,
menampilkan: hasil
250 Pembalap Sepeda Tempuh 250 Kilometer di Hari Jadi ke-250 Pontianak
PONTIANAK - Sebanyak 250 peserta dari berbagai komunitas sepeda semangat memacu sepedanya saat Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas bendera start menandai dimulainya Happy Cycling Pontianak 250 kilometer di depan Kantor Wali Kota Pontianak Jalan Rahadi Usman, Sabtu (23/10/2021) pagi. Even balap sepeda yang menempuh jarak 250 kilometer ini digelar dalam rangka Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak.
"Jarak yang ditempuh itu sesuai dengan usia Kota Pontianak yang sudah memasuki 250 tahun, kita akan agendakan kegiatan ini sebagai agenda tetap setiap Hari Jadi Kota Pontianak," ujarnya.
Tahun depan, pihaknya akan mengemas even ini agar lebih meriah lagi, baik dari jumlah peserta, acara maupun hadiahnya. Sepanjang 250 kilometer, para pembalap akan mengitari jalan-jalan di Kota Pontianak dan sekitarnya.
"Saya yakin para pembalap sepeda bisa merasakan sensasi berkeliling Kota Pontianak dan sekitarnya sepanjang 250 kilometer," ungkap Edi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan berkolaborasi dengan pehobi dan penggiat sepeda untuk menjadikan Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya sebagai destinasi sport tourism terutama balap sepeda atau turing.
"Pontianak memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism," imbuhnya. (prokopim)
Dzikir Kebangsaan dan Maulid Warnai Peringatan Hari Santri
PONTIANAK - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) menggelar Dzikir Kebangsaan sekaligus dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad, SAW di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Pontianak, Jumat (22/10/2021).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan peringatan Hari Santri ditengah pandemi Covid-19 ini hendaknya bisa menjadi momentum bagi seluruh santri untuk terus semangat dan bangkit dalam menghadapi pandemi.
"Dalam menghadapi pandemi ini, kita semua harus saling bahu-membahu melawan pandemi Covid-19 yang menyengsarakan banyak orang," ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Santri Nasional ini menjadi modal pemersatu seluruh santri untuk melawan pandemi. Tak kalah pentingnya adalah bagaimana para santri menjadi pelopor dalam penerapan protokol kesehatan.
"Kita harus saling menjaga, menjaga diri kita dan orang-orang di sekitar kita dengan cara menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Bahasan mengingatkan agar para santri perlu menjaga kerukunan dalam tatanan kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara. Apapun perbedaan dan latar belakang, yang harus dikedepankan adalah persatuan dan kesatuan. Untuk itu ia berharap komunitas etnis, baik yang berada di Pontianak maupun daerah lainnya di Provinsi Kalbar, untuk turut menjaga kerukunan.
"Karena dengan hidup rukun dan damai, Insya Allah semuanya akan nyaman, damai dan sejahtera," sebutnya.
Ketua PCNU Kota Pontianak Ahmad Faruki menuturkan peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2021 merupakan bentuk pengakuan negara terhadap santri. Peran santri sejak zaman perjuangan memang tak dipungkiri telah banyak memberikan kontribusi untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Harapannya Kota Pontianak ini menjadikan santri sebagai kader masa depan," pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Tuan Rumah Rakornas ICCN, Dorong Terciptanya Ekosistem Ekraf
PONTIANAK - Kota Pontianak menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2021. Selain Pontianak, Kota Singkawang juga ditunjuk sebagai tuan rumah Rakornas tersebut. Rakornas digelar di Hotel Ibis, Kamis (21/10/2021).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan terima kasih kepada ICCN yang telah memilih Kota Pontianak sebagai tuan rumah penyelenggaraan rakornas. Ia berharap rakornas kali ini menjadi sarana komunikasi dan bertukar informasi antara kota-kota yang tergabung dalam kota kreatif se-Indonesia.
"Rakornas ini menitikberatkan pada kolaborasi bersama penggiat kreativitas sehingga mampu mendorong terciptanya ekosistem ekonomi kreatif di Pontianak khususnya dan di Kalbar umumnya," ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus giat membangun dan mengembangkan kawasan wisata lokal yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan perkembangan ekonomi kreatif, satu diantaranya adalah kampung wisata yang tidak terlepas dari kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat.
