,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Gelar Open House Lebaran Dua Hari
PONTIANAK – Dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, jajaran pejabat di Pemerintahan Kota Pontianak akan menggelar open house. Open house digelar selama dua hari lebaran di masing-masing kediaman dinas. Kediaman dinas Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah beralamat di Jalan Abdurrahman Saleh (BLKI), sedangkan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, beralamat di Jalan KS Tubun.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Tirta Arifin, menerangkan, kegiatan open house tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan pimpinan Pemerintah Kota Pontianak pada momen Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, pada Idulfitri hari pertama open house berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB. Sementara hari kedua lebaran mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.
“Jadwal Open house ini menyesuaikan keputusan pemerintah tentang penetapan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Tirta menambahkan, jadwal open house tersebut dilakukan agar masyarakat yang datang bersilaturahmi dapat terlayani dengan baik serta kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Hari Raya Idulfitri ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Melalui kegiatan open house ini, kami berharap hubungan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin erat,” pungkasnya. (prokopim)
Wali Kota Edi Ajak Kader HMI Sinergi Bangun Kota
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kota Pontianak. Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan HMI Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara kader dan alumni HMI yang kini berkiprah di berbagai bidang, baik di pemerintahan, birokrasi, maupun sektor profesional.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga merupakan alumni HMI menyampaikan rasa syukur dapat berkumpul bersama keluarga besar HMI di bulan suci Ramadan. Menurutnya, momen tersebut tidak sekadar menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan antar kader dan alumni HMI.
“Kita bersyukur bisa bersilaturahmi pada kesempatan ini. Mudah-mudahan Ramadan ini menjadi yang terbaik bagi kita, segala ibadah kita diterima dan kesalahan kita diampuni Allah,” ujarnya.
Edi menilai HMI memiliki peran penting dalam membentuk karakter para alumninya sehingga mampu berkiprah di tengah masyarakat. Nilai-nilai kaderisasi yang diperoleh selama berproses di HMI menjadi bekal dalam menjalankan berbagai peran di masyarakat.
“HMI ini yang membentuk karakter kita, bagaimana kita bisa berkiprah di masyarakat. Ajang silaturahmi ini harus bisa mempererat persaudaraan dan chemistry kita, walaupun kita berasal dari alumni mana pun dan dari daerah mana pun, kita memiliki chemistry yang sama,” katanya.
Ia juga menyinggung besarnya peran alumni HMI dalam kepemimpinan di Indonesia. Berdasarkan pengalamannya saat mengikuti kegiatan retret kepala daerah beberapa waktu lalu, Edi menyebut terdapat lebih dari seratus kepala daerah yang merupakan alumni HMI. Namun demikian, Edi mengingatkan bahwa mengelola pemerintahan daerah bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi sehingga diperlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para kader dan alumni HMI.
“Mengelola kota ini tidak semudah yang kita bayangkan. Maka diperlukan sinergi dan kolaborasi. Di era digital ini semuanya ingin cepat dan sangat transparan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi para kepala daerah saat ini, termasuk persoalan hukum yang menjerat sejumlah pejabat di berbagai daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya integritas dalam menjalankan amanah.
“Di bulan ini saja sudah empat atau lima kepala daerah yang terkena OTT dengan berbagai macam persoalan. Tantangannya cukup besar dengan berbagai problematika, sehingga perlu kolaborasi dan sinergi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Wilayah (MW) KAHMI Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi silaturahmi di lingkungan alumni HMI dan KAHMI di Kalimantan Barat.
“Hari ini kita kembali bersilaturahmi. Dari dulu kita berharap ada agenda buka puasa bersama seperti ini dan akhirnya bisa terlaksana hari ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pontianak yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut di rumah dinas wali kota.
“Terima kasih kepada Kanda Edi yang telah melaksanakan buka puasa bersama dalam rangka silaturahmi KAHMI di rumah dinas Wali Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Malam Lebaran, Warga Diimbau Buang Sampah Sebelum Pukul 03.00 Subuh
DLH Pontianak Siagakan 42 Armada Antisipasi Lonjakan Sampah Lebaran
PONTIANAK - Menjelang Hari Raya Idulfitri, volume sampah di Kota Pontianak diperkirakan akan meningkat hingga sekitar 20 persen. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono.
Ia menyebut, untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah tersebut, pihaknya akan menyiagakan petugas hingga malam lebaran.
Pada malam takbiran, ia mengimbau masyarakat untuk membuang sampah paling lambat hingga pukul 03.00 dini hari agar seluruh sampah dapat segera diangkut sebelum petugas melaksanakan salat Idulfitri.
“Dengan begitu kami pastikan tidak ada sampah yang tertinggal di jalan maupun di Tempat Penampungan Sementara,” jelasnya, Minggu (15/3/2026).
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak memiliki sebanyak 42 unit armada pengangkut sampah. Dengan adanya peningkatan volume sampah menjelang Lebaran, pihaknya juga menyiapkan tambahan kapasitas armada untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar upaya menjaga kebersihan Kota Pontianak dapat berjalan dengan baik,” ujar Syarif Usmulyono.
Selain menyiagakan armada pengangkut sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak juga mengerahkan seluruh petugas kebersihan untuk tetap bekerja secara maksimal selama momentum Lebaran. Para petugas dijadwalkan bekerja secara bergiliran agar pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan lancar, terutama di kawasan permukiman padat penduduk dan pusat aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan, peningkatan volume sampah umumnya dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, seperti kegiatan belanja kebutuhan rumah tangga, pembersihan rumah, hingga aktivitas memasak.
