,
menampilkan: hasil
Disnaker Pontianak Jadwalkan 10 Pelatihan Kerja Sepanjang 2026
PONTIANAK – Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak menyiapkan 10 program pelatihan kerja sepanjang tahun anggaran 2026. Program ini mencakup berbagai bidang keterampilan dengan total kuota ratusan peserta untuk meningkatkan kompetensi dan peluang kerja masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak, Iwan Amriady, mengatakan pelatihan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja dan minat masyarakat yang cukup tinggi terhadap peningkatan keterampilan.
“Kami menyiapkan berbagai jenis pelatihan agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun untuk membuka usaha sendiri,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan pelatihan dimulai pada April 2026 dengan dua program, yaitu pelatihan mesin pendingin dengan 43 pendaftar dan kuota 15 peserta serta pelatihan satpam dengan 82 pendaftar dan kuota 25 peserta.
Pada Mei 2026, Disnaker membuka pelatihan video editor dengan 98 pendaftar dan kuota 20 peserta serta pelatihan digital marketing dengan 140 pendaftar dan kuota 20 peserta.
Selanjutnya pada Juni 2026 terdapat pelatihan barista dengan 117 pendaftar dan kuota 20 peserta serta pelatihan make up artist atau MUA dengan 159 pendaftar dan kuota 30 peserta.
Pada Juli 2026 dijadwalkan pelatihan K3 muda dengan 186 pendaftar dan kuota 20 peserta. Sementara pada Agustus 2026 digelar pelatihan menjahit dengan jumlah pendaftar 205 orang dan kuota 20 peserta.
Memasuki September 2026, pelatihan kewirausahaan menjadi program dengan jumlah pendaftar cukup tinggi, yakni 208 orang dengan kuota 40 peserta. Adapun pada Oktober 2026 dijadwalkan pelatihan pembuatan cookies dengan 241 pendaftar dan kuota 20 peserta.
Iwan menyebutkan seluruh peserta yang telah mendaftar akan dihubungi langsung oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak melalui pesan WhatsApp untuk mengikuti tahapan seleksi.
“Peserta yang kami hubungi wajib hadir sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Jika tidak hadir, maka kami anggap mengundurkan diri dari proses seleksi,” jelasnya.
Ia menambahkan proses seleksi akan dilakukan oleh instruktur dari Lembaga Penyedia atau Lembaga Pelatihan Kerja bersama pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak. Seleksi dilaksanakan sekitar tujuh hari sebelum pelatihan dimulai.
Iwan berharap program pelatihan ini dapat membantu masyarakat Kota Pontianak meningkatkan keterampilan sehingga lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. (kominfo)
Wali Kota: Penimbun BBM Akan Ditindak
Pertamina Pastikan Stok Aman
PONTIANAK — Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat kepolisian dan PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak tetap aman meski terjadi peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan. Di sisi lain, aparat menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba menimbun BBM.
Wali Kota Pontianak bersama Kapolresta Pontianak, Dandim, serta manajemen Pertamina Kalimantan Barat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal, Rabu (11/3/2026) siang. Tinjauan dilakukan di SPBU Parit H Husein II dan SPBU Imam Bonjol.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa secara umum operasional SPBU di Kota Pontianak berjalan lancar dan stok BBM tersedia. Antrean memang sempat terlihat. Selain akibat isu ketersediaan bahan bakar yang terbukti tak benar, hal ini turut dikarenakan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami memastikan bahwa stok BBM tersedia,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu terkait panic buying atau kekhawatiran kelangkaan BBM. Pemerintah bersama Pertamina telah memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menambahkan bahwa pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan praktik penimbunan BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan BBM, baik Pertalite maupun solar. Apabila ditemukan di lapangan, tentu akan kami lakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain menindak oknum masyarakat, pengawasan juga dilakukan terhadap SPBU. Jika ditemukan SPBU yang melakukan pelanggaran, Pertamina sebagai pembina akan memberikan sanksi sesuai ketentuan.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan,” ucapnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Ardhi Hidayat, memastikan bahwa stok BBM di wilayah Pontianak dalam kondisi aman. Pertamina bahkan telah menambah suplai untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan.
