,
menampilkan: hasil
Malam Ini Festival Meriam Karbit Siap Digelar
180 Meriam Karbit Siap Menggelegar
PONTIANAK - Festival Meriam Karbit akan digelar Kamis (20/4/2023) malam. Seremonial peresmian festival bertempat di Jalan Tanjung Harapan Gang Muhajirin Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pelaksanaan Festival Meriam Karbit menjadi sebuah event yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Bahkan tidak sedikit warga dari luar Provinsi Kalbar yang datang berkunjung untuk menyaksikan permainan rakyat yang digelar setiap menyambut Hari Raya Idulfitri ini.
"Festival Meriam Karbit ini rencananya akan dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar dan Forkopimda Kota Pontianak, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Pontianak, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya," ujarnya.
Sebanyak 180 meriam karbit bakal menyemarakkan festival di sepanjang Sungai Kapuas. Antusias masyarakat yang menyaksikan Festival Meriam Karbit ini diperkirakan bakal membludak. Permainan tradisional terbuat dari kayu berukuran diameter antara 50 - 70 centimeter dan panjang kisaran 5 hingga 6 meter, menggunakan bahan bakar karbit ini menimbulkan bunyi yang menggelegar.
"Ada sensasi tersendiri ketika menyulut meriam karbit karena adrenalin kita terpacu," ungkapnya.
Edi menambahkan, digelarnya Festival Meriam Karbit ini sebagai upaya pelestarian budaya yang sudah mengakar lama di Kota Pontianak. Meriam karbit menjadi bagian kehidupan masyarakat terutama yang bermukim di tepian Sungai Kapuas. Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), meriam karbit memiliki nilai historis berdirinya Kota Pontianak. Potensi yang dimiliki Kota Pontianak selain Sungai Kapuas, juga diperkaya dengan budayanya seperti tradisi permainan meriam karbit ini.
"Kita ingin menggali lebih dalam budaya-budaya yang ada di Kota Pontianak sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung," sebutnya.
Ketua Forum Komunikasi Seni dan Budaya Meriam Karbit Kalbar Fajriudin Anshari menerangkan, terdapat 17 kelompok yang telah menyiapkan 97 meriam karbit di wilayah Kecamatan Pontianak Timur. Sedangkan wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan Tenggara ada 14 kelompok yang menyiapkan 83 meriam karbit.
"Total ada 180 meriam karbit yang mengikuti festival tahun ini," pungkasnya. (prokopim)
PHBI Siapkan Jalan Rahadi Usman Untuk Salat Id
Pelaksanaan Salat Id Menunggu Hasil Keputusan Pemerintah
PONTIANAK - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak telah mempersiapkan lapangan untuk pelaksanaan Salat Id berjamaah di Jalan Rahadi Usman atau depan Kantor Wali Kota Pontianak. Sejumlah petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk membersihkan lapangan. Setelah proses penyemprotan, dilanjutkan dengan pengecatan garis saf oleh pekerja.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, meski masih menunggu hasil keputusan sidang isbat, lapangan untuk pelaksanaan salat id tetap dipersiapkan.
"Salat Id masih menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah. Kita sudah mempersiapkan lapangan yang akan menjadi tempat pelaksanaan Salat Id di Jalan Rahadi Usman mulai hari ini dengan membersihkan lapangan dan mengecat garis saf," ujarnya, Kamis (20/4/2023).
Salat Id di lapangan depan Kantor Wali Kota memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Sebab sepanjang kawasan ini bisa menampung banyak jamaah yang ingin melaksanakan Salat Id di lapangan terbuka.
"Silakan masyarakat muslim di Kota Pontianak yang ingin melaksanakan Salat Id di lapangan bisa hadir di lokasi ini," imbuh Edi.
Salat Id mulai dilaksanakan tepat pukul 07.00 WIB. Agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar, para jamaah diharapkan hadir lebih awal untuk mengisi saf-saf yang masih kosong.
"Setidaknya pukul 06.00 WIB sudah berada di lapangan sambil kita melafazkan takbir," tuturnya.
Edi juga mengimbau jamaah Salat Id untuk tidak meninggalkan sampah di lapangan seperti kertas-kertas koran yang dijadikan alas untuk salat.
"Kita minta sampah-sampah kertas koran tersebut dibawa pulang oleh masing-masing jamaah sehingga tidak menimbulkan sampah di lapangan," tutupnya. (prokopim)
Pemkot Terima Bantuan 20 Bak Sampah Lewat Program CSR Indomaret
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima bantuan sebanyak 20 set bak sampah dari Indomaret. Penyerahan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) lewat Program Bantuan Indomaret Peduli Berbagi ini diterima Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (20/4/2023).
"Bak-bak sampah ini akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis terutama di taman-taman kota, sebagian di trotoar serta mengganti bak-bak sampah yang sudah rusak," ungkap Edi.
Keberadaan bak sampah ini diharapkan bisa membantu masyarakat sehingga tidak kesulitan ketika ingin membuang sampah. Dengan kesadaran membuang sampah pada tempatnya maka masyarakat ikut peduli menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita berharap masyarakat peduli untuk menjaga kota tetap bersih, indah dan asri," ujarnya.
