,
menampilkan: hasil
Ani Harap Kualitas Peserta MTQ Meningkat
Kecamatan Pontianak Barat Gelar MTQ XXXII
PONTIANAK - Kecamatan Pontianak Barat merupakan tempat pelaksanaan yang kedua dari rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2024 di Kota Pontianak. Pelaksanaan MTQ XXXII Tingkat Kecamatan Pontianak Barat ini sebagai ajang seleksi peserta yang akan mengikuti MTQ Tingkat Kota Pontianak mendatang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengharapkan pelaksanaan MTQ tahun ini akan menghasilkan peserta-peserta dengan kualitas yang meningkat. Apalagi jika di antara peserta yang mengikuti MTQ nantinya ada yang berhasil menoreh prestasi di tingkat nasional.
"Kalau ada satu atau bahkan beberapa peserta dari Kota Pontianak yang mengikuti lomba tingkat nasional dan berhasil menjadi juara, itu luar biasa," ujarnya saat membuka MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Kamis (1/2/2024).
Dia juga berharap munculnya bibit-bibit baru sebagai regenerasi qori dan qoriah maupun hafidz dan hafidzah. Melalui MTQ XXXII Tingkat Kecamatan Pontianak Barat ini, diharapkan lahir qori dan qoriah terbaik yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Ia menginginkan, peran MTQ mampu mengajak generasi muda Islam lainnya untuk konsisten membaca Al-Quran.
"Semoga pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Pontianak Barat ini berjalan lancar dan jadikan Al Quran sebagai salah satu pedoman hidup bagi umat muslim. Yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari," pesan Ani.
Sekretaris Camat Pontianak Barat Ayu Prissa Kartika menjelaskan, MTQ XXXII Tingkat Kecamatan Pontianak Barat digelar sebagai wadah silaturahim. Tak kalah pentingnya juga sebagai wadah bagi qori qoriah dan hafidz dan hafidzah dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Melalui MTQ ini pula sebagai bentuk apresiasi pemerintah dalam pembinaan keagamaan bagi generasi muda untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan Allah, SWT.
“Sebagaimana tema yang diusung pada MTQ tahun ini ‘Menggapai Ridho Allah dengan Mencintai dan Mengamalkan Al Quran’,” tuturnya.
Digelarnya MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Barat ini, lanjut Ayu, sebagai ajang seleksi dalam membina qori qoriah serta hafidz hafidzah yang akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ Tingkat Kota Pontianak mendatang. Sebanyak 13 cabang yang diperlombakan dengan jumlah peserta keseluruhan 170 orang, terdiri dari 87 orang peserta putra dan 83 orang peserta putri.
“Adapun 13 cabang yang dipertandingkan adalah Tartil Anak, Tilawah Anak, Tilawah Remaja, Tilawah Dewasa, Tilawah Usia Emas, Qiraat Mujawwad Dewasa, Qiraat Murattal Dewasa, Qiraat Murattal Remaja, Tahfidz 1 Juz, Tahfidz 5 Juz, Tahfidz 10 Juz, Tahfidz 20 Juz dan Tahfidz 30 Juz,” jelasnya. (prokopim)
Musrenbang Kecamatan Bahas Empat Sektor Penting di Pontianak Utara
Mulai dari Sektor Industri hingga Pertanian
PONTIANAK – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pontianak Utara tahun 2025 mulai digelar. Elemen masyarakat wilayah tersebut turut serta menyampaikan usulan-usulan pembangunan dalam forum itu. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, potensi pembangunan di Pontianak Utara akan berfokus pada empat sektor. Mulai dari sektor industri, pertanian, agro industri dan pergudangan.
“Empat hal ini yang akan kita fokuskan untuk pembangunan di Pontianak Utara. Saya harap ketika eksekusi ikut melibatkan komunitas setempat,” katanya usai membuka Musrenbang Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2025, di Aula Sejati CU Pancur Kasih, Jalan 28 Oktober, Rabu (31/1/2024).
