,
menampilkan: hasil
Tujuh Pejabat Eselon Dua Dilantik Hari Ini, Berikut Deretan Namanya
Wali Kota Imbau Pejabat Tinggi Pratama Dahulukan Kepentingan Masyarakat
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melantik dan mengambil sumpah sebanyak tujuh pejabat eselon dua, atau yang setara Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Jumat (14/10/2022).
Ketujuh orang tersebut adalah Rendrayani sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Yusnaldi sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Ahmad Hasyim sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Syarif Usmulyono sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Trisnawati sebagai Kepala Dinas Sosial, Rizal sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata serta Ismail sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja.
Sebelum dilantik, ketujuh pejabat ini melewati tahapan yang telah ditentukan lebih dahulu dengan proses open bidding. Edi mengatakan, dipilihnya masing-masing individu karena memiliki nilai tertinggi dan terbaik di bidangnya. Kepada seluruh pejabat tersebut, dirinya berpesan agar dalam prosesnya harus mengacu pada aturan. Edi juga mengimbau bahwa kepentingan masyarakat harus didahulukan.
“Jadilah pemimpin yang smart dengan cara meningkatkan kompetensi, profesional dan bisa membaca situasi, apalagi di zaman sekarang ini. Saya selalu menyampaikan apa yang ditekankan Pemerintah Pusat untuk berakhlak,” ungkapnya.
Selaku Kepala Dinas, sudah semestinya untuk menguasai banyak bidang dalam satu waktu. Yang demikian itu menurut Edi karena tuntutan tugas melayani masyarakat kian bertambah. Dirinya mengajak setiap pimpinan memiliki dedikasi pada setiap aktivitasnya selama bekerja.
“Karena itulah kita dipilih, dan sebagai pelayan masyarakat sudah seharusnya kita bisa ikhlas memberi. Oleh sebab itu, yang kita harapkan tidak hanya balasan di dunia, namun juga di akhirat,” tuturnya.
Tidak kalah pentingnya adalah loyalitas kepada Negara dan adaptif. Dijelaskan Edi, mengatur banyak kepala di lingkungan kerja agar tetap harmonis memerlukan kesiapan mental.
“Sekarang zamannya kolaboratif, tidak ada kerja sendiri karena pasti akan tertinggal. Saya minta eselon dua ciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis,” tegas dia.
Usai pelantikan Pejabat Tinggi Pratama ini, beberapa jabatan eselon tiga lainnya menjadi kosong, seperti Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Kesra, Camat Pontianak Timur, Camat Pontianak Tenggara, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan serta Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.. Kedepan, lanjut Edi pihaknya akan segera kembali mengisi kekosongan itu.
“Tujuannya untuk memperlancar proses pemerintahan juga. Dan ini merupakan hal yang biasa di pemerintahan,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Jelang HUT ke-251, Pemkot Matangkan Persiapan
Wako Edi: Semarak Hari Jadi Momentum Kebangkitan
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menggelar rapat persiapan upacara peringatan HUT ke-251 Kota Pontianak. Pada rapat yang dihadiri segenap pihak terlibat, mulai dari Kepala Perangkat Daerah dan Event Organizer serta Kesultanan itu, dibahas beberapa hal mulai dari rangkaian acara menuju puncak, rencana menggelar pameran serta persiapan keamanan menjelang Hari H.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dirinya telah meminta pihak penyelenggara untuk memperhatikan secara detail setiap agenda. Dia mengajak untuk mempertimbangkan efisiensi waktu tanpa melupakan esensi maupun makna perayaan.
“Lalu kita gaungkan di upacara ini supaya lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Persiapan HUT ke-251 Kota Pontianak, di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (10/10/2022).
Sebelumnya, Pemkot Pontianak sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Walikota dalam upaya menyemarakkan HUT kota, seperti penggunaan Baju Melayu (Kurung) serta pemasangan umbul-umbul dan manggar bagi instansi maupun perusahaan yang ada di Kota Pontianak. Edi lalu mengimbau instansi swasta seperti hotel, restoran dan lainnya untuk memberikan diskon bagi masyarakat dengan waktu yang telah ditentukan.
“Bisa dengan memberikan voucher atau promo, tujuannya agar masyarakat merasakan keramaian serta semarak sebelum hari puncak,” terangnya.
Tidak kalah pentingnya bagi Edi yaitu melibatkan UMKM untuk hadir saat puncak perayaan. Dia menuturkan nantinya akan disiapkan beberapa kedai UMKM yang menjual makanan maupun minuman untuk memenuhi tenda-tenda di Jalan Rahadi Usman, 23 Oktober mendatang.
“Karena berkaitan dengan konsumsi, untuk peserta kita siapkan tenda konsumsi yang ada di Alun Kapuas dan di Pomdam. Model, jenis dan cara makan juga perlu dipertimbangkan. Yang jelas harus layak, sopan dan higienis," ungkap dia.
