,
menampilkan: hasil
Selamat, Siswa Kota Pontianak Raih Medali OSN 2024
Pj Wako : Bukti Siswa Pontianak Mampu Bersaing di Tingkat Nasional
PONTIANAK - Keberhasilan para siswa Kota Pontianak telah mengantarkan Kota Pontianak meraih prestasi bergengsi tingkat nasional pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024 tingkat SD dan SMP. Di tingkat SD, Bryan Destin Mulyadi dari SD Pelita Cemerlang berhasil meraih dua prestasi sekaligus, yakni Medali Emas dan The Best Experiment bidang Matematika. Sedangkan dua Medali Perunggu bidang Matematika berhasil diraih Jeffin Alexander dari SD Plus Gembala Baik dan Nixon Yeo dari SD Kristen Immanuel.
Di tingkat SMP, Calvin Clain dari SMP Kristen Immanuel berhasil menggondol Medali Perunggu di bidang IPA dan Dehes Tahasak Garang dari SMP Kristen Immanuel juga meraih Medali Perunggu bidang Matematika.
Melihat prestasi gemilang para siswa di tingkat nasional, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi yang tinggi atas prestasi gemilang yang diraih oleh para siswa Kota Pontianak dalam ajang OSN 2024 tingkat SD dan SMP. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Kota Pontianak sebagai salah satu kota yang memiliki potensi unggul dalam bidang pendidikan di Indonesia.
"Prestasi ini bukan hanya membuktikan bahwa anak-anak Pontianak mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa sistem pendidikan di kota kita telah berhasil menghasilkan bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama daerah bahkan di kancah yang lebih luas," ujarnya, Minggu (11/8/2024).
Pj Wali Kota menekankan bahwa prestasi ini merupakan hasil sinergi antara kerja keras para siswa, dukungan orang tua, dedikasi para guru, serta komitmen sekolah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam memajukan dunia pendidikan.
"Pencapaian luar biasa ini harus menjadi motivasi bagi seluruh pelajar di Kota Pontianak untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri. Ini juga menjadi bukti bahwa investasi kita dalam pendidikan mulai membuahkan hasil yang nyata," tambah Ani Sofian.
Lebih lanjut, Pj Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membimbing dan mendukung para siswa hingga meraih prestasi membanggakan ini, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, para kepala sekolah, guru pembimbing dan orang tua siswa.
"Semoga prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian hebat lainnya di masa depan. Mari kita terus berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Kota Pontianak. Saya yakin, dengan semangat dan kerja keras yang konsisten, Pontianak akan menjadi salah satu barometer pendidikan berkualitas di Indonesia," imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Sri Sujiharti, menyampaikan apresiasi atas prestasi gemilang siswa Kota Pontianak pada ajang OSN 2024. Hasil yang membanggakan bagi Kota Pontianak ini dinilainya sebagai buah dari upaya pembelajaran yang berorientasi pada minat dan bakat siswa, serta semangat belajar dan keinginan untuk menjadi yang terbaik.
"Terbukti pada ajang kompetisi tingkat nasional di OSN 2024, para siswa Pontianak yang mewakili Kalimantan Barat dapat mempersembahkan hasil terbaik," ungkapnya.
Dia berharap pencapaian ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat dan inspirasi bagi seluruh siswa dan siswi di Kota Pontianak untuk terus memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik. Ucapan terima kasih tak lupa ia sampaikan kepada seluruh pendidik dan kepala sekolah atas dedikasi mereka dalam membimbing pada siswa. Pencapaian ini menunjukkan bahwa upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak telah membuahkan hasil yang membanggakan di tingkat nasional.
"Alhamdulillah prestasi ini membuat Pontianak dan Kalbar bangga. Alhamdulillah," tutupnya. (prokopim)
Ani Sofian Tekankan Pentingnya Menjaga Ketertiban dan Keamanan
Sosialisasi Pemberdayaan Linmas dalam Meningkatkan Trantibum
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan ketertiban serta keamanan. Hal itu ia sampaikan dalam acara Sosialisasi Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat untuk peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Kota Pontianak di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Sabtu (10/8/2024) malam.
