,
menampilkan: hasil
Komitmen Terapkan KTR, Pemkot Pontianak Raih Penghargaan
PONTIANAK - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2010 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar). Penghargaan yang ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Pontianak sebagai perangkat daerah yang menerapkan KTR. Piagam penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono, Sp PD-KEMD,Phd kepada Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) di Hotel Aston Pontianak, Kamis (20/6/2024).
Ani Sofian menerangkan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait di Kota Pontianak dalam mendukung program pemerintah mewujudkan lingkungan yang bebas dari asap rokok. Ia juga mengapresiasi peran aktif para pemangku kepentingan dalam upaya menciptakan lingkungan sehat dan bebas asap rokok di berbagai wilayah kota.
“Kota Pontianak sudah menerapkan KTR sejak tahun 2010 yang dituangkan dalam Perda nomor 10 tahun 2010 tentang KTR,” ujarnya.
Berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Pontianak dalam menegakkan Perda KTR, mulai dari implementasi perda seperti di fasilitas umum sekolah, rumah sakit, hotel, perkantoran dan ruang-ruang publik lainnya. Bahkan, Pemkot Pontianak membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Pontianak untuk melakukan penegakkan perda di lokasi-lokasi KTR.
“Tujuannya agar masyarakat Kota Pontianak hidup sehat dan Kota Pontianak pun bersih dari polusi asap rokok," ungkap Ani Sofian.
Selain itu, lanjut dia, komitmen Pemkot Pontianak terkait implementasi KTR ini juga telah mendapat dukungan dari The Union dan Tobacco Control Support Center (TCSC) serta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Komitmen bersama itu dituangkan dengan menandatangani Deklarasi dan Komitmen Implementasi KTR pada tanggal 8 Maret 2022 lalu.
“Penandatanganan komitmen bersama itu merupakan lanjutan terhadap Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang KTR,” jelasnya.
Dengan diterimanya penghargaan ini, Ani Sofian berharap semangat untuk menjaga lingkungan sehat dan bebas rokok akan semakin meningkat di Kota Pontianak. Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Pontianak untuk terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat dan menegakkan kebijakan KTR untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, untuk turut aktif mendukung kebijakan ini guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua,” tutupnya. (prokopim)
Suci Rahmadayanti, Mahasiswi Asal Pontianak Wakili Kalbar Ikut Program PPAP
PONTIANAK – Suci Rahmadayanti (25), mahasiswi asal Kota Pontianak, akan jadi wakil Kalimantan Barat (Kalbar) dalam program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, bulan Juli mendatang. Sedangkan pemuda asal Kabupaten Ketapang, Febri Budianto (24) akan jadi wakil putra.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak Rizal menerangkan, Suci berhasil menyisihkan peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalbar. Ia lebih dulu berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti pelatihan, baru kemudian disebar ke lokasi pertukaran.
“Kami ucapkan selamat kepada dek Suci, mudah-mudahan dapat tampil dengan baik dan mengharumkan nama Kota Pontianak khususnya serta Kalbar umumnya,” ujarnya, di Kantor Disporapar, Rabu (19/6/2024).
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat Disporapar Kota Pontianak akan terus melakukan pendampingan. Rizal menerangkan, dukungan diberikan dalam bentuk konsultasi dan pembekalan budaya Kota Pontianak.
“Dan pembekalan budaya Kalbar dan Pontianak untuk dikenalkan di sana, sehingga dewan juri berkeyakinan dek Suci punya kemampuan,” terangnya.
Ke depannya, Rizal berharap lebih banyak lagi anak muda mengikuti jejak Suci. Artinya memiliki jiwa kompetisi dan proaktif mencari informasi lomba. Kemudian ia juga berpesan agar pemuda Kota Pontianak kreatif menciptakan peluang untuk bermanfaat bagi masyarakat.
“Metode, strategi dan cara yang perlu diasah selama PPAP, atau program kepemudaan lainnya, dek Suci bisa berbagi kepada anak muda lainnya setelah ikut program, jadi narasumber dan lainnya,” harap Kadisporapar.
Program PPAP merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) dan diseleksi lewat Pemerintah Provinsi Kalbar, dalam hal ini Disporapar Provinsi Kalbar.