Terdapat total 211 usulan masyarakat yang ditampung dalam Musrenbang Kecamatan Pontianak Utara. Ani menambahkan, dari 211 tersebut, dibagi menjadi tiga bidang. Di antaranya 81 usulan bidang infrastruktur, 64 usulan bidang ekonomi dan 66 usulan bidang sumber daya alam.
“Belanja daerah dalam struktur APBD harus menyesuaikan kembali dengan peraturan berlaku. Prioritaskan belanja kebutuhan di wilayah,” ucapnya.
Dia juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan program kegiatan yang berfokus pada tiga urusan, yaitu pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan ekstrim, penurunan angka kemiskinan serta penurunan stunting.
“Mari kita libatkan semua sektor, mulai dari instansi pemerintahan maupun swasta,” sebutnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak Firdaus Zar’in menilai pentingnya peran semua pemangku kebijakan dalam upaya pembangunan. Menurutnya, pemerintah harus memberikan stimulus sehingga dapat memacu semangat masyarakat untuk berkembang secara mandiri.
“Pemerintah saja tidak cukup. Kita harus bersama-sama mengambil peran untuk membangun,” imbuhnya. (kominfo/prokopim)
MTQ Tangkal Dampak Negatif Kemajuan IT
Kecamatan Pontianak Kota Gelar MTQ ke-32
PONTIANAK - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-32 Tingkat Kecamatan Pontianak Kota tahun 2024 mulai digelar. Pada MTQ tahun ini, Kecamatan Pontianak Kota memperlombakan 13 cabang. Pelaksanaan lomba digelar di Pondok Al Adabiy Jalan Danau Sentarum Kecamatan Pontianak Kota.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, pelaksanaan MTQ ke-32 Tingkat Kecamatan Pontianak Kota merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rohani disamping kebutuhan jasmaniah. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pontianak Kota, tidak hanya cukup terpenuhinya pembangunan fisik, sarana dan prasarana semata, tetapi harus diimbangi dengan pembangunan mental spiritual.
"Melalui MTQ ini juga sebagai penuntun sekaligus pengendalian diri dari nafsu yang menyimpang sekaligus filter dari pengaruh negatif kemajuan teknologi informasi," ujarnya saat membuka MTQ ke-32 Tingkat Kecamatan Pontianak Kota di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Sabtu (27/1/2024).
Menurutnya, pelaksanaan MTQ ini menjadi penting dan strategis di dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Pontianak karena Al Quran mengutamakan pendidikan akhlak yang menjadi benteng dari segala hal yang bertentangan dengan norma kehidupan di masyarakat.
"Kita menyadari bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat tanpa dibarengi dengan penerapan pengetahuan agama yang baik dan benar akan berbahaya bagi kehidupan generasi muda," ungkap Ani.
MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Kota ini sebagai upaya untuk menciptakan generasi yang Qurani dan juga sekaligus sebagai ajang seleksi qori dan qoriah, hafiz dan hafizah terbaik yang nantinya akan mewakili kecamatan di MTQ Tingkat Kota Pontianak.
"Namun yang terpenting dengan pelaksanaan MTQ, mari kita lantunkan dan gemakan ayat-ayat Al Quran, kemudian kita tanamkan dan pahami dalam hati maknanya, lalu kita laksanakan ajaran itu dalam kehidupan kita sehari-hari," ajaknya.
Ketua Panitia MTQ ke-32 Tingkat Kecamatan Pontianak Kota Endang Rusmawaty menjelaskan, MTQ tahun ini, cabang yang diperlombakan sebanyak 13 cabang.
“Dengan total keseluruhan peserta berjumlah 133 peserta,” sebutnya.
Adapun rincian cabang dan jumlah peserta terdiri dari Tartil Anak-anak sebanyak 12 peserta, Tilawah Anak-anak 12 peserta, Tilawah Remaja 12 peserta, Tilawah Dewasa 2 peserta, Tartil Usia Emas 12 peserta, Qira'at Sab'ah Mujawah Dewasa 2 peserta, Qira'at Sab'ah Murattal Dewasa 12 peserta, Qira'at Sab'ah Murattal Remaja 12 peserta, Tahfidz 1 Juz 12 peserta, Tahfidz 5 Juz 10 peserta, Tahfidz 10 Juz 12 peserta, Tahfidz 20 Juz 2 peserta, Tahfiz 30 Juz 2 peserta.
