,
menampilkan: hasil
Tanamkan Nilai-nilai Luhur Pancasila di Kalangan Generasi Milenial
PONTIANAK - Tanggal 1 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Untuk memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar upacara di halaman Kantor Wali Kota, Sabtu (1/6/2024) pagi.
Momen lahirnya Pancasila ini, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila di kalangan generasi milenial dan Generasi Z (Gen Z). Oleh sebab itu, sejak dini anak-anak mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, harus dibekali pendidikan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan pondasi utama dalam membangun karakter yang kuat dan berintegritas bagi generasi muda,” ujarnya.
Ani Sofian menjelaskan bahwa generasi milenial dan Gen Z saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menggeser nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, menanamkan pemahaman yang kuat tentang Pancasila sejak dini sangatlah penting guna membentengi mereka dari pengaruh negatif yang dapat merusak nilai-nilai kebangsaan.
"Dengan memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, generasi milenial dan gen-Z akan dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Mereka akan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi serta dapat bersikap bijaksana dalam menghadapi dinamika sosial yang ada," tuturnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran orang tua, pendidik dan seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila ini. Melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan generasi milenial dan gen-Z dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan serta memiliki kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Sehingga bisa memperkuat karakter dan jati diri generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman modern serta memastikan kelangsungan keberlanjutan bangsa dan negara ke depan,” tutup Ani Sofian.
Sebagaimana diketahui, 1 Juni 1945 dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka.
Dalam sidang kedua BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI. (prokopim/kominfo)
Pj Wako Ingatkan OPD Pentingnya Arsip dalam Roda Pemerintahan
Workshop Kearsipan Perangkat Daerah Pemkot Pontianak
PONTIANAK – Kearsipan memiliki fungsi yang sangat penting dalam roda kehidupan, tidak terkecuali dalam pemerintahan. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai, banyak contoh persoalan yang dapat diselesaikan dengan kearsipan. Apalagi di dunia pemerintahan, tidak lepas dari dokumen surat-menyurat, tentu membutuhkan pengelolaan kearsipan yang baik.
“Arsip itu sebetulnya penting tapi kebanyakan kita tidak peduli, nanti kita baru merasakan pentingnya arsip. Arsip juga bisa menyelamatkan kita dari tuntutan di pengadilan. Kalau kita tidak betul mengarsipkan dan suatu saat ada proses di pengadilan, tidak bisa bebas dari tuntutan,” paparnya, usai membuka Workshop Kearsipan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, di Hotel Harris, Senin (20/5/2024).
Arsip juga dapat jadi pembelajaran karena punya nilai sejarah. Masyarakat bisa mengamati proses pembangunan Kota Pontianak dari arsip yang masih tersimpan. Ani Sofian menyebut, dari arsip tersebut seseorang akan menerima informasi tentang apa saja hal yang pernah terjadi di Kota Pontianak maupun di tempat lain.
“Saya mengingatkan perangkat daerah agar lebih menghargai arsip, juga kepada masyarakat supaya menganggap arsip sebagai hal yang sangat penting,” jelasnya.
Penyimpanan arsip di Kota Pontianak dibagi menjadi dua kategori, yakni penyimpanan fisik dan penyimpanan elektronik. Dengan digitalisasi telah memudahkan pihaknya untuk mendata daftar arsip.
“Ketika perlu mencari arsip tertentu, kita tinggal menuliskan kata kuncinya, nanti otomatis ditampilkan lokasi arsip tersebut, di rak sebelah mana dan di baris mana. Arsip yang dilakukan Pemkot Pontianak lewat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) sudah seperti itu,” tuturnya.
Kadisperpusip Kota Pontianak Rendrayani menambahkan, Workshop Kearsipan Perangkat Daerah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mendorong penerapan aplikasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau Srikandi di lingkungan OPD Pemkot Pontianak.
“Aplikasi Srikandi sebagai aplikasi umum bidang kearsipan demi terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kearsipan,” terang Ririn, sapaan karibnya.
Selain itu, OPD juga akan mendapatkan pemahaman tentang pengarsipan dinamis dari workshop ini. Pihaknya mengundang dua orang narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
“Workshop ini dilaksanakan dalam dua hari dari 20-21 Mei 2024 dan diikuti 84 peserta seluruh Kasubag Umpar. Sedangkan untuk organisasi sosial, politik dan organisasi kemasyarakatan lainnya diikuti 50 orang,” ungkapnya.
Sejauh ini, baru empat OPD yang aktif menggunakan aplikasi Srikandi. Untuk itu, Ririn berharap agar setiap OPD secara insentif menggunakan aplikasi Srikandi, guna menunjang SPBE Kota Pontianak.
