,
menampilkan: hasil
Rombongan Istri Rektor se-Indonesia Terkesan Saat Berkunjung ke UMKM Center
Yanieta : Kunjungan Istri Rektor se-Indonesia Beri Semangat Baru bagi UMKM
PONTIANAK – Dekranasda Kota Pontianak menerima kunjungan rombongan istri para rektor se-Indonesia di Gedung UMKM Center Kota Pontianak, Minggu (23/11/2025). Kunjungan ini merupakan agenda Ladies Program yang menjadi rangkaian Forum Rektor se-Indonesia di Pontianak.
Saat tiba di Gedung UMKM Center, rombongan disambut dengan penyerahan cenderamata berupa syal kain tenun corak insang. Tak ketinggalan sajian khas Pontianak, mulai dari pisang srikaya, keladi srikaya hingga chaikue terhidang di meja.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Tanjungpura (Untan), Mada Reni Damanik Garuda Wiko, menyampaikan apresiasinya atas penyambutan hangat dari Pemerintah Kota Pontianak dan Dekranasda. Ia menilai kunjungan rombongan Forum Rektor Indonesia ke UMKM Center menjadi pengalaman berkesan sekaligus momen mengenal lebih dekat kekayaan kuliner dan kerajinan khas Kota Pontianak.
“Sejujurnya, kami tidak menyangka penyambutan yang begitu luar biasa. Sejak dari bawah kami disambut dengan cenderamata berupa tenun khas Kota Pontianak. Ini istimewa sekali, karena bisa kami simpan atau kenakan saat acara kampus, sehingga ikut memperkenalkan Pontianak di daerah masing-masing,” ujarnya yang memimpin rombongan para istri rektor se-Indonesia.
Mada Reni juga mengapresiasi suguhan kuliner lokal yang disajikan oleh Dekranasda. Menurutnya, ragam hidangan tradisional seperti keladi srikaya, pisang srikaya hingga chaikue, memberi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta rombongan yang baru pertama kali mencicipinya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Yanieta atas penyambutan dan hidangan yang telah dipersiapkan. Ini sungguh luar biasa. Insya Allah, kunjungan kami sedikit banyak dapat membantu dan mendukung UMKM Kota Pontianak,” tuturnya.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Kamtono mengatakan, kunjungan rombongan tersebut memberikan dorongan dan semangat baru bagi para pelaku UMKM, khususnya para perajin kriya yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka.
“Kehadiran Ibu-ibu yang berbelanja langsung di UMKM Center memberikan motivasi besar bagi para pelaku UMKM untuk terus berkarya, berinovasi, dan meningkatkan daya saing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” imbuhnya usai menyambut tamu dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Ia menambahkan, UMKM Center Kota Pontianak yang diresmikan pada 2018 oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji saat itu, telah menjadi pusat pembinaan sekaligus ruang pemasaran bagi UMKM di kota ini. Berbagai pelaku UMKM, khususnya kriya, disebutnya telah berhasil menembus pasar nasional hingga mancanegara dan meraih prestasi membanggakan.
Yanieta juga menyampaikan terima kasih kepada para istri rektor yang hadir. Menurutnya, kegiatan ini turut memperkenalkan UMKM Center kepada lebih banyak pihak, termasuk kepada masyarakat Pontianak sendiri yang sebagian mungkin belum pernah berkunjung.
“Kami sangat terbuka apabila ke depan ada kegiatan lain yang ingin diselenggarakan di UMKM Center. Kami siap menerima kunjungan berikutnya,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan bagi UMKM Kota Pontianak.
“Kunjungan Ibu-ibu pada sore hari ini memberikan semangat baru bagi para perajin kami. Kehadiran dan apresiasi Ibu-ibu menjadi motivasi agar mereka terus menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (prokopim)
Menteri Maman Puji UMKM Center Pontianak Terbaik se-Indonesia
PONTIANAK - Keberadaan Gedung UMKM Center Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman Kecamatan Pontianak Selatan mendapat pujian dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Pasalnya, dari kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia, ia menilai UMKM Center yang ada di Pontianak terbaik se-Indonesia.
“Saya harus mengatakan, dari seluruh kunjungan saya ke berbagai daerah di Indonesia, UMKM Center di Kota Pontianak ini adalah yang terbaik di seluruh Indonesia. Kota Pontianak patut bangga karena memiliki UMKM Center terbaik se-Indonesia,” ungkapnya saat berkunjung ke Gedung UMKM Center, Minggu (23/11/2025).
