,
menampilkan: hasil
Bayar Pajak Makin Mudah, Pontianak Optimalkan PAD
Sosialisasi OTM dan HLM TP2DD
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mencatat realisasi penerimaan pajak daerah hingga 30 September 2025 mencapai Rp397 miliar. Jumlah tersebut melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar Rp384 miliar. Peningkatan ini menunjukkan kinerja fiskal daerah yang semakin kuat sekaligus tingginya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah, menyampaikan pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pontianak dengan kontribusi mencapai 75 persen dari total pendapatan.
“Pendapatan pajak berasal dari partisipasi warga dan pelaku usaha. Semua kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, saluran, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya,” ujarnya, mewakili Wali Kota, usai membuka Sosialisasi Pajak Daerah dan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Senin (6/10/2025).
Ia menjelaskan, sektor yang paling berkontribusi terhadap pajak daerah meliputi pajak restoran, pajak tenaga listrik, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari ketiganya, pajak restoran diperkirakan akan menjadi penyumbang dominan pada masa mendatang seiring pesatnya pertumbuhan usaha kuliner di Pontianak.
Untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi, Pemkot Pontianak menggandeng DPRD, Kejaksaan Negeri, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur, Bank Kalbar, dan PT Cartenz Teknologi Indonesia dalam penerapan sistem Online Tax Monitoring (OTM). Melalui sistem ini, pembayaran dan pelaporan pajak dapat dilakukan secara daring serta dimonitor secara real-time tanpa mengurangi prinsip self-assessment.
“Melalui OTM, pelaku usaha diharapkan dapat membayar pajak dengan lebih mudah, jujur, dan tepat waktu. Kami juga mengimbau agar pembayaran dilakukan mandiri tanpa melalui perantara atau calo,” kata Sekda.
Ia menambahkan, pemerintah terus menyesuaikan kebijakan pajak seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang menggabungkan beberapa jenis pajak menjadi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Pajak tersebut meliputi makanan dan minuman, perhotelan, hiburan, penerangan jalan, serta parkir. Beberapa tarif turut disesuaikan, seperti pajak parkir yang turun dari 20 persen menjadi 10 persen, pajak hiburan jenis tertentu yang ada penurunan dari semula 20 persen, 15 persen menjadi 10 persen dan pembebasan pajak rumah kos khusus tahunan atau penyediaan akomodasi jangka panjang.
Selain pajak, retribusi daerah juga menjadi sumber penting PAD, terutama retribusi pelayanan persampahan yang mencapai sekitar Rp26 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan kembali untuk pengelolaan kebersihan kota, pembangunan tempat pembuangan akhir, serta pengadaan armada angkut sampah.
Amirullah menegaskan, keberhasilan pembangunan Kota Pontianak tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi.
“Mari kita bantu dan bangun kota ini bersama. Hampir mustahil Pontianak dapat terus berkembang tanpa dukungan warganya sendiri,” ucapnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Agus Sugianto menegaskan pentingnya PAD sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan Kota Pontianak. Ia mengingatkan bahwa pajak daerah merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang hasilnya kembali kepada rakyat melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Pajak itu bukan uang pengusaha, melainkan titipan dari masyarakat kepada pemerintah. Kalau wajib pajak tidak tertib, pembangunan tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi pajak daerah melalui OTM agar pengawasan penerimaan pajak lebih transparan dan akurat. Menurutnya, program pajak digital akan membantu pengusaha dan pemerintah dalam memastikan setoran pajak dilakukan sesuai aturan.
Selain itu, ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menarik pajak, terutama pada kasus pajak reklame, yang sempat menimbulkan permasalahan hukum.
“Kita harus memastikan pemungutan pajak sesuai aturan dan tidak menyalahi hukum,” katanya.
Agus juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kebijakan efisiensi transfer pusat tahun 2026 yang dapat memengaruhi kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan. Ia berharap partisipasi pengusaha dan masyarakat dapat memperkuat kemandirian keuangan daerah.
“Kami dari DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan optimal menuju Pontianak yang lebih baik dan bersinar,” paparnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak Ruli Sudira, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait upaya optimalisasi pajak daerah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kesadaran wajib pajak agar tertib dalam menyetor dan melaporkan pajak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia mengatakan, pajak daerah memiliki peran vital sebagai PAD yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pontianak.
