,
menampilkan: hasil
Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan, DJPb Kerjasama dengan Pemkot
Teken Kesepakatan MoU
PONTIANAK - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Kesepakatan kerjasama peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini dituangkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Kepala Kanwil (Kakanwil) DJPb Provinsi Kalbar Imik Eko Putro bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kanwil DJPb Provinsi Kalbar, Senin (13/6/2022).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, MoU ini sebagai langkah awal dalam rangka percepatan arus informasi serta dana tranafer ke daerah yang bersumber dari APBN sehingga perekonomian bergerak cepat.
"DJPb ini kan perwakilan pemerintah pusat dalam mengtransfer dana APBN seperti DAU, DAK ke daerah-daerah termasuk Pemkot Pontianak," tuturnya.
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pontianak cukup tinggi. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari komunikasi bersama perbankan, pelaku usaha mikro dan Pemkot Pontianak, bagaimana mereka diberikan kepercayaan dalam mendapatkan modal usaha sehingga memberikan kemudahan dalam bantuan KUR.
"Kita juga melakukan pendampingan kepada usaha mikro untuk mendapatkan KUR," sebutnya.
Kakanwil DJPb Provinsi Kalbar Imik Eko Putro menjelaskan, kesepakatan kerjasama ini merupakan sebuah program yang digagas pihaknya dengan seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Kota Pontianak. Tujuannya agar pelaksanaan anggaran dipercepat serta semakin berkualitas sehingga berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Harapannya setelah MoU kita bisa berbagi kebijakan yang bisa kita lakukan berdasarkan kajian dan lebih meningkat bagi Kota Pontianak," ujarnya.
Selain itu, dalam kerjasama ini juga dilakukan pertukaran data untuk melihat tren pertumbuhan ekonomi. Dari gambaran kondisi tersebut, maka selanjutnya dicari solusi yang terbaik dengan formulasi yang cocok untuk diimplementasikan di Kota Pontianak. Apalagi Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar menjadi pusat kegiatan ekonomi. Pontianak memiliki keunikan dengan potensi yang banyak karena konektivitasnya terhadap kabupaten/kota.
"Kita kerja tidak hanya lingkup diri kita sendiri akan tetapi untuk manfaat yang lebih luas bagi Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar," kata Imik.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan MoU yang telah ditandatangani ini, pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan Kanwil DJPb Provinsi Kalbar dan Pemkot Pontianak untuk mendiskusikan pertukaran data, berbagai kebijakan, termasuk diskusi yang bisa dibangun kedua belah pihak.
"Selain efektif juga optimalisasi misalnya percepatan. Kita melihat dari sisi APBD Kota Pontianak tren pendapatannya bagus," pungkasnya. (prokopim)
Edi Kamtono: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Jawaban Walikota Pontianak atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pontianak
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2021. Hal itu sekaligus menjadi WTP yang ke-11 secara berturut yang diterima Pemkot Pontianak.
“Dan berupaya mempertahankan opini WTP di tahun-tahun mendatang,” katanya di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Pontianak, Senin (13/6/2022).
Menyoal realisasi anggaran yang belum tercapai, Edi menilai hal demikian terjadi karena dampak pemulihan ekonomi usai pandemi. Dia optimis target realisasi anggaran akan tercapai di tahun-tahun berikutnya.
“Di tahun 2021, kita anggap pandemi telah usai. Ternyata masih berlanjut. Tentunya ini jadi catatan kita untuk evaluasi lebih ketat,” lanjutnya.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyatakan, pihaknya senantiasa mendorong Pemkot Pontianak dalam setiap program, terutama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nilainya memang turun, tapi nanti akan kita cari tau kenapa, dan berikan solusinya,” tutupnya. (kominfo)
Edi Kamtono Sebut Pontianak Punya Potensi Cetak Pebasket Unggul
Tournament Vois Basketball Club VI Mulai Digelar
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dan mendukung Tournament Vois Basketball Club VI yang digelar di Lapangan Basket Perbasi, Minggu (12/6/2022). Sebanyak 40 tim basket siap berlaga dalam turnamen basket yang digelar Vois Basketball Club.