Segenap rentetan kegiatan layaknya tahun-tahun sebelumnya akan lebih disemarakkan. Edi melanjutkan, yang sifatnya simbolis seperti ziarah kubur, tahlil hingga upacara peringatan, rencananya tetap dilaksanakan. Tidak lupa kata dia, adalah berjepin massal.
“Di sana para tamu dan masyarakat berbaur untuk berjepin, melambangkan perayaan dan kebersamaan Kota Pontianak. Serta memaknai hari jadi dengan semangat perubahan, layaknya keberanian Sultan Syarif Abdurrahman kala itu,” tuturnya.
Seluruh ASN di Kota Pontianak dihimbau untuk turut meramaikan puncak perayaan Hari Jadi yang akan diselenggarakan pada Hari Minggu tersebut. Segenap guru juga diminta Edi hadir sebagai bentuk kolektivitas antar aparatur.
Di tahun ini, sebagai momentum kebangkitan, Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan Kesultanan Kadriah bersama-sama mengangkat kembali kesejahteraan warga, khususnya di sektor ekonomi dengan lebih memeriahkan HUT ke-251 Kota Pontianak. Edi menyebut kolaborasi ini mampu mempersatukan masyarakat serta upaya recovery usai pandemi.
“Seperti harapan kita bersama, semoga momentum HUT memberikan makna dan kesan yang mendalam, tidak hanya untuk warga yang lahir, tapi juga yang sekarang sedang menetap di Kota Pontianak,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Pemkot Pontianak Hapus Denda PBB-P2 Tahun Pajak 2008-2021
Permudah Pelayanan, Buka Layanan Jemput PBB-P2 dan Pembayaran Online
PONTIANAK - Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak menghapus denda Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) masa pajak mulai tahun 2008 hingga 2021. Kepala BKD Kota Pontianak, Amirullah mengatakan, penghapusan denda administrasi ini juga dalam rangka upaya mendorong kepatuhan warga untuk melunasi PBB atas tanah dan bangunan yang dimilikinya.
"Jadi bagi warga Pontianak yang masih belum melunasi pajaknya, kami imbau untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin," ujarnya, Jumat (7/10/2022).
Amirullah menambahkan, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat sejatinya akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat juga, berupa pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, fasilitas umum dan lainnya. Oleh sebab itu, ia berharap kesadaran masyarakat untuk membayar pajak semakin meningkat dengan diberikannya keringanan berupa penghapusan denda dan kemudahan-kemudahan dalam membayar pajak terutama PBB.
"Kami juga membuka pelayanan jemput pajak PBB di beberapa titik lokasi terutama ruang publik sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan," ungkapnya.
Adapun maksud dan tujuan digelarnya pelayanan jemput pembayaran PBB ini, lanjutnya lagi, selain untuk meningkatkan PAD, juga dalam rangka memudahkan masyarakat untuk membayar PBB yang menjadi kewajiban mereka.
"Kita akan menempatkan pelayanan jemput pembayaran pajak di titik-titik yang mudah dijangkau masyarakat sehingga mereka cukup membayar PBB-nya di sana," kata Amirullah.
Untuk membayar PBB, warga cukup membawa lembaran Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) ke lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. Untuk lokasi pelayanan jemput pembayaran PBB, yakni mulai pukul 07.30 - 10.00 WIB di Pasar Teratai Kecamatan Pontianak Barat, bulan Oktober pada tanggal 8, 9 dan 15 Oktober 2022. Kemudian bulan November tanggal 5, 6 dan 19 November 2022
Di Pasar Kemuning Kecamatan Pontianak Kota tanggal 8, 9 dan 15 Oktober 2022, 5, 6 dan 19 November 2022, 3 dan 4 Desember 2022. Sedangkan di Pasar Flamboyan Kecamatan Pontianak Selatan mulai tanggal 8, 9 dan 15 Oktober 2022, 5, 6 dan 19 November 2022, 3 dan 4 Desember 2022.
Dilanjutkan di Halaman Bank Kalbar Untan Kecamatan Pontianak Tenggara mulai tanggal 8, 9 dan 15 Oktober 2022, 5, 6, 19 November 2022 dan 3 Desember 2022. Lalu, di Halaman Bank Kalbar Seruni Kecamatan Pontianak Timur tanggal 8, 9, 15 Oktober 2022, 5, 6, 19 November 2022, 3 dan 4 Desember 2022. Sementara di Halaman Bank Kalbar Siantan Kecamatan Pontianak Utara tanggal 8, 9, 15 Oktober 2022, 5, 6, 19 November 2022, 3 dan 4 Desember 2022.
"Kami juga menyediakan souvenir menarik bagi warga yang membayar PBB-nya," imbuhnya.
Selain pelayanan jemput PBB di sejumlah lokasi, pihaknya juga menyediakan pembayaran secara online dengan memanfaatkan aplikasi e-Ponti. Lewat aplikasi berbasis website dengan alamat eponti.pontianakkota.go.id ini, wajib pajak terlebih dahulu melakukan pendaftaran akun sebelum melakukan pembayaran PBB-P2 dengan mendapatkan virtual account (VA).