“Pajak yang kita bayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang dapat kita nikmati bersama,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tema kegiatan sosialisasi tahun ini, yakni “Akselerasi, Percepatan, dan Perluasan Digitalisasi Daerah”, mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola pajak berbasis teknologi. Melalui sistem online tax monitoring, pengawasan dan transparansi penerimaan pajak daerah diharapkan semakin optimal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membangun komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah menuju Pontianak yang lebih maju dan modern,” tutupnya. (kominfo)
UAS: Haul dan Maulid Mengajarkan Cinta dan Persatuan
Puluhan Ribu Orang Hadiri Haul Habib Muhammad, Wali Kota: Bukti Kerukunan dan Toleransi
PONTIANAK – Puluhan ribu orang memadati kawasan Pasar Flamboyan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar ke-114, Sabtu (5/10/2025) malam. Acara keagamaan yang mengusung tema “Indonesia Damai” ini berlangsung meriah dan khidmat dengan menghadirkan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). Kehadirannya disambut antusias puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, bahkan dari luar provinsi dan negeri jiran.
Dalam tausiyahnya, UAS mengajak umat Islam untuk mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar. Peringatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Beliau (Habib Muhammad bin Abdullah Al-Muthahar) sudah wafat 114 tahun yang lalu, tapi masih dikenang dan bisa mengumpulkan ribuan orang. Itu tanda bahwa beliau adalah wali Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya di hadapan puluhan ribu jamaah yang memadati lokasi acara.
UAS menegaskan, kehadiran umat dari berbagai latar belakang dalam acara ini menunjukkan bahwa Pontianak merupakan kota yang rukun dan tidak mudah dipecah belah. Ia juga mengapresiasi kerukunan yang terjalin di Kalimantan Barat sebagai wilayah yang multi-etnis, multi-suku dan multi-agama.
“Kita di Pontianak membuktikan bahwa fitnah-fitnah di internet tidak mampu memecah belah kita. Malam ini bukan hanya umat Islam, tapi seluruh masyarakat datang dengan penuh cinta dan kebersamaan,” tuturnya disambut tepuk tangan jamaah.
UAS menguraikan tiga pelajaran penting dari peringatan maulid dan haul tersebut. Pertama, manusia tidak memiliki kuasa untuk menggerakkan hati manusia lainnya, sebab yang mampu menggerakkan hati hanyalah Allah SWT.
“Orang kaya tidak bisa memaksa orang datang, pejabat tidak bisa memerintahkan orang berkumpul. Yang datang malam ini karena Allah yang menggerakkan,” kata UAS.
Kedua, lanjutnya, ada orang-orang yang telah meninggal dunia, namun tetap mampu menggerakkan orang hidup untuk berkumpul mengenangnya. Hal itu menjadi bukti bahwa amal saleh dan ketulusan akan selalu dikenang lintas zaman.
“Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar tidak punya media sosial, tidak punya televisi, tapi namanya tetap harum dan dikenal hingga kini. Ini bukti cinta umat yang tak lekang oleh waktu,” ucapnya.
Pelajaran ketiga, tambahnya, adalah pentingnya menilai seseorang bukan hanya saat masih hidup, melainkan dari amal yang ditinggalkannya setelah meninggal dunia.
“Jangan menilai orang ketika masih hidup, karena bisa jadi amalnya baru tampak setelah dia tiada,” pesan UAS.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang turut hadir dalam haul tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan acara Maulid Akbar dan Haul Habib Muhammad.
“Saya sangat bangga melihat semangat kebersamaan masyarakat. Acara ini menjadi bukti bahwa warga Pontianak hidup rukun dalam keberagaman, saling menghormati, dan saling mendukung dalam kebaikan,” imbuhnya.
Edi menambahkan, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarumat beragama di Pontianak yang dikenal sebagai kota multietnis dan multikultural.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan membawa keberkahan bagi masyarakat, terutama bagi para pedagang di Pasar Flamboyan yang sudah menunjukkan kepedulian luar biasa,” ungkapnya.
Ketua Panitia, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyebut kehadiran UAS menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah, SWT setelah lama dinantikan masyarakat Pontianak.
“Ada puluhan ribu warga, Ustadz, yang menanti untuk dapat melihat dan mendengarkan langsung tausiah dari Ustadz. Alhamdulillah, Allah kabulkan, malam ini beliau hadir bersama kita. Mudah-mudahan Pasar Flamboyan ini mendapat berkah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, atas nama panitia, Syarif Iwan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar atas ketidaknyamanan akibat penutupan jalan selama acara berlangsung.