“Saat ini kami sedang melakukan pengawasan kearsipan internal, ini dibutuhkan dukungan dari OPD karena untuk indeks kearsipan Kota Pontianak, 40 persen berasal dari pengawasan internal dan 60 persen dari pengawasan eksternal,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Ani Sofian: Harkitnas Momentum Persiapan Menuju Indonesia Emas
PONTIANAK – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 dimaknai Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian sebagai batu loncatan menuju Indonesia Emas yang ditargetkan pada tahun 2045. Ia menyampaikan, Indonesia sudah melalui tahap ketiga setelah kemerdekaan, yaitu tahap mempersiapkan kemajuan.
“Tadi kita menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), mengatakan kita sedang ada di tahap ketiga. Pertama tahap kemerdekaan, kemudian mengisi kemerdekaan dan ketiga mempersiapkan kemajuan,” tutur Ani Sofian, usai apel peringatan Harkitnas, di Halaman Kantor Wali Kota, Senin (20/5/2024).
Kebangkitan nasional dimulai dari semangat Budi Utomo dan RA Kartini kemudian dikemas pada era kepemimpinan Presiden Pertama RI, Soekarno. Hari ini, Indonesia telah memasuki kebangkitan kedua. Menurut Ani Sofian, hal itu dilihat dari transformasi digital yang masif dalam dua dekade terakhir. Di Kota Pontianak sendiri, dunia digital sudah merambah hajat hidup orang banyak. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pun menyesuaikan dengan memberikan pelayanan berbasis elektronik.
“Momen kebangkitan kedua ini harus kita manfaatkan dengan baik, teknologi dapat menjadi alat untuk mengakselerasi penyelesaian masalah, segalanya bisa kita solusikan dengan transformasi digital,” papar Pj Wali Kota.
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Setiap urusan diselesaikan dengan efektif dan efisien. Ani Sofian menggambarkan, salah satu contohnya pertemuan virtual. Sehingga setiap rapat menjadi minim biaya.
“Dengan kemajuan teknologi hari ini, sudah merubah pertemuan kita bisa lewat online. Jadi dengan momentum Harkitnas, Indonesia akan memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi,” ucapnya.
Ani Sofian berpesan agar makna Harkitnas tidak hanya dilaksanakan secara seremonial saja, namun juga menelaah sisi historis di balik peringatannya. Ia mengajak seluruh masyarakat maupun ASN di lingkungan Pemkot Pontianak untuk menggelorakan semangat gotong royong.
“Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Kesempatan Terbuka Perempuan Dorong Pembangunan Kota
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai peran perempuan dalam pembangunan masih harus ditingkatkan. Dahulu di masa penjajahan menurutnya, perempuan hanya fokus pada urusan rumah tangga dan keluarga. Berbeda dengan sekarang yang kian memberi kesempatan bagi perempuan untuk berkarir hingga menduduki jabatan strategis.
“Perempuan Kota Pontianak harus berperan lebih untuk pembangunan baik dalam kegiatan pemerintahan atau di luar pemerintahan,” terang Ani Sofian, usai acara Peringatan Hari Kartini, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/5/2024).
Di dalam Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri, hampir 50 persen pejabat eselon dua atau setara kepala dinas diduduki perempuan. Ani Sofian menyebut, di antaranya Asisten di Sekretariat Daerah (Setda), Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektur, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas PTSP, Staf Ahli Wali Kota, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hingga Kepala Dinas Sosial.
“Contoh kecil di Pemkot Pontianak ada tiga asisten, dua orang diisi perempuan kemudian kadis lainnya,” ucapnya.
Aturan bagi penyelenggaraan pemerintah daerah jika 30 persen struktur pemerintahan harus diisi perempuan. Tetapi Ani Sofian menilai, jika memang yang diperlukan sosok perempuan untuk menjalankan tugas, maka tidak mengapa di atas 30 persen.
“Saya berpendapat, siapapun yang memiliki kapabilitas, baik itu perempuan, tak mengapa mengambil peran di struktur pemerintahan,” tuturnya.
Selain pimpinan, tidak sedikit pula ASN perempuan di lingkungan Pemkot Pontianak. Dia mengajak seluruh perempuan, khususnya yang berkarir sebagai ASN agar memberikan kontribusi untuk pembangunan Kota Pontianak. Kendati begitu, ia berpesan supaya seluruh perempuan tidak melakukan kewajiban utamanya selaku seorang ibu dan pengayom rumah tangga.
“Namun tetap tidak meninggalkan peran sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab menjadi guru bagi anak-anaknya,” tutupnya.
Pj Ketua TP PKK Kota Pontianak Anita menyampaikan apresiasinya terhadap organisasi perempuan yang telah berjuang, merelakan tenaga serta waktunya untuk pembangunan Kota Pontianak di tingkat lingkungan rumah. Pengaruh Kartini bagi perempuan sangat berdampak bagi aktivitas sehari-hari.
“Kartini sudah menginspirasi perempuan hingga di era modern masa kini,” sebutnya.
Anita mengajak perempuan di Kota Pontianak untuk berinovasi dan berkreasi serta menyebar manfaat untuk sesama.
“Perempuan Indonesia di era modern harus inovatif dan kreatif,” pungkasnya. (kominfo)