,
menampilkan: hasil
Lewat MTQ, Edi Harap Kualitas Peserta Meningkat
MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Pontianak Barat
PONTIANAK - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Kecamatan Pontianak Barat mulai digelar. Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan ini sebagai ajang seleksi peserta yang akan mengikuti MTQ Tingkat Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengharapkan pelaksanaan MTQ tahun ini kualitas pesertanya lebih meningkat. Apalagi jika di antara peserta yang mengikuti MTQ nantinya ada yang berhasil menoreh prestasi di tingkat nasional.
"Kalau ada satu atau beberapa peserta dari Kota Pontianak yang mengikuti lomba tingkat nasional dan berhasil menjadi juara, itu luar biasa," ujarnya saat membuka MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Jumat (17/2/2023).
Edi juga meminta kepada para peserta untuk terus mengasah kemampuannya dalam membaca Al Quran. Ia berharap kepada para dewan hakim, selain sebagai penilai, juga bisa memberikan masukan-masukan sebagai bahan evaluasi peserta.
"Saya minta kepada dewan hakim, selain menilai para peserta, juga disampaikan letak kesalahan yang dilakukan peserta, mana yang harus diperbaiki," ungkapnya.
Dia juga berharap munculnya bibit-bibit baru sebagai regenerasi qori dan qoriah. Melalui MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Pontianak Barat ini, diharapkan lahir qori dan qoriah terbaik yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Ia menginginkan, peran MTQ mampu mengajak generasi muda Islam lainnya untuk konsisten membaca Al-Quran.
"Semoga pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Pontianak Barat ini berjalan lancar dan jadikan Al Quran sebagai salah satu pedoman hidup bagi umat muslim. Yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (prokopim)
Era Industri 4.0, SDM Harus Kreatif dan Inovatif
Wako Edi Paparkan Materi Kuliah Umum Bagi Mahasiswa Universitas OSO
PONTIANAK - Digitalisasi dan otomasi menjadi bagian dari aktivitas di era Industri 4.0. Perubahan tersebut kian mempermudah dan mempercepat berbagai aktivitas manusia. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berpendapat, di era Industri 4.0 sekarang ini, masyarakat terutama generasi milenial, harus berpikir inovatif dan kreatif. Sebab seiring tuntutan zaman yang terus berkembang, mereka harus mampu menghadapi perkembangan kemajuan teknologi digital.
"Jika tidak, kita akan ketinggalan dengan negara-negara lainnya yang sudah lebih dulu menerapkan kemajuan teknologi," ujarnya dalam paparan selaku pemateri Kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas OSO dengan tema 'Membangun Generasi Kreatif di Masa Depan' di Aula Magister Hukum Untan, Kamis (16/2/2023).
Dalam era digitalisasi, lanjutnya, terjadi transformasi dalam berbagai aspek, termasuk di antaranya wirausaha. Industri kreatif menjadi salah satu bisnis yang mulai banyak digeluti oleh masyarakat. Menurutnya, untuk menjadi wirausahawan industri kreatif, hal yang paling penting adalah bagaimana pelaku industri kreatif memiliki kemampuan dan kemauan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
"Artinya, berani memulai berbisnis (startup) dan menjadi kreatif serta inovatif dalam mencari ide, meramu sumber daya yang dimiliki," ungkapnya.
Selain itu, dalam menjalankan bisnis industri kreatif, pelaku bisnis ini harus pandai mencari atau memanfaatkan peluang yang ada. Namun demikian, industri kreatif juga tidak terlepas dari risiko yang bisa saja terjadi pada siapapun yang menjalankannya.
"Oleh sebab itu, pelaku industri kreatif juga harus berani menanggung risiko dan menghadapi tantangan," kata Edi.
Kehadiran perguruan tinggi juga berperan dalam mencetak lulusan-lulusan yang bisa diserap dunia bisnis dan industri. Karenanya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja. Hanya mereka yang memiliki bekal plus yang mampu bersaing dalam industri kreatif.