“Biasanya menjelang Lebaran terjadi peningkatan sampah rumah tangga, terutama dari sisa kemasan makanan, plastik, dan limbah dapur. Karena itu kami mengoptimalkan jadwal pengangkutan agar tidak terjadi penumpukan sampah,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya serta mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar pengelolaan sampah di Kota Pontianak dapat berjalan efektif.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit dan saluran air, karena dapat menyebabkan penyumbatan yang berpotensi menimbulkan genangan air ketika hujan turun.
“Menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Dengan kerja sama antara petugas dan masyarakat, kami berharap suasana Kota Pontianak tetap bersih dan nyaman selama perayaan Idulfitri,” pungkasnya. (*)
Senyum Para Penjaga Kota, Abdullah Senang Dapat Paket Lebaran
720 Petugas Kebersihan Terima Paket Sembako dan Uang Tali Asih
PONTIANAK – Abdullah (58), satu di antara 720 petugas kebersihan, mengungkapkan rasa bahagianya setelah menerima paket lebaran dan tali asih dari dunia usaha. Paket yang diterima berupa sembako serta uang tunai sebesar Rp200 ribu itu sangat membantu bagi keluarganya dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri.
Abdullah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan kota.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Terima kasih kepada Pemerintah Kota dan para donatur yang telah memperhatikan kami,” lirihnya usai menerima paket bantuan di halaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Sabtu (14/3/2026).
Pria yang telah bekerja sebagai petugas kebersihan selama sekitar tujuh tahun ini mengatakan, aktivitas kerjanya dimulai sejak dini hari. Ia biasanya sudah turun ke lapangan untuk membersihkan jalan pada pukul empat hingga lima pagi.
“Biasanya saya mulai bekerja sekitar pukul empat atau lima pagi untuk membersihkan jalan, terutama di tepi-tepi jalan,” ujarnya.
Meski demikian, Abdullah mengaku pekerjaan tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya saat arus lalu lintas sedang padat sehingga menyulitkan dirinya untuk menyapu jalan dengan leluasa.
“Kesulitannya kalau arus lalu lintas padat, jadi tidak begitu leluasa untuk menyapu jalan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Pontianak dan sejumlah pihak dari dunia usaha.
Menurutnya, bantuan berasal dari beberapa pihak di antaranya Bank Kalbar, Yayasan Kharitas Bakti, PT Wilmar serta Telkom Indonesia. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 720 petugas kebersihan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan fasilitas umum di Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu para petugas, terutama menjelang Idulfitri. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako serta uang tali asih yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran,” tuturnya.
Ia menilai peran berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut sangat besar dalam mendukung kebersihan kota.
“Perannya sangat besar. Kita bisa melihat sendiri bahwa Kota Pontianak tetap bersih dan terjaga. Itu yang paling penting. Kita terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas kebersihan kota, tidak hanya sekadar bersih, tetapi juga memperhatikan keindahan lingkungan,” pesannya.
Edi juga mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadan terjadi peningkatan volume sampah di Kota Pontianak. Jika pada hari biasa volume sampah berkisar antara 350 hingga 440 ton per hari, maka pada bulan Ramadan jumlahnya meningkat sekitar 20 persen.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pontianak menambah jam kerja petugas kebersihan serta armada pengangkut sampah.
“Petugas kebersihan bekerja lembur dan jumlah armada pengangkut sampah juga ditambah agar penanganannya tetap optimal,” terangnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para petugas kebersihan agar tetap bertugas menjelang Hari Raya Idulfitri sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Walaupun menjelang Lebaran, tetap ada petugas yang harus piket. Kami berharap kebersihan Kota Pontianak tetap terjaga. Kita juga mendoakan agar para petugas selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” ucap Edi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan perhatian kepada para petugas kebersihan.
Ia mengatakan, jumlah donatur yang terlibat tahun ini cukup banyak, di antaranya Bank Kalbar, PT Wilmar, Yayasan Kharitas Bakti dan Telkom. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya apresiasi dari berbagai pihak terhadap kerja keras para petugas kebersihan yang selama ini menjaga kebersihan Kota Pontianak.
“Bantuan ini mungkin tidak besar secara nominal, tetapi bentuk perhatian ini sangat berarti bagi para petugas kami,” ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 720 petugas kebersihan yang bertugas di lapangan untuk menangani persoalan sampah dan menjaga kebersihan kota.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan dengan disiplin membuang sampah sesuai tempat dan jadwal yang telah ditentukan.
“Yang kami harapkan dari masyarakat adalah kedisiplinan dalam membuang sampah sesuai tempat dan jadwal yang sudah ditetapkan,” tukasnya.
Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar, mengatakan, pihaknya menyerahkan bantuan berupa uang tali asih dengan jumlah total Rp144 juta, yang kemudian disalurkan kepada 720 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), masing-masing menerima Rp200 ribu. Menurutnya, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada para pekerja yang selama ini berperan menjaga kebersihan kota.
“Program ini sudah berjalan cukup lama dan rutin kami lakukan setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” sebutnya.
Ia menjelaskan bantuan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Bank Kalbar terhadap program kebersihan yang dijalankan Pemerintah Kota Pontianak.
Menurutnya, menjaga kebersihan kota membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.
“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)