,
menampilkan: hasil
Tiba di Magelang, Bahasan Mohon Doa Ikuti Retreat
MAGELANG – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan tiba di Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk bergabung dalam retreat yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Kamis (27/2/2025). Bahasan menyusul Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang sudah hampir sepekan mengikuti retreat.
Bahasan meminta doa dari warga Pontianak agar kegiatan retreat yang diikutinya di Magelang berjalan lancar. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan ditutup oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
"Mohon doa dan harapan dari masyarakat Kota Pontianak, agar kami dapat mengikuti retreat di Magelang dengan lancar hingga selesai nanti," katanya.
Kegiatan retreat yang diikuti oleh para kepala daerah dan wakil kepala daerah ini diselenggarakan sebagai bagian dari program koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Retreat ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Insya Allah besok acara penutupan akan dihadiri oleh Bapak Presiden Prabowo yang rencananya hadir pada pukul 16.00 WIB di Akmil Magelang, Jawa Tengah," ujarnya.
Bahasan berharap melalui kegiatan retreat ini, para peserta dapat memperoleh bekal ilmu dan pemahaman untuk melaksanakan program-program yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap bisa mendapatkan bekal ilmu dan pemahaman untuk terus melaksanakan program yang disinergikan dengan program Bapak Presiden Prabowo untuk menuju masyarakat yang sejahtera," pungkasnya.
Retreat ini juga dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman antar daerah dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah di daerah. Setelah mengikuti retreat ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak diharapkan dapat segera menyusun langkah strategis untuk mengimplementasikan dan mensinkronkan program-program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. (prokopim)
Kolaborasi Bersama Wujudkan Kemajuan Daerah
MAGELANG - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa seluruh kepala daerah se-Kalimantan Barat (Kalbar) berkomitmen membangun daerahnya masing-masing demi kesejahteraan masyarakat. Hal itu terungkap saat dirinya bersama kepala daerah se-Kalbar berdiskusi dalam forum retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar, banyak tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan kemajuan kota serta mensejahterakan masyarakat. Oleh karenanya, dibutuhkan kolaborasi bersama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui dukungan pelayanan publik dari Pemerintah Kota Pontianak.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita bersama dalam menjadikan Pontianak kota yang maju, sejahtera dan berwawasan lingkungan yang humanis,” ujarnya disela waktu istirahat retreat, Rabu (26/2/2025).
Edi menjelaskan bahwa sebagai ibukota Provinsi Kalbar, Pontianak menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan kerja sama antardaerah. Keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi Kota Pontianak.
“Beberapa persoalan di Kota Pontianak yang merupakan ibukota Provinsi Kalbar, tentu harus bisa berkolaborasi dengan Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah di bawah koordinasi Provinsi Kalbar. Karena persoalan kota yang lahannya tidak luas akan banyak menanggung beban," ungkapnya.
Ia merinci beberapa permasalahan yang dihadapi Kota Pontianak, antara lain pasokan air bersih, pengelolaan sampah, masalah sosial, genangan air dan kepadatan lalu lintas. Menurutnya, permasalahan tersebut memerlukan solusi bersama yang melibatkan pemerintah kabupaten tetangga.
"Kami harus bekerja sama dengan Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah untuk mengatasi masalah-masalah ini. Tanpa kolaborasi, Kota Pontianak akan kesulitan mengatasi tantangan yang dihadapi karena keterbatasan lahan yang kami miliki," kata Edi.
Wali Kota juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pembangunan kota. Sebab masyarakat memegang peran penting dalam mendukung program-program yang telah dirancang bersama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Kami berupaya memberikan pelayanan publik terbaik, namun dukungan dan kolaborasi dengan warga adalah kunci keberhasilan pembangunan Kota Pontianak," pungkasnya.
Sebelumnya, seluruh kepala daerah se-Kalbar menggelar pertemuan koordinasi untuk membahas strategi pembangunan wilayah terintegrasi, termasuk penyelesaian permasalahan lintas kabupaten/kota. Pembahasan itu dilakukan dalam kesempatan retreat kepala daerah di Akmil Magelang. (prokopim)
Wawako Imbau OPD Segera Tuntaskan LPPD
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta seluruh OPD di lingkungan Pemkot Pontianak untuk segera menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2024. Dari hasil evaluasi pihaknya, masih terdapat beberapa OPD yang belum lengkap dalam menyusun LPPD.
