,
menampilkan: hasil
Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Tanpa Karnaval Budaya
Ritual Ibadah Dipersilakan dengan Prokes
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tetap mengacu tegak lurus pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Kalbar terkait kebijakan dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Disebutkannya bahwa pelaksanaan ritual ibadah, baik Imlek maupun Cap Go Meh diperkenankan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun untuk karnaval atau festival budaya dan kegiatan yang bersifat budaya seperti arak-arakan naga, barongsai dan lainnya ditiadakan.
"Ini untuk mencegah terjadinya kerumunan dimana hingga saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19, ditambah lagi varian Omicron," ujarnya usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Liong Kapuas 2022 dalam rangka pengamanan Imlek 2573 dan Cap Go Meh di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Senin (31/1/2022).
Selain itu, lanjut Bahasan, pesta kembang api juga tidak diperkenankan pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Pasalnya, aktivitas tersebut dikuatirkan bakal mengundang kerumunan orang yang berpotensi mudahnya penularan Covid-19. Bersama Forkopimda Kota Pontianak yang tergabung dalam Satgas Covid-19, pihaknya secara bersama-sama akan melakukan pengamanan pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh.
"Dalam waktu dekat kami akan rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 Pontianak untuk menindaklanjuti perkembangan kasus Covid-19 di Pontianak karena sudah ada peningkatan," ungkapnya.
Kendati ritual ibadah diperkenankan, akan tetapi penerapan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Mendagri yang diteruskan dengan Surat Edaran Gubernur Kalbar. Diantaranya pembatasan kapasitas tempat pelaksanaan ibadah hanya diperbolehkan 75 persen.
"Intinya Pemkot Pontianak melaksanakan apa yang menjadi arahan dari Satgas Covid-19 nasional dan provinsi," tutupnya. (prokopim)
HUT ke-65 Pemprov Kalbar, Wako Sebut Banyak Kemajuan di Kalbar
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2022 ini menjadi penyemangat pemerintah daerah (pemda), mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalbar dalam optimalisasi dan meningkatkan pelayanan serta memajukan Kalbar.
"Selama ini sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan Pemprov Kalbar berjalan baik," ujarnya usai upacara peringatan HUT ke-65 Pemprov Kalbar di lingkungan Pemkot Pontianak di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (28/1/2022).
Edi menuturkan, telah banyak capaian-capaian yang dilakukan Pemprov Kalbar dalam membangun provinsi yang telah menjejaki usia 65 tahun ini. Diantaranya program Desa Mandiri yang sebarannya hingga ke pelosok Kalbar, pertumbuhan ekonomi yang terus merangkak naik serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat.
"Infrastruktur juga semakin banyak yang telah mendapat sentuhan pembangunan, kita berharap pembangunan ini bisa menjangkau keseluruhan daerah yang ada di Kalbar," tuturnya.
Dirinya juga berharap peringatan HUT ke-65 Pemprov Kalbar ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen pemda bersama masyarakat untuk terus berinovasi dan berkreativitas dalam membangun daerah. Inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan di tengah pandemi COVID-19 yang memiliki keterbatasan aktivitas dalam ruang dan gerak.
"Selain menangani pandemi COVID-19, kita juga dihadapkan pada bagaimana berinovasi dalam pemulihan ekonomi agar perekonomian kita tumbuh kembali," pungkasnya. (prokopim)
Digitalisasi UMKM, Dekranasda Pontianak Gandeng Tokopedia dan Dana
Teken MoU Kerjasama Pemasaran dan Pembayaran Secara Digital Serta Pelatihan
PONTIANAK - Dalam rangka mengembangkan dan mendorong sektor UMKM di Kota Pontianak, Dekranasda Kota Pontianak menggandeng marketplace Tokopedia dan penyedia aplikasi e-money, Dana dalam bentuk kerjasama. Kerjasama yang dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ini bertujuan untuk pengembangan perajin melalui platform digital, edukasi pembayaran secara digital, pelatihan dan pengembangan kapasitas UMKM serta pemasaran produk UMKM di bawah binaan Dekranasda Kota Pontianak.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Kamtono menerangkan, awal kerjasama ini dimulai dari pertemuan melalui zoom meeting dan pembahasan item-item terkait MoU serta potensi kerjasama yang dapat dikembangkan ke depan dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Hingga disepakati MoU antara kedua pihak yang diteken pada hari ini. Ia berharap kerjasama yang terjalin ini menjadi motivasi bagi UMKM di masa pandemi Covid-19 dengan keterbatasan ruang dan gerak.
"Sehingga kehadiran Tokopedia dan Dana sebagai penyedia aplikasi marketplace dan e-money ini sangat membantu pelaku UMKM untuk lebih leluasa berekspresi dan berinovasi melalui kedua platform tersebut," ujarnya usai penandatanganan MoU antara Dekranasda Kota Pontianak dengan PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) dan PT Tokopedia di Ruang Pontive Center, Kamis (27/1/2022).