Ani Sofian menyoroti pertumbuhan penduduk Kota Pontianak yang mencapai rata-rata 2 persen lebih setiap tahunnya. Seiring dengan pertambahan penduduk, tantangan sosial ekonomi juga meningkat, termasuk masalah ketertiban dan keamanan.
"Kita sering dihadapkan dengan kenakalan remaja yang ingin mengekspresikan dirinya lewat hal-hal negatif seperti tawuran, penyalahgunaan media sosial, judi online, narkoba dan sebagainya," ujarnya.
Kepada seluruh pengurus RT dan RW serta masyarakat, dia menghimbau untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan guna mencegah hal-hal tersebut. Terlebih dalam waktu tidak lama lagi akan ada perhelatan besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak maupun Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.
"Keberhasilan dalam mensukseskan Pemilu beberapa waktu lalu harus bisa dipertahankan. Jangan sampai Pilkada mendatang menjadi tidak aman yang pada akhirnya akan memerlukan biaya yang tidak sedikit," tegas Ani Sofian.
Pj Wali Kota juga meminta aparatur di Kecamatan Pontianak Barat bersama Satpol PP Kota Pontianak untuk gencar mencegah permainan layangan yang dapat membahayakan pemain dan mengganggu aliran listrik.
“Akibat dari permainan layangan, telah banyak warga yang menjadi korban dari tali layangan,” katanya.
Selain itu, Ani Sofian menyoroti pentingnya meningkatkan capaian vaksinasi Polio di Kota Pontianak. Pasalnya, capaian vaksin polio di Kota Pontianak masih terbilang rendah. Menurut data, jumlah penduduk yang harus divaksin di Kota Pontianak sebanyak 88.366. Oleh karena itu, ia menekankan peran penting RT dan RW dalam menyampaikan pemahaman tentang Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Vaksin Polio kepada warga.
"Peran RT dan RW untuk menyampaikan pemahaman tentang PIN Vaksin Polio kepada warganya sangat dibutuhkan," tutupnya. (prokopim)
Rizqii dan Resta Dinobatkan Jadi Bujang Dare Pontianak 2024
PONTIANAK - Rizqii Ramadhan Al Mubarak dan Resta Farhah dinobatkan sebagai Bujang dan Dare 2024. Pasangan dengan nomor peserta 19 dan 6 ini merupakan Bujang Dare terpilih dari 10 pasang yang tampil pada malam Grand Final di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Sabtu (10/8/2023).
Menyandang predikat Bujang Dare bagi Rizqii dan Resta merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan mereka selaku duta budaya Kota Pontianak. Oleh sebab itu, pasangan Bujang Dare terpilih ini berkomitmen untuk mengangkat kekayaan budaya Kota Pontianak dan kultur masyarakatnya.
"Kami akan memperkenalkan keindahan dan keragaman budaya Pontianak kepada dunia. Semoga kita bisa bersama-sama mempromosikan kearifan lokal dan merawat keberagaman yang ada di Pontianak," ungkap Rizqii, Bujang 2024.
Menurutnya, banyak cara dalam mempromosikan khasanah dan warisan budaya Pontianak. Misalnya berpartisipasi dalam acara budaya, festival, pameran maupun event-event lainnya. Tak hanya itu, sarana teknologi informasi juga bisa dimanfaatkan melalui media sosial sehingga menjangkau hingga penjuru dunia.
"Tentunya kami akan mengangkat tradisi lokal, seperti adat istiadat, tarian, musik, dan kuliner khas Kota Pontianak kepada masyarakat lokal maupun internasional," ujar Rizqii.
Resta, Dare 2024 terpilih, menambahkan, selain mempromosikan kekayaan warisan budaya, Bujang Dare juga dapat membantu mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Pontianak.
