,
menampilkan: hasil
MTQ Ajang Pencarian Qori Qoriah Terbaik
Pembukaan MTQ XXXII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan
PONTIANAK - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan masih bergulir. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian membuka MTQ XXXII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan di Aula Kantor Camat Pontianak Selatan, Senin (4/3/2024). Kegiatan MTQ ini digelar sebagai upaya untuk menysiarkan Al Quran sekaligus mencari bibit-bibit unggul qori qoriah terbaik.
“Saya mengucapkan selamat berkompetisi mengikuti MTQ XXXII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, semoga dapat menjadi juara sampai ke tingkat Kota Pontianak bahkan tingkat nasional,” ujarnya.
Ani berharap pelaksanaan MTQ ini berjalan lancar mulai dari pembukaan hingga pada penutupan nanti. Untuk itu ia mengajak para qori dan qoriah untuk menjunjung tinggi sportivitas.
“Mudah-mudahan ada peserta MTQ dari Pontianak Selatan yang akan mewakili Kota Pontianak untuk tampil di tingkat provinsi bahkan nasional hingga internasional,” sebutnya.
Menurutnya, melalui ajang MTQ ini, para peserta maupun yang hadir untuk menyaksikan perlombaan, akan lebih sering berinteraksi dengan Al Quran sehingga syafaat dan keberkahan akan menghampiri kehidupan semua di dunia dan akhirat. Al Quran juga mengajarkan umat Islam untuk dekat dengan sesama, peduli terhadap penderitaan orang lain.
“Ketika umat Islam mampu memahami dan mengamalkan ajaran yang mulia, maka secara otomatis umat Islam dapat menjadi umat yang rahmatan lil alamin,” kata Ani Sofian.
Dia menambahkan bahwa Al Quran tidak akan bermakna jika yang mengaku beriman kepada Al Quran namun tidak mau belajar mengkaji, memahami dan mengamalkan isi kandungannya. Sebab satu huruf bacaan Al Quran berpahala satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat kebaikan.
“Bahkan tidak hanya bagi pembacanya namun juga bagi yang mendengarkannya,” tutupnya. (prokopim)
Pelatihan MUA Ciptakan Peluang Usaha Baru
50 Peserta Ikut Pelatihan Tata Rias Wajah
PONTIANAK - Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan tata rias wajah atau Make Up Artist (MUA) di Hotel Borneo, Senin (4/3/2024). Pelatihan ini digelar oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyebut, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari usulan dalam Musrenbang tingkat kecamatan. Tujuan digelarnya pelatihan ini supaya peserta mempunyai keahlian dalam tata rias wajah.
“Apabila sudah mahir dan mulai menggeluti profesi MUA, pesan saya supaya adik-adik memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya,” ujarnya.
Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, lanjut Ani, para peserta nantinya juga harus mampu mengembangkan diri, dengan menggali potensi yang ada melalui berbagai cara sehingga skill yang dimiliki semakin meningkat.
“Tidak hanya berhenti sampai di pelatihan ini, terus kembangkan dan gali kemampuan yang ada, apalagi dengan adanya teknologi sekarang ini, informasi bisa diakses secara leluasa. Adik-adik bisa menambah skillnya dengan belajar dari youtube atau media sosial lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan kepada peserta ini sebagai bekal atau teknik dasar dalam menggeluti profesi MUA, sedangkan pengembangannya bisa dilakukan masing-masing. Dirinya berharap melalui pelatihan ini para peserta yang terdiri dari generasi muda mendapat bekal keterampilan merias wajah sehingga bisa menjadi penghasilan bagi mereka.
“Saya berharap ada pelatihan-pelatihan serupa sehingga terbuka peluang usaha baru bagi masyarakat dalam meningkatkan pendapatannya,” tutur Ani.
Kepada para peserta, dia berpesan agar mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh dan tekun dengan memperhatikan apa yang disampaikan oleh instruktur atau pemateri. Keseriusan selama mengikuti pelatihan ini diharapkan ilmu yang diperoleh peserta bisa diaplikasikan saat menggeluti profesi MUA.
“Selama mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan aktif bertanya untuk meningkatkan kemampuannya dalam teknik tata rias wajah,” pungkasnya. (prokopim)
Pengelolaan Sampah Berdampak Bagi Lingkungan dan Perekonomian
Puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Menurutnya, pemilahan sampah dan pengolahan yang baik dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan serta perekonomian masyarakat.
