,
menampilkan: hasil
50 Petugas Kebersihan Berprestasi Terima Penghargaan
Wali Kota Edi Kamtono Apresiasi Petugas Kebersihan atas Dedikasinya
PONTIANAK - Sebanyak 50 orang Pekerja Penanganan Sarana prasarana Umum (PPSU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak berprestasi menerima penghargaan berupa piagam dan tali asih berupa uang tunai masing-masing Rp1,5 juta. Piagam penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono kepada lima orang PPSU di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (16/12/2022).
Malikin, satu di antara 50 petugas PPSU yang menerima penghargaan, mengucap syukur dan senang karena mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
"Penghargaan ini sebagai bentuk perhatian Pemkot Pontianak kepada kami petugas kebersihan," ungkapnya.
Selama menjalankan tugasnya, setiap hari ia turun dari rumah sejak subuh untuk menyapu jalan yang menjadi tugasnya. Rutinitas ini dilakukannya dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga kebersihan di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para petugas kebersihan yang telah melaksanakan tugasnya dalam menjaga Kota Pontianak tetap bersih dan asri.
"Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para PPSU yang telah berjasa menciptakan kebersihan di Kota Pontianak," ujarnya.
Ia berharap penghargaan dan uang tali asih ini menjadi penyemangat bagi para pahlawan kebersihan yang setiap hari menyapu jalanan di Kota Pontianak dan mengangkut sampah. Betapa tidak, rerata produksi sampah di Kota Pontianak mencapai antara 350 hingga 400 ton per hari. Sehingga para petugas PPSU setiap harinya harus bekerja bergelut dengan sampah-sampah di Kota Pontianak.
"Tanpa peran petugas PPSU, Pontianak tidak akan sebersih sekarang ini," kata Edi. (prokopim)
Bahasan Sebut Pontianak Fashion Carnaval Ajang Kreativitas Generasi Milenial
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengapresiasi penyelenggaraan Pontianak Fashion Carnaval (PFC) 2022. Event ini dinilainya sebagai wujud bangkitnya ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Pontianak. Sebagai sebuah pertunjukkan berbentuk karnaval, pawai atau arak-arakan, pagelaran ini menjadi ajang kreativitas busana dan tata rias dalam kemasan teatrikal bertemakan karakter tokoh-tokoh diiringi tarian dan musik.
"Pontianak Fashion Carnaval ini merupakan sarana eksplorasi terhadap potensi, minat dan bakat generasi milenial melalui karnaval busana," ujarnya usai membuka PFC yang berlokasi di Jalan Diponegoro Pontianak, Kamis (15/12/2022).
Bahasan berharap event PFC ini menjadi wadah promosi produk dan brand-brand lokal serta nasional sekaligus memperkuat penetrasi ke pasar domestik. Dengan demikian sektor UMKM mulai pulih sejalan dengan mulai bangkitnya aktivitas perekonomian di Kota Pontianak.
"Apalagi dunia fashion kreatif sebagai salah satu dari 17 subsektor ekraf," ungkapnya.
Tidak hanya event PFC saja, dirinya juga berharap event-event lainnya yang digelar di Kota Pontianak berdampak positif bagi pembangunan kepariwisataan serta menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Tentunya juga memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian di Kota Pontianak," tutupnya. (prokopim)
Tak Bayar Pajak, 16 Reklame Disegel Tim Penertiban Pajak Daerah
PONTIANAK - Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak bersama Satpol PP Kota Pontianak yang tergabung dalam Tim Penertiban Pajak Daerah (TPPD) Kota Pontianak menertibkan sebanyak 16 reklame berbagai merek. Reklame dari berbagai jenis seperti neon box, papan reklame dan lainnya disegel dengan spanduk maupun stiker bertuliskan 'Reklame Ini Belum Membayar Pajak'. Tim Penertiban menyisir sejumlah titik lokasi di Jalan Khatulistiwa, Panglima Aim, Pattimura, MT Haryono dan Prof M Yamin.
