,
menampilkan: hasil
Pendapatan Daerah Meningkat, Wali Kota Dorong Optimalisasi Pajak dan Retribusi
Pakar Ekonomi Sebut Kemandirian Fiskal Kota Pontianak Meningkat
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan capaian positif Pemerintah Kota Pontianak dalam realisasi pendapatan daerah hingga pertengahan tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi terakhir, realisasi pendapatan telah mencapai 41,7 persen dari target total sebesar Rp818 miliar yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi.
“Alhamdulillah, untuk pajak daerah bahkan sudah melampaui target. Namun retribusi masih belum mencapai sasaran,” ujarnya usai rapat capaian realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak Triwulan II 2025 di Ruang Pontive Center, Selasa (8/7/2025).
Ia menyebutkan bahwa dalam rapat evaluasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Kota Pontianak masuk dalam kategori zona hijau secara nasional, yang menandakan pengelolaan pendapatan daerah berjalan baik.
Meski begitu, Edi menekankan pentingnya inovasi dalam menggali potensi penerimaan, khususnya pada sektor-sektor yang belum tergarap optimal seperti parkir, restoran, dan pajak hiburan. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah pendataan aktivitas, fungsi lahan dan bangunan secara faktual sebagai dasar pemetaan potensi pajak.
“Tahun lalu pendapatan kita Rp516 miliar, tahun ini target kita naik menjadi Rp818 miliar. Setiap tahun ada tren peningkatan. Saya minta Bapenda dan OPD terkait terus mengupayakan pencapaian target ini,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam membayar pajak dan retribusi, karena hal itu menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan.
“Kalau pendapatan daerah tinggi, kita bisa membiayai pembangunan jalan, drainase, infrastruktur, dan program-program lainnya. Jadi pelaku usaha juga harus memenuhi kewajibannya,” tegasnya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Prof Dr Eddy Suratman mengatakan, secara umum kemandirian fiskal Kota Pontianak menunjukkan tren positif. Ia menyebut, hingga pertengahan tahun 2025, kinerja keuangan daerah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya dalam hal PAD.
“Kalau kita lihat sampai 30 Juni, Alhamdulillah, sudah ada peningkatan kemandirian fiskal. PAD-nya cenderung mulai meningkat,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara, rasio kemandirian fiskal Kota Pontianak telah mencapai 35 persen. Sementara itu, rasio derajat desentralisasi fiskal juga berada di angka 35 persen, dan rasio kemandirian daerah tercatat sebesar 55 persen.
“Ini menggambarkan bahwa daerah ini terus mengalami kemajuan dalam hal kemandirian fiskal,” jelasnya.
Prof Eddy menilai kemajuan tersebut cukup membanggakan, apalagi jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Kota Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah dengan sumber daya alam melimpah. Oleh karena itu, potensi PAD lebih banyak bersumber dari sektor perkotaan, seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), termasuk pajak hotel dan restoran, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Namun demikian, Prof Eddy mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam kebijakan fiskal. Menurutnya, meski peningkatan PAD penting, hal tersebut tidak boleh membebani masyarakat secara berlebihan.
“Semuanya harus dihitung dengan cermat. Kita boleh menaikkan pendapatan untuk meningkatkan PAD, tapi masyarakat juga harus tetap nyaman dengan kebijakan tersebut,” tuturnya.
Dengan tren positif yang ada, Prof Eddy optimis bahwa pendapatan daerah dan perekonomian Kota Pontianak akan terus tumbuh pada tahun ini maupun tahun-tahun mendatang.
“Saya optimis, insya Allah tahun ini dan tahun-tahun depan, ekonomi Kota Pontianak akan berkembang dengan baik dan target-target pendapatan bisa tercapai,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Gandeng BCA Permudah Pembayaran Pajak Digital
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (4/7/2025). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan akses keuangan daerah, khususnya dalam memudahkan masyarakat melakukan pembayaran pajak secara nontunai (cashless).
“Penandatanganan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dan wajib pajak dalam bertransaksi secara digital melalui perbankan. Langkah ini diharapkan mempercepat akses keuangan dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Edi usai kegiatan.
Kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan BCA merupakan yang pertama kali dilakukan. Ia berharap, ke depan akan ada kolaborasi serupa dengan perbankan lainnya guna memperluas layanan digital bagi masyarakat.
“Semakin luas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital, semakin besar pula kontribusi yang bisa diberikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Pemkot Pontianak terus mendorong inovasi sistem pembayaran yang efisien dan transparan, terutama dalam sektor perpajakan daerah. Melalui kolaborasi ini, pembayaran pajak, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, dan retribusi lainnya, dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah melalui kanal digital milik BCA, termasuk mobile banking dan internet banking.