“Selama lima hari terakhir kami menambah suplai sekitar 100 ribu liter per hari. Normalnya konsumsi BBM di Pontianak sekitar 500 ribu liter per hari,” jelasnya.
Selain penambahan pasokan, Pertamina juga mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Widhi menjelaskan bahwa suplai BBM untuk Pontianak dikirim dari Depot Tanjung Uban di Kepulauan Riau dengan jadwal pengiriman rutin setiap dua hingga tiga hari. Dengan langkah tersebut, pemerintah dan Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Kota Pontianak tetap terjaga hingga periode Lebaran.
“Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM,” tegasnya.
Silvi, satu di antara warga Pontianak yang tengah mengantre di SPBU Paris II, mengaku sudah mengantre sejak pagi untuk mengisi BBM sepeda motor miliknya.
“Sebelumnya, saya tadi sempat mengantre tetapi karena terlalu lama dan harus menjemput anak-anak pulang sekolah, saya keluar dari antrean. Sekarang anak-anak sudah dijemput dari sekolah dan saya lanjut mengantre karena bensin motor saya sudah hampir habis,” bebernya.
Menurutnya, kondisi itu sudah biasa terjadi karena banyak warga yang harus menyesuaikan waktu dengan aktivitas keluarga.
“Saya juga harus mengantar dan menjemput anak sekolah. Jarak rumah lumayan jauh, jadi kalau tidak ada bensin tentu sulit untuk beraktivitas,” tutupnya. (prokopim)
Bansos Tunai Pelengkap Program Perlindungan Sosial Warga Desil 1–5
PONTIANAK - Maruha merasa terbantu dengan adanya bantuan tunai dari Pemkot Pontianak jelang lebaran. Ia yang sebatang kara usai ditinggal suaminya mangkat beberapa tahun lalu, menyambung hidup dari kerja serabutan. Untungnya, ia tinggal di Jalan Pemda, yang masih bertetangga dengan para keluarga.
"Alhamdulilah ini nanti bisa dipakai lebaran," lirihnya usai menerima secara simbolis, bantuan sosial uang tunai yang bersumber dari APBD Kota Pontianak tahun 2026 di Aula Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (11/3/2026).
Bantuan tunai tersebut diberikan sebagai upaya melengkapi jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat. Besarannya Rp600 ribu per tahun dan disalurkan ke rekening masing-masing penerima manfaat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Pontianak diklasifikasikan berdasarkan desil atau tingkatan kemampuan ekonomi dari desil 1 hingga desil 10. Penerima bantuan sosial dari pemerintah kota, umumnya berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 5 yang tergolong sangat miskin, miskin hingga rentan miskin.
“Kategorinya dilihat dari kondisi rumah, jumlah anggota keluarga hingga pendapatan per kapita,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian warga dalam kategori tersebut telah menerima bantuan dari pemerintah pusat melalui berbagai program. Di antaranya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima sekitar 19.060 keluarga di Kota Pontianak, serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjangkau sekitar 12.096 keluarga penerima manfaat.
Namun demikian, masih terdapat warga yang tidak menerima kedua program tersebut. Karena itu Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial uang tunai dari APBD untuk membantu kelompok masyarakat tersebut.
“Bantuan ini diberikan kepada warga yang tidak menerima PKH maupun BPNT, tetapi secara kondisi ekonomi masih membutuhkan dukungan. Karena itu pemerintah kota hadir memberikan bantuan tambahan,” jelasnya.
Edi menambahkan data penerima bantuan terus diperbarui secara berkala karena sistem data terpadu kini terpusat di pemerintah pusat. Pemerintah daerah melakukan verifikasi dan pembaruan data secara rutin untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Setiap enam bulan atau setiap tahun data ini kita verifikasi ulang. Ada yang sebelumnya menerima bantuan tetapi sekarang sudah mampu, ada juga yang sebelumnya mampu namun kemudian mengalami kesulitan ekonomi karena sakit atau kehilangan pekerjaan,” katanya.
