,
menampilkan: hasil
Anak-anak di Pontianak Timur Antusias Ikuti Lomba Mewarnai
PONTIANAK – Semarak kemerdekaan Indonesia ke-79 tahun ini terasa begitu kental di Kecamatan Pontianak Timur. Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah lomba mewarnai tingkat anak-anak yang dibuka langsung oleh Pj Bunda PAUD Kota Pontianak Anita Ani Sofian, di Kantor Camat Pontianak Timur, Selasa (6/8/2024).
Para peserta tampak begitu antusias menggoreskan pensil warna mereka di atas kertas gambar. Gambar-gambar beraneka ragam mulai dari pahlawan nasional, bendera merah putih berkibar, hingga pemandangan alam Indonesia yang indah menghiasi ruangan. Tak hanya itu, beberapa peserta bahkan menampilkan kreativitasnya dengan menggambar tokoh-tokoh pahlawan masa kini yang menginspirasi mereka.
"Lomba mewarnai ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, melalui gambar, mereka dapat mengekspresikan pemahaman mereka tentang sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Anita.
Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap antusiasme peserta dan dukungan orang tua yang hadir. Anita menilai pentingnya kegiatan seperti ini untuk mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas anak sejak dini.
"Acara ini bukan hanya tentang memenangkan lomba, tetapi juga tentang bagaimana kita merayakan kemerdekaan dengan cara yang positif dan mendidik. Kami berharap melalui lomba ini, anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai negara mereka,” pesannya.
Camat Pontianak Timur M Akif menambahkan, bagi pemenang dari juara pertama sampai harapan ketiga akan mendapatkan piala maupun uang tunai. Peserta datang dari setiap kelurahan dan PKK kelurahan dan kecamatan.
“Di samping kami melakukan pembinaan ada kita gunakan rumah dongeng dan sekretariat PKK di rumah dinas,” pungkasnya. (kominfo)
Pj Wako Dukung Generasi Muda Tekuni Desain Grafis
Pelatihan Desain Grafis Wadah Peserta Menuangkan Ide Kreatif
PONTIANAK - Dunia ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan, tak terkecuali desain grafis. Sektor kreatif ini banyak dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari pemasaran, media hingga pengembangan produk.
Untuk meningkatkan kompetensi para grafis desainer, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak menggelar pelatihan desain grafis di Hotel Gajah Mada, Selasa (6/8/2024). Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, desain grafis menjadi aspek penting dalam dunia komunikasi visual untuk mendukung berbagai sektor. Sebut saja pemasaran produk, advertising, media hingga branding produk tidak terlepas dari desain grafis. Oleh sebab itu, pelatihan yang digelar ini diharapkan menjadi wadah para peserta, khususnya generasi muda, untuk menuangkan ide-ide kreatifnya dalam sebuah karya desain grafis.
“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan karya yang estetis, efektif dalam menyampaikan pesan dan mempromosikan ide-ide kreatif,” ujarnya usai membuka pelatihan tersebut.
Pelatihan ini merupakan sebuah wujud konkrit dalam upaya pengembangan ekraf oleh Pemkot Pontianak yang berkolaborasi dengan pelaku ekraf, khususnya subsektor desain komunikasi visual.
“Tujuannya untuk mengembangkan keterampilan teknis dan kapasitas sumber daya manusia para pelaku ekraf di Kota Pontianak,” tutur Ani Sofian.
Pj Wako berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan antusias terhadap materi yang disampaikan, menggali ilmu dan pengalaman dari narasumber.
“Sehingga peserta dapat mengembangkan kemampuannya dalam menekuni ilmu desain grafis ini,” imbuhnya.
Pemateri Pelatihan Desain Grafis Muhammad Reza Setiawan menekankan pentingnya workshop desain grafis dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan visual.
"Workshop desain grafis memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya visual yang menarik dan efektif," terangnya.
