,
menampilkan: hasil
Mamey Sapote, Sawo Jumbo di Festival Hortikultura
Mulai 2 - 6 Maret 2022 di Halaman TVRI Kalbar
PONTIANAK - Mungkin tak banyak orang yang mengenal Mamey Sapote, jenis buah sawo berasal dari Amerika Selatan. Buah sawo yang berukuran jumbo ini ditampilkan pada Festival Hortikultura (Hortifest) 2022 yang digelar Komunitas Gerakan Ayo Menanam (Geram) di Halaman Stasiun TVRI Kalbar, Rabu (2/3/2022). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mencicipi sawo Mamey Sapote usai membuka Hortifest yang menampilkan beragam tanaman hasil budidaya hortikultura, mulai dari bibit, buah hingga sayuran.
"Buahnya mirip sawo, meski tidak semanis sawo, tapi enak dan alot," ujarnya.
Edi mengapresiasi digelarnya festival ini karena sangat bermanfaat bagi keberlangsungan lingkungan hidup, apalagi buah-buahan hasil hortikultura memiliki kandungan vitamin yang unggul. Ia pun mengajak masyarakat, untuk menanam buah di setiap pekarangan rumah.
“Kita harus mulai gerakan menanam ini dari setiap rumah, terus terang menanam pohon sudah jadi passion saya. Setiap minggu, saya usahakan untuk menanam pohon,” ucapnya.
Seperti diketahui, sudah menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya melalui lingkungan hidup. Hal ini juga yang menurutnya menjadi penopang kesehatan warga. Dirinya yakin, dengan terjaminnya kesehatan, maka akan tercipta individu yang bahagia.
“Semoga kegiatan ini memberikan motivasi untuk warga Kota Pontianak untuk rajin menanam, terutama buah-buahan. Saya harap bisa rutin kegiatannya,” ungkapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak gencar menggalakkan kampung hortikultura sebagaimana yang ditargetkan Kementerian Pertanian sebanyak 2.358 kampung hortikultura tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Pontianak sudah ada beberapa Kampung Hortikultura seperti di Gang Nilam, Gang Margodadirejo, Kelurahan Parit Tokaya dan di Kecamatan Pontianak Utara.
"Kita akan kembangkan terus kampung hortikultura ini supaya setiap pekarangan warga lebih produktif dengan tanaman buah-buahan," ungkapnya.
Budi Hartono, Ketua Panitia Hortifest 2022 menerangkan, tujuan digelarnya festival ini adalah sebagai upaya meningkatkan perekonomian keluarga, meningkatkan kesejahteraan warga dan mencegah stunting terhadap anak-anak dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar seoptimal mungkin. Melalui festival ini pula, konsep urban farming menjadi bahan sosialisasi untuk diimplementasikan.
"Melalui kegiatan ini pula masyarakat dapat memperoleh informasi, pengetahuan dan dikembangkan dalam lingkungan keluarga serta masyarakat di sekitarnya sehingga bermanfaat positif di tengah pandemi Covid-19," tuturnya.
Hortifest digelar mulai tanggal 2 hingga 6 Maret 2022 bertempat di halaman Stasiun TVRI Kalbar. Berbagai rangkaian kegiatan Hortifest yang sudah disiapkan panitia. Mulai dari pelatihan tentang bertani memanfaatkan barang-barang bekas, pelatihan pola organik yang sederhana, mudah, murah dan ilmiah, pelatihan hidroponik, pelatihan budidaya anggur di dalam pot, pelatihan prospek tanaman buah dalam skala bisnis hingga kegiatan bazar buah dan festival tanaman buah dalam pot (tabulampot) serta lomba konten dan lomba menggunakan media barang bekas. Dalam Hortifest ini, pihaknya juga membagikan bibit tanaman gratis dan bibit tanaman sayur-sayuran.
"Jadi kalau pengunjung yang ingin menanam cabe, tomat, bayam dan membutuhkan bibit-bibitnya, nanti bisa ke Posko Geram, akan kita bagikan bibit gratis," pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Pesona Kulminasi Masuk Daftar 110 Kharisma Event Nusantara 2022
PONTIANAK - Warga Pontianak patut berbangga dengan ditetapkannya event 'Pesona Kulminasi' sebagai satu diantara 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022. Event yang digelar setiap tahun di Tugu Khatulistiwa ini terpilih dalam KEN yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, masuknya event Pesona Kulminasi dalam 110 event se-Indonesia merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Pontianak. Apalagi peringatan kulminasi matahari yang digelar dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret dan September, merupakan agenda event pariwisata yang sudah ada sejak lama di Kota Pontianak.
"Semoga dengan masuknya event 'Pesona Kulminasi' dalam 110 KEN ini menjadi penyemangat bagi kita untuk lebih baik lagi, baik dalam pengemasan event itu sendiri maupun fasilitas di Tugu Khatulistiwa sebagai lokasi penyelenggaraanya," ujarnya, Rabu (2/3/2022).
Edi berharap Tugu Khatulistiwa dengan fenomena alamnya ini tetap menjadi hal yang luar biasa, tidak hanya bagi Kota Pontianak saja tetapi juga Indonesia. Dia yakin apabila kawasan ini dikelola dengan baik, maka Tugu Khatulistiwa menjadi daya pikat bagi wisatawan yang berkunjung.
"Sehingga Tugu Khatulistiwa menjadi bagian dari destinasi unggulan di Provinsi Kalimantan Barat," tuturnya.
