,
menampilkan: hasil
Pj Wako dan Jajaran Antar Langsung Bantuan Korban Banjir
Serahkan Bantuan Sembako dan Pakaian ke Mempawah dan Sambas
PONTIANAK - Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengirimkan sejumlah bantuan. Bantuan tersebut dibawa dengan kendaraan truk dan beberapa mobil untuk diantar langsung oleh rombongan jajaran Pemkot Pontianak yang terdiri dari Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah dan sejumlah kepala perangkat daerah ke Kabupaten Mempawah dan Sambas. Kehadiran para pejabat Pemkot Pontianak ini dalam rangka menyampaikan rasa empati sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat di kedua wilayah itu.
Rombongan kendaraan mulai bergerak dari Kantor Wali Kota Pontianak pukul 06.00 WIB menuju Kabupaten Mempawah. Iring-iringan kendaraan yang membawa bantuan tiba di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah pukul 08.00 WIB dan disambut oleh Pj Bupati Mempawah Ismail. Dari Kabupaten Mempawah, perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Sambas. Di Sambas, rombongan disambut oleh Bupati Sambas Satono di Kantor BPBD Kabupaten Sambas.
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto, mengatakan, bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian dari seluruh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak, termasuk partisipasi dari sekolah-sekolah yang ada di Pontianak.
“Bantuan ini sebagai bentuk solidaritas kami untuk membantu apa yang sedang dialami saudara-saudara kita yang ada di Kabupaten Mempawah dan Sambas. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka yang terdampak banjir,” ujarnya, Sabtu (8/2/2025).
Adapun jumlah total bantuan yang disalurkan untuk kedua wilayah tersebut terdiri dari 572 paket sembako, 150 dus mi instan, 100 butir telur dan 71 kotak pakaian. Menurut Edi, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan paska bencana, yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Ini masalah recovery sekarang. Setelah banjir mulai surut, proses pemulihan tetap memerlukan bantuan. Oleh karena itu, kami menyalurkan bantuan-bantuan tersebut untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” jelasnya.
Edi berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Mempawah maupun Sambas yang terdampak bencana banjir. Pemkot Pontianak berkomitmen untuk terus mendukung proses pemulihan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Banjir di kabupaten-kabupaten ini telah menyebabkan kerugian bagi masyarakat, sehingga bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu mereka bangkit dari dampak bencana ini,” imbuhnya.
Pj Bupati Mempawah Ismail, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh jajaran Pemkot Pontianak dalam membantu warga terdampak banjir di wilayahnya. Kehadiran Pj Wali Kota bersama Sekda dan tim dari Pemkot Pontianak dinilai sebagai bentuk solidaritas yang nyata.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tak terhingga atas atensi dan dukungan yang diberikan oleh Pak Pj Wali Kota dan jajaran. Kehadiran beliau di tengah kesibukan, bersama dengan sejumlah paket bantuan, sangat berarti bagi warga yang terdampak banjir," ungkapnya.
Ismail berujar bantuan dari Pemkot Pontianak ini akan disalurkan kepada warga sesuai dengan kebutuhan mereka. Menurutnya, ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami melibatkan seluruh komponen untuk membantu warga yang terdampak. Semoga apa yang telah diberikan hari ini, dalam bentuk apapun, menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT dan mampu membahagiakan serta meringankan beban warga Mempawah," tambahnya.
Bupati Sambas Satono, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan resmi Pj Wali Kota Pontianak beserta rombongan ke Kabupaten Sambas. Bantuan tersebut dinilainya sangat berarti bagi masyarakat Sambas, terutama bagi warga yang terdampak musibah. Menurutnya, nilai bantuan yang diberikan bukanlah hal utama, melainkan keikhlasan dan niat baik dari Pj Wali Kota Pontianak beserta seluruh ASN Pemkot Pontianak yang patut diapresiasi.
"Bukan nilainya, bukan barangnya, tapi keikhlasan hati Pak Pj Wali Kota yang luar biasa. Kami doakan beliau sehat, panjang umur, dan bahagia selalu," ucapnya.
Satono juga berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan antara kedua daerah. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menjadi motivasi dan semangat baru bagi masyarakat Sambas yang membutuhkan.
