,
menampilkan: hasil
Buka MTQ XXX Pontianak Kota, Edi Harap Lahir Qori Qoriah Berprestasi
PONTIANAK - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX Tingkat Kecamatan Pontianak Kota resmi dimulai ditandai dengan ditabuhnya beduk secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Selasa (1/3/2022) di Pondok Pesantren Al-Adabiy Kecamatan Pontianak Kota.
Edi berharap, melalui MTQ XXX tingkat Kecamatan Pontianak Kota ini, lahir qori dan qoriah terbaik yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Ia menginginkan, peran MTQ mampu mengajak kaum pemuda lainnya untuk konsisten membaca Al-Quran.
“Tentunya ada target capaian dari LPTQ Kota Pontianak, harus bisa mendapat juara umum untuk tingkat provinsi nanti,” katanya.
Seiring dengan bertambahnya pondok pesantren dan tahfidz Al-Quran di Kota Pontianak, membuat banyak orang tua yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren. Hal ini dinilainya sebagai hal positif bagi Kota Pontianak.
“Ini sangat menggembirakan, sangat baik bagi masa depan, selain itu juga dibekali dengan ilmu pengetahuan yang tak boleh kita lupakan,” ujar Edi.
Dirinya mengimbau, baik kepada peserta, pengurus dan dewan hakim yang baru dilantik, untuk melaksanakan tanggung jawab masing-masing dengan optimal. Sehingga masyarakat Kota Pontianak yang didominasi muslim ini turut merasakan keberadaan MTQ.
“Kita berharap, tidak hanya penyelenggaraannya, namun yang penting adalah berkah dan rahmat dari Allah, SWT,” tutupnya. (kominfo)
Pranata Humas Pemkot Pontianak Berbagi Pengalaman dengan Mahasiswa Untan
PONTIANAK - Pejabat Fungsional Pranata Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Kresna Kusumanegara berbagi pengalaman kehumasan dengan para mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Untan dalam Kuliah Bareng Praktisi 2022 dengan tema Communication In Trend : Impactful Digital World di Aula Magister Fisip Untan, Selasa (1/3/2022) pagi. Kresna menceritakan bagaimana Prokopim di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dapat meraih banyak penghargaan nasional dan nama Kota Pontianak dikenal banyak orang.
Dalam strategis kehumasan, Prokopim Pontianak terus mengikuti perkembangan teknologi. Selain merangkul para jurnalis media massa, mereka juga fokus pada penyebarluasan informasi di media sosial. Salah satunya, lewat akun Instagram pemkot.pontianak yang kini telah memiliki 27,7 ribu pengikut.
"Kami terus mengembangkan kapasitas SDM yang ada untuk mengikuti perkembangan teknologi dan zaman. Saat ini, ruang digital memberi banyak kesempatan," kata Kresna.
Perkembangan teknologi, terutama internet memang memotong jarak dan waktu. Prokopim Pontianak pun terus berupaya menyesuaikan diri. Kresna mencontohkan, alat kerja yang dulunya menggunakan recorder, kini langsung dengan ponsel. Mereka bekerja dengan standar media online dalam pembuatan rilis. Termasuk dalam mengejar kecepatan.
"Minimal, satu jam setelah agenda, press release sudah dipublikasikan dan disebar ke jaringan yang kami miliki termasuk ke media," jelasnya.
Dalam pembuatan press release atau berita sebagai salah satu produk kehumasan, tidak hanya terpaku pada seremonial saja, tetapi dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat para pembaca. Selain ditayangkan pada platform atau website resmi milik Pemkot Pontianak, berita tersebut juga dikemas untuk media sosial (medsos).
"Kami ingin menjangkau berbagai segmen agar informasi tersebut tersebar ke berbagai lapisan masyarakat," ungkapnya.
Prokopim Pontianak juga terus menjalin komunikasi dan relasi di semua media. Bagi mereka, keterbukaan informasi menjadi hal yang harus dijunjung tinggi. Tak heran, jika Pemkot Pontianak sering mendapat penghargaan sebagai Kota Terpopuler di Media Online.
