,
menampilkan: hasil
Guru Swasta Harus Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, menegaskan bahwa seluruh guru dan tenaga kependidikan swasta wajib terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang yang mengharuskan pekerja penerima upah mendapat perlindungan jaminan sosial dari pemberi kerja. Hal itu diungkapkannya usai membuka sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi pengurus yayasan pendidikan dan kepala sekolah swasta se-Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (15/9/2025).
“Sosialisasi ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk memastikan para guru dan tenaga penerima upah, baik di yayasan pendidikan maupun perusahaan, tercakup sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Itu perintah undang-undang yang harus kita kawal,” ungkapnya.
Bahasan menambahkan, pembayaran iuran BPJS menjadi kewajiban pemberi kerja. Untuk guru dan karyawan sekolah swasta, beban iuran ditanggung oleh pihak yayasan atau lembaga pendidikan swasta.
“Kalau perusahaan maka itu dari perusahaan, kalau yayasan dari yayasan. Pemerintah daerah tidak bisa melangkahi undang-undang, kecuali ada aturan baru dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menuturkan, pemerintah kota akan terus mengawal agar tidak ada tenaga pendidik swasta yang terabaikan dari program perlindungan jaminan sosial.
“Kita pastikan semua guru swasta terlindungi. Jangan sampai ada lagi kasus guru yang tidak bisa menerima bantuan atau perlindungan karena belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Julianto Sari Maruli Tua Marpaung, mengatakan, pihaknya terus mendorong kepesertaan di sektor pendidikan. BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan lima program perlindungan, yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kehilangan pekerjaan.
“Dari lima program itu, ada tiga yang pasti dialami semua orang, yaitu kematian, hari tua, dan pensiun. Sedangkan kecelakaan kerja dan kehilangan pekerjaan sifatnya tidak pasti, tapi berpotensi menimbulkan beban besar jika terjadi,” jelasnya.
Ia mencontohkan, seorang peserta magang yang baru dua minggu terdaftar mengalami kecelakaan kerja dan dirawat intensif di ICU dengan biaya Rp127 juta.
“Seluruh biaya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak, bisa jadi beban besar bagi pekerja dan keluarganya,” ungkap Julianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak Ismail, menjelaskan bahwa tenaga pendidik di sekolah swasta merupakan pekerja penerima upah yang memiliki risiko sosial maupun ekonomi, sama seperti pekerja di sektor lain.
“Kalau ASN sudah otomatis terlindungi aturan kepegawaian, guru swasta ini tidak. Karena itu, yayasan wajib mendaftarkan mereka dalam BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan,” tukasnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemkot Pontianak bersama BPJS Ketenagakerjaan berharap seluruh yayasan pendidikan swasta segera memastikan tenaga pendidik dan kependidikan mereka terlindungi dalam program jaminan sosial. (prokopim)
Wali Kota Optimistis Kafilah Pontianak Raih Juara di MTQ Kalbar
Wali Kota Hadiri Malam Pembukaan MTQ XXXIII Kalbar
PUTUSSIBAU – Musabaqah Tilawatil Quran XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dibuka Gubernur Kalbar Ria Norsan di GOR Uncak Kapuas Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (14/9/2025) malam. Pembukaan MTQ yang diikuti 14 kabupaten/kota se-Kalbar ini berlangsung meriah. Diawali dengan parade kafilah-kafilah peserta MTQ yang disambut dengan lambaian tangan oleh para tamu undangan di tribun.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pesan-pesan kepada Kafilah Kota Pontianak selama mengikuti (MTQ) XXXIII Tingkat Provinsi Kalbar.
Edi meminta para peserta untuk menjaga kekompakan, kebersamaan, dan tetap fokus selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQ. Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental agar mampu menampilkan hasil terbaik.
“Harapannya para peserta bisa menampilkan yang terbaik dan bisa meraih juara,” ungkapnya usai menghadiri malam pembukaan MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalbar.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi seperti cuaca atau jangkauan lokasi adalah hal yang wajar, yang terpenting para peserta siap lahir batin menghadapi lomba. Edi juga mengingatkan peserta untuk tidak larut dengan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi, termasuk media sosial.
“Fokuslah pada cabang yang diikuti masing-masing. Kompetisi pasti ada yang juara dan ada yang belum, tetapi harapan kita tentu meraih hasil terbaik,” pesannya.
