,
menampilkan: hasil
Bahasan Ajak Semua Pihak Komitmen Sukseskan Vaksinasi
Penggalangan Komitmen Lintas Sektoral Dalam Upaya Percepatan Vaksinasi
PONTIANAK - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak per tanggal 25 September 2021 sudah mencapai 52,54 persen dari sasaran 473.070 jiwa. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan, capaian vaksinasi didukung oleh pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta berjumlah 44 fasilitas kesehatan, ditambah dengan sentra vaksinasi yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pontianak serta serbuan-serbuan vaksin dari TNI dan Polri. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi harus tetap diiringi disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Saya imbau masyarakat untuk tetap mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," ujarnya saat membuka kegiatan penggalangan komitmen dengan lintas sektoral dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Hotel Orchardz Perdana, Kamis (30/9/2021).
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung tenaga kesehatan dalam melakukan upaya 3T, yakni tracing, testing dan treatment untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
"Maka dari itu kita harus berdisiplin menjaga diri dan bersama-sama merintis terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity," katanya.
Bahasan berharap lewat dukungan dan komitmen semua pihak dengan bekerjasama dalam rangka mensukseskan program vaksinasi untuk mengendalikan laju pandemi Covid-19.
"Untuk itu, saya berpesan, pastikan anda dan keluarga serta masyarakat sekitar anda sudah mendapatkan vaksinasi untuk melindungi diri dan memulihkan negeri," pungkasnya. (prokopim)
Kemenag Bangun MAN 4 di Pontianak Timur
Wako Edi Kamtono Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung MAN 4
PONTIANAK - Kota Pontianak bakal memiliki Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kecamatan Pontianak Timur. Rencana pembangunan MAN 4 berlokasi di Jalan Pemda Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan sekolah tersebut. Ia berharap kehadiran fasilitas pendidikan ini bisa menjangkau masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
"Sarana pendidikan ini untuk warga Kecamatan Pontianak Timur sehingga tidak perlu jauh-jauh lagi ke MAN 1 dan MAN 2," ujarnya usai peletakan batu pertama pembangunan MAN 4, Rabu (29/9/2021).
Pembangunan MAN 4 ini didanai melalui anggaran Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak. Dengan adanya MAN 4 ini, masyarakat tidak perlu lagi ke pusat kota untuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah serupa.
"Semakin dekat fasilitas pendidikan kepada masyarakat maka akan semakin baik," ucapnya.
Kepala Kemenag Provinsi Kalbar, Syahrul Yadi menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergisitas yang terjalin selama ini. Dirinya yakin kedepan jika soliditas ini ditingkatkan maka akan semakin baik.
"Saya berharap kepada yang dipercayakan untuk mengelola MAN 4 nantinya bisa serius dan sungguh-sungguh sehingga dapat menjadi contoh dan magnet bagi semua masyarakat," pungkasnya. (prokopim)
Paparkan Data Terkini Covid-19, Sidiq Sebut Pontianak Mestinya Level Dua
Tren Kasus Covid-19 di Pontianak Menurun
PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyebut, jika dilihat dari data-data terkini kondisi kasus Covid-19 di wilayah Kota Pontianak, sejatinya sudah seharusnya masuk dalam kategori PPKM level dua.
"Kalau berdasarkan pada beberapa indikator risiko atau penularan, sejatinya Pontianak sudah masuk dalam PPKM level dua dari jumlah penderita per minggu per seratus penduduk, itu kita sudah rendah levelnya," ujarnya, Rabu (29/9/2021).
Kemudian, lanjut Sidiq, rerata yang dirawat di rumah sakit juga sudah rendah, angka kematian juga sangat rendah. Positivity rate sudah di bawah lima persen, tracing sudah 5,2 rerata rasio, Bed Occupancy Ratio (BOR) sudah 12 persen. Dari data-data tersebut, PPKM di Kota Pontianak dikatakannya seharusnya masuk kategori level dua.
