,
menampilkan: hasil
Kendaraan Hias Kafilah Pontianak Tampil Memukau di Pawai Ta’aruf MTQ XXXIII Kalbar
PUTUSSIBAU – Kendaraan hias Kafilah Kota Pontianak tampil memukau saat mengikuti Pawai Ta’aruf peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan tampilan bertema tameng ornamen Al Quran sebagai pelindung diri agar menjadi manusia yang berakhlakul karimah dan memiliki pola pikir secara modern sesuai tuntutan Al Quran. Ornamen pilar-pilar dan kubah masjid dihiasi bunga-bunga semakin menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan pawai ta’aruf yang berlangsung di Halaman Gedung SATAP, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (14/9/2025).
Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan pawai tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi nyata dalam memeriahkan gelaran MTQ yang diikuti seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
“Tadi kita mengikuti Pawai Ta’aruf dengan menampilkan kendaraan hias, bersama kafilah dari daerah lain. Dari sambutan yang disampaikan Sekda Provinsi mewakili Gubernur, Pawai Ta’aruf ini adalah wujud partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan MTQ XXXIII di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Amirullah menyebutkan, antusiasme masyarakat Kapuas Hulu sangat terlihat dari banyaknya kendaraan hias yang turut serta dalam pawai.
“Tadi saya hitung ada lebih dari 40 kendaraan hias dengan berbagai tema. Ini menunjukkan dukungan masyarakat yang luar biasa,” tambahnya.
Selain Pawai Ta’aruf, rangkaian kegiatan MTQ XXXIII Kalbar akan dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Hakim, pembukaan pameran UMKM, serta kegiatan lomba dari berbagai cabang musabaqah.
“Nanti malam pembukaan resmi MTQ akan digelar, dan insya Allah seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga penutupan pada 20 September mendatang,” pungkasnya.
MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalbar di Kapuas Hulu diharapkan tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-kafilah serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat melalui pameran UMKM. (prokopim)
Kafilah Pontianak Siap Berlaga di MTQ XXXIII Tingkat Kalbar
Wali Kota Lepas Keberangkatan Kafilah Pontianak ke Kapuas Hulu
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas keberangkatan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan berlangsung di Kabupaten Kapuas Hulu. Pelepasan kafilah digelar di Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak, Kamis (11/9/2025).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta MTQ. Ia berharap kafilah dapat menorehkan prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Kota Pontianak.
“Keberangkatan ini bukan hanya membawa misi lomba, tetapi juga membawa nama baik Kota Pontianak. Saya berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, semangat, dan kekompakan. Insya Allah dengan usaha maksimal, doa, dan kebersamaan, Pontianak bisa meraih hasil terbaik, bahkan juara umum,” harapnya.
Edi menambahkan, keikutsertaan dalam MTQ juga menjadi bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di Kota Pontianak.
“Semoga adik-adik qori-qoriah dapat memberikan penampilan terbaiknya. Kita ingin bukan hanya prestasi, tetapi juga semakin tumbuh kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an,” ujarnya.
Sekretaris Umum LPTQ Kota Pontianak, Yusnaldi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pengurus, pembina, serta para qori-qoriah yang telah berlatih keras untuk menghadapi ajang bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah, pagi ini kita berkumpul dalam rangka persiapan keberangkatan menuju Kapuas Hulu. Perjalanan melalui jalur darat diperkirakan memakan waktu hingga 13–14 jam. Karena itu, kami berharap seluruh rombongan menjaga kesehatan dan keselamatan hingga tiba di lokasi,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh pemerintah daerah, LPTQ Kota Pontianak optimistis para qori-qoriah mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama kota di ajang MTQ Kalbar tahun ini. (prokopim)
Insan Pers Kawal Target 100 Persen Pengelolaan Sampah di Pontianak
PONTIANAK – Kunjungan insan pers ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Edelweis, Rabu (10/9/2025), menjadi bagian dari agenda transparansi informasi serta penguatan peran media dalam mendukung reformasi sistem persampahan di Kota Pontianak.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Pontianak, Vivi Salmiarni, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mendampingi awak media menyaksikan langsung proses pengelolaan sampah. Ia menegaskan, media memiliki posisi strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menyebarkan pesan edukatif kepada masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan informasi yang tersaji bisa utuh dan benar. Media adalah mitra penting dalam membangun kesadaran publik. Dengan liputan yang tepat, masyarakat dapat melihat sampah bukan hanya persoalan, tetapi juga peluang untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih serta ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Vivi, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemerintah, pengelola, dan media. Dengan komunikasi yang terbuka, Diskominfo berharap media dapat menjadi jembatan informasi sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Harapan kami, liputan ini memperluas pemahaman warga mengenai pentingnya memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, jurnalis diperlihatkan praktik pengelolaan sampah di TPST Edelweis. Mulai dari pemilahan, pengolahan organik menjadi kompos dan biogas, biokonversi maggot, hingga daur ulang anorganik menjadi bahan bakar setara bensin, solar, dan minyak tanah. TPST Edelweis disebut sebagai prototipe yang akan menjadi acuan transformasi TPA Batu Layang melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, dalam kesempatan yang sama memaparkan kondisi terkini persampahan. Berdasarkan data, volume sampah warga Pontianak mencapai 411,96 ton per hari, sedangkan kemampuan pengelolaan baru sekitar 25 persen. Situasi ini menuntut percepatan langkah agar TPA tidak semakin terbebani.
