,
menampilkan: hasil
Tingkat Penyelesaian LAPOR Pontianak Capai 99,5 Persen
Pemkot Komitmen Proaktif Tanggapi Aduan Warga
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mencatat capaian positif dalam pengelolaan pengaduan masyarakat melalui kanal Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Hingga 4 November 2025, tingkat penyelesaian laporan mencapai 99,5 persen, menandakan efektivitas pelayanan publik yang semakin meningkat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemkot Pontianak dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital. Menurutnya, sejak program Smart City mulai dijalankan pada tahun 2017, sistem pengelolaan laporan masyarakat terus diperkuat untuk memastikan setiap aspirasi warga mendapat respons cepat dan tindak lanjut yang tepat.
“Selama tujuh tahun terakhir, kami terus berkomitmen menjaga agar setiap laporan masyarakat tidak berhenti di meja administrasi. Saya minta seluruh perangkat daerah menindaklanjuti laporan yang diterima dengan cepat dan tuntas. Kinerja pelayanan publik harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Edi, Selasa (4/11/2025).
Edi menambahkan, laporan yang disampaikan masyarakat melalui kanal LAPOR merupakan salah satu bentuk partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Ia menilai, semakin banyak warga yang aktif melapor, semakin kuat pula transparansi dan akuntabilitas pemerintahan yang terbentuk.
“Kami ingin setiap laporan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Dari situ kita tahu apa yang masih perlu diperbaiki, dan di mana pelayanan harus ditingkatkan. Prinsipnya, pemerintah harus hadir di setiap keluhan warganya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menganggap laporan masyarakat sebagai beban, melainkan bagian dari tanggung jawab moral untuk melayani. Kecepatan dan ketepatan dalam menindaklanjuti laporan, menurutnya, menjadi cerminan profesionalisme aparatur dalam mewujudkan Pontianak yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak Zulkarnain menjelaskan bahwa sejak awal tahun hingga awal November 2025, tercatat 287 laporan masuk ke sistem LAPOR. Dari jumlah tersebut, 113 laporan telah selesai, 85 masih dalam proses, 10 tertunda, dan 10 diarsipkan.
Ia memaparkan, tingkat layanan (TL) mencapai 99,5 persen, dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebesar 1,3 dan Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (RHP) sebesar 4,13. Tidak ada laporan yang perlu direvisi (RV 0), menandakan setiap laporan telah diverifikasi dengan baik.
“Sebagian besar laporan sudah mencapai tahap penyelesaian, dan tidak ada yang belum diverifikasi. Ini menunjukkan proses verifikasi dan tindak lanjut berjalan disiplin serta terpantau,” jelasnya.
Berdasarkan sumber laporan, kanal website LAPOR menjadi saluran dominan dengan 144 laporan atau 50,2 persen dari total aduan. Sementara itu, pelaporan secara tatap muka mencapai 52 laporan, WhatsApp 49 laporan, Android 29 laporan, iOS 11 laporan, serta masing-masing satu laporan dari email instansi dan Instagram.
Ia menilai, dominasi kanal digital menunjukkan masyarakat Pontianak semakin terbiasa menggunakan platform daring untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan. Namun demikian, pihaknya tetap membuka berbagai saluran alternatif agar seluruh warga dapat dengan mudah mengakses layanan publik.
“Digitalisasi pengaduan publik sudah berjalan baik. Ke depan, kami akan memperkuat integrasi dan sosialisasi kanal pelaporan agar semakin banyak warga memanfaatkan layanan ini,” tutupnya.
Capaian tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk mempertahankan kinerja pelayanan publik berbasis digital dan mempercepat penyelesaian laporan masyarakat sebagai bagian dari komitmen menuju Pontianak yang semakin transparan, responsif, dan partisipatif. (kominfo)
Bangunan Terbengkalai Terancam Dibouwvalle
Wali Kota Minta Pemilik Bangunan Tua Perhatikan Keamanan Bangunan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pemilik bangunan terutama ruko untuk memperhatikan bangunannya, apalagi yang sudah berusia tua. Ia juga minta dinas terkait untuk memonitor dan mengawasi bangunan-bangunan yang rentan ambruk. Hal ini menyusul peristiwa robohnya bangunan ruko di Jalan Sisingamangaraja, Senin (3/11/2025).
“Bangunan-bangunan tua perlu dikontrol dan dicek secara berkala. Kalau pemiliknya tidak melakukan perbaikan atau pembongkaran sendiri, bisa saja dibouwvalle atau dilakukan pembongkaran secara paksa demi keselamatan bersama,” ujarnya
Edi menegaskan, pemilik bangunan memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memperhatikan asetnya agar tidak menimbulkan bahaya dan risiko bagi lingkungan sekitar. Ia juga menyoroti masih adanya bangunan yang dibiarkan terbengkalai karena pemiliknya sudah lama tidak tinggal di Pontianak.
“Setidaknya lingkungan terdekat seperti RT, RW, dan lurah dapat memantau kondisi bangunan di sekitarnya. Jika ada bangunan yang berbahaya atau tidak terawat, segera koordinasikan dengan dinas teknis untuk dilakukan tindakan perbaikan atau pembongkaran,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden akibat bangunan tua yang tidak terawat, sekaligus menjaga keselamatan warga di sekitar lokasi.
Mufli, salah satu karyawan toko di sekitar lokasi ruko, menceritakan awal kejadian hingga bangunan runtuh. Ia bersama karyawan lainnya mendengar suara seperti keramik pecah di sisi bangunan, kemudian tidak berselang lama terdengar suara bangunan ambruk.