Ia menilai Kafilah Pontianak memiliki pengalaman dan peluang besar, mengingat sebagian besar peserta sudah terbiasa mengikuti berbagai ajang MTQ dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Karena itu, dirinya optimistis Kota Pontianak bisa meraih prestasi tinggi.
“Kalau Allah meridai, apapun bisa terjadi. Kita doakan agar bisa tampil maksimal, meraih juara, bahkan mewakili Kalbar ke tingkat nasional hingga internasional,” katanya.
Selain itu, Edi berpesan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Putussibau. Menurutnya, kondisi fisik sangat mempengaruhi penampilan saat lomba.
“Makanan, istirahat, hingga pemeriksaan kesehatan perlu diperhatikan. Jangan dipaksakan ikut jika tidak dalam kondisi sehat,” ucapnya. (prokopim)
Stand Pontianak Jadi Etalase Promosi UMKM Lokal Pameran MTQ di Kapuas Hulu
PUTUSSIBAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, meninjau Stand Kota Pontianak pada Pameran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di GOR Uncak Kapuas, Kapuas Hulu, Minggu (14/9/2025).
Pameran tersebut secara resmi dibuka oleh Sekda Provinsi Kalbar, Harisson. Sejumlah pejabat turut hadir meninjau stand Kota Pontianak, di antaranya Sekda Kalbar Harisson dan Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan.
Dalam kesempatan itu, Stand Kota Pontianak menampilkan beragam produk UMKM. Produk-produk tersebut meliputi kain khas Pontianak Corak Insang, kerajinan tangan, makanan ringan, serta berbagai hasil kreativitas lokal lainnya.
Amirullah menyebutkan, keikutsertaan Kota Pontianak dalam pameran ini tidak hanya sebagai bagian dari rangkaian MTQ XXXIII, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah.
“Stand ini diharapkan bisa menjadi etalase promosi produk UMKM Pontianak agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Amirullah, keberadaan produk-produk lokal tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kota terhadap pelaku UMKM agar dapat berkembang sekaligus bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Dengan menampilkan produk dan kerajinan khas Pontianak, kita ingin memperkenalkan hasil-hasil kreasi pelaku UMKM Kota Pontianak,” ucapnya.
Salah seorang pengunjung, Rina (37), warga Putussibau, mengaku terkesan dengan ragam produk yang ditampilkan. Menurutnya, Stand Kota Pontianak memberikan warna tersendiri dalam pameran.
“Saya tertarik dengan kain Corak Insang karena motifnya khas dan elegan. Selain itu, jajanan khas Pontianak juga enak dan cocok untuk oleh-oleh,” tuturnya. (prokopim)
Kendaraan Hias Kafilah Pontianak Tampil Memukau di Pawai Ta’aruf MTQ XXXIII Kalbar
PUTUSSIBAU – Kendaraan hias Kafilah Kota Pontianak tampil memukau saat mengikuti Pawai Ta’aruf peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan tampilan bertema tameng ornamen Al Quran sebagai pelindung diri agar menjadi manusia yang berakhlakul karimah dan memiliki pola pikir secara modern sesuai tuntutan Al Quran. Ornamen pilar-pilar dan kubah masjid dihiasi bunga-bunga semakin menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan pawai ta’aruf yang berlangsung di Halaman Gedung SATAP, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (14/9/2025).
Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan pawai tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata dalam memeriahkan gelaran MTQ yang diikuti seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
“Tadi kita mengikuti Pawai Ta’aruf dengan menampilkan kendaraan hias, bersama kafilah dari daerah lain. Dari sambutan yang disampaikan Sekda Provinsi mewakili Gubernur, Pawai Ta’aruf ini adalah wujud partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan MTQ XXXIII di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Amirullah menyebutkan, antusiasme masyarakat Kapuas Hulu sangat terlihat dari banyaknya kendaraan hias yang turut serta dalam pawai.
“Tadi saya hitung ada lebih dari 40 kendaraan hias dengan berbagai tema. Ini menunjukkan dukungan masyarakat yang luar biasa,” tambahnya.
Selain Pawai Ta’aruf, rangkaian kegiatan MTQ XXXIII Kalbar akan dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Hakim, pembukaan pameran UMKM, serta kegiatan lomba dari berbagai cabang musabaqah.
“Nanti malam pembukaan resmi MTQ akan digelar, dan insya Allah seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga penutupan pada 20 September mendatang,” pungkasnya.
MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalbar di Kapuas Hulu diharapkan tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-kafilah serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat melalui pameran UMKM. (prokopim)