Suci kemudian menceritakan awal mula dirinya dapat terpilih mewakili Kalbar. Berawal dari link pendaftaran yang diposting oleh akun Disporapar Kalbar, kemudian ia tertarik mendaftar meski semula ragu-ragu.
“Tahap seleksi kita dari tingkat provinsi ada link pendaftaran, setelah itu dinyatakan lolos administrasi. Kemudian kita ikut seleksi, pertama tes wawasan kebangsaan, psikotes, seni, wawancara dan seleksi tingkat nasional,” tuturnya.
Masing-masing provinsi, kata Suci, mengirimkan lima orang putra dan putri untuk ikut wawancara di tingkat nasional. Tetapi, lanjutnya, sebelum wawancara, setiap delegasi diminta untuk mengirimkan berkas post program activity.
“Sebelum wawancara kita mengirimkan beberapa berkas, serta post program activity, setelah program ini kita mau ngapain, kemudian mengirimkan program kepada masyarakat, sebelum PPAP kita sudah berkontribusi apa ke masyarakat sekitar,” imbuh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Pontianak ini.
Di sana nantinya, Suci akan bertugas untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai program telah direncanakannya agar daerah yang dikunjungi mendapatkan manfaat dari program PPAP.
“Ketika penempatan di sana, kita akan pengabdian kepada masyarakat, gimana caranya daerah tersebut mendapat manfaat ketika kita datang ke sana, dari program kepemudaan untuk anak-anak dan kalangan masyarakat lainnya,” sambungnya.
Saat ditanya rencana kegiatan setelah kembali ke Kota Pontianak, Suci akan melakukan program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, dengan membawa pasien sakit jantung dan kanker untuk dirujuk ke Jakarta. Sebelumnya, ia telah berhasil membawa empat orang pasien dari berbagai daerah di Kalbar.
“Kita bawa ke Jakarta secara gratis, melalui beberapa bantuan, seperti kitabisa,” ujar Suci.
Ia turut mengajak anak muda Kota Pontianak untuk tidak menutup diri dengan kompetisi. Dengan demikian, cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.
“Coba dulu jangan menutup diri, kalau belum bisa coba lagi, dengan kesalahan sebelumnya kita bisa belajar dan bisa maju,” tutupnya.
Program PPAP mengumpulkan seluruh pemuda tiap provinsi se-Indonesia. Masing-masing provinsi mengirimkan dua delegasi, putra dan putri. Untuk tahun ini, lokasi program dibagi menjadi dua yaitu zona barat dan zona tengah. Zona barat ditempatkan di Provinsi Bengkulu, zona tengah di Provinsi Kaltara. (kominfo)
Salat Id Berjemaah bersama Warga, Ani Sofian Ajak Maknai Kisah Nabi Ibrahim
PONTIANAK – Hari Raya Iduladha adalah momentum yang tepat untuk memaknai arti pengorbanan. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengajak umat muslim di Kota Pontianak untuk merefleksi diri berdasarkan kisah mulia Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail.
“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, pribadi dan keluarga, saya menyampaikan ucapan selamat Iduladha 1445 Hijriah, mudah-mudahan hari raya membawa keberkahan dan kebaikan untuk umat muslim Kota Pontianak khususnya,” ucapnya, usai salat id berjemaah di Ruas Jalan Rahadi Usman, Senin (17/6/2024).
Ibadah haji merupakan satu di antara rukun Islam. Wajib hukumnya bagi yang mampu. Ani Sofian ikut mendoakan para jemaah yang sedang beribadah haji di tanah suci.
“Mari kita doakan bersama saudara kita yang sedang berhaji di tanah suci, semoga menjadi haji yang mabrur,” sebutnya.
Pj Wali Kota mengimbau pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat membungkus daging hewan kurban. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dengan lingkungan.
Selain itu, menurutnya, penggunaan kantong plastik pada hewan kurban juga dapat memicu bakteri mikroplastik. Pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak juga telah menyiapkan bahan pengganti seperti kantong besek di titik pemotongan hewan kurban.