"Mudah-mudahan hubungan yang terjalin ini terus berlanjut dan membawa kebaikan bagi kedua belah pihak. Kami juga berharap semua urusan dimudahkan, tubuh disehatkan dan umur kita diberkahi," pungkasnya. (prokopim)
Belajar dari Youtube, Tanjak Karya Suherman Laris Manis
Tanjak Asal Pontianak Rambah Pasar Negeri Jiran
JAKARTA – Suherman (51), seorang pengrajin tanjak asal Pontianak sukses mengembangkan usaha kerajinan tanjak khas Melayu melalui usahanya yang diberi nama Kampung Tanjak. Tanjak-tanjak produksi Kampung Tanjak turut dipamerkan pada INACRAFT 2025, sebuah pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara di Jakarta Convention Center (JCC).
Tanjak yang diproduksi Suherman dengan merek Kampung Tanjak membanjiri pasaran di berbagai daerah, tidak hanya lokal tetapi hingga mancanegara. Berbagai daerah di Indonesia menjadi pangsa pasarnya, termasuk Kalimantan Barat, Riau, Sulawesi, Jawa dan Sumatera. Tak hanya itu, tanjak hasil karyanya juga telah menembus pasar di negeri jiran, seperti Kuching dan Kuala Lumpur.
“Alhamdulillah, tanjak kami sudah sampai ke luar negeri, seperti di Sarawak dan Kuala Lumpur,” ujarnya saat ditemui di Stand Kota Pontianak di JCC, Jumat (7/2/2025).
Berawal pada tahun 2017, Suherman mulai menggeluti usaha tanjak karena sulitnya mendapatkan busana khas Melayu di Pontianak, terutama tanjak sebagai pelengkap pakaian adat Melayu. Ia pun berinisiatif untuk memproduksi dan menyediakan kebutuhan tersebut, yang kini telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat lokal hingga mancanegara.
“Awalnya sulit sekali mencari busana khas Melayu di Pontianak. Dari situ saya berinisiatif untuk membuat dan menyediakan tanjak. Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa,” katanya.
Suherman bilang, awal mula dirinya sama sekali tidak memiliki keahlian membuat tanjak. Keterampilan itu dipelajarinya secara otodidak dengan memanfaatkan perangkat teknologi melalui tutorial di Youtube. Seiring waktu, ia berhasil mengembangkan dan menyempurnakan keahliannya.
“Awalnya memang sulit mencari orang untuk belajar langsung. Tapi berkat teknologi, saya bisa belajar dari YouTube,” ungkapnya.
Ia bercerita bagaimana proses membuat tanjak. Untuk membuat sebuah tanjak, Suherman membutuhkan waktu kisaran satu hingga setengah jam, tergantung pada tingkat kerumitan dan jenis bahan yang digunakan. Untuk harga tanjak yang ia produksi bervariasi.
“Mulai dari Rp60 ribu hingga ada yang mencapai lebih dari Rp1 juta, tergantung pada bahan dan desainnya,” ucap pemilik usaha Kampung Tanjak yang beralamat di Jalan Selat Panjang Gang Amal 18 B Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara.
Dalam menjalankan usahanya, Suherman dibantu oleh dua orang karyawan. Ia juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial dan pameran-pameran yang digelar oleh pemerintah maupun swasta.
“Alhamdulillah, pemasaran kami terbantu dengan adanya pameran seperti ini. Selain itu, media sosial juga sangat membantu menjangkau pembeli dari berbagai kalangan,” imbuhnya.
Selaku pengrajin binaan Dekranasda Kota Pontianak, Suherman juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak berupa pelatihan, fasilitas pameran hingga bantuan mesin jahit untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Bantuan berupa mesin jahit juga diperolehnya dari beberapa BUMN.
“Alhamdulillah untuk pemasaran tanjak-tanjak produksi saya tidak kesulitan, pesanan tak pernah putus, hampir setiap hari ada terus,” sebutnya.
Kampung Tanjak milik Suherman kini menjadi salah satu pelopor dalam melestarikan budaya Melayu melalui kerajinan tanjak. Suherman berharap usahanya dapat terus berkembang dan semakin dikenal di pasar global.
“Saya juga terus berinovasi dengan mengkreasikan desain tanjak untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” pungkasnya.
Tak hanya tanjak, Kampung Tanjak juga memproduksi Kain Sampin untuk pelengkap pakaian adat Melayu, tempat tisu berbahan kain corak insang dan songket, miniatur tanjak sebagai cenderamata dan sebagainya.