Meski begitu, Maman berpesan agar Pemerintah Kota Pontianak bersama Dekranasda Kota Pontianak berupaya bagaimana caranya meningkatkan kualitas produk-produk UMKM, memperbanyak volume produksi dan menjaga disiplin manajemen keuangannya.
“Jangan sampai kualitas produk sudah bagus, tetapi laporan keuangannya buruk, sehingga akhirnya justru merugikan,” pesannya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan sekaligus pujian dari Menteri UMKM. Menurutnya, keberadaan UMKM Center merupakan bagian dari komitmen Pemkot Pontianak dalam memperkuat ekosistem UMKM dan membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku usaha untuk berkembang.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pengakuan ini. Sejak awal, UMKM Center memang dirancang sebagai wadah lengkap untuk pembinaan, pemasaran, hingga pengembangan kapasitas pelaku UMKM. Tujuannya agar produk lokal Pontianak semakin dikenal dan memiliki nilai saing,” ucapnya.
Edi menekankan bahwa Pemkot Pontianak akan terus memperkuat sinergi dengan Dekranasda dan para pelaku UMKM, termasuk melalui pembinaan intensif, penguatan akses permodalan, serta peningkatan kualitas produk. Ia juga berharap UMKM Center dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan fasilitas, program pelatihan, serta memperluas jaringan pemasaran, baik offline maupun digital. Harapannya, produk UMKM Pontianak tidak hanya unggul di tingkat nasional tetapi juga mampu masuk pasar global,” katanya.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie, menyambut baik apresiasi yang disampaikan Menteri UMKM. Ia menyebut bahwa keberhasilan UMKM Center bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga kolaborasi seluruh pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pendamping lapangan yang terus bekerja meningkatkan kualitas produk lokal.
“Kami di Dekranasda terus mendorong para pelaku UMKM untuk berani berinovasi, menjaga kualitas, dan meningkatkan daya saing produk. UMKM Center ini bukan hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga pusat pembinaan dan penguatan kapasitas bagi para pelaku usaha,” terangnya.
Yanieta menambahkan, pihaknya secara berkala menggelar pelatihan desain, pengemasan, manajemen keuangan serta pemasaran digital agar produk UMKM Pontianak dapat menembus pasar nasional bahkan internasional. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga mutu dan ketersediaan produk.
“Dengan fasilitas dan pendampingan yang ada, kami ingin memastikan UMKM Pontianak bisa naik kelas. Kami berharap apresiasi dari Pak Menteri ini semakin memotivasi para pelaku UMKM untuk terus berkembang,” tuturnya.
Menurutnya, UMKM Center Pontianak akan terus diperkuat sebagai etalase unggulan produk lokal sekaligus pusat inovasi ekonomi kreatif di kota ini.
“Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak agar UMKM Pontianak semakin maju, berdaya saing, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Pontianak Siap Bersinergi dengan Pemerintah Pusat Jalankan Program UMKM
Kementerian UMKM Gelar MikroDOTS di CFD, Upaya Pemerintah Fasilitasi UMKM
PONTIANAK - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, menggelar Mikro Desk On The Street (MikroDOTS), acara yang mewadahi UMKM dalam mengakses fasilitas lembaga pembiayaan, pelayanan perizinan, sertifikasi hingga legalisasi usaha. Kegiatan yang melibatkan UMKM se-Kalbar ini digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani. Lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, serta perangkat daerah terkait hadir langsung memberi pendampingan. Sejumlah UMKM bahkan langsung mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di lokasi acara.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menerangkan, acara MikroDOTS ini dirancang untuk mempertemukan para pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan, penyedia layanan perizinan, sertifikasi, hingga legalisasi usaha. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan digital serta melibatkan penyandang disabilitas agar seluruh kelompok masyarakat dapat merasakan manfaat yang sama.
“Kita tidak ingin tercipta kesan bahwa UMKM berjalan sendiri dan pemerintah berjalan sendiri. Dengan pola seperti ini, semuanya menjadi cair. Pemerintah adalah bagian dari proses tumbuh kembangnya UMKM,” ujarnya usai mengikuti Jalan Sehat yang menjadi rangkaian MikroDOTS, Minggu (23/11/2025).
Maman memberikan apresiasi kepada Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan program yang disebutnya sebagai langkah konkret membangun semangat inklusif di daerah.
“Tanpa dukungan Pak Wali Kota dan Pak Gubernur, acara ini tidak mungkin terlaksana. Pemerintah pusat, provinsi, dan kota harus berjalan bersama dalam menumbuhkan UMKM,” sebutnya.
