,
menampilkan: hasil
Amalkan Al Quran dalam Melayani Masyarakat
Pemkot Gelar Peringatan Nuzulul Quran
PONTIANAK - Peristiwa istimewa di setiap bulan Ramadan adalah peringatan Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadan, di mana pada malam itu, Allah,SWT menurunkan wahyu untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad, SAW.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan isi kandungan Al Quran sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Tak terkecuali saat melaksanakan tugas sehari-hari sebagai abdi negara.
“Jadikan Al Quran sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab saudara untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya saat membuka peringatan Nuzulul Quran di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak yang dihadiri oleh seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta anak-anak panti asuhan, Rabu (27/3/2024) sore.
Dengan memperdalam pemahaman terhadap Al Quran, dia berharap seluruh aparatur pemerintahan dapat menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan integritas. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar OPD dalam menjalankan berbagai program pembangunan di Kota Pontianak. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang kuat, diharapkan Pemkot Pontianak dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.
“Oleh sebab itu, pentingnya memperkuat hubungan antar OPD dan meningkatkan sinergi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Pontianak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Andi Irhan turut mengisi tausiyah pada peringatan Nuzulul Quran. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya niat dalam setiap perbuatan terlebih di bulan Ramadan. Di bulan Ramadan, niat adalah rukun pertama di antara amaliah-amaliah yang lain. Betapa tidak, di saat seseorang hendak berpuasa esok hari di bulan Ramadan, tetapi jika ia tidak niat berpuasa esok hari di bulan Ramadan, maka puasanya tidak sah.
“Kenapa, karena dia tidak menanamkan rukun yaitu niat berpuasa,” tukasnya. (prokopim)
Pj Wako Ani Sofian Sambut Kedatangan Presiden Jokowi di Pontianak
PONTIANAK - Agenda kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berlangsung selama dua hari, tanggal 20 dan 21 Maret 2024. Kota Pontianak menjadi satu di antara daerah yang sudah dijadwalkan dalam agenda kunjungan kerja RI 1. Rencananya, Presiden Jokowi akan mengunjungi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie dan dilanjutkan meresmikan Duplikasi Jembatan Kapuas I di Kota Pontianak pada Kamis (21/3/2024).
Setelah rangkaian kunjungan ke Kota Singkawang untuk meresmikan Bandar Udara di kota tersebut, Jokowi tiba di Hotel Mercure Pontianak sekira pukul 17.06 WIB disambut oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, Dandim 1207/Pontianak Letkol Arm Irwansyah dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, SIK, MH, Rabu (20/3/2024).
“Alhamdulillah, Bapak Presiden sudah tiba di Kota Pontianak setelah kunjungan dari Kota Singkawang,” ujarnya usai menyambut kedatangan RI 1.
Ani mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya. Apalagi kehadiran Presiden ke Kota Pontianak untuk meresmikan Duplikasi Jembatan Kapuas I yang telah rampung dibangun oleh pemerintah pusat.
“Ini juga menjadi kado bagi masyarakat Kota Pontianak karena kehadiran jembatan ini sangat dinantikan oleh warga,” ungkapnya.
Wajar saja, saat ini keberadaan Jembatan Kapuas I yang ada dengan lebar yang terbatas, sudah tidak ideal untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat. Sehingga hampir setiap hari terjadi simpul kemacetan di area menuju jembatan dan jalan di sekitarnya, baik arah Pontianak Selatan maupun Pontianak Timur.
“Kita berharap setelah diresmikan oleh Bapak Presiden, Duplikasi Jembatan Kapuas I ini akan segera bisa difungsikan dan dilewati kendaraan sehingga tidak terjadi lagi kemacetan,” ucap Ani.
Menurutnya, kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kota Pontianak ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan infrastruktur di Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.
“Semoga kehadiran Bapak Presiden ke Pontianak ini bisa menjadi pemacu semangat kami untuk membangun kota yang kita cintai ini,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Perbanyak Kebaikan dan Amal di Bulan Puasa
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian memberikan tausiyah singkat kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak usai Salat Zuhur berjamaah di Masjid Al Khalifah Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (13/3/2024). Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah yang hadir untuk meningkatkan kualitas ibadah dan berbuat kebaikan di bulan suci Ramadan.