“Pelaksanaan pembukaan dan penutupan MTQ digelar di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, sedangkan untuk perlombaannya akan digelar di Pondok Al Adabiy di Jalan Danau Sentarum,” tutupnya. (prokopim/kominfo)
Rumuskan Skala Prioritas dalam Forum Musrenbang
Musrenbang Tingkat Kelurahan Dalam Bugis Mulai Digelar
PONTIANAK - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan masih bergulir. Kali ini Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur menggelar Musrenbang di Hotel Merpati, Sabtu (20/1/2024).
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, Musrenbang ini sangat penting dilakukan dalam rangka menampung aspirasi masyarakat. Dalam pelaksanaan pembangunan, salah satu prosesnya adalah dengan adanya forum Musrenbang untuk merumuskan kepentingan bersama.
“Dengan keterbatasan anggaran, maka penyusunan Musrenbang ini harus mengacu pada skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.
Menurut Ani, sebagaimana arahan Presiden RI, ada tiga prioritas utama untuk ditangani bersama, yakni percepatan penurunan stunting, pengentasan angka kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi. Meskipun Indonesia sudah memasuki bonus demografi, tetapi di sisi lain masih banyak masyarakat penderita stunting. Persoalan stunting ini harus dientaskan agar seluruh SDM di Indonesia mempunyai daya saing dalam rangka mengisi dan menikmati hasil pembangunan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak hingga saat ini sudah berupaya optimal dalam rangka menurunkan stunting, tidak hanya berkolaborasi atau bekerja sama dengan instansi vertikal, tetapi juga menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat.
"Dan yang terpenting adalah menanamkan kesadaran penduduk untuk memberikan makanan yang sehat kepada anak-anaknya," ungkapnya.
Kemudian, lanjutnya lagi, yang menjadi persoalan bersama adalah masih tingginya angka kemiskinan ekstrem. Target pemerintah pusat untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem ini adalah pada tahun 2024. Artinya, masih ada waktu lebih kurang 11 bulan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kota Pontianak. Oleh sebab itu, persoalan ini menjadi kerja bersama yang harus dilakukan karena tidak mungkin pemerintah akan mampu mengentaskan angka kemiskinan tanpa adanya peran serta seluruh masyarakat Kota Pontianak.
“Oleh sebab itu kita harus saling bahu-membahu menghilangkan angka kemiskinan ekstrem ini,” kata Ani.
Yang berikutnya, sambung dia, adalah terkait dengan inflasi. Terjadinya inflasi dikarenakan tingginya harga bahan pokok, sementara pendapatan masyarakat terbatas sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal yang harus dilakukan dalam pengendalian inflasi antara lain melakukan intervensi atau penanganan terhadap kenaikan harga bahan pokok. Pemkot Pontianak sudah mengimbau dan menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan belanja bijak.
“Artinya, tidak semua kebutuhan bahan pokok itu dibeli, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan,” imbuhnya.
Ani menerangkan, Pemkot Pontianak juga berusaha mensosialisasikan setiap kenaikan harga kepada masyarakat Kota Pontianak. Di samping itu pula pihaknya menjamin ketersediaan bahan pokok sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok yang dibutuhkan.
“Imbauan saya, kita jangan panik ketika ada informasi yang tidak jelas terkait dengan ketersediaan bahan pokok sehari-hari,” imbaunya.
Selain itu, upaya yang dilakukan Pemkot Pontianak adalah menyediakan bibit tanaman seperti cabai, sayur-sayuran dan lainnya. Misalnya ada masyarakat yang ingin menanam cabai di pekarangannya, bisa mengajukan bantuan bibit melalui kelurahan untuk diusulkan ke Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak.
“Dengan dikoordinir RT dan lurah sehingga bantuan bibit ini tepat sasaran,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)