"Selanjutnya, setelah wajib pajak mendapat nomor virtual account, pembayaran bisa dilakukan melalui ATM atau aplikasi Bank Kalbar maupun bank lain," terangnya.
Khusus pemilik rekening Bank Kalbar, bisa dibayar langsung melalui menu virtual account yang terdapat di mesin ATM atau aplikasi mobile banking. Sedangkan wajib pajak yang membayar lewat rekening bank lainnya, pembayaran dilakukan menggunakan menu transfer bank lain, kemudian memasukkan nomor virtual account yang diperoleh lewat aplikasi e-Ponti. (prokopim)
Pemkot-Untan Jalin Kerja Sama Klinik Inovasi Tematik
Wawako: Pemkot Pontianak Terus Kembangkan Inovasi
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berinovasi dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal itu sesuai dengan misi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang didukung dengan teknologi informasi, serta aparatur yang berintegritas, bersih dan cerdas dan mewujudkan masyarakat sejahtera yang mandiri, kreatif dan berdaya saing.
"Muara akhirnya adalah peningkatan pelayanan publik," ujarnya ketika membuka Coaching Clinic Inovator untuk Peningkatan Daya Saing Daerah di Aula Rohana Muthalib, Bappeda Kota Pontianak, Kamis (6/10/2022).
Upaya tersebut tergambar dalam Indeks Inovasi Daerah Kota Pontianak yang masuk kategori inovatif dan Indeks Daya Saing Daerah dengan nilai paling tinggi di Kalbar dan nomor dua di Pulau Kalimantan. Dia menjelaskan dengan inovasi yang matang, akan tercipta pelayanan publik yang prima, sehingga daya saing daerah pun terdongkrak.
"Indeks Daya Saing kita juga urutan ke 14 untuk kota se Indonesia," ungkapnya.
Akan tetapi, capaian tersebut tidak membuat Pemkot Pontianak berpuas diri. Upaya peningkatan terus dilakukan salah satunya dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Klinik Inovasi Tematik Bersama 'Kite Bise' antara Bappeda Kota Pontianak dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura. Klinik Inovasi Tematik Bersama ini akan jadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan swasta dalam menghasilkan inovasi unggul.
"Saya berharap keberadaan Klinik Inovasi Tematik ini dapat dimanfaatkan dan bermanfaatkan seluas-luasnya oleh perangkat daerah untuk kemajuan Kota Pontianak," tutur Bahasan.
Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Pontianak, Eko Prihandono menjelaskan, kegiatan pengembangan kapasitas hari ini merupakan rangkaian awal dari rencana kerja Klinik Inovasi Tematik Bersama 'Kite Bise'. Sebelumnya, Bidang Litbang yang menjadi leading sektor kegiatan, sudah menjalankan klinik inovasi sejak 2021.
"Di tahun ini kami menggandeng LPPM Untan lewat Inkubator Bisnis dan Teknologi mereka untuk melahirkan dan memperkuat inovasi Pemkot Pontianak," kata Eko.
Eko Prihandono menjelaskan, tak sekadar melahirkan inovasi unggul, wadah kolaborasi ini juga akan berupaya meningkatkan dan memastikan keberlanjutan inovasi tersebut. Salah satunya dengan menggandeng stakeholder lain seperti startup lokal dan komunitas di Pontianak. Termasuk pihak swasta lain dan media massa.
"Kami ingin membuat iklim inovasi dan daya saing daerah Kota Pontianak terus membaik, sehingga berkontribusi pada perekonomian dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah," ungkapnya.
Ketua LPPM Untan, Eka Priyadi menambahkan, banyak terdapat potensi yang bisa dikembangkan menjadi inovasi oleh Pemkot Pontianak. Pihaknya menilai apabila potensi tersebut dapat dipelihara oleh OPD, optimalisasi pelayanan kepada masyarakat akan terjadi.
"Sebenarnya ada 30 penelitian yang belum mengarah sebagai inovasi. Bedanya, inovasi merupakan produk yang bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengannya ada perubahan. Sebetulnya untuk membuat inovasi sederhana dan tidak perlu sulit, ada di sekitar kita," jelasnya.
Menjalin kerjasama dengan Pemkot Pontianak, Eka menyambut baik ide tersebut. Selain karena merupakan hal yang pertama dilakukan di daerah, juga sekaligus upaya kolaborasi membangun Kota Pontianak.
"Motif corak insang itu juga perlu dipatenkan, minuman kemasan daerah, tetapi pasarnya aparatur di lingkungan Pemkot, jadi pasarnya sudah ada," papar Eka.
Melalui Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Untan, beragam wawasan disampaikan kepada segenap OPD yang hadir, mulai dari lurah, camat maupun pejabat pengawas lainnya. Eka berharap kedepannya agenda serupa terus ada.
"Banyak yang diajarkan, seperti copywriting produk, marketing hingga desainnya," pungkasnya. (kominfo)