,
menampilkan: hasil
Efisiensi Anggaran untuk Program Prioritas yang Lebih Menyentuh Masyarakat
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, upaya tersebut dalam rangka untuk memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak berdampak terhadap pelayanan publik.
Alokasi anggaran daerah di Kota Pontianak diproyeksikan sebesar Rp600 miliar, dengan tambahan bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp1,2 triliun. Namun, kebijakan efisiensi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat berpotensi mengurangi jumlah bantuan tersebut. Menanggapi hal ini, Edi menyatakan bahwa efisiensi anggaran bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk merealokasikan dana ke program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
"Kita alihkan anggaran dari kegiatan yang kurang prioritas, seperti perjalanan dinas atau Focus Group Discussion (FGD) yang tidak memberikan dampak signifikan, ke program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Misalnya, bidang sosial, ekonomi, kesehatan dan pembangunan infrastruktur," sebutnya, Rabu (5/3/2025).
Ia mencontohkan bahwa anggaran perjalanan dinas yang semula dianggarkan sebesar Rp40 miliar dapat dikurangi hingga 50 persen. Sisa anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Efisiensi ini dilakukan untuk menghindari pemborosan. Kita harus fokus pada manfaatnya bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah," tambahnya.
Selain itu, Edi juga membahas isu pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sempat menjadi perbincangan hangat. Ia berpendapat, beberapa dana memang tidak dipotong tetapi ditunda pencairannya oleh pemerintah pusat.
"Itu adalah kewenangan pusat, kita hanya bisa menyesuaikan dengan kebijakan yang ada," jelasnya.
Terkait aturan ASN yang bekerja tiga hari di kantor dan dua hari secara fleksibel, Edi menyatakan bahwa Pemkot Pontianak hingga saat ini belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat.
"Kalau ada bahasa di media tentang aturan baru, kita tunggu surat resminya dulu. Saat ini belum ada arahan formal," tegasnya.
Di sisi lain, Edi juga menyoroti pentingnya penghematan energi di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengimbau agar setiap pegawai lebih disiplin dalam menggunakan listrik, seperti memastikan lampu dan perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan.
"Sejak dulu, kita sudah mengajak OPD untuk hemat energi. Banyak hal kecil yang bisa dilakukan, seperti mematikan lampu ruangan sebelum pulang kantor," katanya.
Edi menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, kebijakan ini bertujuan untuk memprioritaskan penggunaan anggaran pada program-program yang benar-benar dibutuhkan dan memiliki dampak nyata.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Pontianak," tutupnya. (prokopim)
Safari Ramadan, Amirullah Sampaikan Program Strategis untuk Kesejahteraan Warga
Safari Ramadan di Masjid Al Muhtadin Untan
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program strategis yang menyasar berbagai aspek kehidupan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah saat Safari Ramadan di Masjid Al Muhtadin Untan sebelum melaksanakan Salat Tarawih, Selasa (4/3/2025) malam.
Amirullah menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai salah satu prioritas utama. Ia bilang inflasi dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok kurang mampu.
“Inflasi adalah kenaikan harga barang. Misalnya, jika harga bahan pokok naik dari Rp1.500 menjadi Rp2.000, maka inflasinya 20 persen. Oleh karena itu, kami akan menggelar operasi pasar murah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Operasi pasar murah akan digelar di seluruh kecamatan mulai Senin mendatang. Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok seperti gula, telur dan beras. Bahan kebutuhan pokok yang dijual di operasi pasar akan disubsidi sehingga lebih murah dibanding harga di pasaran
“Kami mengimbau masyarakat yang kurang mampu untuk memanfaatkan program ini. Sedangkan bagi yang mampu, mari kita bersama-sama mendukung mereka yang membutuhkan,” kata Amirullah.
Selain inflasi, masalah banjir dan genangan juga menjadi fokus utama Pemkot Pontianak. Amirullah menyebut bahwa penanganan banjir merupakan prioritas yang harus diselesaikan secara komprehensif. Program penanganan banjir ini mencakup pembersihan saluran air, pembangunan infrastruktur drainase baru, serta pemantauan rutin di titik-titik kritis.
“Banjir sering kali terjadi akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal. Kami akan melakukan penanganan di kawasan-kawasan rawan banjir,” jelasnya.
“Kami berharap langkah-langkah ini dapat mengurangi dampak banjir yang sering merugikan warga,” sebutnya.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada aspek spiritual masyarakat. Salah satunya adalah dengan memberikan insentif kepada guru ngaji dan petugas Fardhu Kifayah.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual,” kata Amirullah.
Insentif ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para guru ngaji dan fardhu kifayah yang telah berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman agama Islam di masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat memotivasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam memberikan pendidikan agama,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat, Pemkot juga akan meningkatkan insentif bagi RT dan RW. Ia menilai bahwa RT dan RW memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan membantu masyarakat.
“Kami berharap dengan peningkatan insentif ini, RT dan RW dapat lebih maksimal dalam melayani warga,” ucapnya.
Di bidang kesehatan, penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) juga menjadi perhatian Pemkot Pontianak. Menurut Amirullah, TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Kota Pontianak.
“Gejala TBC adalah batuk yang tak kunjung sembuh. Jika ada warga yang mengalami gejala seperti ini, segera bawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan,” imbaunya.