Uniknya, lanjut dia, hanya Pontianak yang dilewati garis Khatulistiwa tepat di wilayah kota. Di daerah maupun belahan dunia lain, Garis Khatulistiwa tidak ada yang melewati persis di wilayah perkotaan.
"Konon katanya apabila kita berada tepat di garis khatulistiwa saat fenomena kulminasi matahari maka akan awet muda," kata Edi.
Kulminasi matahari merupakan fenomena alam menakjubkan di sekitar kawasan Tugu Khatulistiwa, dimana terjadinya titik kulminasi matahari tatkala matahari tepat berada di garis Khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga bayangan benda yang ada di sana tidak tampak karena berada persis di bawahnya. Peristiwa itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21 - 23 Maret dan 21 - 23 September. Fenomena alam itu dikemas dalam sebuah agenda event tahunan di Kota Pontianak. (prokopim)
Suhu Panas Memuncak, Waspada Karhutla
Wako Edi Kamtono Minta Camat dan Lurah Waspadai Karhutla
PONTIANAK - Kebakaran lahan di beberapa titik yang diakibatkan memuncaknya suhu panas di Kota Pontianak hingga di atas 30 derajat celcius harus diwaspadai oleh seluruh pihak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono tak ingin kebakaran lahan tersebut semakin meluas hingga mengakibatkan kabut asap dan mengganggu aktivitas warga.
"Saya perintahkan camat, lurah, RT dan RW terutama yang lingkungannya terdapat lahan gambut untuk waspada dan sigap bila terjadi kebakaran lahan di lingkungannya," ujarnya, Selasa (1/3/2022).
Apabila terjadi kebakaran lahan di lingkungan sekitarnya agar segera dipadamkan untuk mencegah meluasnya kobaran api. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk membuka lahan perumahan dengan cara membakar lahan. Pembakaran lahan baik yang disengaja atau tidak bisa berdampak luas dan tidak terkendali.
"Bagi warga yang memiliki lahan diharapkan untuk mengawasi lahannya karena terkadang mereka tidak menyadari lahannya terbakar," imbuh Edi.
Di beberapa wilayah di Kota Pontianak, sebagian masih ada lahan yang bergambut, diantaranya wilayah Pontianak Selatan dan Tenggara termasuk sebagian di Pontianak Utara. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui perangkat daerah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, camat dan lurah untuk melakukan monitoring dan piket siaga untuk berjaga-jaga jika terjadi kebakaran lahan dengan melibatkan masyarakat. Selain itu, sumber-sumber air yang ada juga harus dirawat untuk memudahkan saat memadamkan kebakaran lahan.
"Kalau cuaca panas terik seperti saat ini memang rentan terjadi karhutla," ucapnya mengingatkan. (prokopim)
Wali Kota Dukung KPKNL Fasilitasi UMKM Lewat Platform Lelang
Pelaku UMKM Bisa Daftarkan Diri di KPKNL Pontianak
PONTIANAK - Sebagai upaya membangkitkan semangat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak menyediakan ruang bagi mereka untuk menampilkan produk-produk UMKM di platform https://lelang.go.id. Pada website yang dikelola Direktorat Jenderal Kekayaan Negara itu, pelaku UMKM bisa memanfaatkan ruang tersebut untuk memasarkan produk-produknya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik program yang diinisiasi KPKNL sebagai upaya mendorong UMKM di Kota Pontianak lebih bergairah dan semangat di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini juga sebagai bentuk digitalisasi dalam memasarkan produk UMKM.
"Pandemi Covid-19 menjadikan kita semakin solid dan lebih inovatif agar UMKM naik kelas, setidaknya bisa bertahan," ujarnya usai menjadi narasumber podcast membahas langkah-langkah pemulihan ekonomi dengan mendukung UMKM di KPKNL Pontianak, Selasa (1/3/2022).
Edi menambahkan, saat ini kondisi UMKM di Kota Pontianak ada yang masih bertahan, ada yang kian berkembang, namun ada pula yang mengalami kemerosotan. Hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Kendati demikian, dia berharap para pelaku UMKM tetap semangat dalam menghadapi kondisi sekarang ini.
"Kondisi pandemi diharapkan menjadi penyemangat kita untuk terus berusaha dan berinovasi bagaimana supaya sektor UMKM tetap bertahan bahkan semakin berkembang," tuturnya.
Kepala KPKNL Pontianak, Mokhamad Arif Setyawantika menjelaskan, program yang digagas KPKNL tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi KPKNL dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait lelang. Program lelang secara nasional bagi UMKM tersebut rencananya akan dimulai tanggal 24 Maret 2022, sambil menunggu pemberitahuan dari pusat.
"Kami sangat bersyukur karena didukung langsung oleh Bapak Wali Kota Pontianak untuk menggerakkan UMKM di Kota Pontianak agar berperan aktif bersama-sama kita pasarkan lelang UMKM-nya," ungkapnya.
Ia menerangkan, untuk proses lelang dimulai dari pengguna jasa terutama pelaku UMKM mendaftarkan diri di KPKNL Pontianak untuk menjadi seller pada lelang UMKM, sehingga produk-produknya akan ditampilkan pada platform https://lelang.go.id. Dengan demikian produk-produk mereka bisa dilihat oleh siapapun di penjuru nusantara.
"Nah, ini akan menguntungkan bagi para pengusaha UMKM karena produknya bisa dilihat oleh seluruh masyarakat. Kami berharap dengan upaya ini kami bisa membantu para pelaku UMKM bisa survive dan tangguh di masa pandemi serta naik kelas," pungkasnya. (prokopim)