,
menampilkan: hasil
409 Warga Disabilitas dan Lansia Dapat Bantuan Paket Sembako dari Kemensos
Bantuan Atensi dari Sentra Antasena Magelang
PONTIANAK - Sebanyak 409 paket bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berisi sembako dan perlengkapan mandi dari Sentra Antasena Magelang Kementerian Sosial (Kemensos) RI disalurkan bagi warga lansia dan disabilitas di Kota Pontianak. Dari jumlah 409 paket tersebut, 207 untuk klaster disabilitas dan 202 klaster lansia.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berpesan kepada penerima manfaat untuk tidak menilai besaran jumlah bantuan yang diberikan. Sebab bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah kepada warga lansia dan disabilitas.
“Bantuan bahan pokok dan perlengkapan lainnya yang diberikan ini, saya minta manfaatkan sebaik mungkin, mudah-mudahan perhatian pemerintah dalam membantu warga lansia dan disabilitas ke depan semakin meningkat,” ujarnya usai menyerahkan bantuan Atensi secara simbolis dari Sentra Antasena Magelang Kemensos RI di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Senin (24/6/2024).
Meski tidak seluruhnya lansia dan disabilitas yang mendapat bantuan ini karena keterbatasan, namun dia berharap jajaran camat dan lurah terus memonitor warga lansia dan disabilitas di wilayahnya yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan untuk selanjutnya diusulkan.
“Mudah-mudahan dari Sentra Antasena bisa membantu para warga lansia dan disabilitas sehingga mereka turut merasakan perhatian dari pemerintah,” kata Ani Sofian.
Dia juga berpesan kepada warga lansia dan disabilitas apabila merasa sakit agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas. Apalagi bagi lansia, bisa mendatangi posyandu lansia yang ada di wilayahnya masing-masing.
“Kalau memang ada lansia yang mungkin tidak mampu untuk datang ke posyandu, saya minta petugas posyandu yang mendatangi warga lansia yang sakit untuk diperiksa kesehatannya,” ucap Pj Wali Kota.
Ani Sofian mengatakan, banyak kebijakan dan program Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang langsung menyentuh masyarakat, seperti bantuan operasional RT dan RW, bantuan guru ngaji tradisional, petugas fardhu kifayah, posyandu dan bansos uang tunai kepada keluarga miskin dan masih banyak lagi bantuan-bantuan lainnya.
“Mudah-mudahan Pemkot Pontianak terus bisa memberikan sentuhan kepada masyarakat Kota Pontianak yang masih belum beruntung dari aspek ekonomi,” imbuhnya.
Hendra dari Sentra Antasena Magelang menjelaskan, bantuan Atensi ini merupakan salah satu program Kemensos RI, selain PKH atau BPNT. Bantuan Atensi ini berbagai macam bentuknya. Pemberian bantuan saat ini adalah pemenuhan penambah kebutuhan nutrisi harian untuk disabilitas dan lansia.
“Isi paketnya sembako dan perlengkapan mandi. Khusus lansia tambahannya minyak angin, susu khusus untuk tulang. Sedangkan bagi disabilitas lebih kepada penguatan fisik, seperti vitamin,” jelasnya.
Bantuan Atensi ini sudah bergulir sejak tahun 2021. Dengan adanya bantuan Atensi ini diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.
“Bantuan secara keseluruhan sebanyak 409 paket bagi lansia dan disabilitas yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak,” terang Hendra.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Trisnawati menuturkan, bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat ini berdasarkan data yang diperoleh langsung dari masyarakat, dalam hal ini RT, terkait dengan kondisi masyarakat miskin yang ada di Kota Pontianak.
“Memang disadari bantuan ini belum mencakup keseluruhan jumlah lansia dan disabilitas yang ada di Kota Pontianak karena keterbatasan yang ada,” sebutnya.
Namun demikian, ia berharap pihak kecamatan dan kelurahan untuk proaktif menyampaikan data-data warga yang memang dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam kategori lansia dan disabilitas agar bisa diberikan bantuan dari berbagai program yang ada.
“Namun saat ini baru bisa diberikan bantuan 409 paket dari program Kemensos RI,” kata Trisnawati.
Ia menambahkan, untuk sementara ini dari hasil asesmen yang dilakukan petugas pekerja sosial dari Dinsos Kota Pontianak, baru mendapatkan sekitar 5 ribu lansia dan disabilitas.
“Data-data ini selain diperoleh dari RT di lingkungan warga, ada juga usulan secara pribadi, atau merupakan hasil penjangkauan pekerja sosial dari Dinsos Kota Pontianak yang turun ke lapangan,” tutupnya. (prokopim)
77 Atlet Kontingen Pontianak Siap Berlaga di Popda Kalbar
Ani Sofian Minta Atlet Fokus Berjuang di Popda Kalbar
PONTIANAK - Sebanyak 77 atlet kontingen Kota Pontianak siap berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang akan digelar mulai tanggal 24 hingga 28 Juni 2024.
Sebelum berlaga, para atlet Popda mendapat arahan dari Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Minggu (23/6/2024). Dalam arahannya, ia memberikan semangat dan motivasi kepada kontingen Kota Pontianak yang akan berlaga dalam ajang Popda Provinsi Kalbar. Dirinya menekankan pentingnya disiplin, kegigihan, tanggung jawab dan perjuangan bagi para atlet demi mengharumkan nama sekolah serta Kota Pontianak.
"Dengan penuh disiplin, kegigihan, tanggung jawab dan semangat berjuang, kita optimis Kota Pontianak bisa meraih prestasi yang membanggakan, baik bagi adik-adik pribadi, maupun sekolah dan Kota Pontianak,” katanya.