"Mulai dari tempat-tempat bersejarah, destinasi wisata maupun acara-acara budaya yang menarik," tuturnya.
Tugas dan tanggung jawab sebagai duta budaya Kota Pontianak mengharuskan mereka untuk memiliki pengetahuan mendalam tentang budaya, kreativitas dalam mempromosikan serta kemampuan berkomunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat.
"Oleh sebab itu, kami selaku duta budaya bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga budaya dan komunitas lokal untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta mengembangkan inisiatif yang berkaitan dengan budaya," jelas Resta.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap para Bujang Dare ini bisa ikut terlibat dalam setiap event atau agenda, baik yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak maupun masyarakat dan dunia usaha.
"Kita harapkan tidak hanya sekadar penampilan fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan, intelektualitas, pengetahuan luas dan pemahaman tentang Kota Pontianak," katanya.
Kepada Bujang Dare, Ani Sofian berpesan supaya mereka bisa menjelaskan berbagai hal tentang Kota Pontianak tatkala diundang dalam sebuah forum atau event, tak terkecuali lewat media sosial sebagai duta Kota Pontianak.
"Intinya, mereka membranding Pontianak sebagai kota yang berbudaya," ucapnya.
Ia juga ingin Bujang Dare 2024 ini bisa memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kota Pontianak. Menjadi Bujang Dare mempunyai misi untuk mengangkat dan mempromosikan Kota Pontianak kepada dunia luar.
"Dan kepada Bujang Dare 2022, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan partisipasinya selama ini sehingga membawa Kota Pontianak dikenal sebagai kota yang berbudaya," pungkas Pj Wali Kota. (kominfo/prokopim)
Ani Sofian Tekankan Guru Ikuti Perkembangan Zaman
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menekankan pentingnya peran orang tua dalam perkembangan pendidikan anak-anak. Keberhasilan program pendidikan di sekolah sangat bergantung pada kerjasama dan partisipasi orang tua.
“Sebagai orang tua, kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak, menyempatkan waktu, dan membantu mereka menyelesaikan tugas sekolah,” ujarnya, Jumat (9/8/2024).
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberikan arahan terkait persentase program pendidikan yang diatur pemerintah. Ani Sofian menambahkan, pendidikan anak saat ini sudah berbeda dengan perkembangan zaman, dan peran orang tua dalam pendidikan sangat penting. Ia mendorong guru untuk lebih kreatif dalam menggunakan media dalam pengajaran.
“Orang tua harus mengawasi perkembangan pendidikan anak. Peran guru tetap penting, tetapi tidak 100 persen harus diserahkan kepada mereka, orang tua juga punya peran penting dalam pendidikan anak-anak,” tuturnya.
Ia berharap para guru sebagai pendidik dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kapasitasnya dalam proses belajar mengajar. Kaderisasi kepala sekolah menjadi tantangan bagi pemerintah kota. Ani Sofian menjelaskan, keterbatasan lembaga dan jumlah guru menjadi masalah utama. Untuk itu, ia mengimbau para guru untuk memanfaatkan literatur yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan mereka.
“Jumlah yang tidak seimbang mengakibatkan antrean panjang untuk mendapatkan diklat secara formal. Sarana dan prasarana sekolah akan kita lengkapi, dan pemerintah kota akan terus mendukung sekolah negeri,” jelasnya.
Upaya peningkatan pendidikan juga berlaku untuk sekolah swasta. Ani Sofian menegaskan bahwa baik sekolah negeri maupun swasta harus berperan aktif dan konsisten dengan kebijakan yang ada. Pj Wali Kota mengajak ASN untuk turut serta dalam meningkatkan perkembangan pendidikan.
“Pendidikan di Kota Pontianak harus berkontribusi pada peningkatan sumber daya manusia di kota ini,” imbuhnya. (kominfo/prokopim)