,
menampilkan: hasil
Edi Kamtono: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Jawaban Walikota Pontianak atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pontianak
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2021. Hal itu sekaligus menjadi WTP yang ke-11 secara berturut yang diterima Pemkot Pontianak.
“Dan berupaya mempertahankan opini WTP di tahun-tahun mendatang,” katanya di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Pontianak, Senin (13/6/2022).
Menyoal realisasi anggaran yang belum tercapai, Edi menilai hal demikian terjadi karena dampak pemulihan ekonomi usai pandemi. Dia optimis target realisasi anggaran akan tercapai di tahun-tahun berikutnya.
“Di tahun 2021, kita anggap pandemi telah usai. Ternyata masih berlanjut. Tentunya ini jadi catatan kita untuk evaluasi lebih ketat,” lanjutnya.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyatakan, pihaknya senantiasa mendorong Pemkot Pontianak dalam setiap program, terutama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nilainya memang turun, tapi nanti akan kita cari tau kenapa, dan berikan solusinya,” tutupnya. (kominfo)
Edi Kamtono Sebut Pontianak Punya Potensi Cetak Pebasket Unggul
Tournament Vois Basketball Club VI Mulai Digelar
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dan mendukung Tournament Vois Basketball Club VI yang digelar di Lapangan Basket Perbasi, Minggu (12/6/2022). Sebanyak 40 tim basket siap berlaga dalam turnamen basket yang digelar Vois Basketball Club.
Edi berharap lewat kejuaraan ini akan muncul bibit-bibit pebasket unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Mudah-mudahan olahraga basket Kota Pontianak bisa unjuk gigi di tingkat nasional seperti Liga Basket Nasional," ujarnya.
Ia berpesan selama kejuaraan berlangsung, para peserta bisa menjaga sportivitas sehingga berjalan sukses dan lancar. Dirinya mengimbau para peserta atau tim yang mengikuti turnamen basket ini agar tidak mencederai rasa kebersamaan dan persaudaraan dengan pertikaian di lapangan.
"Jangan hanya semata-mata mengejar kemenangan, mari junjung tinggi sportivitas dalam pertandingan basket ini," pesan Edi.
Menurutnya, peluang dan potensi pebasket di Pontianak cukup besar. Potensi ini harus bisa dimanfaatkan untuk mencetak bibit-bibit atlet basket yang bisa mengharumkan nama Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan memperbanyak pembangunan sarana olahraga sebagaimana kota ini digaungkan sebagai Sport City. Sarana itu ada yang formal maupun bersifat non formal, seperti yang ada di taman-taman ruang terbuka hijau. Taman-taman itu harus memiliki sarana olahraga untuk anak-anak muda melakukan aktivitas olahraga setiap hari.
"Mudah-mudahan kita semua sehat dengan adanya sarana olahraga di taman-taman," tutupnya. (prokopim)
Festival Waisak, Wako Edi : Perbedaan Memperkaya Keberagaman
PONTIANAK - Perbedaan bukan menjadi penghalang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan itu justru memperkaya keberagaman yang ada di Indonesia. Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri Festival Waisak 2022 yang digelar Keluarga Besar Buddhis Universitas Tanjungpura (Untan) di Rumah Radakng, Minggu (12/6/2022).
"Berbeda ini bukan berarti kita untuk bermusuhan, namun kita harus saling menghormati dan bisa saling mengenal serta menyayangi sebagai sesama umat manusia," pesannya.
Untuk mewujudkannya, lanjut Edi, dibutuhkan kesabaran, ketenangan hati dan saling pengertian atas perbedaan yang diciptakan oleh Tuhan. Oleh sebab itu, momentum Tri Suci Waisak ini, hendaknya menjadi semangat untuk memperkokoh dan memaknai arti kehidupan dalam keseharian.
"Mahasiswa sebagai generasi penerus harus berupaya agar bisa mempertahankan kesatuan bangsa seutuh-utuhnya sehingga kita menjadi bangsa yang besar," ujarnya.
Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari masyarakat yang sangat heterogen. Berbagai suku bangsa dan agama ada di Kota Pontianak, termasuk salah satunya agama Budha. Oleh sebab itu, tentunya kehidupan warga Kota Pontianak ini diwarnai dengan pemeluk agama Budha dalam kehidupan sehari-hari.
"Ajaran-ajaran Budha Siddhartha Gautama yang menyebarkan kebaikan tentu bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat,"
Dalam merawat kerukunan dan menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyediakan ruang-ruang publik seperti taman-taman sebagai tempat interaksi masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, kelompok, komunitas dan sebagainya.
"Ruang-ruang publik yang tersedia menjadi wadah masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan untuk berinteraksi dan saling mengenal satu sama lain," ungkap Edi.
Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Kota Pontianak juga tidak luput dari perhatian pihaknya. Upaya itu di antaranya dengan memberikan ruang beberapa sektor misalnya pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Apabila hal tersebut bisa dicapai dengan target optimal maka akan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sekarang sudah berada pada angka 79,93. Bahkan nilai IPM itu diharapkan bisa didongkrak di atas 80. Pertumbuhan ekonomi juga mulai menunjukkan perkembangan dengan angka 4,6 persen.
"Hasil ini menunjukkan hal yang baik untuk kemajuan Kota Pontianak karena sebagai tolok ukur, pemerintah daerah terus berkolaborasi untuk mensejahterakan rakyat," pungkasnya. (prokopim)
Edi Minta OPD Terkait Rutin Monitoring Pepohonan
Upaya Pemkot Merawat Pohon
PONTIANAK - Pohon menjadi bagian penting dalam kehidupan. Banyak kegunaan dan manfaat pohon, selain memproduksi oksigen, pohon juga menyerap karbondioksida serta gas-gas beracun lain. Pohon juga berfungsi untuk keindahan dan keasrian lingkungan sehingga membuat siapapun merasa nyaman. Oleh sebab itu, mengingat fungsi pohon yang sangat vital bagi makhluk hidup dan lingkungan, maka menjaga dan merawat pohon merupakan upaya yang penting untuk keberlangsungan kehidupan di bumi ini,
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkewajiban memelihara dan merawat pohon-pohon tersebut. Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, para camat dan lurah supaya rutin memonitor di lapangan terhadap pepohonan yang ada. Ada beberapa kategori pohon, yakni pohon yang baru ditanam, sedang tumbuh, sudah tinggi, pohon mati dan pohon dalam kondisi rawan. Monitoring pepohonan menjadi tugas rutin dinas terkait. Informasi dari masyarakat terkait kondisi pohon-pohon yang ada juga tak kalah pentingnya.
"Misalnya ada pohon tinggi, masyarakat khawatir dan meminta untuk dipangkas. Lalu akan dilakukan pengecekan di lapangan dan diambil tindakan selanjutnya," ujarnya saat meninjau kondisi pepohonan di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (11/6/2022).
Dia menambahkan, dalam menjaga pohon agar tetap tumbuh dengan optimal, maka harus dilakukan perawatan dengan rutin disiram dan bila perlu diberi pupuk. Dalam menanam pohon, lanjutnya, jangan berpikir hasilnya, tetapi bagaimana pohon itu bisa tumbuh bagus dan subur. Edi yakin hampir semua orang setuju dengan banyaknya pepohonan. Memang diakuinya masih ada titik-titik lokasi di kota ini yang belum ditanami pohon. Untuk itu pihaknya terus berupaya memperbanyak pepohonan di penjuru Kota Pontianak.
"Dari 100 orang yang ditanya dengan adanya pohon-pohon, dipastikan 90 persen di antaranya menyatakan lebih nyaman ada pohon, makanya setiap orang yang datang ke Pontianak mereka apresiasi karena banyaknya pepohonan," tukasnya.
Keberadaan pohon-pohon ini juga melengkapi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pontianak yang sekarang sudah mencapai 36 persen. Ketersediaan RTH juga menjadi syarat yang harus dipenuhi sebuah kota. Demikian pula RT dan RW memiliki minimal 30 persen RTH.
"Secara tidak langsung akan mendongkrak Indeks Kebahagiaan warga kota dan menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Layak Huni," jelas Edi. (prokopim)