Bantuan bak sampah ini terdiri dari tiga jenis bak, yakni bak sampah berwarna kuning untuk sampah non organik, warna hijau untuk sampah organik dan merah untuk sampah jenis B3. Bak sampah non organik terdiri dari sampah plastik, botol plastik, karet dan sejenisnya. Kemudian untuk sampah organik mencakup dedaunan, sisa sayur dan buah, sisa daging, nasi dan seterusnya. Sedangkan sampah B3 seperti pembalut sekali pakai, popok sekali pakai, elektronik meliputi kabel bekas, telepon genggam, serta benda tajam seperti silet, alat pencukur, dan sebagainya. Edi menilai dengan penyediaan tempat sampah dengan sistem pilah ini juga untuk mengedukasi masyarakat sehingga sampah yang sudah terpilah dari rumah, akan memudahkan untuk selanjutnya dikelola.
"Dengan demikian sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin berkurang sebagaimana target Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengurangi 30 persen sampah yang diangkut ke TPA Batu Layang di tahun 2023," ungkapnya.
Menurut Wali Kota Edi Kamtono, penyerahan bantuan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kewajiban perusahaan lewat program CSR. Program CSR tersebut bisa disalurkan untuk beberapa program seperti lingkungan yang berkaitan dengan bantuan bak sampah ini, kesehatan, sosial, infrastruktur dan lainnya.
"Kalau CSR ini dioptimalisasikan lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pembangunan, saya yakin kota akan semakin lebih maju dan tertata," pungkasnya. (prokopim)
DLH Siagakan Petugas Antisipasi Lonjakan Sampah di Hari Lebaran
Hari Lebaran, Warga Diimbau Buang Sampah di TPS Sebelum Pukul 03.00 WIB
PONTIANAK – Berkaca dari pengalaman lebaran tahun lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak akan bekerja ekstra keras untuk menangani sampah yang diperkirakan terjadi lonjakan pada Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah tahun ini. Untuk menghadapi membludaknya tumpukan sampah pada Hari Raya Idulfitri, DLH Kota Pontianak menyiagakan petugas yang akan melakukan pengangkutan sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono memperkirakan produksi sampah pada lebaran tahun ini bakal melonjak hingga mencapai 20 persen sampai 25 persen, bahkan mungkin hingga 30 persen. Sebagaimana Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 6 Tahun 2006 tentang jadwal pembuangan sampah di Kota Pontianak yang dipertegas dengan Perwa Nomor 01 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum, yang menyebutkan bahwa jadwal pembuangan sampah di Kota Pontianak mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Namun pada Hari Raya Idulfitri jumlah sampah meningkat dan membuat para petugas kebersihan kewalahan, sehingga tak jarang mereka terlambat dan tidak sempat melaksanakan Salat Id. Untuk itu, pihaknya membatasi jadwal pembuangan sampah hanya sampai pukul 03.00 WIB, mulai tanggal 21 hingga 23 April 2023.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat membuang sampah lebih awal karena pada lebaran tahun ini jadwal pembuangan sampah kami batasi hanya sampai pukul 03.00 WIB subuh,” ujarnya, Selasa (18/4/2023).
Ia menambahkan, pengaturan jadwal pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) lebih awal pada hari lebaran supaya pihaknya bisa memperkirakan jumlah sampah yang diangkut sehingga bisa selesai lebih awal dan para petugas kebersihan mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadah Salat Id berjamaah.
“Kita ingin tahun ini para petugas kebersihan bisa ikut melaksanakan Salat Id yang mungkin pada tahun-tahun sebelumnya tidak dapat mereka lakukan karena harus melaksanakan tugas dalam menjaga kebersihan kota,” ungkap Usmulyono.
Namun demikian, ia berharap masyarakat yang hendak membuang sampah tetapi melewati jadwal yang ditentukan , supaya menyimpan sampah tersebut di rumahnya masing-masing terlebih dahulu. Selanjutnya, sampah-sampah tersebut bisa dibuang pada hari berikutnya.
“Supaya tidak terjadi penumpukan sampah di TPS-TPS yang ada,” katanya.
Dari pantauan di lapangan, volume sampah yang ada di TPA Batu Layang masih belum terjadi penurunan, utamanya didominasi sampah rumah tangga. Untuk menangani volume sampah yang melonjak, pihaknya mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan dan mengangkut sampah hingga ke TPA Batu Layang. Para petugas itu tersebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak.
“Kita ingin Pontianak tetap terjaga kebersihannya dan sampah-sampah yang ada bisa tertangani dengan baik,” tukasnya.
Petugas yang dikerahkan terdiri dari 229 orang (sopir dan kru) armada angkutan sampah, petugas penyapuan 339 orang dan petugas penjaga TPS/TPA 80 orang.
"Mereka tersebar di 38 lokasi TPS dan mereka lembur jika terjadi lonjakan timbulan sampah mulai pada malam H-1 sampai dengan H+1 lebaran," pungkasnya. (prokopim)