,
menampilkan: hasil
Wali Kota : Jangan Ada Lagi Anak yang Tidak Bersekolah
PPDB Online Masih Seperti Tahun Lalu
PONTIANAK - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SD dan SMP Tahun Pelajaran 2022/2023 di Kota Pontianak tak lama lagi akan dimulai. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, PPDB tersebut tetap mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 yakni melalui jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua calon siswa.
"Pada prinsipnya di Kota Pontianak untuk sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP terpenuhi meskipun ada di beberapa wilayah seperti Pontianak Barat dan Pontianak Timur yang masih kurang," ujarnya, Rabu (22/6/2022).
Menurutnya, rerata setiap tahunnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyiapkan kuota sebanyak 11 ribu siswa yang tersebar di Kota Pontianak, baik tingkat SD maupun SMP. Sama seperti tahun sebelumnya, Edi bilang, PPDB tahun ini tidak banyak perubahan, yakni jalur zonasi, prestasi, afirmasi dan mutasi. Bagi warga yang tidak mampu, pihaknya juga menyiapkan beasiswa.
"Sehingga diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah," ungkapnya.
Ia tak menampik masyarakat umumnya lebih memilih sekolah negeri dibandingkan swasta. Namun dirinya menilai sekolah-sekolah swasta juga banyak yang berkualitas. Ditunjang lagi dengan keberadaan pondok pesantren yang ada. Edi secara tegas menyatakan bahwa anak-anak harus bersekolah.
"Tidak ada alasan untuk tidak sekolah karena tidak ada sekolah atau tidak punya biaya, itu menjadi tanggung jawab kita selaku pemerintah dalam melaksanakan wajib belajar 12 tahun," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, PPDB dilakukan secara online melalui website resmi yang disediakan pemerintah. Untuk PPDB Online tingkat SD dan SMP di Kota Pontianak, bisa diakses melalui https://pontianak.siap-ppdb.com. (prokopim)
MTQ Ajang Silaturahmi dan Tingkatkan Minat Baca Al Quran
Wako Edi Buka MTQ XXX Tingkat Kota Pontianak
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX Tingkat Kota Pontianak di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Senin (20/6/2022).
Dalam sambutannya, dia menyebut tujuan utama dilaksanakannya MTQ sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar umat muslim serta meningkatkan minat baca Al Quran kepada generasi muda.
“Kita berharap munculnya generasi qurani, cerdas, berkualitas namun tetap rendah hati. Mudah-Mudahan berjalan lancar dan manfaatkan teknologi untuk mempermudah dinamika lomba,” ungkapnya.
Edi kemudian meminta seluruh pihak, baik panitia, pengurus, dewan hakim dan peserta untuk mempersembahkan kualitas terbaik. Hal itu dilakukan sebagai persiapan perwakilan kafilah Kota Pontianak pada Tingkat Provinsi Kalbar mendatang.
“Dari hasil evaluasi, nilai kita rata-rata sudah sampai 95. Semoga bisa menjadi juara umum,” harapnya.
Selain dibaca, ia juga mengajak peserta untuk turut memahami kandungan yang ada di dalam Al Quran serta Hadits dengan seksama. Dia menilai cita-cita Indonesia Emas di tahun-tahun mendatang dapat tercapai apabila anak muda mampu mengambil teladan dari Al Quran dan Hadits.
“Karena keduanya sebagai pedoman kita untuk meningkatkan kualitas hidup,” imbuhnya.
Ketua Panitia MTQ XXX Kota Pontianak, Yaya Maulidia menjelaskan, total sebanyak 234 peserta yang diikuti kontingen seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Dia menuturkan, dari jumlah tersebut terbagi menjadi 120 peserta putri dan 114 peserta putra.
“Semua kecamatan mengirimkan perwakilannya pada setiap cabang lomba. Dan ada sepuluh cabang lomba,” terang Yaya.
Ada hal menarik yang terjadi pada gelaran MTQ XXX Tingkat Kota Pontianak kali ini. Yaya menyebut, untuk kategori hifdzil quran 30 juz juga diikuti peserta putri.
“Tahun sebelumnya belum ada. Untuk 20 juz juga diikuti peserta putri,” sambungnya.
Untuk kategori khat quran, meski Kota Pontianak belum pernah mendapat porsi prestasi yang banyak, Yaya mengatakan kontingen Kota Pontianak akan tetap mengirim peserta khusus kategori khat quran.