Kepala Bidang Penyuluhan Pengawasan dan Pemeriksaan Pajak dan Retribusi Daerah BKD Kota Pontianak Harry Munandar menjelaskan, penertiban reklame yang mangkir dari pajak ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan TPPD sebagai upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama di sektor pajak reklame.
"Jadi reklame-reklame ini ada yang memang belum didaftarkan sama sekali dan ada pula yang menunggak kewajibannya," ujarnya usai memimpin penertiban reklame, Kamis (15/12/2022).
Penertiban ini, lanjut Harry, bertujuan untuk tertib pajak daerah sekaligus untuk mengoptimalkan PAD. Menurutnya, tidak sedikit Wajib Pajak (WP) yang masih membandel dengan memasang reklame tanpa mendaftarkan dan membayar pajak reklamenya pada BKD Kota Pontianak. Oleh sebab itu pihaknya secara rutin melakukan patroli untuk menyisir reklame-reklame tersebut dan tindakan pengawasan lainnya.
Masyarakat yang ingin memasang reklame diimbau untuk melapor dan menyelesaikan kewajiban perpajakannya dahulu sebelum dilakukan pemasangan. Sedangkan bagi para WP yang memiliki objek pajak reklame atau yang telah memasang reklame namun belum terdaftar, untuk lebih sadar pajak dengan segera mendaftarkan dan membayar pajak reklamenya.
"Serta bagi yang telah lewat masa tayang diharapkan segera melakukan pengajuan perpanjangan pemasangan dan lunasi pajak reklamenya," imbaunya.
Harry juga mengimbau masyarakat atau WP yang membutuhkan informasi atau ingin berkonsultasi terkait pajak daerah, BKD Kota Pontianak menyediakan Hotline informasi melalui saluran khusus 'Kring Pengawasan' dengan nomor Whatsapp 0853-8-9999-100.
"Melalui nomor Kring Pengawasan, wajib pajak akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi terkait pajak daerah Kota Pontianak," pungkasnya. (prokopim)
Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi, Yanieta Berkomitmen Tingkatkan Minat Baca Anak
PONTIANAK - Yanieta Arbiastutie dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Pontianak oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji. Bunda Literasi mempunyai peran yang sangat strategis untuk memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan literasi di wilayahnya baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan maupun di masyarakat.
Yanieta mengatakan dengan dikukuhkannya sebagai Bunda Literasi Kota Pontianak, ia berharap dapat menjadi motivator, inisiator, inspirator bagi masyarakat terutama anak- anak karena selain menjadi Bunda Literasi, dirinya juga merupakan Bunda PAUD Kota Pontianak.
"Saya berharap dengan pengukuhan ini bisa membangkitkan semangat dan memotivasi mereka agar memiliki minat baca yang lebih tinggi. Apalagi menumbuhkan minat baca ini juga dipengaruhi faktor keluarga dan lingkungan," ujarnya usai dirinya dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Pontianak di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/12/2022).
Selain itu, dia mengatakan keberhasilan tugas yang akan dilaksanakannya tentu tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama stakeholder, pegiat literasi maupun perangkat daerah yang menangani Program/Kegiatan Literasi dan jejaring literasi di Kota Pontianak.
"Dukungan semua pihak sangat penting untuk mendorong tumbuhnya minat literasi di Kota Pontianak," imbuhnya.
Sebagai langkah awal dalam melaksanakan tugas, dirinya akan mendorong tumbuh dan berkembangnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan literasi yang bermutu.
"Supaya mendapat perhatian masyarakat tentu kita harus mengenalkan Program Literasi ke masyarakat, dimulai dengan kegiatan sosialisasi sebagai langkah awal program kerja saya sebagai Bunda Literasi Kota Pontianak," terangnya.
Dia menambahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan melaunching enam rumah dongeng di enam kecamatan pada tanggal 22 Desember mendatang.
"Semoga dengan adanya rumah dongeng ini bisa menjadi wadah anak-anak kita dalam menambah semangat minat bacanya sehingga bisa lebih cerdas dan terampil dalam membaca," pungkasnya. (prokopim)