Ani Sofian juga mendorong para atlet untuk mencurahkan segala daya dan upaya mereka demi meraih prestasi yang gemilang. Tak lupa pula ia berpesan agar para atlet giat berlatih untuk meningkatkan kemampuannya sehingga bisa meraih juara yang diharapkan.
"Kerahkan segala daya dan upaya untuk terus berprestasi, jangan pernah menyerah, tetap fokus dan terus berjuang," tambahnya.
Tak hanya itu, dia juga mengingatkan para atlet agar selalu siap dengan mental, semangat dan fisik yang prima untuk mencapai hasil yang maksimal. Dengan dorongan dan motivasi yang diberikan, ia berharap para atlet kontingen Kota Pontianak dapat memberikan yang terbaik dalam ajang Popda Provinsi Kalbar dan menjadi kebanggaan bagi Kota Pontianak.
"Siapkan mental, semangat dan fisik yang baik untuk memperoleh hasil yang maksimal. Adik-adik semua adalah harapan Kota Pontianak, jadi tunjukkan potensi terbaik kalian," ucap Ani Sofian menyemangati para atlet.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal menjelaskan, jumlah atlet Kontingen Kota Pontianak sebanyak 77 atlet. Mereka akan berlaga di delapan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Popda Kalbar.
“Delapan cabor tersebut adalah sepak bola, bola volly, bola basket, bulu tangkis, sepak takraw, tenis lapangan, pencak silat dan tinju,” jelasnya.
Menurutnya, Popda Provinsi Kalbar rencananya akan dibuka oleh Pj Gubernur Kalbar di GOR Terpadu A Yani pada Senin (24/6/2024). Dalam kesempatan itu, Rizal berpesan kepada pelatih dan official untuk mengawal seluruh atlet-atlet supaya peraihan medali bisa lebih maksimal dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2023 lalu Kota Pontianak menjadi juara umum. Oleh karena itu, kita berharap tahun ini Kota Pontianak kembali menyandang juara umum,” pungkasnya. (prokopim)
Peringati HANI 2024, Bunda Genre Imbau Generasi Muda Isi Kegiatan Positif
PONTIANAK – Penyalahgunaan narkoba, dinilai Bunda Genre Kota Pontianak Anita Ani Sofian, telah menyebabkan buruknya kondisi bangsa. Pada momentum peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2024, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak muda, untuk menyelamatkan generasi muda dari narkoba.
“Mari kita bergerak bersama melawan narkoba mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba, karena narkoba merupakan pembunuh masa depan bagi siapa saja yang mengonsumsinya,” ujar Anita, usai membuka puncak peringatan HANI 2024 di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, Sabtu (22/6/2024) pagi.
Saat ini, seluruh negara menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba. Imbasnya melanda semua lini kehidupan manusia, mulai dari individu, keluarga, masyarakat hingga negara.
Anita menyebut, narkoba disalahgunakan oleh rata-rata penduduk usia produktif antara 15 hingga 64 tahun. Peredaran narkoba bahkan sudah merambah hingga ke desa dengan melibatkan kalangan perempuan dan anak-anak, baik sebagai kurir maupun penyalahguna.
“Generasi muda adalah harapan bangsa, di pundak merekalah masa depan bangsa ini diletakkan. Karena itu, dalam kesempatan ini kami ingin mengajak kepada kalian semua para generasi muda untuk katakan tidak pada narkoba,” tegas Anita.
Sekretaris Dinkes Kota Pontianak Rifka menerangkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Di antaranya melalui sosialisasi ke sekolah dan kader anti narkoba.
“Hal ini dilakukan dengan sosialisasi bahaya narkoba di posyandu, pelayanan kesehatan, institusi pendidikan sampai ke rumah-rumah, di kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak muda,” tutupnya. (kominfo)
Pj Sekda Apresiasi Menteri AHY Serahkan Sertipikat Tanah Wakaf di Pontianak
PONTIANAK – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain menyambut kedatangan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Masjid Arrafiul A’la, depan Kantor Camat Pontianak Timur, Sabtu (22/6/2024).
Zulkarnain menerangkan, kedatangan Menteri AHY bertujuan untuk menyerahkan sertipikat tanah wakaf rumah ibadah. Ia merasa bersyukur dengan penyerahan tersebut, menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengapresiasi atas perhatian pemerintah pusat, mungkin selama ini rumah ibadah belum memiliki sertipikat tanah wakaf,” ungkapnya, usai mendampingi Kepala BPN.
Melalui penyerahan itu pula, Zulkarnain berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan menurutnya bila perlu seluruh rumah ibadah mendapatkan sertipikat tanah.
“Ini betul-betul jadi pegangan legalitas, dengan kepemilikan sertipikat tanah wakaf,” sebutnya.
Sinergitas antara Pemkot Pontianak dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Pontianak dinilai Zulkarnain sudah sangat baik. Pihaknya senantiasa berkolaborasi untuk menerbitkan sertipikat tanah atau mempermudah pelayanan.
“Harapan kita semua pihak di Kota Pontianak memiliki sertipikat tanah, khususnya warga yang kurang mampu,” terang Pj Sekda.
Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan, banyak sekali tanah wakaf di Indonesia, begitu pula di Kota Pontianak. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengurus dengan cepat tanah wakaf.
“Karena tanah wakaf sangat dinantikan legalitasnya. Harapannya dengan sertipikat seperti ini masyarakat dapat ibadah dengan tenang, karena sudah ada legalitas,” katanya.
AHY menyebut, Kementerian ATR/BPN tengah menggalakkan sertifikasi tanah wakaf bagi rumah ibadah, termasuk pemakaman.
“Mohon setelah diserahkan agar dijaga dengan baik, digunakan sebagaimana semestinya dan mudah-mudahan membawa keberkahan untuk kita semua,” pungkasnya. (kominfo)