Reza menambahkan dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya belajar tentang teknik dan alat desain, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang prinsip-prinsip desain yang tengah tren terkini di industri kreatif. Menurutnya, workshop ini sangat bermanfaat bagi pemula maupun desainer yang sudah berpengalaman.
“Workshop ini bisa menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan dan mendapatkan inspirasi baru," jelasnya. (prokopim/kominfo)
Hadapi Tantangan Pelayanan Kesehatan, Pemkot Luncurkan Aplikasi Smart Berbasis Geospasial
Aksi Konvergensi Stunting
PONTIANAK – Penekanan tombol oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian bersama instansi terkait menandai peluncuran secara simbolis Aksi Konvergensi Stunting melalui Smart Berbasis Geospasial di Kota Pontianak, di Aula Rohana Muthalib Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Selasa (6/8/2024). Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan penyaluran bantuan dari PT Bulog ke seluruh kecamatan di Kota Pontianak.
Ani Sofian menerangkan, masalah stunting adalah sinyal, bahwa terdapat masalah dalam manajemen penyelenggaraan dasar. Ia berharap melalui aplikasi Smart berbasis geospasial dukungan data yang terverifikasi dan tervalidasi dapat terwujud. Ia mengapresiasi inovasi Bappeda Kota Pontianak ini.
“Intervensi langsung yang kita lakukan kepada masyarakat jika tanpa dukungan data, maka intervensi tersebut tidak akan tepat sasaran,” imbuhnya, usai peluncuran serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melibatkan 91 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan jumlah kader 273 orang yang tersebar di 6 kecamatan dan 29 kelurahan. Ke depan, Ani Sofian berpesan, perlu penguatan peran dan fungsi TPK dalam melakukan verifikasi dan validasi data.
“Mengingat data yang digunakan dalam aplikasi Smart merupakan data yang dinamis, ke depannya perlu penguatan peran TPK dalam verifikasi dan validasi data,” ucap Pj Wali Kota.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat serta jajaran instansi pemerintah untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Pontianak, demi menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2024 mendatang.
“Keberhasilan pencegahan dan percepatan stunting di Kota Pontianak dapat dicapai dengan bekerja bersama, tumbuh kembang anak menentukan kualitas pembangunan SDM Indonesia dan menentukan masa depan mereka selanjutnya,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kota Pontianak Sidig Handanu menerangkan, terdapat beberapa tantangan pelayanan kesehatan kepada balita di Kota Pontianak. Hal itu tampak dari 50 ribu jumlah balita di Kota Pontianak, 16,7 persen di antaranya tergolong stunting. Dengan demikian, ada sekitar 8.850 anak yang berada dalam kondisi pendek, di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Sidig menyebut, pemerintah pusat menargetkan percepatan penurunan stunting sampai ke angka 14 persen.
“Kalau sasaran balita kita 50 ribu, maka 16,7 persen itu angka yang tidak sedikit, 8.850 anak di Kota Pontianak dalam kondisi pendek, jadi tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya,” paparnya,
Selain stunting, vaksinasi polio juga masih jadi perhatian Pemkot Pontianak. Data terakhir cakupan vaksinasi polio, lanjut Sidig, Kota Pontianak berada di nomor urut 14 dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat.
“Dari dua data ini tidak bisa kita pandang sebagai suatu yang biasa, harus kita analisis kita kaji mengapa, di satu sisi capaian stunting lumayan bagus, di satu sisi anaknya kok tidak mau divaksinasi polio atau tidak mau datang saat penimbangan,” ungkapnya.
Dari hasil analisis sementara, Sidig menyimpulkan, rendahnya angka capaian polio tersebut akibat kurangnya kesadaran orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke posyandu. Sedangkan faktor lain yang menurutnya turut mempengaruhi adalah angka fertilitas Kota Pontianak yang turun serta gagalnya eliminasi polio di tingkat global.