"Saat ini zona risiko wilayah di Kota Pontianak masih pada zona kuning atau PPKM level tiga. Nanti akan dievaluasi pada tanggal 4 Oktober 2021 mendatang," sebutnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan, target capaian vaksinasi di akhir Oktober diperkirakan bisa mencapai 70 persen. Saat kunjungan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin ke Puskesmas Gang Sehat, menurutnya Menkes juga menyatakan akan mensuplai stok vaksin untuk Kota Pontianak dan Kalbar. Saat ini capaian vaksinasi di Kota Pontianak sudah mencapai 53,42 persen.
"Kita mengajak warga untuk memanfaatkan ketersediaan vaksin ini agar mendaftarkan dirinya untuk divaksin," ucapnya.
Meski nanti sudah divaksin, dia berharap masyarakat tidak lengah dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.
"Kita berharap mudah-mudahan varian baru Covid-19 tidak masuk ke kota kita," ungkapnya.
Dirinya juga mengingatkan warga untuk patuh dengan protokol kesehatan, menjaga imunitas, vaksinasi dan menjalankan pola hidup sehat dalam keseharian.
"Olahraga juga menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan ditengah pandemi," pungkasnya. (prokopim)
Lirik Peluang Bisnis Lewat Kerajinan Sospeso Trasparente
Dekranasda Pontianak Latih Pelaku Kriya Teknik Sospeso Trasparente
PONTIANAK - Salah satu upaya Dekranasda Kota Pontianak dalam membantu
pelaku kriya untuk mengembangkan kreativitas adalah dengan mengadakan pelatihan kerajinan Teknik Sospeso Trasparente di Gedung UMKM Center Pontianak, Selasa (28/9/2021).
Sospeso Trasparente adalah seni karya (craft) yang diciptakan oleh Monica Allegri dari Italia. Seni ini mengolah bahan dasar kain, kertas, tissue bermotif menggunakan thermal film/plastik mika yang ditempel menggunakan lem kemudian dibentuk menjadi 3 dimensi.
Membuat kerajinan dengan teknik Sospeso Trasparente dibutuhkan ketekunan untuk menggunting desain yang diinginkan sehingga menarik kemudian diaplikasikan pada barang-barang kerajinan, seperti tas, toples, pigura hingga hiasan dinding.
Di Kota Pontianak sendiri, teknik ini belum dikenal begitu luas sehingga Dekranasda Kota Pontianak melihat ini sebagai suatu peluang bisnis yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku kriya.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menuturkan di era pandemi Covid-19, pelaku kriya harus bisa beradaptasi dan tidak putus asa dalam berinovasi dan mengembangkan kreativitas.
"Kita harus jeli melihat permintaan pasar, sekarang ini permintaan pasar cenderung pada home dekor, Silahkan pelaku kriya berkreativitas menghasilkan produk home decor," katanya.
Ia menilai, Teknik Sospeso Transparente dapat dikombinasikan dengan kearifan lokal yang ada di Kota Pontianak sehingga nanti akan melahirkan produk yang diminati masyarakat.
"Kita punya corak insang, nanti dikombinasikan dengan tas atau kriya yang berasal dari produk bahan alam seperti keladi air dan sebagainya," jelas dia.
Yutiknowati, pelatih Teknik Sospeso Trasparente mengatakan bahwa teknik Sospeso bisa dikombinasikan dengan semua media baik dari kain, kaca atau mika.
"Hasilnya tergantung dari kreativitas dan inovasi peserta, kalau kita jual produk biasa dengan harga 70 ribu dengan teknik Sospeso nilai jualnya bisa 300 ribu" katanya.
Dia berharap, usai pelatihan peserta tetap berkomunikasi sehingga saling mendukung, "Sebenarnya produk yang bagus itu kolaborasi antar pengrajin nggak bisa kita buat produk a sampai z, kita yang nganyam, kita buat tas, kita juga yang memasarkan, sesama pengrajin harus saling membantu" pungkasnya. (prokopim)