,
menampilkan: hasil
Regenerasi Forum Anak Penting Hadapi Tantangan Zaman
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai, Forum Anak Kota Pontianak berperan penting dalam menyebarkan pikiran positif terhadap anak-anak di Kota Pontianak. Selain itu, Forum Anak telah turut membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menjadi wadah bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi masyarakat.
"Forum Anak harus terus beradaptasi dan mengembangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini," ujarnya, usai membuka kegiatan Regenerasi Forum Anak di Aula SSA Kantor Wali Kota, Jumat (9/8/2024).
Ani Sofian yakin forum ini akan memainkan fungsi krusial dalam membentuk masa depan kota dengan melibatkan anak-anak dalam proses pengambilan keputusan serta inisiatif pembangunan. Ia berharap, agar Forum Anak dapat menggerakkan dan mendorong inovasi dan kreativitas di kalangan generasi muda.
"Forum Anak Kota Pontianak juga merupakan platform strategis untuk menggali potensi mereka dan melibatkan mereka secara langsung dalam perencanaan dan pengembangan kota," kata Pj Wali Kota.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak Rifka menuturkan, pihaknya terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap anak-anak.
“Alhamdulillah kegiatan Regenerasi Forum Anak bisa kita laksanakan hingga dua hari ke depan, dan diharapkan bisa rutin digelar,” paparnya.
Total terdapat 50 peserta yang mengikuti agenda tersebut, yang datang dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Rifka menambahkan, berbagai rangkaian acara seperti diskusi, presentasi kelompok dan pemilihan ketua serta duta.
“Kegiatan sudah dilaksanakan selama satu bulan, kami terus dukung dan sinergi dengan Forum Anak. Kami juga memperhatikan anak berkebutuhan khusus, panti asuhan serta anak-anak Rusunawa,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Anak-anak di Pontianak Timur Antusias Ikuti Lomba Mewarnai
PONTIANAK – Semarak kemerdekaan Indonesia ke-79 tahun ini terasa begitu kental di Kecamatan Pontianak Timur. Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah lomba mewarnai tingkat anak-anak yang dibuka langsung oleh Pj Bunda PAUD Kota Pontianak Anita Ani Sofian, di Kantor Camat Pontianak Timur, Selasa (6/8/2024).
Para peserta tampak begitu antusias menggoreskan pensil warna mereka di atas kertas gambar. Gambar-gambar beraneka ragam mulai dari pahlawan nasional, bendera merah putih berkibar, hingga pemandangan alam Indonesia yang indah menghiasi ruangan. Tak hanya itu, beberapa peserta bahkan menampilkan kreativitasnya dengan menggambar tokoh-tokoh pahlawan masa kini yang menginspirasi mereka.
"Lomba mewarnai ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, melalui gambar, mereka dapat mengekspresikan pemahaman mereka tentang sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Anita.
Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap antusiasme peserta dan dukungan orang tua yang hadir. Anita menilai pentingnya kegiatan seperti ini untuk mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas anak sejak dini.
"Acara ini bukan hanya tentang memenangkan lomba, tetapi juga tentang bagaimana kita merayakan kemerdekaan dengan cara yang positif dan mendidik. Kami berharap melalui lomba ini, anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai negara mereka,” pesannya.
Camat Pontianak Timur M Akif menambahkan, bagi pemenang dari juara pertama sampai harapan ketiga akan mendapatkan piala maupun uang tunai. Peserta datang dari setiap kelurahan dan PKK kelurahan dan kecamatan.
“Di samping kami melakukan pembinaan ada kita gunakan rumah dongeng dan sekretariat PKK di rumah dinas,” pungkasnya. (kominfo)
Sinergi Pemkot dan DPRD Berantas Korupsi
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berkomitmen untuk memberantas korupsi secara terintegrasi dan sinergis, dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Ia menekankan, pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Korupsi adalah musuh bersama yang harus kita lawan dengan cara yang holistik dan terintegrasi,” ujar Ani Sofian usai membuka Rapat Koordinasi bersama anggota DPRD dan calon anggota DPRD terpilih hasil pemilu tahun 2024, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Pontianak, Rabu (31/07/2024).
Ia juga menilai pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat sipil untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai bagian dari komitmen ini, Pemkot Pontianak telah melaksanakan beberapa inisiatif strategis. Salah satunya mengimplementasikan sistem pelaporan pengaduan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat lewat laman lapor.go.id.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan terkait dugaan korupsi dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Selain itu, dengan menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi secara rutin untuk seluruh ASN dan pejabat publik tentang etika dan integritas sebagai bentuk pencegahan korupsi.
“Pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi. Kami akan memberikan bekal yang cukup kepada setiap aparatur untuk memahami dan menjalankan tugas mereka sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Ani Sofian menilai audit internal perlu terhadap seluruh anggaran dan proyek pemerintah untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik korupsi. Audit ini akan dilakukan secara berkala. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi ini.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga integritas dan transparansi pemerintah. Mari kita bekerja sama untuk mewujudkan Pontianak yang bersih dari korupsi,” imbuhnya.
Komitmen ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan menciptakan iklim pemerintahan yang lebih bersih dan adil di Kota Pontianak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga pemerintah. (kominfo/prokopim)
Jadi Sekolah Pertama Bagi Anak, DWP Pontianak Dalami Literasi Al Quran
PONTIANAK - Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pontianak, Haryati Salim mengajak seluruh anggota DWP Kota Pontianak untuk menjadikan Al Quran sebagai asas menjalankan kehidupan berkeluarga. Hal itu ia sampaikan usai membuka pertemuan rutin anggota DWP.
“Anak-anak lahir membawa fitrah, dan kita sebagai ibu yang nantinya akan memberi warna. Jika baik yang kita berikan, maka baik pula anak tersebut," ujarnya, usai membuka kegiatan ‘Istiqomah Menuju Hijrah’ dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah, di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Jumat (26/7/2024).
Agenda DWP tersebut ikut menekankan para ibu menjadi idaman dengan memahami literasi Al Quran. Haryati berharap, anggota DWP yang muslim dapat meluangkan waktu untuk mempelajari dan memahami isi Al Quran.
“Al Quran adalah pedoman hidup orang Islam, di sini mengandung semua jawaban atas setiap persoalan kita. Apalagi seorang ibu memegang peran kunci mendidik anak dan mendampingi suami, sangat membutuhkan jawaban di dalam Al Quran,” ungkapnya.
Pendidikan Al Quran dalam keluarga merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak. Haryati menambahkan, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dengan pemahaman yang baik tentang Al Quran, ibu dapat menanamkan nilai-nilai agama dan moral yang kuat dalam diri anak.
"Melalui literasi Al Quran yang mendalam, ibu dapat memberikan contoh teladan yang baik dan membimbing anak-anak untuk mencintai dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan mereka," tambahnya.
Sementara itu, Fitriana Asdia Mahyus, perwakilan Biro Dakwah dan Diklat Yayasan Wanita Islam Masyithah Pontianak memaparkan tentang istiqomah menuju hijrah dalam penguatan literasi Al Quran. Ia menyampaikan, bahwa sebagai seorang muslimah, semangat untuk berubah dan memperbaiki bacaan Al Quran harus selalu ada.
"Menjadi Ibu Idaman yang memahami literasi Al Quran sebagai ummu madrasatul ula dalam keluarga sangat penting. Dimulai dari lingkungan keluarga, ibu harus menjadi pendidik utama dan pertama dalam penguatan literasi Al Quran," tutupnya. (kominfo)