Senada, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan Pemkot Pontianak akan terus memberi ruang lebih luas bagi UMKM melalui sinergi program bersama pemerintah pusat. Ia bilang, pada 2026 sejumlah program pemberdayaan UMKM telah disiapkan.
“Program pemerintah untuk UMKM di tahun 2026 cukup banyak. Kita terus memberikan pelatihan, pemberdayaan, dan dukungan pemasaran. Selain itu, kita juga bersinergi untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku UMKM di Kota Pontianak,” terangnya.
Ia menekankan bahwa persoalan ruang usaha masih menjadi tantangan yang kerap dihadapi, khususnya bagi pedagang kaki lima (PKL).
“Masalah utama yang sering muncul adalah soal tempat. UMKM, terutama para PKL, kadang menggunakan ruang publik atau fasilitas umum. Karena itu, kita harus terus bersinergi agar kota tetap rapi dan tertib serta UMKM terus berjalan,” jelasnya.
Edi menambahkan bahwa pihaknya membuka kemungkinan pemanfaatan ruang-ruang yang bisa digunakan secara legal dan tertata untuk menunjang kegiatan UMKM di kota tersebut.
“Kita ingin bekerja sama memanfaatkan ruang-ruang yang memang bisa digunakan untuk kegiatan UMKM seperti di kawasan Pasar Tengah,” tutupnya. (prokopim)
Edi Kamtono : Rintis Usaha Tidak Harus dari yang Besar, Kuncinya Berani Memulai
Wali Kota Motivasi Generasi Muda di Borneo Lead Fest 2025
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung digelarnya Borneo Lead Fest (BLF) 2025 sebagai wadah penting bagi generasi muda dalam membangun kemampuan, kreativitas serta kesiapan menghadapi persaingan di era digital.
BLF adalah festival kepemimpinan dan kolaborasi anak muda yang mendorong generasi muda Pontianak menjadi agen perubahan bagi UMKM melalui transformasi digital. BLF digagas oleh AIESEC.
“Melalui Borneo Lead Fest 2025, saya berharap generasi muda Pontianak semakin siap menghadapi dinamika zaman dan berani menciptakan peluang usaha mandiri yang berdampak pada perekonomian daerah," ujarnya saat didapuk menjadi pembicara BLF 2025 di Gedung Konferensi 5 Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu (22/11/2025).
Terkait pengembangan ekonomi masyarakat, Edi menyoroti peran UMKM sebagai sektor yang banyak diminati dan terus tumbuh. Ia menilai dunia usaha perlu dibangun sejak dini, mengingat persaingan untuk masuk ke sektor ASN maupun PPPK semakin kompetitif.
“Entrepreneurship membutuhkan kecerdasan, kreativitas dan kemampuan membaca peluang. Tidak harus memulai usaha dari sesuatu yang besar, yang terpenting adalah berani memulai,” pesannya kepada para generasi muda.
Edi juga menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi, termasuk di Kota Pontianak. Peluang usaha semakin terbuka, namun tantangan juga kian besar seiring perubahan kebutuhan masyarakat dan persaingan pasar yang semakin ketat. Untuk itu, ia mendorong mahasiswa dan anak muda agar memulai proses menuju kesuksesan dari kegiatan positif seperti BLF.
“Adik-adik harus menyelesaikan pendidikan dengan baik dan memanfaatkan ruang serta peluang secara maksimal. Kegiatan seperti ini menjadi fondasi untuk memulai perjalanan menuju masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memaparkan kondisi Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi yang memiliki banyak keunggulan strategis. Selain menjadi pusat pemerintahan dan layanan publik, Pontianak memiliki fasilitas regional hingga internasional, termasuk keberadaan Universitas Tanjungpura dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Akses transportasi juga didukung pelabuhan sungai, laut, serta Bandara Supadio yang menjadi pintu masuk utama Kalimantan Barat.
“Dengan kondisi ini, pertumbuhan penduduk jauh lebih pesat dibandingkan daerah lain. Banyak masyarakat dari kabupaten sekitar datang ke Pontianak untuk mencari penghidupan, sehingga potensi ekonomi meningkat,” jelasnya.
Namun, Edi juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang dihadapi Pontianak, terutama terkait topografi kota yang berada di kawasan dataran rendah dan muara sungai. Kondisi ini membuat sebagian wilayah rentan tergenang ketika hujan deras bertepatan dengan pasang air laut.
“Secara teknis persoalan ini bisa diatasi, tetapi membutuhkan biaya sangat besar,” terangnya. (prokopim)