“Kita tetap kirimkan. Yang lain, tartil anak, tartil usia emas, tilawah, fahmil dan syahril itu juga sudah siap. Semoga menjadi juara,” lanjutnya.
Perhelatan MTQ akan dilaksanakan dari tanggal 20 - 24 Juni 2022. Yaya menyebut, lokasi lomba akan dipusatkan di tiga titik, yaitu Gedung PCC, Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota dan Masjid Al-Khalifah Komplek Kantor Wali Kota.
“Ada juga Aula Rohana Muthalib. Pertimbangan kita menentukan tempat itu lokasinya representatif” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan, DJPb Kerjasama dengan Pemkot
Teken Kesepakatan MoU
PONTIANAK - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Kesepakatan kerjasama peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini dituangkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Kepala Kanwil (Kakanwil) DJPb Provinsi Kalbar Imik Eko Putro bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kanwil DJPb Provinsi Kalbar, Senin (13/6/2022).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, MoU ini sebagai langkah awal dalam rangka percepatan arus informasi serta dana tranafer ke daerah yang bersumber dari APBN sehingga perekonomian bergerak cepat.
"DJPb ini kan perwakilan pemerintah pusat dalam mengtransfer dana APBN seperti DAU, DAK ke daerah-daerah termasuk Pemkot Pontianak," tuturnya.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pontianak cukup tinggi. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari komunikasi bersama perbankan, pelaku usaha mikro dan Pemkot Pontianak, bagaimana mereka diberikan kepercayaan dalam mendapatkan modal usaha sehingga memberikan kemudahan dalam bantuan KUR.
"Kita juga melakukan pendampingan kepada usaha mikro untuk mendapatkan KUR," sebutnya.
Kakanwil DJPb Provinsi Kalbar Imik Eko Putro menjelaskan, kesepakatan kerjasama ini merupakan sebuah program yang digagas pihaknya dengan seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Kota Pontianak. Tujuannya agar pelaksanaan anggaran dipercepat serta semakin berkualitas sehingga berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Harapannya setelah MoU kita bisa berbagi kebijakan yang bisa kita lakukan berdasarkan kajian dan lebih meningkat bagi Kota Pontianak," ujarnya.
Selain itu, dalam kerjasama ini juga dilakukan pertukaran data untuk melihat tren pertumbuhan ekonomi. Dari gambaran kondisi tersebut, maka selanjutnya dicari solusi yang terbaik dengan formulasi yang cocok untuk diimplementasikan di Kota Pontianak. Apalagi Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar menjadi pusat kegiatan ekonomi. Pontianak memiliki keunikan dengan potensi yang banyak karena konektivitasnya terhadap kabupaten/kota.
"Kita kerja tidak hanya lingkup diri kita sendiri akan tetapi untuk manfaat yang lebih luas bagi Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar," kata Imik.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan MoU yang telah ditandatangani ini, pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan Kanwil DJPb Provinsi Kalbar dan Pemkot Pontianak untuk mendiskusikan pertukaran data, berbagai kebijakan, termasuk diskusi yang bisa dibangun kedua belah pihak.
"Selain efektif juga optimalisasi misalnya percepatan. Kita melihat dari sisi APBD Kota Pontianak tren pendapatannya bagus," pungkasnya. (prokopim)
Menjelang Idul Adha, Wali Kota Pastikan Sapi Terpapar PMK Diantisipasi
Wako Edi: Stok Sapi dan Kambing Terpenuhi
PONTIANAK - Kebutuhan daging sapi Menjelang Hari Raya Idul Adha meningkat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan kondisi sapi di Kota Pontianak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah dapat diantisipasi.
“Sebenarnya sudah diantisipasi, yang penting kiriman sapi dari luar dapat dikontrol. Mudah-Mudahan dalam waktu dekat ketersediaan daging sapi dan kambing terpenuhi,” katanya, Senin (13/6/2022).
Edi menjelaskan, hingga hari ini, setiap sapi di Kota Pontianak terus dilakukan penyembuhan. Tindakan itu berdasarkan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi dan ahli hewan.
“Kita bisa proteksi dari luar,” ujar dia.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menambahkan, perlunya karantina kiriman sapi dari Jawa. Dia menyebut, pihaknya melalui Komisi II akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Semoga dinas terkait segera diantisipasi. Apalagi menjelang Idul Adha. Libatkan dokter hewan juga,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)