“Selama ini pandangan sebagian orang terhadap sampah adalah sesuatu yang tidak punya potensi. Padahal banyak sekali pelaku yang menggeluti usaha pengelolaan sampah yang telah menghasilkan pendapatan,” katanya saat membuka Puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Minggu (3/3/2024).
Ani mengatakan, Kota Pontianak sudah banyak memiliki bank sampah sebagai tempat pengolahan sampah. Satu di antaranya adalah TPST Edelweis Jalan Purnama Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan. Di sana, sampah-sampah sudah terpilah untuk selanjutnya didaur ulang.
“Salah satunya menjadi sumber energi atau biogas,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan, pemanfaatan biogas dari pengelolaan sampah akan semakin meluas. Namun tentunya harus didukung komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Melalui upaya bersama, diharapkan sampah dapat menjadi sumber daya yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan dan ekonomi lokal.
“Seperti di Pulau Jawa, hampir seluruh sampah dijadikan komoditas untuk didaur ulang menjadi produk-produk bernilai tinggi yang memiliki pasar luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Ani.
Selain itu, Ani Sofian juga menjelaskan bahwa Pemkot Pontianak terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik. Program-program insentifitas juga diterapkan untuk mendorong masyarakat agar aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah.
“Sehingga Kota Pontianak dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Dari aspek kebijakan, lanjutnya lagi, memang di Kota Pontianak ini terkait dengan pengelolaan sampah, sudah ada Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 6 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.
“Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Pontianak dalam mewujudkan kota yang ramah lingkungan dan sejahtera bagi seluruh warganya,” pungkasnya. (prokopim)
Pasar Murah Ringankan Warga Pontianak Barat
Operasi Pasar Empat Kelurahan di Pontianak Barat
PONTIANAK - Operasi pasar atau pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyasar Kecamatan Pontianak Barat. Pasar murah digelar di empat kelurahan yakni Kelurahan Pal Lima, Sungai Beliung, Sungai Jawi Dalam dan Sungai Jawi Luar. Paket sembako yang terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir dan minyak goreng 1 liter dijual dengan harga Rp60 ribu per paket.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, Pemkot Pontianak menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa, Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak (Bank Pasar) dan Bank Kalbar, melalui subsidi dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) menggelar operasi pasar di enam kecamatan yang menyebar di setiap kelurahan. Pasar murah ini digelar dalam rangka menjelang puasa Ramadan yang tidak lama lagi, selain mengatasi kelangkaan beras yang dialami secara nasional termasuk juga di Kota Pontianak.
“Sebenarnya harga riil per paket Rp91 ribu, namun dengan adanya subsidi CSR dari BUMD, harganya menjadi Rp60 ribu per paket,” ujarnya saat meninjau pasar murah di Kantor Lurah Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat, Minggu (3/3/2024).
Ia menambahkan bahwa setiap kecamatan ada seribu paket sembako yang didistribusikan di kelurahan-kelurahan dan dijual pada operasi pasar ini. Paket sembako yang dijual di bawah harga pasaran ini merupakan subsidi dari CSR BUMD-BUMD tersebut.
“Jenis beras yang dijual adalah beras Bulog yang dibeli dengan dana CSR BUMD tersebut untuk pasar murah ini,” jelasnya.
Sasaran pasar murah ini diperuntukkan bagi warga yang berpenghasilan rendah sehingga dengan adanya intervensi dari Pemkot Pontianak ini, warga bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
“Selain itu harapan kita yaitu inflasi di Kota Pontianak bisa turun,” kata Ani.
Camat Pontianak Barat, Ibrahim menuturkan, di wilayahnya, ada empat kelurahan yang menjadi sasaran operasi pasar. Keempat kelurahan itu adalah Kelurahan Pal Lima, Sungai Beliung, Sungai Jawi Dalam dan Sungai Jawi Luar. Sebelumnya, warga sudah diinformasikan terkait adanya pasar murah di kelurahan-kelurahan yang ada di Pontianak Barat.
“Semoga dengan adanya pasar murah ini warga merasa terbantu terutama yang berpenghasilan rendah,” tutupnya. (prokopim)