Ia menambahkan, dengan adanya kesepakatan dengan kedua platform aplikasi itu diharapkan membantu sektor UMKM dalam pemasaran produk-produknya maupun dalam sistem pembayaran non tunai atau cashless. Namun demikian yang menjadi tantangan Dekranasda adalah bagaimana terus memperbaiki, menjaga dan memotivasi UMKM agat produknya lebih berkualitas.
"Sehingga bisa dipasarkan di marketplace Tokopedia dan Dana," ungkapnya.
Selain kerjasama tersebut, lanjutnya, kedua platform itu juga membantu dalam memberikan pelatihan, mulai dari pemasaran, mengatur pola keuangan UMKM dan sebagainya. Ada sekitar 40 pelaku UMKM yang terus dibimbing oleh Dekranasda Kota Pontianak dalam implementasi kerjasama ini.
"Saya berharap dengan MoU ini bisa memotivasi UMKM sehingga muncul inovasi untuk menghasilkan produk yang baik dan berkualitas," tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik adanya kerjasama antara Dekranasda Kota Pontianak dengan kedua platform tersebut. Dia berharap penandatanganan MoU itu bisa meningkatkan kelas UMKM Kota Pontianak, tidak hanya pada level lokal, tetapi juga level nasional hingga dunia. Apalagi pemasaran kerap menjadi hambatan bagi UMKM.
"Dengan kerjasama ini akan ada pelatihan-pelatihan dan pendampingan, mulai dari produk hingga pemasaran," imbuhnya.
Melalui kerjasama ini, produk-produk unggulan Kota Pontianak mampu naik kelas dan dipasarkan secara digital. Edi berharap kerjasama ini memberikan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak.
"Kita selalu memberikan ruang dan fasilitas agar Dekranasda berkembang," sebutnya.
Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah PT Tokopedia, Emmiryzan menuturkan pihaknya mendukung Dekranasda Kota Pontianak dengan menyediakan sebuah toko official khusus di Tokopedia.
"Nantinya toko official Dekranasda Kota Pontianak ini akan memasarkan produk-produk unggulan dari pengrajin UMKM di Kota Pontianak agar bisa mengakses ke pasar yang lebih luas di seluruh indonesia melalui Tokopedia," jelasnya.
Selain dukungan dengan menyediakan toko official khusus, pihaknya juga membantu melalui program Kelas Maju Digital untuk membantu UMKM agar bisa masuk ke digital dengan lebih baik.
"Tentu saja tidak hanya sekadar masuk, akan tetapi juga tumbuh," ucapnya.
Chief of People and Corporate Strategy Officer Dana Indonesia, Agustina Samara menilai Kota Pontianak memiliki potensi dengan kekayaan kuliner dan UMKM yang potensial untuk dikembangkan di era digital seperti sekarang ini.
"Dana Indonesia akan membantu Kota Pontianak untuk mendigitalisasi perekonomiannya baik melalui pelatihan UMKM, maupun pemakaian dan marketing produk UMKM dan seluruh program di Kota Pontianak agar bisa lebih berkembang baik makro maupun mikro," tutupnya. (prokopim)
Wali Kota Edi Lantik Zulkarnain Jadi Kepala Diskominfo
Martagus Ditunjuk sebagai Camat Pontianak Selatan
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik Zulkarnain sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak setelah melalui proses open bidding untuk menduduki jabatan tersebut. Selain Kepala Diskominfo, sejumlah pejabat setingkat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga dilantik, diantaranya Camat Pontianak Selatan, Martagus. Jumlah keseluruhan yang dilantik adalah satu orang pejabat eselon II, 11 orang pejabat eselon III dan dua orang pejabat eselon IV.
Edi mengatakan, pelantikan pejabat eselon II, III dan IV ini merupakan hal yang biasa dalam rangka memperkuat pelayanan di Kota Pontianak. Apalagi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan dari pemerintah sangat tinggi. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah dan gratis.
"Untuk mencapai pelayanan yang prima diperlukan yang namanya inovasi, modifikasi, dan kreasi dan ini adalah seni dalam memberikan pelayanan bagaimana seorang ASN memberikan pelayanan bagi masyarakat," ujarnya usai pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (26/1/2022).
Edi mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan prinsip-prinsip pelayanan yang prima. Tantangan dan permasalahan di tengah pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh Kota Pontianak, tetapi juga hampir seluruh pemerintah di Indonesia. Oleh sebab itu ia berharap ASN di lingkungan Pemkot Pontianak memiliki profesionalitas, tangguh dan berintegritas yang bisa menjawab permasalahan yang dihadapi di Pemkot Pontianak.
"Saya yakin para ASN telah paham dengan karakter dan permasalahan di Kota Pontianak," ungkapnya. (prokopim)