“Kondisi jalan saat itu sepi sehingga tidak ada korban namun suara yang keras cukup membuat kaget masyarakat sekitar lokasi,” ungkapnya. (prokopim)
Apresiasi Petugas Fardhu Kifayah, Pemkot Gelontorkan Bantuan Transportasi
270 Petugas Fardhu Kifayah Terima Bantuan Transportasi Rp1,8 juta per orang
PONTIANAK - Sebanyak 270 petugas Fardhu Kifayah se-Kota Pontianak menerima bantuan transportasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masing-masing sebesar Rp1,8 juta. Penyerahan bantuan transportasi ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya pada tahap pertama diserahkan kepada 255 orang petugas fardhu kifayah. Total bantuan transportasi petugas fardhu kifayah yang diserahkan tahun 2025 sebanyak 525 orang yang tersebar di 29 kelurahan dari enam kecamatan se-Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan bantuan fasilitasi transportasi ini sebagai bentuk dukungan dan penghargaan Pemkot Pontianak dalam meningkatkan kesejahteraan petugas Fardhu Kifayah. Menurutnya, para petugas Fardhu Kifayah memiliki peran penting di tengah masyarakat, terutama dalam membantu proses pemulasaraan jenazah secara syar’i. Tugas tersebut membutuhkan keikhlasan dan tanggung jawab moral yang tinggi.
“Petugas Fardhu Kifayah bekerja tanpa pamrih. Mereka hadir di saat-saat sulit bagi keluarga yang berduka. Karena itu, pemerintah kota memberikan perhatian dalam bentuk bantuan transportasi ini,” ujarnya usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan petugas Fardhu Kifayah di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (3/11/2025).
Ia menambahkan, pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat memotivasi para petugas untuk terus menjalankan tugas mulia mereka dengan semangat dan keikhlasan. Selain itu, Pemkot juga berupaya menjaga agar program ini berjalan berkelanjutan setiap tahun.
“Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi ini wujud apresiasi kami atas dedikasi para petugas Fardhu Kifayah. Pemerintah kota akan terus berupaya menambah jumlah penerima dan meningkatkan besaran bantuannya sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Edi.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Pontianak Iwan Amriady menambahkan, selain penyerahan bantuan transportasi, seluruh petugas fardhu kifayah juga telah diasuransikan melalui BPJS Ketenagakerjaan dengan dukungan anggaran Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak.
“Besaran santunan maksimal yang diberikan adalah Rp42 juta, dan pada kesempatan hari ini terdapat satu orang penerima yang telah dinyatakan berhak atas klaim tersebut,” sebutnya.
Ia juga mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses verifikasi data penerima bantuan.
“Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaannya mungkin terdapat sedikit keterlambatan, mengingat keterbatasan personel lapangan di Bagian Kesejahteraan Rakyat. Namun demikian, seluruh proses dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama dari berbagai pihak,” jelasnya.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan upaya penataan personel, termasuk penempatan petugas yang lebih berpengalaman di bidang kesejahteraan rakyat.
“Supaya proses verifikasi ke depan dapat berlangsung lebih cepat dan akurat,” tutupnya. (prokopim)
341 Atlet Ikuti Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota 2025
PONTIANAK – Sebanyak 341 atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Barat ambil bagian dalam Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Pontianak Tahun 2025. Turnamen yang digelar di Gedung APP Pontianak ini resmi dibuka Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
“Pontianak punya potensi besar melahirkan atlet-atlet tenis meja berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pembinaan harus terus dilakukan secara modern dan konsisten,” ujarnya usai membuka, didampingi Wakil Wali Kota Ponianak Bahasan, di PTM Agro Abadi Pingpong Club Jalan Putri Candramidi, Sabtu (1/11/2025).
Edi menyebut kejuaraan ini bukan sekadar agenda olahraga tahunan, melainkan bagian dari upaya menjadikan Pontianak sebagai kota sport tourism. Ia menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membangun semangat kebersamaan dan daya saing masyarakat. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini juga memiliki dampak ekonomi. Selain menggerakkan sektor jasa dan kuliner, event olahraga mampu menumbuhkan ekosistem wisata berbasis aktivitas masyarakat
“Semakin sering event seperti ini digelar, semakin hidup pula roda ekonomi kota,” tambahnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal Almutahar, melaporkan bahwa turnamen ini mempertandingkan sembilan kategori, mulai dari usia 13 tahun, 15 tahun, 25 tahun, hingga kategori veteran untuk putra dan putri.
Rizal menjelaskan, kejuaraan ini berlangsung selama tiga hari, dari 31 Oktober hingga 2 November 2025. Jadwal dibuat cukup panjang agar tidak bertabrakan dengan turnamen tenis meja lain di Kalimantan Barat.
“Selain memperingati Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak, kegiatan ini juga kami harapkan mempererat sinergi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan pihak swasta,” katanya.
Ia mengapresiasi dukungan sejumlah pihak, termasuk APP Pontianak yang menjadi tuan rumah, serta berbagai sponsor yang berperan aktif memeriahkan kegiatan tersebut.
“Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan orang, ajang ini menjadi salah satu turnamen tenis meja terbesar di Kalimantan Barat tahun ini,” tambah Rizal.
Rizal juga berharap, kejuaraan ini dapat menjadi titik tolak lahirnya atlet muda potensial dari Pontianak.
“Tahun lalu kita berhasil mengirim atlet ke PON 2024. Semoga tahun depan lebih banyak lagi nama-nama baru yang muncul dari kota ini,” tutupnya. (prokopim/kominfo)