Edi berharap lewat kejuaraan ini akan muncul bibit-bibit pebasket unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional.
"Mudah-mudahan olahraga basket Kota Pontianak bisa unjuk gigi di tingkat nasional seperti Liga Basket Nasional," ujarnya.
Ia berpesan selama kejuaraan berlangsung, para peserta bisa menjaga sportivitas sehingga berjalan sukses dan lancar. Dirinya mengimbau para peserta atau tim yang mengikuti turnamen basket ini agar tidak mencederai rasa kebersamaan dan persaudaraan dengan pertikaian di lapangan.
"Jangan hanya semata-mata mengejar kemenangan, mari junjung tinggi sportivitas dalam pertandingan basket ini," pesan Edi.
Menurutnya, peluang dan potensi pebasket di Pontianak cukup besar. Potensi ini harus bisa dimanfaatkan untuk mencetak bibit-bibit atlet basket yang bisa mengharumkan nama Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan memperbanyak pembangunan sarana olahraga sebagaimana kota ini digaungkan sebagai Sport City. Sarana itu ada yang formal maupun bersifat non formal, seperti yang ada di taman-taman ruang terbuka hijau. Taman-taman itu harus memiliki sarana olahraga untuk anak-anak muda melakukan aktivitas olahraga setiap hari.
"Mudah-mudahan kita semua sehat dengan adanya sarana olahraga di taman-taman," tutupnya. (prokopim)
Festival Waisak, Wako Edi : Perbedaan Memperkaya Keberagaman
PONTIANAK - Perbedaan bukan menjadi penghalang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan itu justru memperkaya keberagaman yang ada di Indonesia. Hal itu disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri Festival Waisak 2022 yang digelar Keluarga Besar Buddhis Universitas Tanjungpura (Untan) di Rumah Radakng, Minggu (12/6/2022).
"Berbeda ini bukan berarti kita untuk bermusuhan, namun kita harus saling menghormati dan bisa saling mengenal serta menyayangi sebagai sesama umat manusia," pesannya.
Untuk mewujudkannya, lanjut Edi, dibutuhkan kesabaran, ketenangan hati dan saling pengertian atas perbedaan yang diciptakan oleh Tuhan. Oleh sebab itu, momentum Tri Suci Waisak ini, hendaknya menjadi semangat untuk memperkokoh dan memaknai arti kehidupan dalam keseharian.
"Mahasiswa sebagai generasi penerus harus berupaya agar bisa mempertahankan kesatuan bangsa seutuh-utuhnya sehingga kita menjadi bangsa yang besar," ujarnya.
Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari masyarakat yang sangat heterogen. Berbagai suku bangsa dan agama ada di Kota Pontianak, termasuk salah satunya agama Budha. Oleh sebab itu, tentunya kehidupan warga Kota Pontianak ini diwarnai dengan pemeluk agama Budha dalam kehidupan sehari-hari.
"Ajaran-ajaran Budha Siddhartha Gautama yang menyebarkan kebaikan tentu bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat,"
Dalam merawat kerukunan dan menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyediakan ruang-ruang publik seperti taman-taman sebagai tempat interaksi masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, kelompok, komunitas dan sebagainya.
"Ruang-ruang publik yang tersedia menjadi wadah masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan untuk berinteraksi dan saling mengenal satu sama lain," ungkap Edi.
Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Kota Pontianak juga tidak luput dari perhatian pihaknya. Upaya itu di antaranya dengan memberikan ruang beberapa sektor misalnya pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Apabila hal tersebut bisa dicapai dengan target optimal maka akan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sekarang sudah berada pada angka 79,93. Bahkan nilai IPM itu diharapkan bisa didongkrak di atas 80. Pertumbuhan ekonomi juga mulai menunjukkan perkembangan dengan angka 4,6 persen.
"Hasil ini menunjukkan hal yang baik untuk kemajuan Kota Pontianak karena sebagai tolok ukur, pemerintah daerah terus berkolaborasi untuk mensejahterakan rakyat," pungkasnya. (prokopim)