Langkah ini juga selaras dengan program pemerintah pusat dalam memperluas inklusi keuangan, sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Edi menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak menjadi prioritas utama Pemkot Pontianak dalam membangun kepercayaan publik.
“Target kita bukan hanya meningkatkan PAD, tapi juga meningkatkan kualitas layanan publik melalui sistem yang modern dan akuntabel,” tutup Edi. (kominfo/prokopim)
Ekonomi Pontianak Tumbuh 5,03 Persen, Pemkot Genjot Belanja Modal
PONTIANAK – Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak pada triwulan kedua 2025 meningkat menjadi 5,03 persen dari sebelumnya 4,7 persen. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, optimistis pertumbuhan ini akan terus berlanjut melalui berbagai strategi.
“Ada beberapa sektor yang belum signifikan, salah satunya belanja modal. Penyerapan anggaran di Pontianak masih didominasi belanja rutin seperti belanja pegawai,” ujarnya usai memimpin rapat di Ruang Pontive Center, Kamis (3/7/2025).
Ia menargetkan realisasi anggaran belanja modal dimulai Agustus hingga September, dengan puncaknya pada November. Selain itu, program-program rutin yang belum rampung akan dipacu pengerjaannya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
“Kami mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, serta memprioritaskan pekerjaan mendesak, termasuk mendorong usaha mikro untuk naik kelas,” ungkapnya.
Beberapa program rutin yang mendukung pertumbuhan ekonomi antara lain digitalisasi UMKM, pengembangan wisata berbasis budaya dan kuliner, serta ekowisata sungai.
Langkah lanjutan yang tengah dipersiapkan mencakup event tahunan berskala nasional dan internasional, penguatan infrastruktur digital dan internet cepat, hingga dukungan terhadap konten kreator dan startup digital.
Pemkot juga secara berkala melakukan pengawasan harga di pasar sebagai bentuk intervensi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Sektor investasi, terutama dari swasta, diharapkan dapat dipermudah proses perizinannya agar berdampak pada peningkatan investasi,” tambahnya.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak mencatat sektor perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Menurut Edi, sektor ini meliputi jasa konstruksi, industri pengolahan, reparasi kendaraan, serta perdagangan besar dan eceran.
“Di setiap kecamatan terdapat pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa yang berdampak positif terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Wako Dukung IWAPI Dongkrak UMKM Naik Kelas
Penutupan Borneo Expo 2025
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, memberikan apresiasi kepada Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalimantan Barat (Kalbar) atas suksesnya penyelenggaraan Borneo Expo 2025 di Halaman Parkir Ayani Megamal.
Edi menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak siap berkolaborasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Borneo Expo di tahun-tahun mendatang.
“Kegiatan seperti ini harus terus kita dukung untuk membangkitkan semangat para pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya usai menutup Borneo Expo 2025, Minggu (29/6/2025) malam.
Menurutnya, peran penting perempuan, khususnya kaum ibu di Kota Pontianak, sebagai penopang ketahanan ekonomi keluarga. Hal itu dibuktikan kala pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun silam , mayoritas pelaku UMKM perempuan mampu bertahan dan mengelola usahanya dengan baik.
“Ini terbukti dari data penyaluran dana bantuan kepada hampir 19.000 keluarga, di mana 95 persen di antaranya berhasil mengembalikan pinjaman,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Pontianak telah membangun Rumah Kemasan Gratis untuk membantu UMKM, terutama pengusaha perempuan di bidang makanan. Fasilitas ini menyediakan layanan desain, percetakan hingga pengurusan perizinan dan sertifikat halal secara gratis.
“Kami juga akan mengajak pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk di supermarket dan hotel-hotel di Pontianak, agar produk UMKM lokal semakin dikenal dan diminati,” kata Edi.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan seluruh pihak terkait, kualitas dan daya saing produk UMKM di Kalbar dapat terus meningkat.
“Semoga kegiatan ini menjadi panggung bagi UMKM untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Ketua Panitia Borneo Expo 2025 Lili Santi menuturkan, event yang digelar IWAPI Kalbar ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pelaku UMKM agar berkembang dan memperluas jaringan pemasaran produk-produk yang dihasilkannya. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemkot Pontianak, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi menyukseskan expo ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sangat diperlukan, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Borneo Expo 2025 menjadi wadah bagi pelaku UMKM, khususnya pengusaha wanita, untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Tahun depan, kami siap berkolaborasi lebih luas agar dampak positifnya semakin terasa,” ungkapnya. (prokopim)