,
menampilkan: hasil
Usia 69 Tahun, Gunawan Diganjar Penghargaan Pendonor Tertua
Wako Edi Kamtono Apresiasi Pendonor
PONTIANAK - Meskipun usia hampir 70 tahun, tak menyurutkan semangat H Gunawan (69) untuk mendonorkan darahnya demi membantu mereka yang membutuhkan. Gunawan bergolongan darah O merupakan pendonor tertua dengan jumlah donasi 102 kali. Ia bercerita awal dirinya mulai berdonor tahun 1987. Tujuannya selain membantu mereka yang membutuhkan darah, juga agar tubuh tetap sehat.
"Sejak awal donor, saya jadi kecanduan mendonorkan darah saya secara rutin," ujarnya saat diundang Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak untuk menerima penghargaan sebagai pendonor dengan usia tertua pada kegiatan donor darah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-76, Sabtu (18/9/2021).
Awalnya dia berdonor empat bulan sekali atau setahun tiga kali. Sekarang meningkat menjadi tiga bulan sekali atau setahun empat kali. Dari sebelumnya jumlah darah yang didonorkan 250cc hingga 350cc.
"Sejak saya berdonor, saya tidak pernah merasakan sakit," ungkap warga Perumnas II Pontianak Barat ini.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Gunawan tak henti-hentinya mengajak warga sekitar untuk bersedia mendonorkan darahnya. Bahkan, untuk meyakinkan warga di lingkungannya bahwa donor darah membuat badan sehat, ia mencontohkan dirinya yang telah lama berdonor.
"Saya contohkan diri saya yang tetap sehat dan bugar meski sudah tua," katanya.
Selain Gunawan, PMI Kota Pontianak juga memberikan penghargaan kepada pendonor termuda berusia 18 tahun, Agis Virtanty dan pendonor terbanyak dengan jumlah 160 kali donor, Endi Nanong berusia 64 tahun.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga selaku Ketua PMI Kota Pontianak memberikan apresiasi kepada para pendonor tersebut yang telah dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan.
"Mereka ini patut menjadi contoh bagi masyarakat karena dengan sukarela mau mendonorkan darahnya bagi mereka yang membutuhkan," ucapnya.
Tak dipungkiri animo warga untuk mendonorkan darahnya cukup banyak, tidak hanya mereka yang tua, tetapi kaum remaja dan generasi muda juga sudah banyak menjadi pendonor tetap.
"Tentunya kita terus melakukan pendataan yang optimal untuk para warga yang rutin mendonorkan darahnya," tutur Edi.
Kebutuhan darah rerata perhari 160 kantong darah, tetapi ketersediaan rerata 80 kantong darah per hari. Untuk itu, dengan digelarnya kegiatan donor darah secara rutin dan masif ini diharapkannya membantu pemenuhan kebutuhan darah. PMI Kota
"PMI Kota Pontianak juga mempunyai aplikasi yang menampilkan stok darah yang tersedia," kata Edi yang sudah delapan kali berdonor. (prokopim)
Meski Sudah Divaksin, Edi Ingatkan Jangan Abai Prokes
Apresiasi MABBT Gelar Vaksinasi Massal
PONTIANAK - Vaksinasi terus gencar dilaksanakan, baik yang dilakukan setiap hari di puskesmas dan sentra-sentra vaksinasi maupun yang digelar secara massal oleh berbagai organisasi dan komunitas, TNI/Polri, swasta dan sebagainya. Seperti vaksinasi massal yang digelar Majelis Adat Budaya Batak Toba (MABBT) bekerjasama dengan Polda Kalbar di Gedung Sopo Godang HKBP Pontianak, Sabtu (18/9/2021).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang digelar MABBT sebagai bentuk kepedulian dalam menangani pandemi Covid-19. Langkah ini dinilainya secara tidak langsung telah membantu pemerintah melakukan penanganan pandemi Covid-19.
"Meskipun sudah divaksin, kita harus tetap waspada untuk menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari terutama saat berada di luar rumah," ujarnya.
Vaksinasi juga sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 selain menerapkan protokol kesehatan. Hingga hari ini jumlah warga yang sudah divaksin di Kota Pontianak sebanyak 49,2 persen dari 471 ribu jiwa usia 12 tahun ke atas yang menjadi target vaksinasi. Ia berharap akhir tahun 2021 target 80 persen warga yang divaksin bisa tercapai.
"Mudah-mudahan distribusi vaksin lancar sehingga capaian vaksinasi terus bertambah," ungkap Edi.
Ia meminta vaksinasi yang digelar MABBT ini dapat dikawal kembali agar masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk vaksin selanjutnya atau dosis kedua.
"Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini membantu Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya dalam menekan penyebaran Covid-19," pungkasnya. (prokopim)
PKK Pontianak Ikutsertakan Empat Kategori Lomba Tingkat Provinsi
Tim Provinsi Kalbar Nilai PHBS, LBS, Posko PKK KB-Kes dan Posyandu di Pontianak
Tim Provinsi Kalimantan Barat menilai empat kategori Lomba Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kesehatan (PKK-KKBPK-KES) tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 di Kota Pontianak, Jum'at (17/9/2021).
Empat kategori lomba itu adalah Lomba Pelaksana Terbaik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lomba Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) di Komplek Pondok Pangeran 1 dan 2 Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara, Lomba Pelaksana Terbaik Posko PKK KB Kesehatan di kampung KB Kapuas Ceria jalan Imam Bonjol Gang H. Mursid Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan dan Pelaksana Terbaik Posyandu di Posyandu Surya Sehat jalan Parit Haji Husin I Gang Alqadar Dalam Kelurahan Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara.
"Saya optimis Kota Pontianak akan meraih juara ke empat kegiatan yang dinilai," kata Yanieta Arbiastutie selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak.
Menurut Yanieta, Untuk menghadapi lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-KES tidak ada persiapan khusus yang dilakukan karena semua objek yang dinilai merupakan hasil dari aktivitas yang rutin dilaksanakan sehari-hari.
"Jadi bukan karena lomba namun sehari-hari memang demikian yang mereka lakukan, beberapa hari sebelumnya saya juga sudah melihat persiapan lomba, mereka semangat dan siap untuk dinilai" ujar Yanieta ketika memberikan sambutan.
Satu dari empat lokasi yang dinilai adalah Posyandu Surya Sehat yang berlokasi di jalan Parit Haji Husin I Gang Alqadar Dalam RT.05 RW.15 Kelurahan Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara.
Ketua Tim Penilai lomba Pelaksana Terbaik Posyandu, Rayna Anita mengatakan bahwa lomba posyandu untuk menilai input, proses dan output Posyandu.
"Kalau saya dibagian output, sejauh ini memang cukup baik hasilnya, keterampilan kader, kemampuan kader, keterlibatan OPD lain sudah cukup baik itu terlihat dari capaiannya saat ini, " terangnya.
Ia berharap, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tertarik dengan posyandu. Posyandu harus dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal seperti pemantauan pertumbuhan, perkembangan bukan hanya fokus pada pertumbuhan anak. (prokopim)
Edi Kamtono Jalan Kaki dari Rumah ke Kantor Lihat Kondisi Kota
PONTIANAK - Hampir setiap Jumat pagi, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyempatkan diri untuk berolahraga. Tanpa menggunakan sepeda, kali ini Edi berjalan kaki dari kediaman dinasnya Jalan Abdurrahman Saleh (BLKI) mulai pukul 05.40 WIB menuju ke Kantor Wali Kota. Rute yang ditempuh mulai dari kediaman dinas, Jalan Ahmad Yani, Teuku Umar, HOS Cokroaminoto, Jenderal Urip, Jenderal Sudirman dan berakhir di Kantor Wali Kota Jalan Rahadi Usman pukul 06.50 WIB. Menyusuri trotoar, sesekali ia melihat tanaman bunga yang ada di sepanjang trotoar. Petugas kebersihan yang tengah menyapu jalan disapa olehnya Dirinya juga sempat mampir melihat-lihat kondisi Taman Digulis dan Taman Catur. Saluran air juga tak luput dari pantauannya.
Edi menuturkan, aktivitas berjalan kaki dan lari-lari kecil ini dilakukannya dalam rangka Hari Olahraga Nasional sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada atlet-atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan berlaga di Papua.
"Semoga atlet-atlet kita yang akan bertanding pada PON XX di Papua bisa meraih prestasi yang diharapkan," ujarnya, Jumat (17/9/2021).
Jarak yang ditempuhnya sekitar 8,9 kilometer. Meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh, namun dia tidak merasakan kelelahan karena jalan kaki yang dilakukannya menyesuaikan dengan kemampuan fisiknya.
"Jika fisik kita fit, kita mungkin bisa berlari lebih kencang dan jika santai jalan kaki saja," katanya.
Sambil berjalan kaki, Edi juga melihat situasi jalan yang dilaluinya seperti trotoar, pohon-pohon, kebersihan kota dan aktivitas masyarakat.
"Ada hal-hal yang saya temukan misalnya kerusakan di trotoar, ada pohon yang harus kita tata ulang dan harus dibersihkan serta banyak lagi," ungkapnya.
Tak puas berjalan kaki dari kediaman dinas menuju kantor, ia lanjut berjalan kaki menyusuri waterfront dari Jalan Bardanadi hingga ke Pasar Tengah untuk melihat progres pembangunan waterfront.
"Sambil mencari ide dan ilustrasi penataan di Pasar Tengah," imbuhnya. (prokopim)