,
menampilkan: hasil
Kopi Pontianak Jadi Primadona di Indonesia City Expo 2025
SURABAYA - Menikmati secangkir kopi panas sembari mencicipi kue di stand Kota Pontianak menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Indonesia City Expo (ICE) 2025 di Grand City Mall Surabaya. Pada ajang pameran nasional itu, Kota Pontianak mengikutsertakan Kopi Aming untuk mengisi stand.
Rasanya yang khas dan sedap seringkali dipuji pengunjung. Bahkan tak jarang produk tersebut kemudian dibeli untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah, mengatakan bahwa fenomena ini menunjukkan berkembangnya industri rumahan di Kota Pontianak yang menghasilkan produk UMKM unggulan berupa kopi.
"Kopi Pontianak, seperti Kopi Aming ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga dapat dinikmati langsung oleh pengunjung dari berbagai daerah. Wujud kuliner memang harus dicicipi dan dirasakan langsung oleh konsumen, bukan hanya dipamerkan dalam bentuk tayangan," ujarnya saat meninjau stand, Jumat (9/5/2025).
Ia menambahkan bahwa rata-rata pengunjung yang sudah mencicipi kopi Pontianak mengakui kelezatan kopi yang disajikan langsung di tempat. Pengunjung mengakui kopi Pontianak sangat enak, terutama ketika diseduh dan disajikan langsung, dibandingkan dengan kopi yang pernah mereka nikmati sebelumnya.
“Konsumen yang sudah merasakan produk berkualitas pasti akan melakukan transaksi untuk membeli sehingga dapat dinikmati oleh keluarga atau kerabat lainnya," imbuhnya.
Amirullah berharap pameran ICE 2025 yang merupakan rangkaian dari Munas VII APEKSI ini dapat meningkatkan transaksi produk UMKM dari Pontianak.
"Tinggal bagaimana konsisten mempertahankan kualitas, baik saat pameran maupun ketika mendapatkan pesanan dalam jumlah besar," pungkasnya. (*)
Pemkot Pontianak Konsisten Jalankan Program Selaras RPJMD 2025-2029
Wawako Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap RPJMD 2025-2029
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan pidato jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak Tahun 2025-2029.
Bahasan menyampaikan apresiasi atas dukungan dari delapan fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap RPJMD 2025-2029. Fraksi-fraksi tersebut antara lain Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Nasional Demokrat, Fraksi PKS, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan Fraksi PPP, Hanura dan PAN.
Menanggapi pandangan Fraksi PDI Perjuangan, Wakil Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak, retribusi dan sumber pendanaan lain. Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak akan diarahkan pada sektor perdagangan dan jasa, terutama pariwisata, pendidikan, kesehatan serta UMKM.
"Kota Pontianak tidak memiliki sumber daya alam, sehingga diperlukan upaya inovatif seperti diversifikasi ekonomi dengan mendorong produk unggulan, pengembangan destinasi wisata dan event wisata seperti wisata sejarah, budaya maupun olahraga," jelasnya saat menyampaikan pidato jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Jumat (9/5/2025).
Untuk peningkatan sumber daya manusia, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen meningkatkan kualitas melalui pendidikan, pelatihan vokasional yang sesuai kebutuhan pasar serta pendidikan karakter dengan menjalin kolaborasi bersama pemerintah provinsi, nasional dan dunia usaha.
Menanggapi Fraksi Partai Gerindra, Wakil Wali Kota sepakat bahwa penerapan digitalisasi tata kelola pemerintahan terutama pelayanan publik tetap harus memperhatikan masyarakat lanjut usia dan kelompok rentan lainnya.
Terkait penanganan genangan air, dijelaskan bahwa Kota Pontianak merupakan daerah pesisir dengan topografi relatif datar dan rentan terhadap perubahan iklim.
“Dalam penanganan genangan memerlukan pemeliharaan dan pembangunan drainase, peningkatan ruang terbuka hijau!dan tata kota. Di masa depan dibutuhkan penggunaan pompanisasi pada sistem pengendalian genangan atau banjir," tutur Bahasan.
Untuk penanganan sampah, ia menjelaskan bahwa volume sampah Kota Pontianak mencapai 400 - 500 ton per hari. Sementara pemerintah kota telah mampu mengelola sebanyak 98 persen dengan pengurangan sampah dari sumbernya sebanyak 25,06 persen.
"Pengelolaan sampah akan ditangani lebih baik dengan membangun TPST per kecamatan dan mengubah TPA Batu Layang menjadi tempat pengolahan akhir sampah terpadu," tambahnya.
