampu memanfaatkan berbagai ruang, termasuk media sosial, untuk memperkenalkan kekayaan tersebut secara kreatif dan menarik bagi generasi muda.
“Promosikan Pontianak dengan cara yang kreatif. Tampilkan budaya, kuliner, destinasi, dan cerita-cerita baik tentang kota ini agar semakin dikenal,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas mempromosikan Pontianak tidak hanya melekat pada pemenang utama. Seluruh finalis, lanjutnya, memiliki peran yang sama sebagai generasi muda yang dapat membawa citra positif Kota Pontianak.
“Semua finalis adalah bagian dari wajah muda Pontianak. Setelah malam penobatan ini, peran mereka tidak berhenti, justru baru dimulai,” jelasnya.
Edi menambahkan, Pemkot Pontianak akan terus memberi ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menilai anak muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan komunikasi yang kuat untuk memperkenalkan potensi kota kepada publik yang lebih luas.
Selain menjadi duta budaya, Bujang Dare juga diharapkan dapat terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menguatkan kampanye positif, mulai dari pelestarian budaya, pariwisata, kepedulian lingkungan, hingga gerakan cinta produk lokal.
“Jadilah teladan bagi generasi muda. Bawa nama Pontianak dengan sikap yang baik, tutur kata yang santun, dan semangat untuk terus belajar,” pesan Edi.
Ia menyampaikan selamat kepada para pemenang Bujang Dare Pontianak 2026 dan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti proses seleksi hingga malam penobatan. Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan keberanian, kemampuan, dan kecintaan terhadap Kota Pontianak.
“Selamat kepada para pemenang. Terima kasih kepada seluruh finalis, panitia, dewan juri, dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Mari bersama-sama mempromosikan budaya Pontianak dan menjadikan kota ini semakin membanggakan,” pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Carnaval Khatulistiwa: Ruang Kreatif dan Ekonomi Lokal
PONTIANAK – Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026 resmi digelar di Jalan Diponegoro Pontianak mulai 14 hingga 17 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan sembilan agenda kreatif yang melibatkan sekitar 1.700 peserta dari berbagai kategori lomba dan menjadi ruang ekspresi bagi anak muda, pelaku seni, budaya, komunitas, serta UMKM.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi para pelaku ekonomi kreatif, terutama generasi muda, tidak hanya dari Kota Pontianak tetapi juga Kalimantan Barat. Menurutnya, pemerintah perlu hadir memberikan ruang bagi kegiatan positif yang dapat menyalurkan energi, bakat, dan kreativitas masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menampung silaturahmi para pelaku ekonomi kreatif, terutama anak-anak muda, tidak hanya di Kota Pontianak, tapi juga Kalimantan Barat,” ujarnya ketika pembukaan, Jumat (14/8/2026) malam.
Edi menyebut, Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki peran penting dalam memberi warna bagi berbagai kegiatan masyarakat. Mulai dari olahraga, kesenian, budaya hingga keagamaan, seluruhnya perlu difasilitasi sebagai bagian dari dinamika kota yang terus berkembang.
Ia menilai, Pontianak Carnaval Khatulistiwa menjadi salah satu cara untuk mengarahkan potensi generasi muda ke kegiatan yang produktif. Selain memberi hiburan, kegiatan ini juga mendukung pembangunan ekonomi kreatif serta membuka ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk tampil lebih luas.
“Pemerintah Kota Pontianak selalu mendukung apa pun yang dilakukan masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk mengekspresikan energi dan kreativitasnya dalam kegiatan positif,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pontianak Carnaval Khatulistiwa, Agus Setiadi mengatakan, kegiatan tahun ini menjadi salah satu event kreatif terbesar di Kalimantan Barat. Hal itu karena terdapat sembilan agenda yang digelar dalam satu rangkaian kegiatan.
Sembilan agenda tersebut meliputi Lomba Kreasi Wastra Kalimantan Barat, Lomba Tari Multi-etnis Kalimantan Barat, Lomba Mural, Lomba Kostum Karnaval, Parade Drum Band Pelajar, Lomba Senam Kreasi CBP Nusantara, Lomba Konten Kreatif QRIS, Lomba Mewarnai, dan Lomba Modern Dance. Kegiatan juga dirangkai dengan bazar UMKM, edukasi dan literasi keuangan, serta ekspresi komunitas.
Menurutnya, sejumlah lomba mulai berlangsung sejak Jumat (14/8/2026) siang, seperti lomba kreasi wastra dan mural. Puncak kegiatan akan berlangsung pada Minggu melalui parade kostum karnaval dan drum band pelajar, yang diperkirakan menjadi salah satu agenda paling meriah.
“Lomba tari multi-etnis pesertanya juga ada dari luar Kota Pontianak, seperti Mempawah, Kubu Raya, Sanggau, Sambas, dan Singkawang,” katanya.
Agus menyebut, total peserta tahun ini mencapai sekitar 1.700 orang dari seluruh kategori lomba. Ia menilai, tingginya antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat membutuhkan ruang hiburan dan ekspresi kreatif. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak, remaja, generasi muda, milenial, Gen Z, hingga orang dewasa untuk menyalurkan energi dan pikiran ke arah yang positif.
Selain menjadi ruang kreativitas, Agus berharap Pontianak Carnaval Khatulistiwa juga memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat. Melalui bazar UMKM dan aneka produk, kegiatan ini membuka peluang transaksi jual beli serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini terjadi transaksi, jual beli, dan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya. (prokopim)