Selain bantuan sosial tunai, Edi juga menyosialisasikan berbagai program perlindungan sosial lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai sekitar 98 persen cakupan kepesertaan di Kota Pontianak.
“Dengan UHC ini cukup menggunakan KTP saja, masyarakat bisa berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS seperti RSUD Pontianak Utara, RS Bhayangkara, YARSI dan rumah sakit lainnya tanpa dipungut biaya,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Pontianak juga menjamin sekolah gratis di tingkat sekolah negeri serta menyediakan program beasiswa bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta. Saat ini juga tengah dibangun Sekolah Rakyat yang merupakan program pusat.
Selain itu, pemerintah juga mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional. Di Pontianak Timur, ada 12 dapur yang memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari. Program tersebut tidak hanya menyasar siswa sekolah mulai dari PAUD hingga SMA, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui serta balita yang belum bersekolah.
“Kalau ada warga yang memiliki anak balita atau ibu hamil, bisa mendaftarkan melalui posyandu atau tim pendamping keluarga di kelurahan agar mendapatkan program makan bergizi gratis,” pungkas Edi. (prokopim)
Pemkot Pontianak–UMP Perpanjang Kerja Sama Pendidikan dan Lingkungan
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Penandatanganan berlangsung di Ruang VIP Kantor Wali Kota, Selasa (10/3/2026).
Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus mendukung penanganan persoalan kota, seperti kebersihan, infrastruktur, dan lalu lintas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dalam memfasilitasi mahasiswa UMP menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus.
“Terutama dalam memfasilitasi mahasiswa menerapkan ilmu yang didapatkan di kampus,” ujarnya usai penandatanganan.
Ia menjelaskan sejumlah aspek yang menjadi prioritas, antara lain pengelolaan keamanan dan keselamatan mahasiswa, pengaturan lalu lintas, serta pengelolaan lingkungan kampus yang berada di pusat kota.
Menurutnya, pengelolaan sampah, drainase, dan limbah perlu diperkuat guna mendukung program kota hijau, bersih, dan tertata.
“Salah satunya pengelolaan sampah di lingkungan kampus serta bagaimana kampus dapat menunjang program Kota Pontianak,” katanya.
Edi juga menyebut keberadaan UMP sebagai salah satu pusat pendidikan di ibu kota provinsi memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Saat ini jumlah mahasiswa UMP sekitar 5.000 orang, dengan sekitar 20 persen di antaranya merupakan warga ber-KTP Pontianak.
Kehadiran mahasiswa dinilai turut menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas kampus, seperti kegiatan akademik, acara kampus, hingga wisuda, kerap mendatangkan keluarga mahasiswa dari luar daerah.
“Aktivitas meningkat, rumah kos bertambah penghuninya, perekonomian bergerak, dan jumlah konsumen UMKM juga meningkat,” jelasnya.
Selain itu, kerja sama ini membuka peluang pengembangan inovasi dari berbagai program studi di UMP, seperti teknik mesin dan kesehatan masyarakat, untuk membantu penanganan sampah mulai dari tingkat rumah tangga hingga perkantoran.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tujuh fakultas di UMP juga dapat dikolaborasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menangani wilayah yang masih rawan kekumuhan di Pontianak.
Rektor UMP, Heriansyah, menegaskan pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama kerja sama tersebut.
“Sebagai lembaga pendidikan, yang paling penting adalah pengembangan sumber daya manusia, baik bagi mahasiswa maupun dosen, agar dapat berkontribusi dan memberi manfaat bagi Pemerintah Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Pontianak dengan lokasi strategis, UMP siap mendukung program pemerintah kota, khususnya terkait lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Pontianak sangat penting bagi pengembangan institusi pendidikan.
“UMP tidak bisa berkembang tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota,” katanya.
Kerja sama ini diharapkan dapat membantu menangani berbagai persoalan kota, seperti kemacetan, kepadatan, dan pengelolaan lingkungan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan. (kominfo/prokopim)