Ia menegaskan, Kota Pontianak tidak bisa lagi bergantung pada metode open dumping. Pemerintah kini beralih menggunakan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan, serta mewajibkan sampah melewati Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) sebelum masuk ke TPA.
Dengan pola ini, TPA Batu Layang ditargetkan berubah menjadi TPST modern berskala industri. Selain menjaga kelestarian lingkungan, pendekatan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Targetnya, setiap sampah yang masuk akan diproses tuntas di TPST. Pola ini terintegrasi mulai dari rumah tangga hingga pemrosesan akhir,” tutup Usmulyono. (kominfo)
Pemkot Pontianak Salurkan 18 Paket Bantuan bagi 5 Kelompok Nelayan
Mesin Motor dan Pukat untuk Nelayan di Kecamatan Pontianak Barat
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan nelayan dengan menyalurkan bantuan berupa mesin motor tempel dan pukat. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kepada lima kelompok nelayan di Gang Gotong Royong I, Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis (4/9/2025).
Total bantuan yang diberikan sebanyak 18 paket, diperuntukkan bagi lima kelompok nelayan yang ada di Kecamatan Pontianak Barat. Paket bantuan itu diharapkan dapat membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari mencari ikan, baik di sungai Kapuas, muara, maupun wilayah pesisir.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa program bantuan untuk nelayan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah kota. Menurutnya, dukungan berupa sarana penangkapan ikan yang lebih memadai sangat penting agar nelayan bisa meningkatkan hasil tangkapan serta menambah pendapatan keluarga.
“Bantuan ini untuk meringankan beban nelayan kita yang sehari-hari menangkap ikan baik di muara atau di sungai Kapuas dan pesisir. Mudah-mudahan bantuan ini bisa menambah penghasilan sehingga menjadi lebih baik,” ujarnya.
Edi menambahkan, bahwa bantuan semacam ini memang rutin disalurkan oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Setiap tahun kita memang punya program ini yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya bantuan per kelompok nelayan,” tuturnya.
Salah satu penerima bantuan, Sunansah (46), nelayan dari kelompok Beliung Jaya, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia menuturkan, satu paket bantuan yang diterimanya berupa mesin motor tempel dan pukat akan sangat membantu kelompoknya dalam mencari ikan.
“Dengan bantuan ini sangat meringankan kami dan memudahkan untuk mencari ikan,” ucapnya usai menerima bantuan di lokasi penyerahan.
Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan
Perikanan (DPPP) Kota Pontianak, Muchammad Yamin, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini merupakan bentuk dukungan konkret Pemkot Pontianak kepada para nelayan agar lebih produktif.
“Hari ini kita berikan bantuan pada nelayan berbentuk mesin motor air sama pukat sebanyak 18 paket kepada 5 kelompok nelayan,” kata Yamin.
Ia berharap dengan adanya bantuan yang disalurkan oleh pemerintah dapat meningkatkan perekonomian para nelayan.
“Mudah-mudahan dengan tambahan pukat dan mesin ini, mereka bisa menjangkau area yang lebih luas, memperoleh ikan lebih banyak, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian nelayan serta kesejahteraan keluarganya,” imbuhnya.
Melalui program bantuan seperti ini, Pemkot Pontianak berkomitmen untuk terus memperhatikan kebutuhan nelayan. Selain itu, diharapkan langkah ini dapat mendukung upaya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. (kominfo/prokopim)