Pemerintah juga akan meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan di tingkat puskesmas untuk memastikan penanganan TBC dilakukan secara optimal.
“Kami berkomitmen untuk memberantas TBC dalam waktu dekat,” tegas Amirullah.
Ia berharap agar semua program yang diluncurkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semua program ini merupakan bagian dari visi dan misi untuk mewujudkan Kota Pontianak yang lebih sejahtera, aman dan nyaman bagi seluruh warga. Dengan berbagai program strategis ini, Pemkot Pontianak menunjukkan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dan mendukung program-program tersebut demi kemajuan bersama,” tutup Amirullah. (prokopim)
Sekda Amirullah Sebut Pontianak Capai Deflasi 0,11 persen
PONTIANAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menerangkan, angka inflasi tahun-ke-tahun Kota Pontianak berada di posisi -0,11 persen yang artinya telah menyentuh deflasi. Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, dalam satu tahun belakangan, terjadi penurunan harga pada tiga indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga; serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan.
“Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi di antaranya makanan, minuman dan tembakau, kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok kesehatan, transportasi, rekreasi, olahraga, budaya, pendidikan, penyedia makan minum restoran sampai perawatan pribadi jasa lainnya,” terang Sekda usai mengikuti rapat koordinasi inflasi pusat-daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui zoom meeting di Ruang Pontive Center, Selasa (4/3/2025).
Amirullah menambahkan, sejak awal tahun 2025, terdapat beberapa komoditas penyumbang inflasi seperti minyak goreng, cabai rawit, kopi bubuk, ikan tongkol dan emas perhiasan. Selanjutnya adalah tarif angkutan udara, ikan kembung hingga emas perhiasan.
“Kemudian ada juga komoditas yang menyumbang deflasi sejak awal tahun 2025 seperti tarif listrik, daging ayam ras, sawi hijau, bayam serta bahan bakar rumah tangga. Setelahnya ada tomat hingga ikan tenggiri,” paparnya.
Memasuki bulan puasa, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak senantiasa melakukan pengawasan stok dan harga pangan. Amirullah menyebut, di pekan depan rencananya pihaknya akan menggelar operasi pasar murah di enam titik kecamatan.
“Secara rutin kita selalu mengawasi harga dan stok pangan di lapangan dan selalu diikuti secara langsung oleh kepala daerah. Rencananya mulai hari Senin depan kita juga akan menggelar operasi pasar murah untuk memudahkan perekonomian warga di bulan puasa khususnya menjelang Idulfitri,” sebut Amirullah.
Sekda yang juga selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak mengimbau pedagang untuk menetapkan harga tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) khususnya beras, minyak goreng dan gula.
“Agar tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi untuk komoditas lainnya,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui harga bahan pokok real time di Kota Pontianak dapat mengunjungi aplikasi Jepin atau Jendela Integrasi Pontianak. Di sana memuat harga-harga komoditas lainnya. (kominfo)
Paparkan Visi-Misi, Wako Edi Komitmen Wujudkan Pontianak Maju dan Sejahtera
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara resmi menyampaikan visi dan misi pemerintahannya untuk periode 2025-2030 dalam Pidato Penyampaian Visi dan Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa (4/3/2025).
Edi menegaskan komitmen untuk menjadikan Pontianak sebagai kota yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, serta humanis.
“Visi kami adalah ‘Kota Pontianak Maju, Sejahtera, Berwawasan Lingkungan Yang Humanis’. Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk membangun Pontianak menjadi kota modern, ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, visi tersebut didukung oleh lima misi strategis yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi, pembangunan perkotaan berkelanjutan, perekonomian inklusif serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Kami ingin Pontianak tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya. Oleh karena itu, pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan dan penguatan karakter akan menjadi fokus utama,” tambahnya.
Selain visi dan misi, Wali Kota Edi Kamtono juga memaparkan sejumlah program prioritas yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah Program Cepat Terbaik atau Quick Win, yang mencakup penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Universal Health Coverage (UHC), pengendalian inflasi, penanganan genangan air melalui pengelolaan drainase, hingga peningkatan insentif operasional RT/RW.
“Program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Misalnya, UHC bertujuan memastikan seluruh warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan tanpa terkecuali. Sementara itu, penanganan genangan air menjadi prioritas karena ini adalah masalah yang sering dihadapi warga,” jelas dia.
Di samping itu, Pemerintah Kota Pontianak juga berencana meningkatkan sarana dan prasarana dasar seperti infrastruktur hijau, rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah, serta dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan Rumah Packaging.
“Kami juga akan fokus pada pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan sarana olahraga dan pariwisata. Semua ini dilakukan demi menciptakan Pontianak yang lebih dinamis, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Edi menyatakan, kesuksesan visi dan misi ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat. Sebab tanpa kolaborasi dan sinergisitas semua pihak, hak itu sulit untuk direalisasikan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama bergerak maju demi kemajuan Pontianak,” ajaknya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengajak seluruh warga Pontianak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kerja keras untuk bersama membangun Pontianak lebih maju lagi.
“Mari kita bersama-sama membangun Pontianak yang lebih baik, maju dan sejahtera,” tutupnya. (prokopim/kominfo)