“Memperbanyak sedekah dan berbuat amal kebajikan sebagai bagian dari ibadah di bulan Ramadan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak para jamaah, apabila merasa telah melakukan kesalahan, baik dalam ucapan maupun perbuatan, untuk segera meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.
“Apalagi sampai melakukan ghibah, segeralah minta maaf kepada yang bersangkutan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Ani juga mengingatkan kepada semuanya untuk senantiasa berbuat kebaikan dan beramal di bulan suci ini. Saling memaafkan dan memperbanyak sedekah adalah bagian dari amal kebajikan yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Diharapkan dengan semangat berbagi dan kebaikan di bulan Ramadan, masyarakat Pontianak dapat meraih keberkahan dan kesuksesan dalam menjalani ibadah puasa.
“Mari kita jaga keharmonisan dan kerukunan dalam berinteraksi dengan sesama, sehingga suasana Ramadan di Pontianak akan semakin penuh berkah dan keberkahan,” tutupnya. (prokopim)
Ani Sofian Paparkan Sepuluh Isu Strategis Kota Pontianak 2025
PONTIANAK – Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian memaparkan sepuluh isu strategis kota dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2025. Isu-isu itu akan jadi prioritas dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak sebesar Rp2,130 Triliun.
Isu strategis tersebut di antaranya, menurunkan angka kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrim, menurunkan angka stunting, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, pengendalian inflasi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi kerakyatan dan UMKM, peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, drainase, dan persampahan, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
“Termasuk penataan ruang kota yang lebih baik, serta ditopang dengan tatakelola pemerintahan yang baik,” kata Ani, usai membuka Musrenbang RKPD Kota Pontianak 2025 di Aston Hotel, Rabu (12/3/2024).
Ani menjelaskan, rencana kerja ini akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di tahun 2025. Dokumen perencanaan tahunan tersebut memuat kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya. Baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
“Temanya pemantapan kolaborasi untuk pembangunan ekonomi inklusif menuju peningkatan produktivitas dan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia menjabarkan, RKPD tahun 2025 merupakan pelaksanaan tahun kedua Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Pontianak tahun 2024-2026. Di mana ada empat tujuan pembangunan utama. Pertama, meningkatnya kualitas hidup manusia yang berkesetaraan. Kedua, meningkatnya kualitas infrastruktur perkotaan, berkelanjutan, disertai kondisi aman dan tertib. Ketiga, meningkatkan tata kelola kepemerintahan yang baik. Terakhir, terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing disertai penghidupan yang layak dan pemerataan kesejahteraan.
“Dari data kami, usulan tentang infrastruktur oleh masyarakat masih mendominasi. Untuk jadi perhatian kami sebelum membangun sebuah infrastruktur adalah genangan ketika hujan dan air pasang. Mudah-mudahan di tahun 2025 sudah berkurang,” katanya.
Pj Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengapresiasi upaya Pemkot Pontianak dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrim. Bahkan menurut data yang dimiliki pihaknya, angka kemiskinan ekstrim di Kota Pontianak sudah mencapai angka nol. Tetapi perlu diupayakan pula untuk masyarakat yang tergolong hampir miskin dan berisiko miskin.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak mencapai 81,63 persen, ini capaian sangat tinggi. Ini harus kita tingkatkan, khususnya dari sektor peningkatan penghasilan masyarakat,” tuturnya.
Harisson menyampaikan, rata-rata jumlah pengeluaran masyarakat Kota Pontianak dalam pertahun sudah mencapai Rp15 juta. Angka ini harus didorong untuk memenuhi syarat-syarat negara maju pada 2045.
“Karena untuk menjadi negara maju, per orang harus menerima minimal gaji Rp15 juta,” imbuhnya.
Upaya lain untuk meningkatkan IPM adalah menekan angka pengangguran terbuka. Harisson menerangkan, Kota Pontianak harus ramah investasi. Artinya, setiap perizinan usaha harus dipermudah kemudian pengembangan UMKM.
“Di Kota Pontianak pembangunan infrastrukturnya sudah baik, tinggal bagaimana pada saat hujan genangan perlu kita perbaiki,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)