Kemudian menjawab pandangan umum dari Fraksi Partai Golkar, Bahasan menerangkan bahwa penyusunan RPJMD Kota Pontianak telah mempedomani regulasi yang berlaku dan melibatkan partisipasi masyarakat, akademisi serta seluruh stakeholder melalui forum konsultasi publik dan musrenbang.
"Pemerintah Kota Pontianak akan konsisten menjalankan program yang selaras dengan visi dan misi RPJMD yang bertujuan memberikan kesejahteraan bagi warga dan berorientasi pada nilai kemanusiaan dan keadilan," katanya.
Dalam mendorong peningkatan investasi, Pemerintah Kota Pontianak telah menyusun peta investasi, pembangunan Mal Pelayanan Publik, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Terkait pandangan Fraksi PKB, Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya pembinaan UMKM dan pengembangan pusat kuliner yang sejalan dengan kebijakan dalam RPJMD.
"Pemerintah Kota Pontianak menetapkan pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kreatif sebagai salah satu program prioritas daerah," tegasnya.
Mengenai persoalan pelayanan air bersih oleh PDAM, terutama di wilayah pinggiran kota, RPJMD 2025-2029 secara tegas menetapkan peningkatan cakupan layanan air bersih sebagai salah satu tujuan strategis.
Menanggapi Fraksi PPP, Hanura dan PAN terkait keterbatasan lahan, Bahasan sependapat bahwa Pemerintah Kota Pontianak perlu mengeluarkan kebijakan pembangunan vertikal, baik untuk rumah tinggal maupun perkantoran. (prokopim)
Wali Kota Pontianak Tanam Pohon Ketapang Kencana di Taman Surabaya
Wali Kota se-Indonesia Tanam Pohon Serentak APEKSI di Surabaya
SURABAYA - Sebanyak 98 wali kota dari seluruh Indonesia melakukan penanaman pohon secara serentak di Taman Surabaya. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang sedang berlangsung di Kota Pahlawan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendapat bagian menanam bibit pohon Ketapang Kencana atau dalam bahasa latin dikenal dengan nama Terminalia mantaly. Dibantu sang istri, Yanieta Arbiastutie Kamtono, Edi menanam bibit pohon Ketapang Kencana yang telah disediakan panitia di lokasi yang telah ditentukan.
"Penanaman pohon ini merupakan bentuk komitmen para kepala daerah terhadap pelestarian lingkungan dan upaya penghijauan kota," ujarnya usai menanam pohon, Jumat (9/5/2025).
Edi menambahkan bahwa kegiatan penanaman pohon secara serentak ini juga menandakan kebersamaan para kepala daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian kami terhadap keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang," tambahnya.
Yang menarik, di dekat setiap pohon yang ditanam, terdapat papan kecil bertuliskan barcode yang dapat dipindai untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai identifikasi pohon tersebut.
"Dengan adanya barcode ini, masyarakat bisa mengetahui jenis pohon, manfaat, serta kapan dan siapa yang menanamnya. Ini adalah cara modern untuk edukasi lingkungan," jelas Edi.
Ketapang Kencana yang ditanam oleh Wali Kota Pontianak merupakan jenis pohon yang dikenal memiliki nilai estetika tinggi dan cocok sebagai tanaman peneduh di kawasan perkotaan. (prokopim)
Produk UMKM Pontianak Curi Perhatian di Indonesia City Expo
Rangkaian Munas VII APEKSI
SURABAYA - Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kota Pontianak berhasil mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Indonesia City Expo (ICE) yang digelar dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan antusiasme pengunjung terhadap produk lokal Pontianak sangat luar biasa.
"Alhamdulillah untuk Indonesia City Expo, kita menampilkan hasil produk UMKM di Kota Pontianak dan kopi khas Pontianak, yaitu Kopi Aming. Pengunjung yang datang ke stand kita cukup luar biasa," ujarnya saat meninjau Stand Kota Pontianak di Exhibition Hall, Grand City Surabaya, Kamis (8/5/2025) malam.
Edi menyebut, keikutsertaan Pontianak dalam pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan produk UMKM Pontianak secara lebih luas sekaligus mendorong transaksi yang menguntungkan pelaku usaha lokal.
"Mudah-mudahan ini bisa memperkenalkan produk-produk kita, sekaligus terjadi transaksi untuk kemajuan UMKM Kota Pontianak," tambahnya.
Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kota Pontianak juga tengah mempersiapkan berbagai program untuk mendukung pengembangan UMKM ke depannya. Salah satunya adalah pembangunan rumah kemasan gratis yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
"Ke depan, harapan kita ada sinergisitas seperti rumah kemasan gratis yang sedang kita bangun dan banyak program-program unggulan lain yang akan mengangkat hasil produk UMKM, termasuk pembangunan packaging dan sebagainya," jelasnya.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. (prokopim)