"Sehingga menjadikan kampung-kampung wisata ini unik dengan identitasnya masing-masing," katanya.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar serta Pemkot Pontianak dan Singkawang yang telah memfasilitasi hingga terselenggaranya rakornas di kedua kota yang ada di Kalbar ini. ICCN merupakan forum lintas komunitas kreatif yang ada di 220 kabupaten/kota se-Indonesia, yang tujuannya mendorong pembangunan Indonesia dari potensi kreativitasnya. Pada rakornas ini, pihaknya juga telah menyelesaikan verifikasi jejaring yang ada di Kalbar.
"Menariknya, dari Kalbar sudah ada Forum Lintas Komunitas Kreatif di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Ini luar biasa, kami apresiasi sebab untuk bisa mensinergikan forum jejaring lintas ini tidak mudah," ungkapnya.
Dijelaskannya, ada beberapa alasan sehingga pihaknya memutuskan Kota Pontianak dan Singkawang sebagai tuan rumah Rakornas ICCN. Sejak berdirinya ICCN tahun 2015, enam tahun berjalan ICCN memang belum pernah menapaki Kalimantan untuk dua kegiatan nasional, Rakornas dan Indonesia Creative Cities Festival. Untuk itu, pihaknya memboyong pelaku simpul kreatif nasional ke Kota Pontianak. Fiki bilang, Kota Pontianak ini secara khusus Wali Kotanya pelaku subsektor industri kreatif di bidang arsitek. Sedangkan Singkawang dikenal sebagai kota paling inklusif di Indonesia.
"Jadi rasanya sudah tepat ICCN memilih Pontianak dan Singkawang sebagai tuan rumah Rakornas 2021," pungkasnya. (prokopim)
Hari Jadi Kota, HMI Pontianak Tanam 250 Pohon
Wako Edi Kamtono : Bentuk Kepedulian Mahasiswa Terhadap Lingkungan
PONTIANAK - Masih dalam suasana menyambut Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak menggelar Aksi Penanaman 250 pohon. Aksi peduli lingkungan itu digelar di Gang Usaha Baru I Kelurahan Sungai Bangkong Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (20/10/2021).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung aksi yang dilakukan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam HMI Cabang Pontianak ini. Ia menilai aksi yang dilakukan oleh kaum muda ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kecintaan mereka akan Kota Pontianak.
"Kita menanam pohon harus seperti mengurus anak bayi, harus dirawat, disiram dan bila perlu dipupuk," pesannya.
Dalam menanam pohon, lanjutnya, jangan berpikir hasilnya, tetapi bagaimana pohon itu bisa tumbuh bagus dan subur. Seperti pohon lengkeng, mempunyai karakter bisa tumbuh tinggi sekaligus berfungsi sebagai peneduh.
Edi yakin hampir semua orang setuju dengan banyaknya pepohonan. Memang diakuinya masih ada titik-titik lokasi yang belum ditanami pohon. Untuk itu pihaknya terus berupaya memperbanyak pepohonan di penjuru Kota Pontianak.
"Dari 100 orang yang ditanya dengan adanya pohon-pohon, dipastikan 90 persen diantaranya menyatakan lebih nyaman ada pohon, makanya setiap orang yang datang ke Pontianak mereka apresiasi karena banyaknya pepohonan," tukasnya.
Ketua Umum HMI Cabang Pontianak Hefni Maulana menuturkan aksi penanaman 250 pohon yang digelar ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Ia menilai,semaju apapun sebuah kota, ketika lingkungannya tidak terjaga dengan baik, maka itu akan mereduksi kemajuan kota tersebut.
"Makanya seiring berkembangnya infrastruktur dan kemajuan kota, keberadaan lingkungan hidup di tengah-tengah kita, kesuburannya, penghijauan itu harus selalu ada," imbuhnya.
Tujuannya adalah untuk menjaga ekosistem terutama kehidupan anak cucu mendatang. Hefni menambahkan, kegiatan hari ini tidak hanya sebatas ini saja, ada beberapa titik di Kota Pontianak yang sudah disurvey pihaknya untuk ditanami pohon. Untuk di lokasi ini hanya 250 bibit pohon saja. Kemudian untuk di kelurahan-kelurahan lain sudah dibagi.
"Insya Allah, bukan hanya seribu, kalau dapat sejuta pohon kita tanam di Kota Pontianak, tentunya bersinergi dengan Pemerintah Kota Pontianak," pungkasnya. (prokopim)