"Kami berharap apa yang disampaikan bisa menambah wawasan kawan-kawan mahasiswa, terutama dari Ilmu Komunikasi yang punya penjurusan di jurnalistik dan kehumasan," tutupnya. (prokopim)
Smart City Butuh Dukungan SDM yang Smart
Wako Edi Kamtono Jadi Narasumber FGD Wujudkan Kota Cerdas
PONTIANAK - Sebuah kota berkonsep smart city tidak semata hanya bagaimana mengembangkan dan mengimplementasikan menjadi kota cerdas. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut di era digital ini tidak hanya kota yang menjadi smart city, tetapi sumber daya manusianya (SDM) juga harus smart. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan sebuah kota yang membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya, konsep smart city yang ditunjang dengan teknologi informasi (IT) dan SDM.
"Demikian juga pelayanan publik terutama di skala kota karena kita menghadapi permasalahan yang sangat kompleks serta multidimensi dengan segala macam model," ujarnya saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema 'Strategi Pengembangan dan Implementasi Mewujudkan Kota Cerdas' yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak di Hotel Orchardz Gajah Mada, Kamis (24/2/2022).
Sebagaimana diketahui, Kota Pontianak termasuk satu diantara 100 kota smart city. Kota yang terpilih tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Kota Pontianak yakni Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan yang Cerdas dan Bermartabat. Untuk mewujudkan visi misi itu, dibutuhkan SDM yang berkualitas agar tercipta infrastruktur yang mumpuni serta meningkatkan pelayanan publik sehingga masyarakat sejahtera. Strategi yang dilakukan Kota Pontianak kaitan dengan smart city adalah mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien ditunjang IT serta mendukung aktivitas perekonomian.
"Kami juga menyusun master plan Pontianak Smart City yang memuat rencana-rencana program smart city dan dijabarkan berdasarkan enam dimensi smart city," tuturnya.
Enam dimensi smart city adalah Smart Government, Smart Economy, Smart Live, Smart Living, Smart People dan Smart Mobility. Penerapan smart city adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat atau birokrasi yang tidak atau belum mau berubah. Bagaimana mengubah pola pikir yang biasa saja menjadi pola pikir yang maju ke depan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menjadi tulang punggung dalam tata kelola pemerintahan.
"Ini menjadi tugas kita bersama dalam mewujudkan smart city di Kota Pontianak," ungkapnya. (prokopim)
Cetak Bibit Atlet Sejak Dini Lewat Kompetisi Tenis
Sarasehan Pengurus Pelti Kota Pontianak
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pengurus Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kota Pontianak melakukan pembibitan atlet sejak dini.
"Misalnya dengan rutin menggelar kompetisi tenis tingkat SD," ujarnya usai sarasehan Pengurus Pelti Kota Pontianak di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (23/2/2022).
Menurutnya, prestasi atlet tersebut harus dilakukan pembinaan dengan memfasilitasi mereka untuk mengembangkan hobinya. Apalagi di Kota Pontianak tidak sedikit lapangan tenis yang tersedia.
"Misalnya lapangan tenis yang dimiliki perkantoran harusnya bisa dikerjasamakan untuk digunakan latihan," ungkapnya.
Ketua Pelti kota Pontianak, Sarbini menambahkan, sebagai regenerasi klub tenis di Kota Pontianak, pihaknya akan menggandeng pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan mengundang guru olahraga mulai tingkat SD, SMP dan SMA untuk mencari bibit-bibit atlet tenis yang baru. Setelah itu, masing-masing klub akan diminta mengirimkan atlet untuk digalakkan dalam kompetisi antar klub sehingga nanti akan muncul bibit baru.
"Saat ini klub yang aktif dalam naungan Pelti Kota Pontianak ada 20 klub," sebutnya.
Pihaknya saat ini tengah fokus menggali bibit-bibit atlet yang baru untuk dilakukan pembinaan sehingga bisa memberikan kontribusi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar.
"Yang jelas kami di Pelti Kota Pontianak ini diminta atau tidak oleh stakeholder, baik itu Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak atau dari masyarakat, atribut dari ibu kota provinsi itu mau tidak mau kita harus nomor satu diantara kabupaten/kota khusus cabang olahraga tenis," paparnya.
Hal itu, kata dia, butuh strategi dari awal untuk mencari bibit baru untuk kemudian melatihnya. Namun diakuinya pelatih-pelatih yang ada memang belum bersertifikasi sehingga mereka diibaratkan hanya menularkan kebiasaannya bermain tenis.
"Untuk jangka menengah kita akan mendatangkan pelatih bersertifikat nasional untuk melatih pelatih-pelatih yang ada di klub tenis Kota Pontianak," tutupnya. (prokopim)