“Semoga segala ketidaknyamanan itu terbalas dengan keberkahan dari Allah SWT, dan kawasan Pasar Flamboyan ini ke depan menjadi lebih baik,” tutupnya. (prokopim)
Wako Apresiasi Sinergi TNI dalam Menjaga Keutuhan Bangsa
Peringatan HUT ke-80 TNI
PONTIANAK - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati dengan menggelar upacara di depan Taman Alun Kapuas, Minggu (5/10/2025). HUT TNI tahun ini mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, TNI mempunyai peran besar dalam menjaga kedaulatan serta keamanan bangsa. Ia menilai sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan stabilitas nasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat HUT ke-80 kepada seluruh prajurit TNI. Kami sangat menghargai dedikasi dan pengabdian TNI yang selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya usia menghadiri upacara.
Menurut Edi, keberadaan TNI tidak hanya berperan dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif mendukung pembangunan daerah, penanggulangan bencana, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“TNI selalu hadir di tengah masyarakat, membantu apa pun yang dibutuhkan. Inilah wujud nyata semangat TNI Rakyat yang menjadi kebanggaan kita semua,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Pontianak dan TNI dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Dengan semangat Indonesia Maju, kita semua harus bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama demi kemajuan daerah dan bangsa,” pungkasnya.
Upacara peringatan HUT ke-80 TNI di Pontianak berlangsung meriah dengan penampilan pasukan TNI dan atraksi prajurit TNI yang memukau. (prokopim)
Edi Minta ASN Pemkot Peka Layani Masyarakat
Apel Hari Kesaktian Pancasila 2025
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak agar lebih peka, peduli, serta mengedepankan empati dalam menjalankan tugas. Ia menilai pelayanan publik, terutama terkait perizinan, administrasi kependudukan, hingga investasi, masih belum optimal.
“Kota Pontianak memiliki potensi sekaligus tantangan. Salah satu yang kini kita hadapi adalah tuntutan masyarakat atas keadilan, pelayanan, dan peluang yang masih dianggap belum maksimal. Ini harus kita jawab dengan kerja nyata,” ujarnya usai memimpin apel Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Wali Kota, Rabu (1/10/2025).
Edi menegaskan pelayanan publik, khususnya dalam proses perizinan, administrasi kependudukan, investasi, dan pembangunan, masih belum optimal. Bila tidak segera dibenahi, kondisi ini akan semakin memperberat beban pemerintah daerah.
“Kalau satu saja pelayanan publik dinilai buruk, maka citra pemerintah kota juga ikut dipandang buruk,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian aparatur terhadap lingkungan sekitar. Wako menilai, aparatur bukan hanya bertugas di bidang pokok sesuai dinas, tetapi juga ikut peduli pada kondisi masyarakat, misalnya terkait pendidikan, kesehatan, atau tempat tinggal.
“Sebagai aparatur pemerintah, jangan sampai bersikap acuh. Semua bagian dari keluarga besar Pemkot Pontianak, sehingga tugas kita tidak bisa hanya dilihat dari sekat dinas,” kata Edi.
Ia pun meminta para aparatur mempelajari aturan-aturan yang menjadi dasar kerja, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, hingga petunjuk teknis tentang disiplin pegawai. Pemahaman regulasi, lanjutnya, menjadi kunci tercapainya pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan.
“Tidak mesti menunggu bimbingan teknis. Kita bisa belajar mandiri lewat Google, media sosial, atau AI. Yang penting, mau meluangkan waktu untuk belajar agar bisa memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Selain tantangan pelayanan, wali kota juga menyoroti kondisi fiskal. Ia menyampaikan pemerintah pusat akan mengurangi dana transfer untuk Kota Pontianak pada 2026 sekitar Rp223 miliar. Pemotongan tersebut memaksa Pemkot melakukan penyesuaian dan refocusing terhadap program yang telah disusun.
“Tahun 2025 ini kita masih harus menyelesaikan program yang direncanakan 2024, termasuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 1 tentang penghematan anggaran. Harapannya seluruh program bisa selesai tepat waktu agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Edi.
Edi kembali menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota membangun Pontianak lebih maju, menyejahterakan masyarakat, serta meningkatkan kebahagiaan seluruh penduduk kota. Ia berharap amanah yang diberikan kepada ASN dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat bekerja, semoga Allah selalu memberi kita rahmat dan hidayah,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)