"Bekal plus yang paling baik saat ini adalah kemampuan inovatif dan kreatif," tutupnya. (prokopim)
Pontianak Utara Fokus Kembangkan Potensi Pertanian
Musrenbang Kecamatan Pontianak Utara
PONTIANAK - Pengembangan sektor pertanian, pergudangan, perdagangan dan jasa serta wisata menjadi bagian dari arah pembangunan di Kecamatan Pontianak Utara. Potensi pertanian di Pontianak Utara membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai pembangunan yang menjadi pembahasan dalam Musrenbang tidak hanya semata berkaitan dengan infrastruktur maupun sarana prasarana, tetapi juga sektor-sektor lainnya seperti pertanian.
"Pontianak Utara ini juga merupakan penyuplai sayur-sayuran, tidak hanya untuk konsumsi warga Pontianak tetapi juga masyarakat Kalbar," ujarnya saat membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Pontianak Utara di Aula Sejati CU Pancur Kasih, Kamis (16/2/2023).
Selain pengembangan sektor pertanian, beberapa destinasi wisata berada di Pontianak Utara. Di antaranya Tugu Khatulistiwa, Taman Parit Nanas, Kampung Tenun, kampung-kampung tematik seperti Kampung Tanjak dan Kampung Tangguh. Kemudian pengembangan wisata alam Bukit Rel, Taman TPA Batu Layang, budidaya lidah buaya yang menjadi ikon Kota Pontianak, terutama Pontianak Utara.
"Untuk itu dapat kita cermati beberapa isu strategis dan permasalahan yang masih menjadi kendala dan tantangan di Kecamatan Pontianak Utara sehingga dapat dijadikan dasar dalam usulan program dan kegiatan," tuturnya.
Sebagai bagian dari rangkaian proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2024, pelaksanaan Musrenbang diharapkan dapat menentukan kualitas pembangunan Kota Pontianak. Edi meminta melalui forum Musrenbang Tingkat Kecamatan Pontianak Utara ini dapat menentukan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
"Sehingga perencanaan tetap dapat disusun dengan cerdas, efisien, efektif dan bisa berdampak positif bagi pembangunan kecamatan khususnya dan tentunya bagi masyarakat Kota Pontianak," pungkasnya. (prokopim)
Disperpusip Tingkatkan Kapasitas Tenaga Perpustakaan Pontianak
PONTIANAK - Dinas Perpustakaan, Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak meningkatkan kapasitas pustakawan di Pontianak lewat lokakarya terfokus yang digelar selama dua hari di Aula A Muis Amin, Bappeda Kota Pontianak, 15-16 Februari 2023. Workshop tersebut dikhususkan untuk tenaga perpustakaan di sekolah dasar dan menengah pertama negeri dan swasta, serta pengelola perpustakaan masyarakat. Total, 50 tenaga perpustakaan jadi peserta.
Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Rendrayani mengatakan perpustakaan merupakan ruang sumber informasi bagi masyarakat. Apalagi di tengah globalisasi sekarang, perpustakaan memegang peranan penting dalam pendidikan. Di tengah maraknya informasi yang cepat dan beredarnya kabar bohong, perpustakaan harus menjadi sarana rujukan yang tepat.
"Karena itu, kapasitas tenaga perpustakaan harus ditingkatkan. Mereka merupakan roh dari perpustakaan," ujar Rendrayani usai membuka Workshop Tenaga Perpustakaan di Pontianak, Rabu (15/2/2023).
Rendrayani mencontohkan, perpustakaan sekolah memiliki posisi strategis dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Dalam tujuan pendidikan sekolah sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, perpustakaan disebut sebagai wahana belajar sepanjang hayat. Perpustakaan binaan Disperpusip pun hadir di tengah masyarakat. Semua warga dilayani tanpa melihat perbedaan.
"Selain meningkatkan gemar membaca, perpustakaan juga merupakan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). Anak-anak yang suka membaca, tentu akan lebih kritis dan memiliki logika berpikir yang runut. Hal ini berpengaruh ke tumbuh kembang anak," jelasnya.
Dalam workshop tersebut, Disperpusip Kota Pontianak menggandeng Ikatan Pustakawan Indonesia Kalbar dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar. Secara bergantian, mereka akan membekali para tenaga perpustakaan Pontianak dengan materi dan praktik langsung perihal tuntutan perpustakaan masa kini.
"Kami berharap transfer ilmu dari para narasumber bisa diserap dengan baik dan dapat menjadi bekal mengembangkan perpustakaan masing-masing," tutupnya. (*)