“Kami sudah membuat Surat Edaran (SE) menyarankan untuk tidak menggunakan plastik saat pembagian daging hewan kurban. Bisa menggunakan kantong besek, daun pisang, daun jati atau daun simpur,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam rangka Hari Raya Iduladha, Pemkot Pontianak membagikan hewan kurban sebanyak 41 ekor sapi kepada masyarakat. Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Pj Wali Kota kepada perwakilan warga.
Berbagai instansi terlibat dalam penyaluran bantuan hewan kurban, mulai dari ASN di lingkungan Pemkot Pontianak, Bank Kalbar, PT Pelindo, Koperasi Kantor Gubernur Kalimantan Barat, BPR Khatulistiwa hingga PDAM Tirta Khatulistiwa.
“Hewan kurban ini kami serahkan kepada pengurus masjid, petugas kebersihan dan untuk masyarakat Kota Pontianak, harapannya masyarakat dapat bersukacita menyambut Hari Raya Iduladha,” pungkasnya.
Pada Hari Raya Iduladha tahun ini, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak menggelar salat id berjemaah di depan Kantor Wali Kota. DR H Mulyadi, MSi bertindak selaku Khatib dan H Abdul Syukur Mustafa selaku Imam pada Salat Id. (kominfo/prokopim)
Pemkot Pontianak Salurkan 41 Hewan Kurban
PHBI Siap Gelar Salat Iduladha di depan Kantor Wali Kota
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membagikan hewan kurban sebanyak 41 ekor sapi untuk dibagikan kepada masyarakat. Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian kepada perwakilan warga, di Halaman Masjid Al-Khalifah Kantor Wali Kota, Minggu (16/6/2024).
Berbagai instansi terlibat dalam penyaluran bantuan hewan kurban ini, mulai dari ASN di lingkungan Pemkot Pontianak, Bank Kalbar, PT Pelindo, Koperasi Kantor Gubernur Kalimantan Barat, BPR Khatulistiwa hingga PDAM Tirta Khatulistiwa.
“Hewan kurban ini kami serahkan kepada pengurus masjid, petugas kebersihan dan untuk masyarakat Kota Pontianak, harapannya masyarakat dapat bersukacita menyambut Hari Raya Iduladha,” terang Ani Sofian, usai penyerahan.
Pj Wali Kota mengimbau pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat membungkus daging hewan kurban. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dengan lingkungan.
Selain itu, menurut Ani Sofian, penggunaan kantong plastik di hewan kurban juga dapat memicu bakteri mikroplastik. Pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak juga telah menyiapkan bahan pengganti seperti kantong besek di titik pemotongan hewan kurban.
“Kami sudah membuat Surat Edaran (SE) menyarankan untuk tidak menggunakan plastik saat pembagian daging hewan kurban. Bisa menggunakan kantong besek, daun pisang, daun jati atau daun simpur,” ungkapnya.
Salat Iduladha Siap Digelar di depan Kantor Wali Kota
Pelaksanaan salat Iduladha 1445 Hijriah akan digelar secara berjemaah di Ruas Jalan Rahadi Usman, seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak. Ani Sofian mengajak masyarakat Kota Pontianak untuk ikut salat di depan Kantor Wali Kota.
“Saya mengajak masyarakat Kota Pontianak untuk ikut salat id berjemaah di depan Kantor Wali Kota, mari kita lantunkan takbir, tahlil dan tahmid menyambut hari yang mulia,” sebutnya.
Salat Id akan dimulai pukul 07.00 WIB. Mulyadi ditunjuk menjadi khatib pada pelaksanaan Salat Id di depan Taman Alun Kapuas. Sedangkan yang bertindak selaku imam adalah Abdul Syukur Mustafa.
“Mudah-mudahan berjalan sesuai rencana tidak ada kendala, cuaca bagus dan tidak panas,” tutur Pj Wako.
Agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar, para jemaah diharapkan hadir lebih awal untuk mengisi saf-saf yang masih kosong. Ani Sofian juga mengimbau jamaah salat id untuk tidak meninggalkan sampah di lapangan seperti kertas-kertas koran yang dijadikan alas untuk salat.
"Kami minta sampah-sampah kertas koran tersebut dibawa pulang oleh masing-masing jamaah sehingga tidak menimbulkan sampah di lapangan," pungkasnya. (kominfo/prokopim)