“Kita atensi semua bahwa penyajian LPPD segera mungkin dan lengkap, semua OPD harus melengkapi segera mungkin,” tegasnya usai membuka Evaluasi dan Asistensi Hasil Reviu Rancangan LPPD 2024 di Hotel Harris Jalan Gajah Mada, Selasa (25/2/2025).
Bahasan menyampaikan, rancangan yang belum lengkap ini disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya indikator yang belum pasti dan menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah pusat.
“Karena ada indikator yang belum didapat secara pasti, sebagian masih menunggu dan sebagian sudah siap upload,” tuturnya.
LPPD sendiri merupakan bentuk pertanggungjawaban daerah dalam melaksanakan fungsinya selaku penyelenggara pemerintahan menggunakan APBD. Di tengah isu efisiensi, Bahasan mengingatkan agar dinas-dinas dapat memperhatikan lebih teliti sebelum menyusun anggaran.
“Pada dasarnya arahan efisiensi itu tidak terlalu berpengaruh, tetapi ada penekanan terhadap catatan-catatan negatif. Sebagai contoh penyelesaian LPPD harus tepat waktu,” ungkapnya.
Di hari kedua bertugas sebagai orang nomor dua di Kota Pontianak, Bahasan berkomitmen untuk gerak cepat melaksanakan program 100 hari. Sembari itu, ia juga tengah mempersiapkan diri untuk menyusul Wali Kota Pontianak Edi Kamtono pada retreat kepala daerah dan wakil kepala daerah di Akademi Militer, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu esok.
“Kita tunggu sama-sama kedatangan Pak Wali setelah retreat, saya juga sebelumnya akan menyusul untuk mendengar arahan Presiden Prabowo. Di sana kami para kepala daerah dan wakil kepala daerah akan melakukan penyesuaian visi-misi saat kampanye dengan Asta Cita Presiden,” pungkas Wawako. (kominfo/prokopim)
Retreat Hari Keempat, Bahas Asta Cita hingga Diskusi Soal Perbatasan
MAGELANG - Hari keempat retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengikuti serangkaian kegiatan yang telah disusun panitia. Pukul 05.30 WIB, diawali dengan senam pagi yang diikuti oleh seluruh kepala daerah peserta retreat. Dilanjutkan dengan apel pagi.
Setelah apel pagi, seluruh peserta retreat yang terbagi dalam tujuh kelompok berdasarkan wilayah, sarapan sekaligus berdiskusi sesama kepala daerah.
“Dalam kelompok kelas kepala daerah se-Kalimantan, kami juga berdiskusi terkait masalah perbatasan,” sebutnya.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan pemaparan materi dari menteri-menteri terkait berbagai isu. Menurut Edi, dari pemaparan itu, materi yang disampaikan antara lain tentang Program Asta Cita, pengelolaan keuangan daerah dan terkait Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta kewilayahan oleh Menteri Dalam Negeri.
“Dalam paparan yang disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM, yaitu tentang pelaksanaan arahan Bapak Presiden dalam penindakan hukum,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas memberikan pemaparan terkait program pembangunan nasional dan daerah.
“Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian retreat yang bertujuan menyelaraskan program pembangunan pusat dan daerah,” ungkapnya.
Edi menambahkan, retreat ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antar kepala daerah dalam mengelola pemerintahan. Selain itu juga menjalin keakraban antar kepala daerah.
"Kami bisa saling bertukar pikiran tentang berbagai inovasi dan solusi dalam memajukan daerah masing-masing," katanya.
Kegiatan retreat yang berlangsung selama sepekan tersebut diisi dengan berbagai materi kepemimpinan, latihan fisik dan diskusi kelompok. Para kepala daerah juga berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan di Akmil.
"Semoga ilmu dan pengalaman yang kami dapat di sini bisa diterapkan untuk memajukan Kota Pontianak khususnya, dan daerah-daerah lain pada umumnya," pungkasnya. (prokopim)