“Selain itu, kami juga memberikan pelatihan kerajinan tanjak dan busana Melayu,” tutupnya. (prokopim)
Target 98 Persen, Pemkot Pontianak Percepat Cakupan JKN
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus mendorong cakupan penerima asuransi kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat Kota Pontianak hingga 98 persen. Berdasarkan data terakhir, angka Universal Health Coverage (UHC) Kota Pontianak sudah menyentuh 87,86 persen. Artinya hampir 600 ribu warga Kota Pontianak telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menerangkan, untuk mempercepat cakupan tersebut, pihaknya akan mendata kembali perusahaan-perusahaan yang mewajibkan karyawannya mendaftar kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Kita juga terus memastikan kepada peserta yang sebelumnya sudah terdaftar agar terus menjadi peserta aktif dan tetap mengikuti BPJS Kesehatan,” terangnya usai menerima audiensi jajaran BPJS Kesehatan di Kantor Wali Kota, Jumat (7/2/2025).
Keterbatasan anggaran masih menjadi kendala untuk mencapai target UHC dengan jumlah penduduk di Pontianak terbesar di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Sehingga yang menjadi ukuran prestasi adalah upaya pemerintah daerah dalam mencapai target nasional.
“Salah satunya ke depan kita ingin ada langkah jemput bola dengan kerja sama melalui pilar sosial yang ada di Kota Pontianak. Bicara kepesertaan asuransi seperti ini juga melihat keuangan dan kemampuannya dari dinas sosial,” tuturnya.
Edi menambahkan, saat ini jumlah fasilitas kesehatan di Kota Pontianak terdiri dari 14 rumah sakit, 23 puskesmas dan 82 klinik. Meski demikian masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam pemerataan peserta JKN.
“Seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang belum memadai,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Warga Tumpah Ruah di Pekan Kuliner Cap Go Meh
Pj Wako Harap Cap Go Meh Bangkitkan Perekonomian Warga
PONTIANAK - Pekan Promosi dan Kuliner menjadi rangkaian pembuka Festival Cap Go Meh 2576 Kongzili di Kota Pontianak. Lebih dari 60 stand yang memamerkan produk UMKM, kuliner dan berbagai produk lainnya berjejer di sepanjang Jalan Diponegoro Pontianak. Warga tumpah ruah saat mulai diresmikannya event ini.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengungkapkan rasa syukurnya karena meskipun cuaca sempat mendung, tetapi tak menyurutkan pengunjung datang ke lokasi Pekan Promosi dan Kuliner yang rutin digelar setiap tahunnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan berbagai pihak yang telah berperan dalam menjadikan Cap Go Meh sebagai event nasional.
“Ini adalah bukti bagaimana perekonomian di Pontianak berjalan dan maju, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya usai peresmian Pekan Promosi dan Kuliner sebagai rangkaian Cap Go Meh, Kamis (6/2/2025).
Edi bilang, Pekan Promosi dan Kuliner dalam rangka memeriahkan Cap Go Meh, bukan hanya sekadar merayakan kekayaan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan bagi pengusaha lokal, khususnya pengusaha kecil dan UMKM, untuk memperluas pasar mereka.
“Apalagi rangkaian kegiatan selama festival mencakup pameran produk unggulan, kerajinan tradisional dan kuliner khas Pontianak, tentu akan menarik minat banyak pengunjung,” katanya.
Ia berharap festival ini dapat menjadi sarana untuk mempromosikan kekayaan budaya Pontianak dan Kalbar secara lebih luas. Festival Cap Go Meh di Pontianak diharapkan dapat memberikan efek positif yang signifikan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Tentunya juga dapat memperkuat kerukunan antar-etnis dan agama di Pontianak,” tuturnya.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Hendry Pangestu Lim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kota Pontianak.
“Festival Cap Go Meh tahun ini dimulai dengan pembukaan Pekan Promosi dan Kuliner di Jalan Diponegoro,” terangnya.
Ia memaparkan, rangkaian acara festival ini meliputi ‘Naga Buka Mata’ pada tanggal 10 Februari di Klenteng Kwan Tie Bio Jalan Diponegoro, dimulai pukul 05.00 pagi dengan 10 naga, disusul oleh 29 naga lainnya yang memberikan penghormatan.
“Puncaknya adalah Karnaval Naga Bersinar yang akan digelar pada tanggal 12 Februari pukul 19.30 WIB, dimulai dari depan lampu merah simpang Jalan Patimura - Gajah Mada, dan berakhir di Jalan Budi Karya dengan panggung utama untuk tamu VIP di depan Swalayan Ligo Mitra,” jelas Hendry.
Dia mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk menjaga ketertiban selama festival berlangsung agar para tamu dapat menikmati keindahan pertunjukan naga.
"Harapan kami, festival ini dapat menunjukkan keindahan dan kekayaan budaya Pontianak kepada para tamu dari luar," tutupnya. (prokopim)