“Sejak tahun 2020 angka fertilitas kita 0,8 yang semula 1,4 persen, jadi kalau dicari bayinya pasti tidak ada sedangkan sasarannya menggunakan estimasi nasional, disamakan seluruh Indonesia,” kata Kepala Bappeda.
Berbagai persoalan tersebut memerlukan solusi yang optimal, salah satunya dengan aplikasi Smart berbasis geospasial yang baru saja diluncurkan. Sidig menyampaikan, di dalam aplikasi tersebut bisa mengetahui posisi orang tua dan balita, penyebab stunting seperti sanitasi dan penyebab lainnya.
“Aplikasi ini bukan hanya mengetahui anak pendek, tetapi juga anak dengan risiko sunting,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Kubu Raya - Pontianak Jalin Kerja Sama Pengendalian Inflasi
Teken MoU Pengendalian Inflasi Berbasis Kawasan
KUBU RAYA - Untuk penguatan pengendalian inflasi antar wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Pengendalian Inflasi Daerah Berbasis Kawasan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (5/8/2024).
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, menyambut baik perjanjian kerja sama antara Pemkab Kubu Raya dengan Pemkot Pontianak terkait Pengendalian Inflasi Daerah Berbasis Kawasan. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
"Kerja sama ini merupakan salah satu cara kita untuk menjaga stabilitas inflasi. Penurunan inflasi yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi petani karena harga pangan terus merosot sementara biaya produksi melonjak naik," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa penurunan inflasi memiliki dua sisi. Di satu sisi memberikan dampak positif, namun di sisi lain dapat merugikan petani yang mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian.
"Kalau inflasi terus menurun, dikhawatirkan para petani enggan mengembangkan produksi pertaniannya sehingga mempengaruhi ketersediaan pangan," jelasnya.
Dalam mengendalikan inflasi, ada beberapa langkah strategis yang dilakukan pihaknya, antara lain rutin melaksanakan operasi pasar atau gerakan pasar murah. Pasar murah dinilai efektif dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok. Kemudian, koordinasi dan kerja sama dengan para distributor juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat saat terjadi kelangkaan stok. Selian itu, pihaknya juga menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat untuk mencegah kepanikan saat terjadi kekurangan stok bahan pokok.
“Dengan melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat berbelanja secara bijak,” ungkapnya.
Pj Wali Kota juga mengatakan bahwa Kota Pontianak juga bergantung terhadap kabupaten sekitar, terutama Kabupaten Kubu Raya, dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat tercipta stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang memadai bagi masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya.
Pj Bupati Kubu Raya Kamaruzzaman, menuturkan, selain kerja sama antara Pemkab Kubu Raya dan Pemkot Pontianak, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Mempawah dalam upaya pengendalian inflasi daerah berbasis kawasan. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian inflasi di ketiga daerah, mengingat keterkaitan erat antara Kabupaten Kubu Raya sebagai pemasok utama bahan pokok dan Kota Pontianak sebagai pusat konsumsi.
"Kerja sama ini dilakukan dalam rangka saling memberikan penguatan," sebutnya.
Ia menjelaskan bahwa lebih dari separuh komoditas bahan pokok yang tersedia di Kota Pontianak berasal dari Kabupaten Kubu Raya. Kamaruzzaman berharap adanya sinergi berkaitan dengan komoditi-komoditi yang dibutuhkan masyarakat.
"Dalam bahasa sederhana, inflasi itu berkaitan dengan ketersediaan, keterjangkauan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif," terangnya.
“Hari ini kita duduk bersama untuk menentukan pemetaan melalui kerja sama dan kesepakatan terkait dengan pengendalian inflasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kamaruzzaman menekankan pentingnya memastikan ketersediaan barang yang dibutuhkan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
"Inflasi ini terkait bagaimana barang yang dibutuhkan masyarakat tersedia dan harganya terjangkau, dibarengi dengan daya beli masyarakat," tutupnya. (prokopim)